Apakah Nasa Menggandakan Pendaratan Di Bulan ?
Monday, July 6, 2009
Edit
Pada 20 Juli nanti, kita akan merayakan 40 tahun pendaratan insan di Bulan. Namun mungkin banyak yang belum mengetahui bahwa ada sebuah teori yang sering disebut the great moonhoax theory yang menyampaikan bahwa insan tidak pernah mendarat di bulan. NASA dengan arif membuat foto dan rekaman pendaratan di bulan di sebuah studio di Nevada. Apakah pernyataan itu benar ? Apakah pendaratan di bulan hanyalah sebuah rekayasa yang arif ?
Pada Mei 1961, Presiden Kennedy mengucapkan sebuah pidato yang bersejarah ,"I believe that this nation should commit itself. To achieving the goal, before this decade is out, of landing a man on the Moon and returning him safely to the Earth..."
Pada 20 Juli 1969, Neil Armstrong menginjakkan kaki untuk pertama kali di bulan menggenapi keinginan Kennedy. Namun pada tahun 1974, seseorang berjulukan Bill Kaysing menerbitkan sebuah buku berjudul "We Never Went to the Moon : America's Thirty Billion Dollar Swindle". Isinya menyampaikan bahwa Amerika telah menggandakan pendaratan di bulan. Hasil investigasinya didasarkan pada kejanggalan yang ada pada rekaman dan foto-foto yang dirilis oleh NASA.
Sejak itu, teori konspirasi pendaratan bulan lahir (the great moonhoax/moonlanding hoax). Beberapa buku ditulis sesudah buku Kaysing, mengusulkan wangsit yang sama. Setelah itu buku-buku atau situs yang membela pendaratan di bulan juga bermunculan. Namun, pembelaan itu tidak pernah dibahas sebanyak teori konspirasi.
Kali ini, astronot harus melintasi sabuk radiasi Van Allen yang hampir tidak mungkin dilakukan.
astronot tidak ke bulan untuk mengambil foto bintang-bintang. Karena itu kamera disetel dengan eksposure yang pendek untuk menghindari gambar-gambar yang over ekspose. Permukaan bulan yang terang juga mengharuskan kamera disetel ibarat itu. Dengan setelan ibarat itu, bintang-bintang tidak akan sanggup tertangkap kamera. Namun, permukaan bulan akan tertangkap dengan jelas.
Bayangan yang mengarah ke arah yang berbeda-beda
Q : Pada foto-foto pendaratan di bulan, beberapa foto menawarkan arah bayangan yang tidak seragam. Ini menawarkan adanya lebih dari satu sumber pencahayaan, ibarat di sebuah studio. Bukankah matahari ialah satu-satunya sumber cahaya di bulan ?
Foto dibawah ini menawarkan bayangan watu dan wahana Lunar Lander mengarah ke arah yang berbeda.
cahaya yang menyentuh permukaan yang tidak rata itu akan terlihat membelok ke segala arah, tergantung kondisi permukaannya. Jika permukaannya naik, maka bayangan akan terlihat lebih pendek, kalau permukaannya menurun, maka bayangannya akan memanjang. Jika kita memotretnya dari arah atas, tegak lurus, maka bayangannya akan terlihat mengarah ke arah yang sama. Namun alasannya foto diambil bukan dari atas, maka bayangannya akan terlihat menuju ke arah yang berbeda-beda. Lihat teladan foto dibawah ini.
jejak kaki yang begitu tepat seperti permukaan bulan mempunyai debu tanah yang bercampur air. Apabila permukaan bulan kering, bagaimana mungkin Jejak itu terbentuk begitu sempurna, apalagi gravitasi bulan hanya 1/6 bumi. Orang seberat 200 kg pun tidak akan sanggup meninggalkan jejak ibarat itu.
jejak kaki yang tepat sanggup tercipta.
Mengenai berat dan gravitasi, memang berat di bulan akan menjadi 1/6 berat di bumi. Tapi kita tahu bahwa MASSA selalu sama dimanapun di seluruh jagad (Rumus Newton, weight = mass x gravity). Inilah yang menjadikan Aldrin sanggup membuat jejak ibarat itu.
Bendera yang berkibar
Q : Apabila tidak ada angin di bulan, mengapa di foto, benderanya berkibar ?
A : Sesungguhnya pertanyaan ini agak aneh. Bagaimana caranya kita bisa melihat sebuah bendera berkibar dari sebuah foto ? Jawaban atas pertanyaan ini begitu gampang. NASA telah memikirkannya. Mereka menginginkan sebuah foto yang heroik dengan bendera Amerika yang terlihat dengan jelas, jadi mereka memasang sebuah pipa horizontal kecil di atas tiang. Hal ini menjadikan tiang bendera tersebut berbentuk abjad L terbalik. Bendera itu tertahan oleh pipa horizontal dan kerutan pada bendera membuat efek berkibar.
Coba lihat foto dibawah ini. Foto pertama menawarkan tangan Aldrin yang sedang memberi hormat terhadap bendera Amerika. Anda bisa melihat ujung jarinya menyembul sedikit di depan helmnya. Pada foto kedua, tangannya sudah diturunkan. Sembulan di depan helm sudah tidak terlihat. Tapi posisi bendera dan kerutannya sama. Itu artinya bendera tidak berkibar.
NASA.
Crosshair yang menghilang di foto
Q : Pada beberapa foto, terlihat "crosshair" menghilang di belakang objek. Seakan-akan NASA memanipulasi foto tersebut.
Foto NASA yang diproses dengan resolusi tinggi, tentu saja crosshair-nya tidak menghilang.
Objek yang seharusnya terlihat gelap
Q : Pada beberapa foto, ibarat seorang astronot yang turun dari Lunar Lander, harusnya astronot itu tidak terlihat sama sekali alasannya tertutup oleh Lunar Lander, namun foto tesebut malah menawarkan detail yang luar biasa jelas. Bukankah ini bukti bahwa foto tersebut palsu ?
NASA tidak hanya sekali mengirimkan insan ke bulan. NASA mengirim Apollo 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17 menuju bulan. Apollo 13 gagal mendarat namun berhasil pulang dengan selamat (mungkin anda sudah pernah melihat filmnya). Apabila NASA menggandakan pendaratan Apollo 11, mengapa mereka harus mengirim misi lagi sampai Apollo 17. Padahal sesudah Apollo 11, ketertarikan insan terhadap bulan sudah berkurang jauh. Banyak orang yang percaya Moonhoax theory menyampaikan mengapa sesudah Neil Armstrong tidak ada lagi pendaratan ke bulan. Ini ialah pernyataan yang menyesatkan. Sesungguhnya Total astronot yang mendarat dan berjalan kaki di bulan ada 12 astronot (2 astronot untuk masing-masing Apollo). Setelah 1972 tidak ada lagi misi ke bulan alasannya Amerika mengalami beberapa kali resesi yang menjadikan anggaran NASA dipotong oleh pemerintah Amerika.
Selain itu, para astronot membawa sampel watu bulan seberat 382 kilogram dengan lebih dari 2.000 sampel yang terpisah. Sampel-sampel itu ketika ini diteliti oleh para ilmuwan diseluruh dunia. Adalah tidak mungkin NASA bisa membuat watu bulan tiruan mengingat watu bulan mempunyai karakteristik unik dimana ia terbentuk di lingkungan tanpa oksigen. Hingga ketika ini, hanya ada 25 sampel meteorit bulan yang dimiliki (diluar 382 kg sampel yang dibawa pulang astronot). Dan watu tersebut telah dibandingkan dan ternyata mempunyai karakteristik yang sama.
Pada ketika peluncuran misi Apollo 11, ada sekitar 3.500 wartawan dari seluruh dunia di Kennedy Space Center yang mengikuti proses peluncuran sampai pendaratan di bulan sampai kembali ke bumi, bagaimana cara NASA menipu wartawan sebanyak itu ? Lagipula, lebih dari 400.000 karyawan bekerja pada proyek Apollo 11 hampir 10 tahun. Bagaimana NASA menipu karyawan sebanyak itu ? atau bagaimana NASA bisa mengajak 400.000 orang itu untuk berkomplot menggandakan pendaratan di bulan ?
Sesungguhnya teori-teori konspirasi yang tersebar di seluruh dunia hanyalah jawaban ulah satu orang, Bill Kaysing. Dan entah mengapa, situs dan blog diseluruh dunia tidak pernah melirik jawaban-jawaban dari NASA atau ilmuwan-ilmuwan independen yang membela pendaratan tersebut.
Sekarang pertanyaan penting, apakah Kennedy sama-sama menatap bulan pada malam hari. Sambil menatap bulan, Kaysing berkata dalam hatinya, "Diluar jangkauanku!" Sedangkan Kennedy berkata dengan lantang, "Kita akan menyentuh permukaannya." Mungkin suatu hari apabila kita berani bermimpi besar, kita akan melihat bendera Indonesia tertancap di Bulan, dan kita tidak akan berkata lagi "Bagaikan pungguk merindukan bulan".
(badastronomy.com)
Pada Mei 1961, Presiden Kennedy mengucapkan sebuah pidato yang bersejarah ,"I believe that this nation should commit itself. To achieving the goal, before this decade is out, of landing a man on the Moon and returning him safely to the Earth..."
Pada 20 Juli 1969, Neil Armstrong menginjakkan kaki untuk pertama kali di bulan menggenapi keinginan Kennedy. Namun pada tahun 1974, seseorang berjulukan Bill Kaysing menerbitkan sebuah buku berjudul "We Never Went to the Moon : America's Thirty Billion Dollar Swindle". Isinya menyampaikan bahwa Amerika telah menggandakan pendaratan di bulan. Hasil investigasinya didasarkan pada kejanggalan yang ada pada rekaman dan foto-foto yang dirilis oleh NASA.
Sejak itu, teori konspirasi pendaratan bulan lahir (the great moonhoax/moonlanding hoax). Beberapa buku ditulis sesudah buku Kaysing, mengusulkan wangsit yang sama. Setelah itu buku-buku atau situs yang membela pendaratan di bulan juga bermunculan. Namun, pembelaan itu tidak pernah dibahas sebanyak teori konspirasi.
Kali ini, astronot harus melintasi sabuk radiasi Van Allen yang hampir tidak mungkin dilakukan.
astronot tidak ke bulan untuk mengambil foto bintang-bintang. Karena itu kamera disetel dengan eksposure yang pendek untuk menghindari gambar-gambar yang over ekspose. Permukaan bulan yang terang juga mengharuskan kamera disetel ibarat itu. Dengan setelan ibarat itu, bintang-bintang tidak akan sanggup tertangkap kamera. Namun, permukaan bulan akan tertangkap dengan jelas.
Bayangan yang mengarah ke arah yang berbeda-beda
Q : Pada foto-foto pendaratan di bulan, beberapa foto menawarkan arah bayangan yang tidak seragam. Ini menawarkan adanya lebih dari satu sumber pencahayaan, ibarat di sebuah studio. Bukankah matahari ialah satu-satunya sumber cahaya di bulan ?
Foto dibawah ini menawarkan bayangan watu dan wahana Lunar Lander mengarah ke arah yang berbeda.
cahaya yang menyentuh permukaan yang tidak rata itu akan terlihat membelok ke segala arah, tergantung kondisi permukaannya. Jika permukaannya naik, maka bayangan akan terlihat lebih pendek, kalau permukaannya menurun, maka bayangannya akan memanjang. Jika kita memotretnya dari arah atas, tegak lurus, maka bayangannya akan terlihat mengarah ke arah yang sama. Namun alasannya foto diambil bukan dari atas, maka bayangannya akan terlihat menuju ke arah yang berbeda-beda. Lihat teladan foto dibawah ini.
jejak kaki yang begitu tepat seperti permukaan bulan mempunyai debu tanah yang bercampur air. Apabila permukaan bulan kering, bagaimana mungkin Jejak itu terbentuk begitu sempurna, apalagi gravitasi bulan hanya 1/6 bumi. Orang seberat 200 kg pun tidak akan sanggup meninggalkan jejak ibarat itu.
jejak kaki yang tepat sanggup tercipta.
Mengenai berat dan gravitasi, memang berat di bulan akan menjadi 1/6 berat di bumi. Tapi kita tahu bahwa MASSA selalu sama dimanapun di seluruh jagad (Rumus Newton, weight = mass x gravity). Inilah yang menjadikan Aldrin sanggup membuat jejak ibarat itu.
Bendera yang berkibar
Q : Apabila tidak ada angin di bulan, mengapa di foto, benderanya berkibar ?
A : Sesungguhnya pertanyaan ini agak aneh. Bagaimana caranya kita bisa melihat sebuah bendera berkibar dari sebuah foto ? Jawaban atas pertanyaan ini begitu gampang. NASA telah memikirkannya. Mereka menginginkan sebuah foto yang heroik dengan bendera Amerika yang terlihat dengan jelas, jadi mereka memasang sebuah pipa horizontal kecil di atas tiang. Hal ini menjadikan tiang bendera tersebut berbentuk abjad L terbalik. Bendera itu tertahan oleh pipa horizontal dan kerutan pada bendera membuat efek berkibar.
Coba lihat foto dibawah ini. Foto pertama menawarkan tangan Aldrin yang sedang memberi hormat terhadap bendera Amerika. Anda bisa melihat ujung jarinya menyembul sedikit di depan helmnya. Pada foto kedua, tangannya sudah diturunkan. Sembulan di depan helm sudah tidak terlihat. Tapi posisi bendera dan kerutannya sama. Itu artinya bendera tidak berkibar.
NASA.
Crosshair yang menghilang di foto
Q : Pada beberapa foto, terlihat "crosshair" menghilang di belakang objek. Seakan-akan NASA memanipulasi foto tersebut.
Foto NASA yang diproses dengan resolusi tinggi, tentu saja crosshair-nya tidak menghilang.
Objek yang seharusnya terlihat gelap
Q : Pada beberapa foto, ibarat seorang astronot yang turun dari Lunar Lander, harusnya astronot itu tidak terlihat sama sekali alasannya tertutup oleh Lunar Lander, namun foto tesebut malah menawarkan detail yang luar biasa jelas. Bukankah ini bukti bahwa foto tersebut palsu ?
NASA tidak hanya sekali mengirimkan insan ke bulan. NASA mengirim Apollo 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17 menuju bulan. Apollo 13 gagal mendarat namun berhasil pulang dengan selamat (mungkin anda sudah pernah melihat filmnya). Apabila NASA menggandakan pendaratan Apollo 11, mengapa mereka harus mengirim misi lagi sampai Apollo 17. Padahal sesudah Apollo 11, ketertarikan insan terhadap bulan sudah berkurang jauh. Banyak orang yang percaya Moonhoax theory menyampaikan mengapa sesudah Neil Armstrong tidak ada lagi pendaratan ke bulan. Ini ialah pernyataan yang menyesatkan. Sesungguhnya Total astronot yang mendarat dan berjalan kaki di bulan ada 12 astronot (2 astronot untuk masing-masing Apollo). Setelah 1972 tidak ada lagi misi ke bulan alasannya Amerika mengalami beberapa kali resesi yang menjadikan anggaran NASA dipotong oleh pemerintah Amerika.
Selain itu, para astronot membawa sampel watu bulan seberat 382 kilogram dengan lebih dari 2.000 sampel yang terpisah. Sampel-sampel itu ketika ini diteliti oleh para ilmuwan diseluruh dunia. Adalah tidak mungkin NASA bisa membuat watu bulan tiruan mengingat watu bulan mempunyai karakteristik unik dimana ia terbentuk di lingkungan tanpa oksigen. Hingga ketika ini, hanya ada 25 sampel meteorit bulan yang dimiliki (diluar 382 kg sampel yang dibawa pulang astronot). Dan watu tersebut telah dibandingkan dan ternyata mempunyai karakteristik yang sama.
Pada ketika peluncuran misi Apollo 11, ada sekitar 3.500 wartawan dari seluruh dunia di Kennedy Space Center yang mengikuti proses peluncuran sampai pendaratan di bulan sampai kembali ke bumi, bagaimana cara NASA menipu wartawan sebanyak itu ? Lagipula, lebih dari 400.000 karyawan bekerja pada proyek Apollo 11 hampir 10 tahun. Bagaimana NASA menipu karyawan sebanyak itu ? atau bagaimana NASA bisa mengajak 400.000 orang itu untuk berkomplot menggandakan pendaratan di bulan ?
Sesungguhnya teori-teori konspirasi yang tersebar di seluruh dunia hanyalah jawaban ulah satu orang, Bill Kaysing. Dan entah mengapa, situs dan blog diseluruh dunia tidak pernah melirik jawaban-jawaban dari NASA atau ilmuwan-ilmuwan independen yang membela pendaratan tersebut.
Sekarang pertanyaan penting, apakah Kennedy sama-sama menatap bulan pada malam hari. Sambil menatap bulan, Kaysing berkata dalam hatinya, "Diluar jangkauanku!" Sedangkan Kennedy berkata dengan lantang, "Kita akan menyentuh permukaannya." Mungkin suatu hari apabila kita berani bermimpi besar, kita akan melihat bendera Indonesia tertancap di Bulan, dan kita tidak akan berkata lagi "Bagaikan pungguk merindukan bulan".
(badastronomy.com)