Seorang Hacker Berhasil Mendapat Bukti Adanya Manipulasi Pada Data Pemanasan Global
Wednesday, November 25, 2009
Edit
Sesuatu yang luar biasa terjadi dalam dunia perdebatan pemanasan global. Pada hari kamis, tanggal 19 November 2009, diumumkan bahwa seorang hacker telah berhasil mendapatkan 160 megabytes data dan kumpulan email dari server Climate Research unit (CRU) di University of East Anglia (UAE) di Inggris. Email-email itu berisi percakapan yang terjadi antara para peneliti utama di daerah itu semenjak tahun 1997 sampai sekarang, dan sepertinya, email itu menunjukkan adanya manipulasi pada data pemanasan global.
Sangat menarik. Sebelumnya kita mempunyai seorang hacker berjulukan Gary McKinnon yang membobol jaringan komputer milik NASA, Departemen Pertahanan dan Militer Amerika hanya untuk mencari informasi belakang layar mengenai ufo. Sekarang kita mempunyai Hacker Anonymous yang terjun eksklusif ke dalam perdebatan pemanasan global dengan cara membobol jaringan komputer organisasi peneliti pemanasan global terkemuka di dunia.
konferensi iklim di Kopenhagen yang akan diadakan pada Desember nanti, para ilmuwan pro Al Gore menjadi lebih sering mengucapkan "ramalan" mengenai tragedi masiv yang setara dengan adegan film "2012" yang gres saja anda tonton. Dengan kata lain, para ilmuwan ini telah membuat "ramalan tamat zaman 2012" yang baru.
Sedangkan para ilmuwan di pecahan dunia lain, yang biasanya mempunyai keterbatasan teknologi, hanya sanggup mendapatkan data mentah-mentah dari dunia barat. Ya, mungkin banyak dari kita yang belum mengetahui bahwa data perubahan iklim yang kita ketahui (dan diberitakan oleh media-media) ternyata bukan berasal dari hasil penelitian yang kita lakukan sendiri. Sebagian besar data tersebut berasal dari sebuah daerah berjulukan Climate Research Unit (CRU) di University of East Anglia (UAE), Inggris. Organisasi ini juga menyuplai data untuk IPCC dan peneliti-peneliti pro Al Gore lainnya.
Nah, dalam perdebatan yang memanas antara ilmuwan pro dan kontra Al Gore inilah seorang hacker balasannya tetapkan untuk masuk ke dalam arena. Email-email dari CRU yang dibobol tersebut dimuat di internet oleh seorang hacker yang menyebut dirinya "FOIA".
Dalam email tersebut, para peneliti yang mempunyai ideologi sama tertangkap lembap bersepakat untuk menutupi data pemanasan global yang tidak sesuai dengan klaim mereka. Email ini telah dikonfirmasi kepada CRU dan mereka mengakui jika isi email yang muncul di media massa memang berasal dari server mereka.
Salah satu email yang berhasil diperoleh berasal dari percakapan antara Prof. Phil Jones, kepala dari CRU dan Prof. Michael E Mann dari pennsylvania State University. Kedua orang ini yaitu pendukung utama Al Gore dalam soal pemanasan global.
Dalam salah satu percakapannya, Prof Jones mengusulkan kepada Prof. Mann untuk melaksanakan "trik" dengan mengubah data iklim di setiap seri untuk menyembunyikan adanya penurunan temperatur global.
"Saya gres saja memakai trik dari Mike untuk menambahkan data gres di data yang gotong royong dari setiap seri dalam 20 tahun terakhir dan dari tahun 1961 untuk menyembunyikan penurunan (temperatur)."
Setelah skandal ini terbongkar, Prof Mann menjelaskan kepada New York Times bahwa para ilmuwan biasa memakai kata "trik" untuk merujuk kepada cara terbaik menuntaskan sebuah duduk kasus dan tidak berarti sesuatu yang belakang layar (???).
Dalam email yang lain, Prof Jones juga menyampaikan bahwa ia lebih baik menghapus data-data yang tidak sesuai dengan klaim mereka daripada mengirim data tersebut ke peneliti lain. Prof Jones juga mendorong Prof Mann untuk melaksanakan hal yang sama.
Pada tahun 2009 ini, CRU menerima banyak kritikan sebab menolak untuk merilis data yang dipakai untuk membuat laporan sejarah temperatur permukaan bumi. Permintaan dari peneliti dan ilmuwan lainnya selalu ditolak dan dalam beberapa kasus, pembuat laporan itu mengakui jika data original yang dipakai sudah hilang.
Email di atas tampaknya mengkonfirmasi semuanya.
Selain percakapan yang terjadi antara dua profesor tersebut, email lain yang berhasil dibobol yaitu email yang berasal dari Tim Osborn, salah seorang profesor lainnya di CRU. Dalam emailnya, Prof Osborn mendiskusikan dengan rekannya mengenai cara memotong data untuk menyembunyikan tren penurunan suhu iklim global.
Lalu dalam email lainnya, Prof Mann meminta Prof Osborn supaya tidak memforward data yang dikirimnya ke orang lain sebab data itu mengkonfirmasi teori para peneliti global warming anti Al Gore.
Bukan itu saja, salah satu email juga berisi komentar mengenai janjkematian John L Daly, seorang peneliti penentang Al Gore. Komentar itu berbunyi,"Dalam cara yang aneh, gotong royong informasi ini yaitu informasi yang menggembirakan."
Dengan adanya perkembangan terbaru ini, Senator James Inhofe yang populer anti pemanasan global versi Al Gore juga telah menuntut kongres Amerika untuk menyelidiki Pennsylvania State University dan beberapa universitas lain yang diketahui terlibat dalam pemalsuan data ini.
Sebelumnya, tidak usang sehabis ramalan mengenai mencairnya es di Himalaya dirilis oleh IPCC, pemerintah India lewat kementerian lingkungan hidup telah merilis sebuah pernyataan yang menginginkan penelitian yang independen atas kondisi salju di Himalaya. Data yang dipakai pemerintah India dikala ini yaitu data yang berasal dari para peneliti barat.
Mengingat besarnya jumlah email yang berhasil dibobol, maka isi email tersebut akan diperiksa lebih lanjut oleh para peneliti lainnya untuk menemukan bukti kebohongan lainnya. Jika ditemukan bukti adanya konspirasi tingkat tinggi, maka kasus ini tentu saja benar-benar akan menjadi skandal sains terbesar di dunia.
Apakah salju Himalaya akan mencair total pada tahun 2035 ? Jawaban atas pertanyaan ini akan sangat tergantung kepada objektivitas penelitian terhadap salju Himalaya.
Mereka yang tidak berpengetahuan akan sangat simpel ditipu. Kaprikornus pertanyaannya yaitu kapan kita sanggup mempunyai pengetahuan dan teknologi sekaliber dunia sehingga kita sanggup tetapkan untuk diri kita sendiri apakah dunia ini sedang memanas atau mendingin.
Knowledge is power, right ?
Notes :
Jika kalian sangat ingin tahu mengenai isi email-email tersebut, maka kalian sanggup mendownloadnya nytimes.com)
Sangat menarik. Sebelumnya kita mempunyai seorang hacker berjulukan Gary McKinnon yang membobol jaringan komputer milik NASA, Departemen Pertahanan dan Militer Amerika hanya untuk mencari informasi belakang layar mengenai ufo. Sekarang kita mempunyai Hacker Anonymous yang terjun eksklusif ke dalam perdebatan pemanasan global dengan cara membobol jaringan komputer organisasi peneliti pemanasan global terkemuka di dunia.
konferensi iklim di Kopenhagen yang akan diadakan pada Desember nanti, para ilmuwan pro Al Gore menjadi lebih sering mengucapkan "ramalan" mengenai tragedi masiv yang setara dengan adegan film "2012" yang gres saja anda tonton. Dengan kata lain, para ilmuwan ini telah membuat "ramalan tamat zaman 2012" yang baru.
Sedangkan para ilmuwan di pecahan dunia lain, yang biasanya mempunyai keterbatasan teknologi, hanya sanggup mendapatkan data mentah-mentah dari dunia barat. Ya, mungkin banyak dari kita yang belum mengetahui bahwa data perubahan iklim yang kita ketahui (dan diberitakan oleh media-media) ternyata bukan berasal dari hasil penelitian yang kita lakukan sendiri. Sebagian besar data tersebut berasal dari sebuah daerah berjulukan Climate Research Unit (CRU) di University of East Anglia (UAE), Inggris. Organisasi ini juga menyuplai data untuk IPCC dan peneliti-peneliti pro Al Gore lainnya.
Nah, dalam perdebatan yang memanas antara ilmuwan pro dan kontra Al Gore inilah seorang hacker balasannya tetapkan untuk masuk ke dalam arena. Email-email dari CRU yang dibobol tersebut dimuat di internet oleh seorang hacker yang menyebut dirinya "FOIA".
Dalam email tersebut, para peneliti yang mempunyai ideologi sama tertangkap lembap bersepakat untuk menutupi data pemanasan global yang tidak sesuai dengan klaim mereka. Email ini telah dikonfirmasi kepada CRU dan mereka mengakui jika isi email yang muncul di media massa memang berasal dari server mereka.
Salah satu email yang berhasil diperoleh berasal dari percakapan antara Prof. Phil Jones, kepala dari CRU dan Prof. Michael E Mann dari pennsylvania State University. Kedua orang ini yaitu pendukung utama Al Gore dalam soal pemanasan global.
Dalam salah satu percakapannya, Prof Jones mengusulkan kepada Prof. Mann untuk melaksanakan "trik" dengan mengubah data iklim di setiap seri untuk menyembunyikan adanya penurunan temperatur global.
"Saya gres saja memakai trik dari Mike untuk menambahkan data gres di data yang gotong royong dari setiap seri dalam 20 tahun terakhir dan dari tahun 1961 untuk menyembunyikan penurunan (temperatur)."
Setelah skandal ini terbongkar, Prof Mann menjelaskan kepada New York Times bahwa para ilmuwan biasa memakai kata "trik" untuk merujuk kepada cara terbaik menuntaskan sebuah duduk kasus dan tidak berarti sesuatu yang belakang layar (???).
Dalam email yang lain, Prof Jones juga menyampaikan bahwa ia lebih baik menghapus data-data yang tidak sesuai dengan klaim mereka daripada mengirim data tersebut ke peneliti lain. Prof Jones juga mendorong Prof Mann untuk melaksanakan hal yang sama.
Pada tahun 2009 ini, CRU menerima banyak kritikan sebab menolak untuk merilis data yang dipakai untuk membuat laporan sejarah temperatur permukaan bumi. Permintaan dari peneliti dan ilmuwan lainnya selalu ditolak dan dalam beberapa kasus, pembuat laporan itu mengakui jika data original yang dipakai sudah hilang.
Email di atas tampaknya mengkonfirmasi semuanya.
Selain percakapan yang terjadi antara dua profesor tersebut, email lain yang berhasil dibobol yaitu email yang berasal dari Tim Osborn, salah seorang profesor lainnya di CRU. Dalam emailnya, Prof Osborn mendiskusikan dengan rekannya mengenai cara memotong data untuk menyembunyikan tren penurunan suhu iklim global.
Lalu dalam email lainnya, Prof Mann meminta Prof Osborn supaya tidak memforward data yang dikirimnya ke orang lain sebab data itu mengkonfirmasi teori para peneliti global warming anti Al Gore.
Bukan itu saja, salah satu email juga berisi komentar mengenai janjkematian John L Daly, seorang peneliti penentang Al Gore. Komentar itu berbunyi,"Dalam cara yang aneh, gotong royong informasi ini yaitu informasi yang menggembirakan."
Dengan adanya perkembangan terbaru ini, Senator James Inhofe yang populer anti pemanasan global versi Al Gore juga telah menuntut kongres Amerika untuk menyelidiki Pennsylvania State University dan beberapa universitas lain yang diketahui terlibat dalam pemalsuan data ini.
Sebelumnya, tidak usang sehabis ramalan mengenai mencairnya es di Himalaya dirilis oleh IPCC, pemerintah India lewat kementerian lingkungan hidup telah merilis sebuah pernyataan yang menginginkan penelitian yang independen atas kondisi salju di Himalaya. Data yang dipakai pemerintah India dikala ini yaitu data yang berasal dari para peneliti barat.
Mengingat besarnya jumlah email yang berhasil dibobol, maka isi email tersebut akan diperiksa lebih lanjut oleh para peneliti lainnya untuk menemukan bukti kebohongan lainnya. Jika ditemukan bukti adanya konspirasi tingkat tinggi, maka kasus ini tentu saja benar-benar akan menjadi skandal sains terbesar di dunia.
Apakah salju Himalaya akan mencair total pada tahun 2035 ? Jawaban atas pertanyaan ini akan sangat tergantung kepada objektivitas penelitian terhadap salju Himalaya.
Mereka yang tidak berpengetahuan akan sangat simpel ditipu. Kaprikornus pertanyaannya yaitu kapan kita sanggup mempunyai pengetahuan dan teknologi sekaliber dunia sehingga kita sanggup tetapkan untuk diri kita sendiri apakah dunia ini sedang memanas atau mendingin.
Knowledge is power, right ?
Notes :
Jika kalian sangat ingin tahu mengenai isi email-email tersebut, maka kalian sanggup mendownloadnya nytimes.com)