Reaktor Dan Ledakan Nuklir Purba - Dongeng Sesungguhnya

Tulisan ini yaitu undangan dari beberapa orang yang meminta raksasa di Bombay. Tapi apakah ledakan nuklir zaman purba benar-benar ada ?


Mungkin beberapa dari anda sudah pernah membaca dongeng ini sebelumnya. Bagi yang belum, mungkin akan menjadi sedikit membingungkan. Kisahnya begini :

Dikisahkan bahwa para arkeolog menemukan bukti-bukti bahwa pernah terjadi perang nuklir di zaman purba. Jadi, teknologi nuklir gotong royong sudah dikenal oleh nenek moyang kita. Benarkah demikian ? Beberapa sumber di internet mengutip sebuah paragraf dari kitab yang diklaim sebagai penggalan dari kutipan Mahabharata untuk menunjukan adanya perang nuklir pada zaman purba. Namun, masalahnya satu, sebagian besar dongeng yang anda baca di internet yaitu hoax !

sebagian besar hoax" lantaran memang tidak semuanya hoax. Saya akan menawarkan kepada anda yang mana hoax dan yang bukan.

PERBEDAAN REAKTOR DAN LEDAKAN NUKLIR

Pertama, dongeng ini harus dibagi menjadi dua bagian, yaitu REAKTOR NUKLIR purba dan LEDAKAN NUKLIR purba. Banyak orang tidak mengetahui perbedaan ini sehingga mereka mencampuradukkan dongeng reaktor nuklir purba dengan ledakan nuklir purba.

REAKTOR NUKLIR yaitu sebuah kemudahan atau alat dimana reaksi berantai nuklir diinisiasi, dikendalikan dan ditahan dalam kondisi tetap. Sedangkan LEDAKAN NUKLIR yaitu sebuah reaksi berantai yang tidak terkontrol yang berasal dari bom nuklir. Kaprikornus sebuah REAKTOR nuklir sanggup digunakan untuk menghasilkan BOM nuklir yang sanggup menjadi LEDAKAN nuklir. Sangat berbeda kan ?

Nah, untuk mempermudahnya, saya akan mengatakannya begini, Kisah REAKTOR NUKLIR purba, benar adanya. Kisah LEDAKAN NUKLIR purba yaitu hoax.

REAKTOR NUKLIR PURBA

Kisah Reaktor nuklir zaman purba bermula pada tahun 1972. Saat itu, di kemudahan pengolahan materi bakar nuklir Pierrelatte, Ilmuwan Perancis berjulukan Bougzigues sedang bekerja melaksanakan analisa rutin terhadap uranium yang telah diekstrak dari biji uranium. lalu ia menyadari sesuatu yang aneh dari biji uranium yang ditelitinya.

Uranium mempunyai tiga isotop yang mempunyai massa atom yang berbeda dengan proporsi yang berbeda, yaitu : U 238 sebanyak 99.274%, U 235 sebanyak 0.720% dan U 234 sebanyak 0.005%.

Uranium 235 yaitu uranium yang paling dicari diseluruh dunia lantaran kemampuannya menahan reaksi nuklir dan uranium inilah yang digunakan di reaktor nuklir modern. Dimanapun di bumi ini, atom uranium 235 membentuk 0,720 persen dari total uranium. Namun sampel yang dipegang olehnya hanya mempunyai 0,717 persen. Ini menawarkan bahwa sampel uranium ini pernah mengalami reaksi pelepasan energi (reaksi fisi). Badan tenaga atom Perancis segera bergerak untuk menyidik penyebabnya. Sampel itu dilacak sampai ke sebuah pertambangan di Oklo, Gabon, Afrika. Para ilmuwan bergegas ke Oklo. Penelitian lanjutan yang dilakukan menemukan ada enam belas lokasi yang berfungsi sama mirip reaktor nuklir modern dan reaktor purba itu diperkirakan berumur 2 milyar tahun.

Tulisan ini yaitu undangan dari beberapa orang yang meminta Reaktor dan Ledakan nuklir purba - dongeng sesungguhnyaBagaimana Oklo bisa berfungsi mirip reaktor nuklir purba ? Badan tenaga atom Perancis berusaha mencari jawabannya. Dan lalu mereka mendapat jawabannya dari sebuah goresan pena tahun 1956 yang dibentuk oleh Paul Kazuo Kuroda, spesialis kimia dari universitas Arkansas. Kuroda menyampaikan apabila jumlah U235 cukup banyak dan ada moderator neutron mirip pedoman air tanah, maka reaktor nuklir alami bisa terjadi. Kondisi pertambangan Oklo mirip apa yang diprediksi Kuroda.

Misteri reaktor nuklir purba gotong royong telah terjawab secara ilmiah oleh Paul Kuroda, jadi faktor misterinya boleh dibilang hampir lenyap.

LEDAKAN NUKLIR PURBA

Sekarang kita akan melihat dongeng LEDAKAN NUKLIR purba yang yaitu hoax. Kisah ini sering digabungkan dengan reaktor Oklo lantaran ketidaktahuan mengenai perbedaan antara reaktor dengan ledakan nuklir. Kita mulai dari hoax pertama.

Hoax Pertama
Di internet, beredar paragraf yang diakui berasal dari kitab Mahabharata yang dikatakan mendeskripsikan dan menunjukan adanya perang (ledakan) nuklir di zaman purba. Saya menemukan paragraf ini dikutip banyak web atau blog yang membahas reaktor nuklir purba. Saya menerjemahkannya dan inilah suara paragraf itu :

"Gurkha, menerbangkan vimana (pesawat) yang berpengaruh dan cepat melontarkan sebuah proyektil (rudal) yang diisi dengan kekuatan alam semesta (nuklir). pijaran tiang api dan asap sama terangnya dengan cahaya 10.000 matahari bangun dengan seluruh kemegahannya. Itu yaitu senjata yang tidak dikenal, sebuah petir besi, raksasa pembawa pesan maut yang menimbulkan seluruh suku Vrishnis dan Andhakas menjadi abu. Mayat-mayat menjadi begitu hangus sampai tidak sanggup dikenali lagi. Rambut dan kuku berjatuhan, keramik tanah liat pecah tanpa alasannya yang terang dan burung-burung menjelma putih...setelah beberapa jam, semua materi makanan terkontaminasi (radiasi)...untuk menyelamatkan diri dari api ini, para tentara melompat kedalam arus air untuk membersihkan diri mereka dan peralatannya. (Mahabharata - 6.500 SM? )

Nah, masalahnya yaitu kitab Mahabharata tidak pernah memuat paragraf itu di dalamnya. Anda boleh mencarinya di internet lewat google.

Hoax kedua - Mohenjodaro, Harappa dan Rajashtan
Disebut bahwa di kota Mohenjodaro dan Harappa, para ilmuwan menemukan kota-kota kuno dengan kerangka yang acak-acakan di jalan-jalan, kebanyakan terlihat berpegangan tangan dijalan-jalan, ini menawarkan maut mendatangi mereka dengan tiba-tiba. Dan umur kerangka ini ribuan tahun. Dan kerangka-kerangka ini mempunyai kadar radioaktif tinggi yang sama dengan korban bom Hiroshima Nagasaki.

Sedangkan di Rajasthan disebut bahwa telah ditemukan lapisan debu radioaktif yang mencakup area seluas tiga mil persegi di sepuluh mil sebelah barat Jodhpur. Penelitian yang menemukan Radioaktif ini dilakukan sehabis para peneliti melihat adanya tingkat cacat yang tinggi pada bayi yang gres lahir di wilayah itu dan banyaknya penduduk lokal yang menderita kanker. Level radiasi di daerah itu sangat tinggi sehingga peneliti meminta pemerintah india mengisolasi wilayah itu.

Jika anda menelusuri website-website pemerintah atau website swasta di mohenjodaro, Harappa dan Rajashtan, tidak ada satupun yang pernah menyebut adanya penemuan-penemuan kerangka tersebut. Website-website arkeologi juga tidak pernah menyebut hasil inovasi ini. Kisah "penemuan" ini hanya beredar di website di luar India. Bahkan orang-orang India yang tinggal di wilayah Jodhpur mengaku bahwa ia tidak pernah tahu ada penemuan-penemuan itu. Memang ada beberapa daerah di India yang mengandung radiasi, namun itu yaitu jawaban percobaan nuklir India di masa modern ini. Seorang India pernah menulis bahwa kisah-kisah ledakan ini tidak layak beredar di India.

Tulisan ini yaitu undangan dari beberapa orang yang meminta Reaktor dan Ledakan nuklir purba - dongeng sesungguhnyaHoax ketiga - kawah raksasa Bombay
Disebut bahwa kawah raksasa di Bombay yang berjulukan kawah Lonar yaitu bukti ledakan nuklir purba. Kawah itu terbentuk dari lapisan kerikil basalt setebal 600-700 meter. Diameter kawah itu sekitar 2.154 meter dan dalamnya sekitar 150 meter, berlokasi di sekitar 400 kilometer timur bahari Bombay. Kawah tersebut diperkirakan berumur 50.000 tahun

Belakangan, para ilmuwan menemukan bahwa kawah itu diakibatkan oleh sebuah komet, bukan ledakan nuklir. (Sebenarnya ini tidak bisa disebut hoax, lantaran kawah tersebut memang ada, tapi saya memasukkannya untuk mempermudah pembahasan).

KESIMPULAN

REAKTOR NUKLIR purba memang ada dan bisa dijelaskan secara ilmiah. Sedangkan LEDAKAN NUKLIR purba yaitu hoax yang beredar di internet entah untuk tujuan apa. Oh ya, satu lagi, jikalau anda mencari di wikipedia dengan kata kunci "natural nuclear fission reactor" maka anda akan menemukan dongeng ihwal oklo, tapi tidak ihwal mohenjo Daro dan kawan-kawan. Wikipedia is right !!!!

(twitscope.wordpress.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel