Baghdad Battery - Teknologi Listrik Di Era Irak Purba?
Friday, July 30, 2010
Edit
Dari sebuah gua kuno di Irak, Baghdad Battery membuat sebagian orang bertanya-tanya. Mungkinkah lebih dari 2.000 tahun yang lalu, bangsa Irak telah mengenal teknologi yang bekerjasama dengan listrik?
Teka-teki Baghdad Battery
Baghdad Battery atau Baterai dari Baghdad yang kadang disebut juga Parthian Battery yaitu nama yang diberikan kepada sebuah artefak berbentuk guci/vas yang diperkirakan berasal dari masa kebudayaan Parthian yang berkembang antara tahun 250 SM sampai 224 M.
besi yang tersusun dengan rapi. Satu ujung besi direkatkan ke ekspresi guci dengan aspal sedangkan ujung yang lainnya direkatkan ke dasar tembaga.
makam kuno di Khujut, selatan Baghdad. Namun artefak ini dibiarkan berdebu begitu saja di dalam gudang Museum Baghdad sampai dua tahun lamanya.
Pada tahun 1938, Arkeolog Jerman berjulukan Wilhem Konig yang ketika itu merupakan administrator laboratorium penelitian museum Baghdad menemukan guci itu di gudang museum dan segera menyadari adanya sesuatu yang aneh.
Guci itu mempunyai pipa tembaga dengan sebatang logam di dalamnya. Desain ini tidak umum untuk sebuah guci. Penelitian awal yang dilakukannya juga menemukan adanya bekas cairan asam mirip cuka atau anggur.
Konig menyadari kalau mungkin ia telah menemukan sebuah Sel Galvanic kuno yang sanggup dipakai untuk membuat Baterai. Jika benar, maka ini mengakibatkan guci ini sebuah Ooparts (Out of place Artefacts), alasannya yaitu baterai gres ditemukan pada tahun 1800 oleh Alessandro Volta.
Konig menjadi bersemangat dengan kemungkinan kalau teknologi listrik mungkin telah dikenal pada masa Irak purba. Pada tahun 1940, walaupun kontroversial, Ia mempublikasikan teorinya mengenai artefak ini.
Apakah fungsi baterai ini?
Setelah perang dunia II berakhir, Willard Gray, seorang insinyur di General Electric High Voltage Laboratory di Massachusets, yang membaca goresan pena Konig segera membuat replika Baghdad Battery. Dengan memasukkan jus anggur sebagai elektrolit, ia berhasil membuat listrik sebesar 0,5 volt.
Eksperimen ini membuat Baghdad Battery populer ke seluruh dunia.
Lalu timbul pertanyaan selanjutnya. Apakah guci sederhana ini benar-benar sebuah alat yang dipakai oleh bangsa Irak purba untuk menghasilkan listrik?
Benarkah mereka telah mengenal prinsip-prinsip kelistrikan?
Jika benar, untuk apakah alat tersebut digunakan?
Electroplating
Dalam publikasinya mengenai Baghdad Battery, Konig menyebutkan kemungkinan kalau baterai ini mungkin dipakai sebagai alat untuk melapisi logam dengan emas atau perak. Proses pelapisan ini disebut Electroplating, sebuah teknik yang masih sering dipakai sampai ketika ini.
Untuk menguji inspirasi ini, pada tahun 1978, Dr. Arne Eggebrecht, administrator di Museum Roemer and Pelizaeus di Hildesheim membuat beberapa replika Baghdad Battery dan melaksanakan eksperimen Electroplating. Kemudian, ia disebut berhasil melapisi sebuah objek dengan lapisan perak setebal 1/10.000 milimeter. Sama mirip eksperimen Willard Gray, Ia memakai jus anggur sebagai elektrolit.
Eksperimen ini cukup menghebohkan. Namun tidak butuh waktu usang bagi para ilmuwan untuk menolak keabsahannya.
Masalahnya satu. Tidak ada satupun peneliti lain yang sanggup memalsukan hasil eksperimen Dr.Eggebrecht. Listrik yang dihasilkan oleh Baghdad Battery ternyata tidak cukup besar lengan berkuasa untuk sanggup melaksanakan proses electroplating.
Jadi, ada kemungkinan kalau eksperimen tersebut sesungguhnya tidak pernah dilakukan. Ini dikonfirmasi oleh Dr. Bettina Schmitz, seorang peneliti di museum yang sama, yang tidak sanggup menemukan satupun catatan mengenai adanya eksperimen tersebut.
Bukan cuma itu, duduk masalah lain yang berkaitan dengan teori ini yaitu tidak pernah ditemukannya objek atau komplemen yang terindikasi dilapisi emas atau perak dengan memakai electroplating dari Baghdad Battery.
Keperluan Pengobatan
Bangsa Yunani dan Mesir kuno pernah mencatat mengenai kebiasaan mereka memakai ikan listrik untuk meredakan rasa sakit pada telapak kaki. Ini memperlihatkan kalau mereka cukup familiar dengan pedoman listrik, walaupun mereka tidak memakai istilah "listrik" untuk menyebutnya.
Jadi, sebagian peneliti mulai memikirkan kemungkinan penggunaan artefak ini sebagai sebuah alat untuk mengurangi rasa sakit.
Tetapi, sama mirip teori sebelumnya, ada alasan yang cukup untuk mencurigai teori ini. Catatan kuno masa purba tidak pernah menyinggung mengenai penggunaan alat sejenis Baghdad Battery dalam pengobatan. Mereka biasa memakai daun Cannabis (Ganja), Opium dan anggur untuk mengurangi rasa sakit.
Patung Dewa yang mempunyai kekuatan
Lalu, selain dua teori yang cukup ilmiah di atas, ada teori yang menyentuh konspirasi keagamaan.
Dr.Paul Craddock, spesialis metalurgi purba dari British Museum, beropini kalau pada masa lampau beberapa Baghdad Battery mungkin telah dihubungkan secara paralel dan diletakkan di dalam patung Dewa untuk menipu para penyembahnya.
Katanya:
Jadi, apa kegunaan artefak ini sebenarnya? Benarkah guci ini sebuah peralatan elektrik?
Baghdad Battery - Alat elektrik?
Seorang peneliti hanya sanggup menarik sebuah kesimpulan berdasarkan pada fakta atau bukti yang ditemukan. Teori yang menyampaikan kalau guci ini yaitu sebuah baterai memang cukup mempunyai dasar. Namun, bagi sebagian peneliti yang lebih skeptis, ada beberapa lubang besar di dalam teori ini.
Ya, banyak replika yang telah dibentuk untuk keperluan eksperimen dan memang berhasil membuat arus listrik, namun ini tidak membuat guci ini otomatis menjadi sebuah baterai.
Dr.Marjorie Senechal, Profesor Sejarah Sains dan Teknologi di Smith College yang pernah membuat replika Baghdad Battery untuk keperluan eksperimen berkata:
ukiran yang memperlihatkan mengenai peralatan yang dinyalakan oleh baterei ini. Jika kita menemukan ukiran bergambar alat elektronik yang memakai baterai mirip kamera atau jam dinding, mungkin kita sanggup menarik kesimpulan kalau memang ada baterai di masa lampau.
Cukup masuk budi mengingat kita hanya sanggup mendapatkan suatu teori sains sebagai kebenaran kalau didukung oleh bukti-bukti yang memadai.
Lalu, kalau bukan baterai, apa manfaat guci tersebut?
Bagi mereka yang keberatan dengan teori baterai, guci itu hanyalah sebuah daerah penyimpanan biasa. Yang disimpan di dalamnya yaitu perkamen atau gulungan-gulungan kitab. Mereka berargumen kalau kitab yang disimpan di dalam guci tersebut mungkin telah hancur dan menyisakan residu asam yang dikira sebagai residu cairan elektrolit.
Argumen ini cukup sanggup diterima. Tetapi dengan memakai budi yang sama untuk membantah teori baterai, maka, mengapa hanya ada satu guci serupa yang ditemukan?
Jika memang dipakai untuk menyimpan gulungan kitab, bukankah harusnya kita menemukan lebih banyak guci lain yang serupa?
Jadi, berdasarkan saya, Baghdad Battery masih menyisakan banyak ruang bagi kita untuk berspekulasi. Mengenai kebenaran yang sesungguhnya, mungkin hanya waktu yang sanggup menjawabnya.
(wikipedia, corrosion-doctors.org, news.bbc.co.uk)
Teka-teki Baghdad Battery
Baghdad Battery atau Baterai dari Baghdad yang kadang disebut juga Parthian Battery yaitu nama yang diberikan kepada sebuah artefak berbentuk guci/vas yang diperkirakan berasal dari masa kebudayaan Parthian yang berkembang antara tahun 250 SM sampai 224 M.
besi yang tersusun dengan rapi. Satu ujung besi direkatkan ke ekspresi guci dengan aspal sedangkan ujung yang lainnya direkatkan ke dasar tembaga.
makam kuno di Khujut, selatan Baghdad. Namun artefak ini dibiarkan berdebu begitu saja di dalam gudang Museum Baghdad sampai dua tahun lamanya.
Pada tahun 1938, Arkeolog Jerman berjulukan Wilhem Konig yang ketika itu merupakan administrator laboratorium penelitian museum Baghdad menemukan guci itu di gudang museum dan segera menyadari adanya sesuatu yang aneh.
Guci itu mempunyai pipa tembaga dengan sebatang logam di dalamnya. Desain ini tidak umum untuk sebuah guci. Penelitian awal yang dilakukannya juga menemukan adanya bekas cairan asam mirip cuka atau anggur.
Konig menyadari kalau mungkin ia telah menemukan sebuah Sel Galvanic kuno yang sanggup dipakai untuk membuat Baterai. Jika benar, maka ini mengakibatkan guci ini sebuah Ooparts (Out of place Artefacts), alasannya yaitu baterai gres ditemukan pada tahun 1800 oleh Alessandro Volta.
Konig menjadi bersemangat dengan kemungkinan kalau teknologi listrik mungkin telah dikenal pada masa Irak purba. Pada tahun 1940, walaupun kontroversial, Ia mempublikasikan teorinya mengenai artefak ini.
Apakah fungsi baterai ini?
Setelah perang dunia II berakhir, Willard Gray, seorang insinyur di General Electric High Voltage Laboratory di Massachusets, yang membaca goresan pena Konig segera membuat replika Baghdad Battery. Dengan memasukkan jus anggur sebagai elektrolit, ia berhasil membuat listrik sebesar 0,5 volt.
Eksperimen ini membuat Baghdad Battery populer ke seluruh dunia.
Lalu timbul pertanyaan selanjutnya. Apakah guci sederhana ini benar-benar sebuah alat yang dipakai oleh bangsa Irak purba untuk menghasilkan listrik?
Benarkah mereka telah mengenal prinsip-prinsip kelistrikan?
Jika benar, untuk apakah alat tersebut digunakan?
Electroplating
Dalam publikasinya mengenai Baghdad Battery, Konig menyebutkan kemungkinan kalau baterai ini mungkin dipakai sebagai alat untuk melapisi logam dengan emas atau perak. Proses pelapisan ini disebut Electroplating, sebuah teknik yang masih sering dipakai sampai ketika ini.
Untuk menguji inspirasi ini, pada tahun 1978, Dr. Arne Eggebrecht, administrator di Museum Roemer and Pelizaeus di Hildesheim membuat beberapa replika Baghdad Battery dan melaksanakan eksperimen Electroplating. Kemudian, ia disebut berhasil melapisi sebuah objek dengan lapisan perak setebal 1/10.000 milimeter. Sama mirip eksperimen Willard Gray, Ia memakai jus anggur sebagai elektrolit.
Eksperimen ini cukup menghebohkan. Namun tidak butuh waktu usang bagi para ilmuwan untuk menolak keabsahannya.
Masalahnya satu. Tidak ada satupun peneliti lain yang sanggup memalsukan hasil eksperimen Dr.Eggebrecht. Listrik yang dihasilkan oleh Baghdad Battery ternyata tidak cukup besar lengan berkuasa untuk sanggup melaksanakan proses electroplating.
Jadi, ada kemungkinan kalau eksperimen tersebut sesungguhnya tidak pernah dilakukan. Ini dikonfirmasi oleh Dr. Bettina Schmitz, seorang peneliti di museum yang sama, yang tidak sanggup menemukan satupun catatan mengenai adanya eksperimen tersebut.
Bukan cuma itu, duduk masalah lain yang berkaitan dengan teori ini yaitu tidak pernah ditemukannya objek atau komplemen yang terindikasi dilapisi emas atau perak dengan memakai electroplating dari Baghdad Battery.
Keperluan Pengobatan
Bangsa Yunani dan Mesir kuno pernah mencatat mengenai kebiasaan mereka memakai ikan listrik untuk meredakan rasa sakit pada telapak kaki. Ini memperlihatkan kalau mereka cukup familiar dengan pedoman listrik, walaupun mereka tidak memakai istilah "listrik" untuk menyebutnya.
Jadi, sebagian peneliti mulai memikirkan kemungkinan penggunaan artefak ini sebagai sebuah alat untuk mengurangi rasa sakit.
Tetapi, sama mirip teori sebelumnya, ada alasan yang cukup untuk mencurigai teori ini. Catatan kuno masa purba tidak pernah menyinggung mengenai penggunaan alat sejenis Baghdad Battery dalam pengobatan. Mereka biasa memakai daun Cannabis (Ganja), Opium dan anggur untuk mengurangi rasa sakit.
Patung Dewa yang mempunyai kekuatan
Lalu, selain dua teori yang cukup ilmiah di atas, ada teori yang menyentuh konspirasi keagamaan.
Dr.Paul Craddock, spesialis metalurgi purba dari British Museum, beropini kalau pada masa lampau beberapa Baghdad Battery mungkin telah dihubungkan secara paralel dan diletakkan di dalam patung Dewa untuk menipu para penyembahnya.
Katanya:
"Para pendeta mungkin akan mengajukan pertanyaan kepadamu. Jika kau memperlihatkan balasan yang salah, kau akan disuruh menyentuh patung itu dan akan mendapatkan sebuah kejutan listrik kecil. Jika kau menjawab dengan benar, maka para pendeta akan melepaskan relasi baterai dan tidak ada kejutan listrik yang dihasilkan. Dengan demikian kau akan percaya dengan kekuatan Dewa, pendeta dan agamanya."Teori ini, tentu saja terlalu liar untuk dianggap sebagai fakta alasannya yaitu tidak ada satupun patung yang pernah ditemukan dengan rongga didalamnya yang sanggup mengisi beberapa Baghdad Battery.
Jadi, apa kegunaan artefak ini sebenarnya? Benarkah guci ini sebuah peralatan elektrik?
Baghdad Battery - Alat elektrik?
Seorang peneliti hanya sanggup menarik sebuah kesimpulan berdasarkan pada fakta atau bukti yang ditemukan. Teori yang menyampaikan kalau guci ini yaitu sebuah baterai memang cukup mempunyai dasar. Namun, bagi sebagian peneliti yang lebih skeptis, ada beberapa lubang besar di dalam teori ini.
Ya, banyak replika yang telah dibentuk untuk keperluan eksperimen dan memang berhasil membuat arus listrik, namun ini tidak membuat guci ini otomatis menjadi sebuah baterai.
Dr.Marjorie Senechal, Profesor Sejarah Sains dan Teknologi di Smith College yang pernah membuat replika Baghdad Battery untuk keperluan eksperimen berkata:
"Saya rasa tidak ada yang sanggup memastikan manfaat guci itu. Namun sanggup saja benda itu memang sebuah baterai alasannya yaitu sanggup dipakai untuk itu."Sebuah replika yang dibentuk oleh para mahasiswa Prof.Senechal sanggup menghasilkan listrik berkekuatan 0,8 sampai 2 Volt.
ukiran yang memperlihatkan mengenai peralatan yang dinyalakan oleh baterei ini. Jika kita menemukan ukiran bergambar alat elektronik yang memakai baterai mirip kamera atau jam dinding, mungkin kita sanggup menarik kesimpulan kalau memang ada baterai di masa lampau.
Cukup masuk budi mengingat kita hanya sanggup mendapatkan suatu teori sains sebagai kebenaran kalau didukung oleh bukti-bukti yang memadai.
Lalu, kalau bukan baterai, apa manfaat guci tersebut?
Bagi mereka yang keberatan dengan teori baterai, guci itu hanyalah sebuah daerah penyimpanan biasa. Yang disimpan di dalamnya yaitu perkamen atau gulungan-gulungan kitab. Mereka berargumen kalau kitab yang disimpan di dalam guci tersebut mungkin telah hancur dan menyisakan residu asam yang dikira sebagai residu cairan elektrolit.
Argumen ini cukup sanggup diterima. Tetapi dengan memakai budi yang sama untuk membantah teori baterai, maka, mengapa hanya ada satu guci serupa yang ditemukan?
Jika memang dipakai untuk menyimpan gulungan kitab, bukankah harusnya kita menemukan lebih banyak guci lain yang serupa?
Jadi, berdasarkan saya, Baghdad Battery masih menyisakan banyak ruang bagi kita untuk berspekulasi. Mengenai kebenaran yang sesungguhnya, mungkin hanya waktu yang sanggup menjawabnya.
(wikipedia, corrosion-doctors.org, news.bbc.co.uk)