Oliver The Humanzee - Setengah Kera Setengah Manusia?
Monday, January 17, 2011
Edit
Ketika Oliver pertama kali muncul ke publik, masyarakat dikejutkan dengan penampilan wajahnya yang sangat mirip manusia. Bukan itu saja, kemampuannya boleh dibilang luar biasa untuk ukuran seekor simpanse. Banyak yang percaya bila Oliver ialah "Missing Link" antara insan dan monyet atau makhluk hybrid sehingga ia dijuluki Humanzee (Dari kata human dan chimpanzee).
Tentu saja anggapan itu tidak benar. Namun, tidak bisa disangkal bila Oliver mungkin ialah simpanse yang paling banyak menyita perhatian para peneliti yang tertarik dengan karakteristiknya.
Jika kalian seorang ilmuwan, mungkin kalian juga akan tertarik dengan Oliver. Coba lihat, umumnya monyet mempunyai wajah mirip ini:
simpanse hidung belang itu kepada orang lain.
Pada tahun 1977, Oliver telah berpindah tangan ke Ralph Helfer, pemilik sebuah taman hiburan, Enchanted Village di Buena Park, Amerika Serikat. Oliver dipekerjakan di taman hiburan itu sebagai monyet atraksi.
bigfoot?
Mungkin tidak, tetapi banyak yang percaya bila Oliver ialah makhluk hybrid antara insan dengan simpanse.
Sebagai informasi, monyet dan insan mempunyai kesamaan urutan DNA sampai 95%. Karena itu beberapa ilmuwan bersama-sama telah meneliti kemungkinan menghasilkan makhluk setengah monyet dan manusia.
Usaha itu dimulai oleh ilmuwan Rusia berjulukan Ilya Ivanovich Ivanov pada tahun 1927. Ia menyuntikkan sperma insan ke rahim tiga ekor monyet betina. Namun, ketiganya ternyata tidak hamil. Eksperimen berikutnya mengalami kendala sehingga tidak dilanjutkan. Tidak ada bukti bila Ivanov berhasil menghasilkan makhluk hybrid insan simpanse.
Ketika Oliver muncul ke publik, ada rumor yang berkembang di masyarakat bila seekor simpanse di sebuah laboratorium di China berhasil hamil dari sperma manusia, namun mati sebelum sempat melahirkan.
Kisah serupa juga diceritakan oleh psikolog dari Universitas Albany, Gordon Gallup, yang pernah mendengar bila Robert Yerkes, pendiri Yerkes national primate research Center di Florida, berhasil menghasilkan makhluk hybrid insan monyet pada tahun 1920an. Namun, makhluk itu segera dibunuh oleh Yerkes sendiri.
Walaupun tidak ada bukti yang mendukung kisah-kisah ini, namun spekulasi terhadap identitas Oliver terus berkembang.
Karena itu pada tahun 1996, Primarily Primate memutuskan untuk mengakhiri perdebatan ini dengan mengadakan penelitian ulang terhadap taksonomi Oliver.
Penelitian ini dilakukan oleh Dr.David Ledbetter, mahir genetika dari University of Chicago, yang lalu menilik ulang kromosom Oliver. Ia menemukan bila Oliver mempunyai 48 kromosom, bukan 47 mirip yang disebutkan oleh penelitian sebelumnya.
Dr.Ledbetter juga menyebutkan bila keunikan wajah dan tengkorak Oliver masih berada dalam batas-batas variasi monyet yang wajar.
Hasil penelitian ini diumumkan dalam American Journal of Physical Anthropology dan dengan demikian mengakhiri spekulasi mengenai abnormalitas Oliver.
Namun, satu pertanyaan masih menggantung. Jika Oliver memang monyet biasa, mengapa kita tidak pernah menemukan monyet dengan huruf wajah dan sikap mirip dia?
Hari ini, Oliver masih tinggal di kemudahan Primarily Primate. Usianya sudah lebih dari 50 tahun, cukup renta untuk ukuran simpanse. Matanya sudah hampir buta dan tubuhnya sudah tidak sehat lagi mirip dulu. Kondisi kawasan tinggal yang jelek di Buckshire Corporation telah memberinya penyakit Arthritis sehingga ia sudah tidak bisa lagi berjalan dengan dua kaki.
Kisah Zana - bigfoot Rusia yang melahirkan bawah umur dari manusia dan sekelompok monyet berduka melihat final hayat temannya.
(wikipedia, scienceray.com, austinchronicle.com)
Tentu saja anggapan itu tidak benar. Namun, tidak bisa disangkal bila Oliver mungkin ialah simpanse yang paling banyak menyita perhatian para peneliti yang tertarik dengan karakteristiknya.
Jika kalian seorang ilmuwan, mungkin kalian juga akan tertarik dengan Oliver. Coba lihat, umumnya monyet mempunyai wajah mirip ini:
simpanse hidung belang itu kepada orang lain.
Pada tahun 1977, Oliver telah berpindah tangan ke Ralph Helfer, pemilik sebuah taman hiburan, Enchanted Village di Buena Park, Amerika Serikat. Oliver dipekerjakan di taman hiburan itu sebagai monyet atraksi.
bigfoot?
Mungkin tidak, tetapi banyak yang percaya bila Oliver ialah makhluk hybrid antara insan dengan simpanse.
Sebagai informasi, monyet dan insan mempunyai kesamaan urutan DNA sampai 95%. Karena itu beberapa ilmuwan bersama-sama telah meneliti kemungkinan menghasilkan makhluk setengah monyet dan manusia.
Usaha itu dimulai oleh ilmuwan Rusia berjulukan Ilya Ivanovich Ivanov pada tahun 1927. Ia menyuntikkan sperma insan ke rahim tiga ekor monyet betina. Namun, ketiganya ternyata tidak hamil. Eksperimen berikutnya mengalami kendala sehingga tidak dilanjutkan. Tidak ada bukti bila Ivanov berhasil menghasilkan makhluk hybrid insan simpanse.
Ketika Oliver muncul ke publik, ada rumor yang berkembang di masyarakat bila seekor simpanse di sebuah laboratorium di China berhasil hamil dari sperma manusia, namun mati sebelum sempat melahirkan.
Kisah serupa juga diceritakan oleh psikolog dari Universitas Albany, Gordon Gallup, yang pernah mendengar bila Robert Yerkes, pendiri Yerkes national primate research Center di Florida, berhasil menghasilkan makhluk hybrid insan monyet pada tahun 1920an. Namun, makhluk itu segera dibunuh oleh Yerkes sendiri.
Walaupun tidak ada bukti yang mendukung kisah-kisah ini, namun spekulasi terhadap identitas Oliver terus berkembang.
Karena itu pada tahun 1996, Primarily Primate memutuskan untuk mengakhiri perdebatan ini dengan mengadakan penelitian ulang terhadap taksonomi Oliver.
Penelitian ini dilakukan oleh Dr.David Ledbetter, mahir genetika dari University of Chicago, yang lalu menilik ulang kromosom Oliver. Ia menemukan bila Oliver mempunyai 48 kromosom, bukan 47 mirip yang disebutkan oleh penelitian sebelumnya.
Dr.Ledbetter juga menyebutkan bila keunikan wajah dan tengkorak Oliver masih berada dalam batas-batas variasi monyet yang wajar.
Hasil penelitian ini diumumkan dalam American Journal of Physical Anthropology dan dengan demikian mengakhiri spekulasi mengenai abnormalitas Oliver.
Namun, satu pertanyaan masih menggantung. Jika Oliver memang monyet biasa, mengapa kita tidak pernah menemukan monyet dengan huruf wajah dan sikap mirip dia?
Hari ini, Oliver masih tinggal di kemudahan Primarily Primate. Usianya sudah lebih dari 50 tahun, cukup renta untuk ukuran simpanse. Matanya sudah hampir buta dan tubuhnya sudah tidak sehat lagi mirip dulu. Kondisi kawasan tinggal yang jelek di Buckshire Corporation telah memberinya penyakit Arthritis sehingga ia sudah tidak bisa lagi berjalan dengan dua kaki.
Kisah Zana - bigfoot Rusia yang melahirkan bawah umur dari manusia dan sekelompok monyet berduka melihat final hayat temannya.
(wikipedia, scienceray.com, austinchronicle.com)