Misteri Tengkorak-Tengkorak Absurd Dari Peru

Ketika para arkeolog menemukan tengkorak-tengkorak aneh berbentuk memanjang di beberapa bab dunia, segera muncul teori jika tengkorak-tengkorak tersebut gotong royong ialah milik para alien yang pada masa lampau mendatangi bumi. Benarkah begitu?


Saya sering mendapat pertanyaan mengenai tengkorak ini. Tetapi gres kali ini saya memutuskan untuk mempostingnya. Tengkorak ini telah banyak menjadikan banyak kesalahpahaman alasannya ialah bentuknya yang aneh dan tidak biasa. Namun, sebenarnya, ada klarifikasi yang masuk nalar mengenai keberadaannya.

Elongated Skull
Tengkorak-tengkorak misterius tersebut dinamakan elongated skull atau tengkorak memanjang yang mulai dikenal luas saat Robert Connolly mempublikasikan foto-foto yang diambilnya dari seluruh dunia.

kepala memanjang menyerupai ini.

Salah satu misalnya ialah ratu Nefertiti yang termashyur. Lalu, konstruksi ulang yang dilakukan terhadap kepala raja Tutankhamon juga menemukan jika raja ini mempunyai bentuk kepala memanjang menyerupai Nefertiti.

Dari dulu, memang banyak yang percaya jika bangsa Mesir telah membangun piramida dengan tunjangan alien. Adanya relief ini semakin menciptakan banyak orang yang percaya jika beberapa tokoh Mesir yang ternama ialah keturunan alien.

tengkorak yang diklaim sebagai milik insan Neanderthal yang berasal dari tahun 45.000 SM di gua Shanidar di Irak. Ini menciptakan tengkorak gua Shanidar menjadi tengkorak memanjang tertua yang pernah ditemukan.

Karena karakteristiknya yang aneh, maka spekulasi pun berkembang mengenai asal-usulnya.

Lalu, benarkah tengkorak ini milik dari alien atau makhluk misterius lainnya?

Darimana asal Tengkorak ini?
Sebagian peneliti UFO percaya jika tengkorak ini ialah milik alien atau insan keturunan alien (alien hybrid). Tetapi, tentu saja teori ini tidak dapat dibuktikan alasannya ialah argumen ini juga didasarkan pada teori lain (teori ancient astronout) yang juga belum terbukti.

Lalu, peneliti lain menyatakan kemungkinan jika tengkorak itu ialah milik ras insan tertentu yang memang mempunyai karakteristik kepala menyerupai itu. Namun, masalahnya ialah tengkorak memanjang ternyata ditemukan tersebar luas di banyak daerah di dunia. Ini menciptakan teori ini menjadi semakin mustahil alasannya ialah penyebaran ras di masa lampau sangat terbatas. Lagipula, sampai hari ini, para peneliti belum dapat mengidentifikasi ras yang dimaksud.

Teori yang lain lagi menyatakan jika tengkorak memanjang tersebut mungkin ialah hasil dari sebuah penyakit yang mengubah ukuran kepala. Ini cukup dapat diterima alasannya ialah pada masa modern ini, penyakit menyerupai itu memang ada. Namanya Craniosynostosis.

tengkorak memanjang yang ditemukan, bentuknya cukup tepat sehingga terlihat jika kepala itu menyerupai dibuat dengan sengaja.

Karena itu, kini kita akan melihat teori lainnya yang dianggap sebagai tanggapan paling masuk nalar mengenai asal-usul tengkorak ini.

Cranial Binding - Modifikasi bentuk kepala
Menurut teori ini, tengkorak memanjang tersebut dihasilkan dari modifikasi kepala yang memang sengaja dilakukan oleh suku-suku purba. Teknik modifikasi ini disebut Cranial Binding.

Praktek menyerupai ini cukup umum ditemukan di negara-negara Amerika Latin pada masa lampau. Namun mulai menghilang saat para misionaris kristen masuk ke wilayah-wilayah itu.

Sebagai catatan, modifikasi badan bukanlah sesuatu yang aneh dalam tradisi suku-suku purba di seluruh dunia. Misalnya, kita mungkin mengetahui mengenai suku Karen di Burma yang menaruh banyak gelang besi di lehernya sehingga leher mereka menjadi lebih panjang. Lalu, praktek Foot Binding yang dilakukan pada wanita Cina masa lampau yang menciptakan telapak kaki mereka menjadi lebih kecil dan lain-lain.

Mengenai Cranial Binding, kita dapat menemukan tradisi ini disinggung dalam banyak catatan-catatan kuno.

Cranial Binding di dalam sejarah

Hippocrates, pada tahun 400 SM, pernah menulis mengenai sebuah suku yang disebutnya suku Macrocepheles alasannya ialah praktek mereka dalam memodifikasi bentuk kepala.

Lalu, Freidrich Ratzel dalam bukunya yang berjudul The History of Mankind yang terbit tahun 1896 juga melaporkan adanya tradisi modifikasi kepala di Tahiti, Samoa, Hawai dan New Hebrides.

Lalu, suku Huns di Jerman juga mempraktekkan tradisi ini yang lalu juga diikuti oleh suku-suku lain yang ditaklukkannya. Praktek serupa juga dilakukan oleh suku Aborigin di Australia dan beberapa suku Indian Amerika menyerupai Chinookan dan Choctaw.

tengkorak memanjang yang diklaim sebagai kepunyaan insan Neanderthal, maka mungkin bangsa Mesir ialah bangsa yang paling awal melaksanakan modifikasi kepala, yaitu semenjak tahun 3.000 SM. Ini menjelaskan adanya relief yang menunjukkan beberapa tokoh yang mempunyai bentuk kepala memanjang.

Jadi, budaya ini cukup mendunia.

Proses Cranial Binding
Proses Cranial Binding dilakukan semenjak seorang bayi gres lahir ke dunia. Umumnya, mereka akan memakai kulit, tali atau kain untuk mengikat kepala bayinya sampai beberapa tahun ke depan untuk mendapat bentuk yang diinginkan.

tengkorak-tengkorak Peru.

Lalu, bukti lain yang menguatkan teori ini ialah fakta jika tengkorak-tengkorak tersebut ditemukan di wilayah yang suku-sukunya diketahui memang mempraktekkan Cranial Binding, menyerupai Peru, Mesir dan Eropa.

Jadi, saya rasa klarifikasi ini lebih masuk nalar dibanding teori lainnya yang tidak didukung oleh bukti yang kuat.

Satu-satunya pertanyaan yang mungkin masih belum terjawab oleh para peneliti ialah mengapa praktek ini dapat dilakukan di banyak wilayah di dunia oleh suku-suku yang berbeda yang terpisah oleh wilayah Geografis yang cukup jauh?

Siapakah yang mengajarkan mereka untuk melakukannya?

Apakah mereka mencar ilmu dari orang yang sama?

(bmezine.com, ahotcupofjoe.net, class.ufl.edu, wikipedia)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel