Terjadi Lagi! 500 Burung Di Lousiana, 2 Juta Ekor Ikan Di Maryland Dan 15 Ton Ikan Di Brazil Ditemukan Mati
Wednesday, January 5, 2011
Edit
Setelah Arkansas, kini giliran Louisiana dan Maryland. Pada hari senin tanggal 3 Januari 2011, paling tidak sekitar 500 bangkai burung ditemukan bertebaran di sebuah jalan di Pointee Coupee Parish, Louisiana. Lokasi ini berjarak sekitar 480 km dari Beebe, tempat sekitar 1.000 ekor burung ditemukan mati pada malam tahun gres kemarin. Di tempat lain di Maryland dan Brazil, sejumlah besar ekor ikan juga ditemukan mati. Apa yang sedang terjadi sesungguhnya? Tulisan ini sekaligus merupakan update dari goresan pena sebelumnya.
Kejadian yang berturut-turut ini menciptakan dunia maya menjadi lebih panas. Para ilmuwan iklim beropini jikalau insiden ini diakibatkan oleh pemanasan global. Para penganut teori konspirasi percaya jikalau insiden ini diakibatkan oleh eksperimen belakang layar pemerintah sejenis Chemtrail atau HAARP, sedangkan sebagian lainnya percaya jikalau insiden ini ialah gejala akan terjadinya peristiwa di tahun 2011.
Jika hanya terjadi satu kali di satu lokasi, mungkin insiden ini tidak terlalu istimewa. Namun dalam waktu yang berdekatan terjadi 4 kali insiden maut binatang dalam jumlah besar. Ini cukup menjadikan tanda tanya. Apa yang bahwasanya terjadi?
kematian lebih dari 1.000 (sumber lain menyebutkan 5.000) burung Blackbird sayap merah di Arkansas masih belum tuntas. Namun laporan pendahuluan yang berasal dari Laboratorium Arkansas Livestock and Poultry Commission menyebutkan jikalau burung-burung Blackbird dari Beebe mati sebab luka akhir benturan.
Keith Stephen, juru bicara Arkansas Game and Fish Commission, menyampaikan jikalau burung-burung itu menawarkan bukti adanya luka berat di dada, gumpalan darah di rongga-rongga badan dan pendarahan internal yang cukup parah. Hatinya ditemukan dalam keadaan pucat yang mengindikasikan terjadinya kekurangan darah. Organ-organ tubuhnya tidak menawarkan gejala penyakit menular.
Dr.George Badley dari Arkansas Livestock dan Poultry Commission yang menilik sampel bangkai menambahkan jikalau perut-perut burung itu dalam keadaan kosong. Artinya, kemungkinan keracunan makanan sanggup dihilangkan.
Pada awalnya Dr.Badley percaya jikalau sebuah angin ribut mungkin telah mengakibatkan burung-burung itu bertabrakan dan mati.
"Malam itu terjadi beberapa kali angin ribut petir." Katanya. "Blackbird sayap merah biasa terbang berkelompok. Mungkin sebuah angin ribut telah meghisap mereka dan petir kemudian ikut menyambar. Itu asumsi saya."
Namun, Dr.Badley menarik teorinya sehabis diketahui jikalau angin ribut hanya muncul di tempat itu sekitar 10 jam sebelum insiden jatuhnya burung-burung itu. Makara tampaknya angin ribut bukan penyebab maut tersebut.
Kalau begitu apa yang menyebabkannya?
Setelah gosip ini menyeruak, beberapa penduduk melaporkan jikalau mereka mendengar bunyi keras sebelum burung-burung itu mulai berjatuhan. Berdasarkan laporan ini para peneliti menyimpulkan jikalau bunyi keras itulah yang telah mengakibatkan burung-burung itu mengalami disorientasi sehingga saling bertabrakan atau menabrak benda lainnya.
LeAnn White, peneliti lapangan dari National Wildlife Health Center di Wisconsin yang juga mendapatkan sampel bangkai burung dari Arkansas mengatakan:
"Kamu terganggu, kau mengalami disorientasi, kemudian kau berusaha memilih posisi kamu. Kita sudah pernah melihat insiden menyerupai ini sebelumnya. Ketika terjadi kabut tebal, burung-burung sanggup menabrak menara atau kabel listrik."
Kalau begitu, bunyi keras apakah yang mungkin telah mengakibatkan burung itu mengalami disorientasi?
Sepertinya para peneliti kebanyakan setuju jikalau bunyi keras itu berasal dari kembang api tahun baru.
Di Arkansas, para penduduk biasa menyalakan kembang api yang berjulukan "Cannon" pada malam tahun baru. Suara kembang api jenis ini lebih keras dibanding kembang api lainnya. Suara "Cannon" ini mungkin telah menciptakan takut burung-burung itu.
Karen Rowe, Ornitologis dari Arkansas Game and Fish Commission menjelaskan lebih lanjut:
"Untuk menghindari bunyi kembang api, kumpulan Blackbird itu mungkin telah terbang pada ketinggian atap rumah, bukan ketinggian pohon menyerupai biasanya. Burung jenis ini mempunyai penglihatan yang jelek pada malam hari. Ini mungkin telah mengakibatkan mereka menabrak benda-benda di sekitarnya."
Karen memperkirakan jumlah burung yang mati di Arkansas sekitar 3.000 ekor. Namun, ia juga tidak berani menyatakan jikalau misteri itu telah terpecahkan. Menurutnya Laboratorium masih akan terus berusaha meneliti sampel bangkai untuk mencari penyebab lainnya.
Penjelasan ini tampaknya cukup masuk akal. Namun, insiden yang menyerupai kembali terjadi beberapa hari setelahnya dan peristiwa ini tampaknya tidak sesuai dengan teori kembang api.
Pada tanggal 3 Januari kemarin, sekitar 500 bangkai burung ditemukan di jalanan Louisiana. Kebanyakan burung yang mati ialah jenis Blackbird dan burung Jalak.
100.000 ikan Drum Fish ditemukan mati di sungai di Arkansas, kali ini puluhan ikan dalam jumlah besar ditemukan mati di Chesapeake Bay, Maryland, pada tanggal 4 Januari 2011. Beberapa orang memperkirakan ikan yang mati berjumlah puluhan ribu. Namun menurut laporan nytimes.com, baltimoresun.com, theblaze.com, mediaite.com)
Kejadian yang berturut-turut ini menciptakan dunia maya menjadi lebih panas. Para ilmuwan iklim beropini jikalau insiden ini diakibatkan oleh pemanasan global. Para penganut teori konspirasi percaya jikalau insiden ini diakibatkan oleh eksperimen belakang layar pemerintah sejenis Chemtrail atau HAARP, sedangkan sebagian lainnya percaya jikalau insiden ini ialah gejala akan terjadinya peristiwa di tahun 2011.
Jika hanya terjadi satu kali di satu lokasi, mungkin insiden ini tidak terlalu istimewa. Namun dalam waktu yang berdekatan terjadi 4 kali insiden maut binatang dalam jumlah besar. Ini cukup menjadikan tanda tanya. Apa yang bahwasanya terjadi?
kematian lebih dari 1.000 (sumber lain menyebutkan 5.000) burung Blackbird sayap merah di Arkansas masih belum tuntas. Namun laporan pendahuluan yang berasal dari Laboratorium Arkansas Livestock and Poultry Commission menyebutkan jikalau burung-burung Blackbird dari Beebe mati sebab luka akhir benturan.
Keith Stephen, juru bicara Arkansas Game and Fish Commission, menyampaikan jikalau burung-burung itu menawarkan bukti adanya luka berat di dada, gumpalan darah di rongga-rongga badan dan pendarahan internal yang cukup parah. Hatinya ditemukan dalam keadaan pucat yang mengindikasikan terjadinya kekurangan darah. Organ-organ tubuhnya tidak menawarkan gejala penyakit menular.
Dr.George Badley dari Arkansas Livestock dan Poultry Commission yang menilik sampel bangkai menambahkan jikalau perut-perut burung itu dalam keadaan kosong. Artinya, kemungkinan keracunan makanan sanggup dihilangkan.
Pada awalnya Dr.Badley percaya jikalau sebuah angin ribut mungkin telah mengakibatkan burung-burung itu bertabrakan dan mati.
"Malam itu terjadi beberapa kali angin ribut petir." Katanya. "Blackbird sayap merah biasa terbang berkelompok. Mungkin sebuah angin ribut telah meghisap mereka dan petir kemudian ikut menyambar. Itu asumsi saya."
Namun, Dr.Badley menarik teorinya sehabis diketahui jikalau angin ribut hanya muncul di tempat itu sekitar 10 jam sebelum insiden jatuhnya burung-burung itu. Makara tampaknya angin ribut bukan penyebab maut tersebut.
Kalau begitu apa yang menyebabkannya?
Setelah gosip ini menyeruak, beberapa penduduk melaporkan jikalau mereka mendengar bunyi keras sebelum burung-burung itu mulai berjatuhan. Berdasarkan laporan ini para peneliti menyimpulkan jikalau bunyi keras itulah yang telah mengakibatkan burung-burung itu mengalami disorientasi sehingga saling bertabrakan atau menabrak benda lainnya.
LeAnn White, peneliti lapangan dari National Wildlife Health Center di Wisconsin yang juga mendapatkan sampel bangkai burung dari Arkansas mengatakan:
"Kamu terganggu, kau mengalami disorientasi, kemudian kau berusaha memilih posisi kamu. Kita sudah pernah melihat insiden menyerupai ini sebelumnya. Ketika terjadi kabut tebal, burung-burung sanggup menabrak menara atau kabel listrik."
Kalau begitu, bunyi keras apakah yang mungkin telah mengakibatkan burung itu mengalami disorientasi?
Sepertinya para peneliti kebanyakan setuju jikalau bunyi keras itu berasal dari kembang api tahun baru.
Di Arkansas, para penduduk biasa menyalakan kembang api yang berjulukan "Cannon" pada malam tahun baru. Suara kembang api jenis ini lebih keras dibanding kembang api lainnya. Suara "Cannon" ini mungkin telah menciptakan takut burung-burung itu.
Karen Rowe, Ornitologis dari Arkansas Game and Fish Commission menjelaskan lebih lanjut:
"Untuk menghindari bunyi kembang api, kumpulan Blackbird itu mungkin telah terbang pada ketinggian atap rumah, bukan ketinggian pohon menyerupai biasanya. Burung jenis ini mempunyai penglihatan yang jelek pada malam hari. Ini mungkin telah mengakibatkan mereka menabrak benda-benda di sekitarnya."
Karen memperkirakan jumlah burung yang mati di Arkansas sekitar 3.000 ekor. Namun, ia juga tidak berani menyatakan jikalau misteri itu telah terpecahkan. Menurutnya Laboratorium masih akan terus berusaha meneliti sampel bangkai untuk mencari penyebab lainnya.
Penjelasan ini tampaknya cukup masuk akal. Namun, insiden yang menyerupai kembali terjadi beberapa hari setelahnya dan peristiwa ini tampaknya tidak sesuai dengan teori kembang api.
Pada tanggal 3 Januari kemarin, sekitar 500 bangkai burung ditemukan di jalanan Louisiana. Kebanyakan burung yang mati ialah jenis Blackbird dan burung Jalak.
100.000 ikan Drum Fish ditemukan mati di sungai di Arkansas, kali ini puluhan ikan dalam jumlah besar ditemukan mati di Chesapeake Bay, Maryland, pada tanggal 4 Januari 2011. Beberapa orang memperkirakan ikan yang mati berjumlah puluhan ribu. Namun menurut laporan nytimes.com, baltimoresun.com, theblaze.com, mediaite.com)