Count St. Germain Yang Misterius
Thursday, July 22, 2010
Edit
Di tengah-tengah berkembangnya filsafat dan seni di Eropa pada tahun 1700an, muncul seorang laki-laki misterius yang dipercaya mengetahui segalanya dan tidak pernah mati.
Pria tersebut adalah Comte de saint Germain atau Count St.Germain. Banyak legenda yang tercipta di sekeliling kehidupannya. Ada yang percaya bila ia yaitu insan kekal yang telah berusia 2.000 tahun dan bahkan mengenal Yesus secara pribadi. Ada yang menyampaikan bila ia yaitu reinkarnasi dari orang-orang besar ibarat Plato atau Hesiod. Ada lagi yang percaya bila ia yaitu orang yang sama dengan Merlin, sang penyihir penasehat raja Arthur, dan banyak lagi.
Hanya sedikit yang bisa diketahui dari kehidupan St.Germain. Sebagian orang menyebutnya sebagai keturunan Yahudi Alsatian, Yahudi Portugis atau bahkan keturunan raja Portugis. Ia fasih dalam banyak sekali profesi yang dijalaninya: petualang, penemu, herbalis, alkemis, pianis, pemain biola dan komposer.
Ia mempunyai banyak permata dan emas yang dibawanya kemana-mana. Dalam satu kesempatan, ia menyampaikan bila ia mempunyai kemampuan untuk mengubah logam dasar menjadi emas dan bisa mengubah beberapa permata kecil menjadi satu permata yang lebih besar. Bukan hanya itu, ia bahkan juga mengklaim bisa mengubah kerikil biasa menjadi berlian.
Figurnya yang misterius membuatnya mendapat kawasan yang begitu mulia di kalangan para penganut okultisme ibarat Teosofi yang menjulukinya Master Rakoczi atau Master R yang merupakan salah satu dari para Master kebijakan kuno yang hidup kekal dan dipercaya mempunyai kekuatan ibarat dewa.
Ia pertama kali muncul ke publik pada tahun 1743 di London dan kemudian di Edinburgh pada tahun 1745 dimana kemudian ia ditangkap alasannya yaitu diduga sebagai mata-mata. Tidak ada satu orangpun yang mengetahui asal-usul atau keberadaannya sebelum tahun 1743. Ini menciptakan spekulasi mengenai identitasnya terus berkembang.
Horace Walpole, seorang penulis Inggris kenamaan yang kemudian menjadi temannya, menyinggungnya dalam sebuah surat yang ditulis pada tahun 1745:
Pada tahun 1746, ia menghilang dari publik begitu saja.
Pria tersebut adalah Comte de saint Germain atau Count St.Germain. Banyak legenda yang tercipta di sekeliling kehidupannya. Ada yang percaya bila ia yaitu insan kekal yang telah berusia 2.000 tahun dan bahkan mengenal Yesus secara pribadi. Ada yang menyampaikan bila ia yaitu reinkarnasi dari orang-orang besar ibarat Plato atau Hesiod. Ada lagi yang percaya bila ia yaitu orang yang sama dengan Merlin, sang penyihir penasehat raja Arthur, dan banyak lagi.
Hanya sedikit yang bisa diketahui dari kehidupan St.Germain. Sebagian orang menyebutnya sebagai keturunan Yahudi Alsatian, Yahudi Portugis atau bahkan keturunan raja Portugis. Ia fasih dalam banyak sekali profesi yang dijalaninya: petualang, penemu, herbalis, alkemis, pianis, pemain biola dan komposer.
Ia mempunyai banyak permata dan emas yang dibawanya kemana-mana. Dalam satu kesempatan, ia menyampaikan bila ia mempunyai kemampuan untuk mengubah logam dasar menjadi emas dan bisa mengubah beberapa permata kecil menjadi satu permata yang lebih besar. Bukan hanya itu, ia bahkan juga mengklaim bisa mengubah kerikil biasa menjadi berlian.
Figurnya yang misterius membuatnya mendapat kawasan yang begitu mulia di kalangan para penganut okultisme ibarat Teosofi yang menjulukinya Master Rakoczi atau Master R yang merupakan salah satu dari para Master kebijakan kuno yang hidup kekal dan dipercaya mempunyai kekuatan ibarat dewa.
Ia pertama kali muncul ke publik pada tahun 1743 di London dan kemudian di Edinburgh pada tahun 1745 dimana kemudian ia ditangkap alasannya yaitu diduga sebagai mata-mata. Tidak ada satu orangpun yang mengetahui asal-usul atau keberadaannya sebelum tahun 1743. Ini menciptakan spekulasi mengenai identitasnya terus berkembang.
Horace Walpole, seorang penulis Inggris kenamaan yang kemudian menjadi temannya, menyinggungnya dalam sebuah surat yang ditulis pada tahun 1745:
"Pada hari itu, mereka menangkap seorang laki-laki gila berjulukan Count St.Germain. Ia sudah ada di kota itu selama dua tahun dan ia menolak untuk menyampaikan siapa ia sebetulnya dan darimana ia berasal. Namun, ia mengakui bila nama itu bukan nama aslinya. Ia juga bisa menyanyi dan bermain biola dengan sangat baik."Ketika diadili, pengadilan tidak bisa menemukan bukti bila ia yaitu seorang kepetangan sehingga ia dilepaskan. Segera sehabis itu, ia mendapat reputasi sebagai pemain biola yang hebat yang menjalani kehidupan ibarat pertapa yang selibat (Tidak menikah).
Pada tahun 1746, ia menghilang dari publik begitu saja.
Freemasonry dan di kawasan itu ia mempelajari obat-obatan herbal untuk diberikan kepada orang-orang miskin. Ia tinggal di kawasan ini sampai tahun yang secara resmi dianggap sebagai tahun kematiannya.
Walaupun telah dikenal di banyak kalangan, kehidupan Count masih diselubungi oleh misteri.
Pernah suatu hari, Count berkata kepada sekumpulan teman-temannya: "Siapa di antara kalian yang pernah melihat saya makan?"
Tidak ada satupun yang mengangkat tangan. Mereka memang sering melihat Count duduk di meja makan bersama teman-temannya, namun mereka mengakui bila Count tidak pernah menyentuh masakan yang tersaji.
Orang-orang disekelilingnya menjadi semakin yakin bila Count telah menemukan belakang layar Elixir of Life. Kepada mereka, Count juga sering menyampaikan bila ia telah berumur ratusan tahun dan pernah tinggal di masa Kaldea kuno dan mengetahui belakang layar para master dari Mesir.
Dalam kesempatan yang lain, Count sedang duduk di sebuah meja bersama teman-temannya sambil menceritakan sejarah dunia ratusan tahun yang lampau. Untuk sesaat, ia terdiam, kemudian menoleh kepada pelayannya sambil bertanya: "Adakah yang saya lewatkan?"
Tanpa diduga, pelayan itu berkata: "Tuan, anda lupa bila saya gres tinggal bersama anda selama 500 tahun sehingga saya tidak hadir pada ketika kejadian itu. Mungkin pendahulu saya yang mengetahuinya."
Setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan yang luar biasa di Jerman, sebuah kejadian tak terduga terjadi pada tahun 1784.
Pada tanggal 27 Februari 1784, Count St.Germain sedang berada di kastilnya di Eckenform ketika ia disebut menderita pneumonia dan meninggal dunia. Kematiannya disaksikan secara eksklusif oleh dokter yang merawatnya.
Reputasinya yang dikenal sebagai seorang alkemis menciptakan banyak orang menyangsikan bila Count sudah meninggal alasannya yaitu di Eckenform sendiri tidak pernah ditemukan satupun kerikil nisan bertuliskan namanya.
Mungkin ada benarnya juga bila tahun itu count belum meninggal alasannya yaitu ada sebuah dokumen resmi Freemasonry yang menyebutkan bila pada tahun 1785, Freemasonry cabang Perancis telah menentukan ia sebagai perwakilan mereka di sebuah konvensi yang diadakan pada tahun itu bersama dengan Mesmer, Saint-Martin dan Cagliostro (yang juga dipercaya sebagai alkemis dan hidup abadi).
Walaupun telah dikenal di banyak kalangan, kehidupan Count masih diselubungi oleh misteri.
Pernah suatu hari, Count berkata kepada sekumpulan teman-temannya: "Siapa di antara kalian yang pernah melihat saya makan?"
Tidak ada satupun yang mengangkat tangan. Mereka memang sering melihat Count duduk di meja makan bersama teman-temannya, namun mereka mengakui bila Count tidak pernah menyentuh masakan yang tersaji.
Orang-orang disekelilingnya menjadi semakin yakin bila Count telah menemukan belakang layar Elixir of Life. Kepada mereka, Count juga sering menyampaikan bila ia telah berumur ratusan tahun dan pernah tinggal di masa Kaldea kuno dan mengetahui belakang layar para master dari Mesir.
Dalam kesempatan yang lain, Count sedang duduk di sebuah meja bersama teman-temannya sambil menceritakan sejarah dunia ratusan tahun yang lampau. Untuk sesaat, ia terdiam, kemudian menoleh kepada pelayannya sambil bertanya: "Adakah yang saya lewatkan?"
Tanpa diduga, pelayan itu berkata: "Tuan, anda lupa bila saya gres tinggal bersama anda selama 500 tahun sehingga saya tidak hadir pada ketika kejadian itu. Mungkin pendahulu saya yang mengetahuinya."
Setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan yang luar biasa di Jerman, sebuah kejadian tak terduga terjadi pada tahun 1784.
Pada tanggal 27 Februari 1784, Count St.Germain sedang berada di kastilnya di Eckenform ketika ia disebut menderita pneumonia dan meninggal dunia. Kematiannya disaksikan secara eksklusif oleh dokter yang merawatnya.
Reputasinya yang dikenal sebagai seorang alkemis menciptakan banyak orang menyangsikan bila Count sudah meninggal alasannya yaitu di Eckenform sendiri tidak pernah ditemukan satupun kerikil nisan bertuliskan namanya.
Mungkin ada benarnya juga bila tahun itu count belum meninggal alasannya yaitu ada sebuah dokumen resmi Freemasonry yang menyebutkan bila pada tahun 1785, Freemasonry cabang Perancis telah menentukan ia sebagai perwakilan mereka di sebuah konvensi yang diadakan pada tahun itu bersama dengan Mesmer, Saint-Martin dan Cagliostro (yang juga dipercaya sebagai alkemis dan hidup abadi).
Himalaya dimana ia berhasil mencapai Gangotri, yaitu sumber paling suci dari sungai Ganga dan mandi di sana. Ini sesuai dengan surat Count yang ditulis untuk sahabatnya. Jadi, banyak yang percaya bila Mayor Fraser sesungguhnya yaitu Count sendiri.
Pada tahun 1835, Count disebut muncul lagi di Paris, kemudian di Milan tahun 1867 dan di Mesir pada tahun-tahun berikutnya. Napoleon bahkan disebut pernah bertemu dengan dirinya dan masih menyimpan catatan mengenainya.
Setelah itu, salah seorang pemimpin Teosofi berjulukan Annie Besant mengklaim bila ia bertemu St.Germain pada tahun 1896 dimana sang guru mengajarkan kepadanya banyak sekali hikmat.
Anggota Teosofi lainnya berjulukan CW.Leadbeater juga mengklaim bertemu dengan St.Germain di Roma tahun 1926. Leadbeater menyampaikan bila ketika itu, St Germain menyampaikan kepadanya sebuah jubah yang pernah digunakan salah seorang kaisar romawi.
Anggota Teosofi lainnya berjulukan Guy ballard juga mengaku pernah berjumpa dengan Count. Namun, kesaksiannya kali ini sedikit berbeda alasannya yaitu Ballard mengklaim bila Count memperkenalkannya dengan para pengunjung dari Venus. Ballard bahkan menulis sebuah buku mengenai hal ini.
Jika melihat dari kehidupannya, maka sebetulnya tidak ada yang gila dari Count St.Germain. Ia mungkin memang keturunan raja yang mempunyai banyak keahlian, suka menghilang selama beberapa tahun dan mempunyai kharisma yang luar biasa. Satu-satunya misteri yang ada padanya hanyalah rumor yang menyebutkan bila ia yaitu seorang alkemis yang bisa mengobah logam dasar menjadi emas (Philosopher's Stone) dan telah menemukan belakang layar umur panjang (elixir of life).
Annie Besant pernah mengadakan penyelidikan mengenainya dan ia percaya bila St.Germain yaitu anak dari pangeran Transylvania berjulukan Francis Racoczi yang diasingkan oleh kerajaan. Pendapat ini dikonfirmasikan oleh fakta bila salah satu dari belum dewasa pangeran Racoczi yang dibesarkan oleh pihak keluarga kerajaan Austria pergi meninggalkan kerajaan Austria. Penulis lain berjulukan Raymond Bernard percaya bila Count sebetulnya yaitu Francis Bacon yang juga dipercayainya sebagai tokoh yang menulis dengan memakai nama Shakespeare.
Tapi, tetap saja tidak ada yang gila dengan hal itu.
Beberapa peneliti yang skeptis percaya bila legenda Count terlalu dibesar-besarkan. Rumor-rumor mengenai kehebatannya bisa saja tersebar akhir informasi yang dihembuskan banyak orang yang mengenalnya.
Misalnya, tidak berapa usang sehabis tahun kematiannya, seorang pelawak Inggris berjulukan Milord Gower mulai menirukan huruf Count dalam agresi panggungnya. Tidak bisa disangkal bila ia lebih menekankan pada sisi satir dibanding fakta, contohnya dengan menyampaikan bila Count yaitu seorang alkemis yang hidup kekal dan bahkan mengenal Yesus.
Rumor ibarat ini mungkin telah mengakibatkan pengkultusan terhadap pribadi Count. Pengkultusan ini kemudian dinyalakan kembali oleh kaum esoterik yang anggota-anggotanya menulis banyak buku mengenai laki-laki ini. Namun, sama ibarat tokoh misterius lainnya di dalam sejarah, kita mungkin tidak akan pernah bisa memastikan identitasnya, entahkah ia seorang penipu, mata-mata, pesulap atau benar-benar seorang alkemis yang telah menemukan belakang layar Elixir of Life.
Baca juga: Fulcanelli - alchemist yang misterius
(wikipedia, crystalink.com)
Pada tahun 1835, Count disebut muncul lagi di Paris, kemudian di Milan tahun 1867 dan di Mesir pada tahun-tahun berikutnya. Napoleon bahkan disebut pernah bertemu dengan dirinya dan masih menyimpan catatan mengenainya.
Setelah itu, salah seorang pemimpin Teosofi berjulukan Annie Besant mengklaim bila ia bertemu St.Germain pada tahun 1896 dimana sang guru mengajarkan kepadanya banyak sekali hikmat.
Anggota Teosofi lainnya berjulukan CW.Leadbeater juga mengklaim bertemu dengan St.Germain di Roma tahun 1926. Leadbeater menyampaikan bila ketika itu, St Germain menyampaikan kepadanya sebuah jubah yang pernah digunakan salah seorang kaisar romawi.
Anggota Teosofi lainnya berjulukan Guy ballard juga mengaku pernah berjumpa dengan Count. Namun, kesaksiannya kali ini sedikit berbeda alasannya yaitu Ballard mengklaim bila Count memperkenalkannya dengan para pengunjung dari Venus. Ballard bahkan menulis sebuah buku mengenai hal ini.
Jika melihat dari kehidupannya, maka sebetulnya tidak ada yang gila dari Count St.Germain. Ia mungkin memang keturunan raja yang mempunyai banyak keahlian, suka menghilang selama beberapa tahun dan mempunyai kharisma yang luar biasa. Satu-satunya misteri yang ada padanya hanyalah rumor yang menyebutkan bila ia yaitu seorang alkemis yang bisa mengobah logam dasar menjadi emas (Philosopher's Stone) dan telah menemukan belakang layar umur panjang (elixir of life).
Annie Besant pernah mengadakan penyelidikan mengenainya dan ia percaya bila St.Germain yaitu anak dari pangeran Transylvania berjulukan Francis Racoczi yang diasingkan oleh kerajaan. Pendapat ini dikonfirmasikan oleh fakta bila salah satu dari belum dewasa pangeran Racoczi yang dibesarkan oleh pihak keluarga kerajaan Austria pergi meninggalkan kerajaan Austria. Penulis lain berjulukan Raymond Bernard percaya bila Count sebetulnya yaitu Francis Bacon yang juga dipercayainya sebagai tokoh yang menulis dengan memakai nama Shakespeare.
Tapi, tetap saja tidak ada yang gila dengan hal itu.
Beberapa peneliti yang skeptis percaya bila legenda Count terlalu dibesar-besarkan. Rumor-rumor mengenai kehebatannya bisa saja tersebar akhir informasi yang dihembuskan banyak orang yang mengenalnya.
Misalnya, tidak berapa usang sehabis tahun kematiannya, seorang pelawak Inggris berjulukan Milord Gower mulai menirukan huruf Count dalam agresi panggungnya. Tidak bisa disangkal bila ia lebih menekankan pada sisi satir dibanding fakta, contohnya dengan menyampaikan bila Count yaitu seorang alkemis yang hidup kekal dan bahkan mengenal Yesus.
Rumor ibarat ini mungkin telah mengakibatkan pengkultusan terhadap pribadi Count. Pengkultusan ini kemudian dinyalakan kembali oleh kaum esoterik yang anggota-anggotanya menulis banyak buku mengenai laki-laki ini. Namun, sama ibarat tokoh misterius lainnya di dalam sejarah, kita mungkin tidak akan pernah bisa memastikan identitasnya, entahkah ia seorang penipu, mata-mata, pesulap atau benar-benar seorang alkemis yang telah menemukan belakang layar Elixir of Life.
Baca juga: Fulcanelli - alchemist yang misterius
(wikipedia, crystalink.com)