Teka-Teki Klerksdorp Spheres Dan Moqui Marbles
Sunday, November 29, 2009
Edit
Dalam goresan pena saya sebelumnya, saya menulis mengenai dua artefak ooparts yang berjulukan kingoodie dan London Hammer yang tampaknya menantang teori evolusi yang sudah mapan. Ini dua artefak lainnya yang juga dianggap menantang teori evolusi. Nama artefak tersebut ialah klerksdorp spheres dan Moqui Marbles.
Beberapa dekade yang lalu, para penambang di Afrika Selatan menemukan sekumpulan bola kecil yang misterius. Jumlah bola yang ditemukan mencapai ratusan dan terdiri dari dua tipe, pertama, bola padat dengan bintik-bintik putih pada permukaannya dan yang kedua ialah bola yang berongga.
Ukurannya berkisar antara 0,5 cm sampai 10 cm dan warnanya bervariasi, mulai dari coklat gelap, coklat kemerahan, merah sampai merah redup. Ketika bola-bola ini dibelah, maka di dalamnya ditemukan struktur radial yang tepat dengan alur-alur paralel.
Bola-bola inilah yang kemudian disebut Klerksdorp Spheres. Pertama kali dikala kalian mencoba menyebut namanya, mungkin pengecap kalian akan sedikit keseleo. Nama Klerksdorp yang susah diucapkan ini diambil dari lokasi kawasan artefak tersebut ditemukan, yaitu wilayah Klerksdorp, Afrika Selatan.
Analisis petrographic dan X Ray atas bola-bola ini menyampaikan kalau objek ini terbentuk dari hematite (Fe2O3) atau wollastonite (CaSiO3) yang bercampur dengan sedikit hematite dan goethite (FeOOH).
Karena bentuknya yang sempurna, maka artefak ini diduga dibentuk oleh tangan-tangan terampil manusia. Namun disinilah muncul kontroversinya.
Artefak-artefak tersebut ditemukan pada bebatuan mineral pyrophyllite (satu lagi kata yang membuat pengecap keseleo) yang diperkirakan berasal dari masa precambrian yang terbentuk pada 2,8 milyar tahun yang lalu. Pada masa itu, berdasarkan sains yang diajarkan di sekolah-sekolah kita, insan masih berbentuk sel tunggal.
Homo sapiens, yang dianggap para ilmuwan evolusionist sebagai nenek moyang mereka gres berjalan di bumi ini 160.000 tahun yang lalu.
Jadi, sama menyerupai Kingoodie dan London Hammer, bagaimana benda-benda buatan insan dapat ditemukan di dalam struktur bebatuan mineral yang berumur 2,8 milyar tahun yang kemudian ?
Selain Klerksdorp Spheres, artefak serupa juga pernah ditemukan di pemukiman indian Navajo di Utah, Amerika serikat.
Bola-bola Utah ini disebut Moqui Marbles dan mempunyai ukuran mulai dari 1/25 inchi sampai 8 inchi. Menurut para ilmuwan, deretan geologi Utah ini terbentuk sekitar 25 juta tahun yang lalu. Kasus yang sama dengan Klerksdorp Spheres.
Ini Moqui Marbles
Dua artefak ini termasuk artefak yang kontroversial, atau paling tidak pernah menjadi artefak yang kontroversial. Bagi para Creationist (tidak semua), bola klerksdorp dan Moqui Marbles menyampaikan adanya kesalahan dalam tabel waktu evolusi yang berarti juga menyampaikan adanya kesalahan fundamental dalam teori evolusi.
Bagi para alienist, bola tersebut dibentuk oleh para tamu dari ruang angkasa yang telah mengunjungi bumi milyaran tahun lalu. Menurut saya tentu saja teori ini berlebihan.
Sedangkan bagi para Evolusionist, jawabannya sederhana. Bola-bola ini terbentuk secara alami, bukan buatan manusia.
Menurut Bruce Cairncross dan Paul Heinrich, alur-alur yang terlihat di bola klerksdorp tersebut tercipta secara alami dikala mineral pyrophyllite terbentuk dari bubuk dan sedimentasi gunung api, 2,8 milyar tahun yang lalu. Ketika sedimentasi itu bertumbuh, lapisan yang bertumpuk membentuk alur tersebut. Proses ini berlaku juga untuk Moqui Marbles.
Karena sifatnya yang misterius, Moqui Marbles bahkan dipakai oleh para penganut new age sebagai pengganti bola kristal yang disebut mempunyai kekuatan penyembuh. Sedangkan sebagian Klerksdorp spheres berakhir di museum-museum geologis.
Jadi, kalau anda yang membaca ini menginginkan tanggapan yang niscaya atas misteri ini, maka kalian tidak akan menemukannya. Namun, saya dapat menyampaikan bahwa bagi sebagian besar ilmuwan, kasus kedua artefak ini telah selesai. Jawaban resminya ialah sesuai dengan yang diberikan oleh para evolusionist.
Jika kita mengesampingkan emosi kita, maka saya rasa kita akan menemukan argumen para evolusionist masuk nalar juga. Alam memang punya ketrampilan untuk membuat objek-objek yang indah.
Contohnya di planet Mars-pun pernah ditemukan bebatuan menyerupai ini.
Ini fotonya.

Memang menyerupai dengan klerksdorp spheres dan Moqui Marbles. Jika ditanya, siapakah yang membuat bola kerikil di Mars tersebut, maka para pembaca yang creationist niscaya lebih menentukan menjawab alam dibandingkan alien kan ?
Jadi saya rasa kalau para creationist ingin merajam teori evolusi, maka tampaknya mereka harus memakai kerikil yang lain.
(spaceimages.com)
Beberapa dekade yang lalu, para penambang di Afrika Selatan menemukan sekumpulan bola kecil yang misterius. Jumlah bola yang ditemukan mencapai ratusan dan terdiri dari dua tipe, pertama, bola padat dengan bintik-bintik putih pada permukaannya dan yang kedua ialah bola yang berongga.
Ukurannya berkisar antara 0,5 cm sampai 10 cm dan warnanya bervariasi, mulai dari coklat gelap, coklat kemerahan, merah sampai merah redup. Ketika bola-bola ini dibelah, maka di dalamnya ditemukan struktur radial yang tepat dengan alur-alur paralel.
Bola-bola inilah yang kemudian disebut Klerksdorp Spheres. Pertama kali dikala kalian mencoba menyebut namanya, mungkin pengecap kalian akan sedikit keseleo. Nama Klerksdorp yang susah diucapkan ini diambil dari lokasi kawasan artefak tersebut ditemukan, yaitu wilayah Klerksdorp, Afrika Selatan.
Analisis petrographic dan X Ray atas bola-bola ini menyampaikan kalau objek ini terbentuk dari hematite (Fe2O3) atau wollastonite (CaSiO3) yang bercampur dengan sedikit hematite dan goethite (FeOOH).
Karena bentuknya yang sempurna, maka artefak ini diduga dibentuk oleh tangan-tangan terampil manusia. Namun disinilah muncul kontroversinya.
Artefak-artefak tersebut ditemukan pada bebatuan mineral pyrophyllite (satu lagi kata yang membuat pengecap keseleo) yang diperkirakan berasal dari masa precambrian yang terbentuk pada 2,8 milyar tahun yang lalu. Pada masa itu, berdasarkan sains yang diajarkan di sekolah-sekolah kita, insan masih berbentuk sel tunggal.
Homo sapiens, yang dianggap para ilmuwan evolusionist sebagai nenek moyang mereka gres berjalan di bumi ini 160.000 tahun yang lalu.
Jadi, sama menyerupai Kingoodie dan London Hammer, bagaimana benda-benda buatan insan dapat ditemukan di dalam struktur bebatuan mineral yang berumur 2,8 milyar tahun yang kemudian ?
Selain Klerksdorp Spheres, artefak serupa juga pernah ditemukan di pemukiman indian Navajo di Utah, Amerika serikat.
Bola-bola Utah ini disebut Moqui Marbles dan mempunyai ukuran mulai dari 1/25 inchi sampai 8 inchi. Menurut para ilmuwan, deretan geologi Utah ini terbentuk sekitar 25 juta tahun yang lalu. Kasus yang sama dengan Klerksdorp Spheres.
Ini Moqui Marbles
Dua artefak ini termasuk artefak yang kontroversial, atau paling tidak pernah menjadi artefak yang kontroversial. Bagi para Creationist (tidak semua), bola klerksdorp dan Moqui Marbles menyampaikan adanya kesalahan dalam tabel waktu evolusi yang berarti juga menyampaikan adanya kesalahan fundamental dalam teori evolusi.
Bagi para alienist, bola tersebut dibentuk oleh para tamu dari ruang angkasa yang telah mengunjungi bumi milyaran tahun lalu. Menurut saya tentu saja teori ini berlebihan.
Sedangkan bagi para Evolusionist, jawabannya sederhana. Bola-bola ini terbentuk secara alami, bukan buatan manusia.
Menurut Bruce Cairncross dan Paul Heinrich, alur-alur yang terlihat di bola klerksdorp tersebut tercipta secara alami dikala mineral pyrophyllite terbentuk dari bubuk dan sedimentasi gunung api, 2,8 milyar tahun yang lalu. Ketika sedimentasi itu bertumbuh, lapisan yang bertumpuk membentuk alur tersebut. Proses ini berlaku juga untuk Moqui Marbles.
Karena sifatnya yang misterius, Moqui Marbles bahkan dipakai oleh para penganut new age sebagai pengganti bola kristal yang disebut mempunyai kekuatan penyembuh. Sedangkan sebagian Klerksdorp spheres berakhir di museum-museum geologis.
Jadi, kalau anda yang membaca ini menginginkan tanggapan yang niscaya atas misteri ini, maka kalian tidak akan menemukannya. Namun, saya dapat menyampaikan bahwa bagi sebagian besar ilmuwan, kasus kedua artefak ini telah selesai. Jawaban resminya ialah sesuai dengan yang diberikan oleh para evolusionist.
Jika kita mengesampingkan emosi kita, maka saya rasa kita akan menemukan argumen para evolusionist masuk nalar juga. Alam memang punya ketrampilan untuk membuat objek-objek yang indah.
Contohnya di planet Mars-pun pernah ditemukan bebatuan menyerupai ini.
Ini fotonya.
Memang menyerupai dengan klerksdorp spheres dan Moqui Marbles. Jika ditanya, siapakah yang membuat bola kerikil di Mars tersebut, maka para pembaca yang creationist niscaya lebih menentukan menjawab alam dibandingkan alien kan ?
Jadi saya rasa kalau para creationist ingin merajam teori evolusi, maka tampaknya mereka harus memakai kerikil yang lain.
(spaceimages.com)



