Legenda Unicorn Dan Laporan Penampakannya Di Dalam Sejarah
Wednesday, January 12, 2011
Edit
Di dalam Novel Harry Potter, membunuh Unicorn dianggap sebagai dosa besar melawan alam. Namun Lord Voldermort tetap membunuh makhluk itu alasannya yaitu darahnya dipercaya sanggup menawarkan hidup abadi bagi mereka yang meminumnya. Begitulah hebatnya penghargaan yang diberikan kepada makhluk misterius ini. Namun apakah ia benar-benar pernah ada di dunia ini? ataukah ia hanya muncul di imajinasi para penulis fiksi?
Unicorn dalam sejarah
Dalam legenda modern yang muncul pada kurun pertengahan, Unicorn digambarkan sebagai makhluk berbentuk kuda dengan satu tanduk di kepalanya.
Dalam versi yang lebih tradisional, makhluk ini digambarkan mempunyai kuku belah, janggut mirip kambing dan ekor mirip singa. Namun satu hal yang sama dari deskripsi tradisional dan modern yaitu keberadaan satu tanduk di kepalanya.
Pertama kali makhluk ini dikenal yaitu lewat kebudayaan-kebudayaan kuno India. Pada stempel berusia 2.500 tahun yang ditemukan di Mohenjo Daro dan Harappa, kita sanggup melihat bentuk kuno dari seekor Unicorn beserta inskripsi yang masih belum terpecahkan.
Cina juga mempunyai Unicornnya sendiri. Makhluk ini dikenal dengan sebutan Qilin. Di Jepang, ia dikenal dengan sebutan Kirin dan digambarkan mempunyai badan mirip rusa, sisik berwarna hijau dan sebuah tanduk panjang di kepala.
makhluk Unicorn di masa modern ini.
Misalnya, makhluk yang telah umum kita jumpai ini, yaitu badak.
rusa Unicorn yang lahir di Italia.
Mohenjo Daro dan Harappa.
Penulis yang pertama kali menyinggung mengenai keberadaan makhluk ini yaitu Ctesias yang mendeskripsikan Unicorn sebagai keledai liar dengan satu tanduk berwarna putih, merah dan hitam sepanjang 1,5 cubit.
Ctesias mendeskripsikan makhluk itu sebagai berikut:
Penulis lain, Strabo, juga pernah menyinggung mengenai keberadaan seekor kuda bertanduk di wilayah Caucasus.
Deskripsi yang lebih lengkap kemudian diberikan oleh sejarawan Romawi, Pliny the elder. Mengenai Unicorn, Ia menulis:
Selain Pliny, Julius Ceaser juga pernah menyinggung mengenai makhluk ini dengan deskripsi yang mirip dengan Pliny. Menurutnya:
Jika bukan, adakah catatan-catatan lain yang lebih modern yang mengkonfirmasikan keberadaan makhluk ini?
Jawabannya: ada.
Laporan penampakan
Pada tahun 1486, Berhanrd Von Breydenbach, seorang penatua di katedral Mainz, menceritakan sebuah kisah menarik mengenai perjumpaan dengan Unicorn. Ia menuangkannya dalam buku berjudul "Peregrinatio in Terram Sanctam"atau "Perjalanan ke tanah suci".
Perjumpaan ini terjadi pada tahun 1483 ketika ia bersama satu rombongan beranggotakan 150 orang pergi ke timur tengah untuk melaksanakan ziarah rohani. Dalam perjalanan ini, mereka berangkat dari Venice menuju Jaffa, kemudian ke Ramala dengan karavan.
Dari situ mereka melanjutkan perjalanan ke Yerusalem dan mengunjungi semua tempat-tempat suci disitu. Setelah itu rombongan pergi menuju gurun Sinai dan mengunjungi biara Santa Catharina. Di daerah itu, salah seorang peziarah berjulukan Felix Fabri bersama sekelompok orang yang sedang bersamanya melihat seekor Unicorn sedang bangun di atas bukit bersahabat kaki gunung Sinai. Felix bersama rombongan mengamati makhluk ini dengan seksama untuk beberapa lama. Penampakan ini terjadi pada tanggal 20 September 1483.
Pada tahun 1530, Ludovica de Bartema, seorang ningrat Italia yang melaksanakan perjalanan ke Mesir, Arab dan India juga bertemu dengan makhluk misterius ini. Ketika hendak masuk ke Mekkah, ia memakai nama samaran Mussulman supaya sanggup membaur dengan rombongan karavan peziarah lainnya. Di kota itu, Bartema mengaku melihat dua ekor Unicorn. Tubuh makhluk itu berwarna kuning coklat. Kepalanya mirip rusa dengan leher dan surai yang panjang. Kakinya pendek dan mempunyai kuku mirip kambing. Menurut penduduk lokal, kedua binatang itu yaitu proteksi dari raja Etiopia yang hendak dipersembahkan kepada sultan Mekkah.
Kesaksian Bartema memperlihatkan bila pada masa itu, Unicorn mungkin hidup di Etiopia atau Afrika. Ini ditegaskan dengan kesaksian lain dari Don Juan Gabriel, seorang kolonel Portugis yang tinggal di Etiopia selama beberapa tahun. Menurutnya, ia pernah melihat Unicorn di propinsi Damota. Makhluk itu berukuran mirip kuda dan berwarna agak gelap. Beberapa orang portugis lainnya yang tinggal di negara itu juga melaporkan pernah melihat Unicorn sedang merumput di sebuah bukit di distrik Namna.
Pada kurun yang lebih modern, laporan penampakan Unicorn diceritakan oleh seorang naturalis Swedia berjulukan Dr.Sparrmann. Pada tahun 1772-1776, ia melaksanakan penelitian di Good Hope dan menulis dalam jurnalnya mengenai seorang laki-laki berjulukan Jacob Kock.
Kock yang ketika itu melaksanakan perjalanan menuju Afrika penggalan selatan menemukan batu-batuan yang berukirkan Unicorn. Batu-batu ini ternyata diukir oleh suku setempat yang berjulukan Hottentots. Berdasarkan wawancara Kock dengan anggota suku tersebut, diketahui bila Unicorn sebetulnya telah dikenal dengan baik diantara suku Hottentots. Warga suku tersebut menyampaikan bila Unicorn mempunyai bentuk mirip kuda dengan satu tanduk di kepalanya. Makhluk ini juga sanggup berlari dengan sangat cepat.
Kisah yang diceritakan Dr.Sparrmann kemudian mendapat konfirmasi dari kisah lain yang diceritakan oleh Mr.Henry Cloete pada tahun 1792 kepada perguruan ilmu pengetahuan Selandia Baru.
Mr.Cloete menceritakan mengenai pengalaman Gerrit Slinger, salah seorang anggota suku Hottentots yang ketika sedang berperang dengan suku Bushmen, menjumpai sembilan Unicorn dan menembak salah satunya. Menurut Slinger:
Menarik.
Walaupun mungkin tidak persis mirip citra yang kita miliki di buku-buku fiksi, tampaknya makhluk bertanduk satu mirip kuda benar-benar pernah ada di dunia!
Elasmotherium
Tentu saja sebagian peneliti akan tetap menolak keberadaannya dan menganggap Unicorn hanya sebagai makhluk rekaan atau makhluk mitologi mirip naga. Namun ada sebagian peneliti yang mencoba untuk melihat dasar pembentukan dogma mengenai Unicorn.
Mereka percaya bila Unicorn itu mungkin yaitu makhluk yang disebut Elasmotherium, seekor rino Eurasia yang sudah punah jutaan tahun yang lalu.
Legenda naga Cina dan penampakannya di dalam sejarah
(wikipedia, theourworld.com)
Unicorn dalam sejarah
Dalam legenda modern yang muncul pada kurun pertengahan, Unicorn digambarkan sebagai makhluk berbentuk kuda dengan satu tanduk di kepalanya.
Dalam versi yang lebih tradisional, makhluk ini digambarkan mempunyai kuku belah, janggut mirip kambing dan ekor mirip singa. Namun satu hal yang sama dari deskripsi tradisional dan modern yaitu keberadaan satu tanduk di kepalanya.
Pertama kali makhluk ini dikenal yaitu lewat kebudayaan-kebudayaan kuno India. Pada stempel berusia 2.500 tahun yang ditemukan di Mohenjo Daro dan Harappa, kita sanggup melihat bentuk kuno dari seekor Unicorn beserta inskripsi yang masih belum terpecahkan.
Cina juga mempunyai Unicornnya sendiri. Makhluk ini dikenal dengan sebutan Qilin. Di Jepang, ia dikenal dengan sebutan Kirin dan digambarkan mempunyai badan mirip rusa, sisik berwarna hijau dan sebuah tanduk panjang di kepala.
makhluk Unicorn di masa modern ini.
Misalnya, makhluk yang telah umum kita jumpai ini, yaitu badak.
rusa Unicorn yang lahir di Italia.
Mohenjo Daro dan Harappa.
Penulis yang pertama kali menyinggung mengenai keberadaan makhluk ini yaitu Ctesias yang mendeskripsikan Unicorn sebagai keledai liar dengan satu tanduk berwarna putih, merah dan hitam sepanjang 1,5 cubit.
Ctesias mendeskripsikan makhluk itu sebagai berikut:
"Unicorn yaitu makhluk orisinil India. Ukurannya sebesar keledai dengan kepala berwarna ungu kemerahan. Tubuhnya berwarna putih, matanya berwarna biru dengan sebuah tanduk muncul dari dahinya. Ujung tanduk itu berwarna merah terang, tengahnya berwarna hitam dan putih di pangkalnya. Panjangnya kira-kira 18 inci"Ctesias juga yang pertama kali melaporkan bila tanduk Unicorn sanggup dipakai untuk menetralisir racun.
Penulis lain, Strabo, juga pernah menyinggung mengenai keberadaan seekor kuda bertanduk di wilayah Caucasus.
Deskripsi yang lebih lengkap kemudian diberikan oleh sejarawan Romawi, Pliny the elder. Mengenai Unicorn, Ia menulis:
"Makhluk yang sangat ganas ini disebut Monoceros dan mempunyai kepala mirip rusa, kaki mirip gajah, dan ekor mirip babi hutan, sementara penggalan tubuhnya yang lain mirip kuda. Ia mengeluarkan bunyi rendah yang dalam dan mempunyai satu tanduk berwarna hitam yang keluar dari tengah dahinya dengan panjang kira-kira dua cubit."Beberapa sejarawan mendebatkan deskripsi Pliny ini. Ada yang beranggapan bila ia hanya mendeskripsikan seekor rino dan bukan kuda bertanduk. Namun rino tampaknya tidak "memiliki kepala mirip rusa dan penggalan badan yang lain mirip kuda".
Selain Pliny, Julius Ceaser juga pernah menyinggung mengenai makhluk ini dengan deskripsi yang mirip dengan Pliny. Menurutnya:
"Kepalanya mirip rusa, kakinya mirip gajah, tanduknya mempunyai panjang sekitar 90 cm dengan ekor mirip babi hutan."Apakah mereka sedang membicarakan seekor badak?
Jika bukan, adakah catatan-catatan lain yang lebih modern yang mengkonfirmasikan keberadaan makhluk ini?
Jawabannya: ada.
Laporan penampakan
Pada tahun 1486, Berhanrd Von Breydenbach, seorang penatua di katedral Mainz, menceritakan sebuah kisah menarik mengenai perjumpaan dengan Unicorn. Ia menuangkannya dalam buku berjudul "Peregrinatio in Terram Sanctam"atau "Perjalanan ke tanah suci".
Perjumpaan ini terjadi pada tahun 1483 ketika ia bersama satu rombongan beranggotakan 150 orang pergi ke timur tengah untuk melaksanakan ziarah rohani. Dalam perjalanan ini, mereka berangkat dari Venice menuju Jaffa, kemudian ke Ramala dengan karavan.
Dari situ mereka melanjutkan perjalanan ke Yerusalem dan mengunjungi semua tempat-tempat suci disitu. Setelah itu rombongan pergi menuju gurun Sinai dan mengunjungi biara Santa Catharina. Di daerah itu, salah seorang peziarah berjulukan Felix Fabri bersama sekelompok orang yang sedang bersamanya melihat seekor Unicorn sedang bangun di atas bukit bersahabat kaki gunung Sinai. Felix bersama rombongan mengamati makhluk ini dengan seksama untuk beberapa lama. Penampakan ini terjadi pada tanggal 20 September 1483.
Pada tahun 1530, Ludovica de Bartema, seorang ningrat Italia yang melaksanakan perjalanan ke Mesir, Arab dan India juga bertemu dengan makhluk misterius ini. Ketika hendak masuk ke Mekkah, ia memakai nama samaran Mussulman supaya sanggup membaur dengan rombongan karavan peziarah lainnya. Di kota itu, Bartema mengaku melihat dua ekor Unicorn. Tubuh makhluk itu berwarna kuning coklat. Kepalanya mirip rusa dengan leher dan surai yang panjang. Kakinya pendek dan mempunyai kuku mirip kambing. Menurut penduduk lokal, kedua binatang itu yaitu proteksi dari raja Etiopia yang hendak dipersembahkan kepada sultan Mekkah.
Kesaksian Bartema memperlihatkan bila pada masa itu, Unicorn mungkin hidup di Etiopia atau Afrika. Ini ditegaskan dengan kesaksian lain dari Don Juan Gabriel, seorang kolonel Portugis yang tinggal di Etiopia selama beberapa tahun. Menurutnya, ia pernah melihat Unicorn di propinsi Damota. Makhluk itu berukuran mirip kuda dan berwarna agak gelap. Beberapa orang portugis lainnya yang tinggal di negara itu juga melaporkan pernah melihat Unicorn sedang merumput di sebuah bukit di distrik Namna.
Pada kurun yang lebih modern, laporan penampakan Unicorn diceritakan oleh seorang naturalis Swedia berjulukan Dr.Sparrmann. Pada tahun 1772-1776, ia melaksanakan penelitian di Good Hope dan menulis dalam jurnalnya mengenai seorang laki-laki berjulukan Jacob Kock.
Kock yang ketika itu melaksanakan perjalanan menuju Afrika penggalan selatan menemukan batu-batuan yang berukirkan Unicorn. Batu-batu ini ternyata diukir oleh suku setempat yang berjulukan Hottentots. Berdasarkan wawancara Kock dengan anggota suku tersebut, diketahui bila Unicorn sebetulnya telah dikenal dengan baik diantara suku Hottentots. Warga suku tersebut menyampaikan bila Unicorn mempunyai bentuk mirip kuda dengan satu tanduk di kepalanya. Makhluk ini juga sanggup berlari dengan sangat cepat.
Kisah yang diceritakan Dr.Sparrmann kemudian mendapat konfirmasi dari kisah lain yang diceritakan oleh Mr.Henry Cloete pada tahun 1792 kepada perguruan ilmu pengetahuan Selandia Baru.
Mr.Cloete menceritakan mengenai pengalaman Gerrit Slinger, salah seorang anggota suku Hottentots yang ketika sedang berperang dengan suku Bushmen, menjumpai sembilan Unicorn dan menembak salah satunya. Menurut Slinger:
"Makhluk itu mirip seekor kuda dengan warna abu-abu terang. Di bawah rahangnya ada garis putih. Ia juga mempunyai satu tanduk yang tumbuh sempurna di tengah kepalanya. Kepala makhluk ini mirip kuda dan ukurannya pun kira-kira sama."Mr.Cloete juga menegaskan bila binatang ini telah dikonfirmasikan keberadaannya oleh suku Hottentots.
Menarik.
Walaupun mungkin tidak persis mirip citra yang kita miliki di buku-buku fiksi, tampaknya makhluk bertanduk satu mirip kuda benar-benar pernah ada di dunia!
Elasmotherium
Tentu saja sebagian peneliti akan tetap menolak keberadaannya dan menganggap Unicorn hanya sebagai makhluk rekaan atau makhluk mitologi mirip naga. Namun ada sebagian peneliti yang mencoba untuk melihat dasar pembentukan dogma mengenai Unicorn.
Mereka percaya bila Unicorn itu mungkin yaitu makhluk yang disebut Elasmotherium, seekor rino Eurasia yang sudah punah jutaan tahun yang lalu.
Legenda naga Cina dan penampakannya di dalam sejarah
(wikipedia, theourworld.com)