Chemtrail Conspiracy - Jejak-Jejak Asap Apakah Yang Terlihat Di Langit ?
Wednesday, November 11, 2009
Edit
Mungkin suatu hari anda sedang berjalan di tepi ladang dan merasa ingin melihat awan sore yang indah. Anda melihat ke atas dan melihat jejak-jejak panjang asap di langit. Lalu anda bertanya kepada diri anda sendiri : heran, saya tidak mendengar bunyi pesawat.
Dear readers, ini ialah sebuah teori konspirasi yang lain. orang-orang menyebutnya Chemtrail Conspiracy. Saya akan menceritakan kisahnya. Mudah-mudahan kalian mau mendengarnya.
Sejak tahun 1996, chemtrail conspiracy mulai melanda internet dan acara-acara radio sayap kanan di Amerika. Pada ketika itu pegawapemerintah kepolisian dibanjiri oleh telepon dari masyarakat yang mengaku melihat jejak-jejak asap misterius di langit. Tapi sayang, laporan-laporan itu menghilang begitu saja di balik laci birokrasi.
Mungkin pegawapemerintah memang tidak sanggup menjelaskannya. Atau justru mereka sedang menyembunyikan sesuatu ?
Kalian tahu, sebuah pertanyaan dihentikan dibiarkan tidak terjawab begitu saja. Kaprikornus sehabis 10 tahun lebih, chemtrail conspiracy masih menerima daerah di pikiran orang-orang yang "mencium sesuatu" yang tidak beres.
Oh ya, saya lupa menjelaskan, Chemtrail ialah singkatan dari "chemical Trail" atau "jejak kimia". Sebutan ini berbeda dengan istilah lain yang mirip, yaitu Contrail atau "condensation trail".
Menurut Jeff Rense, seorang penganut teori konspirasi, Jejak contrail lebih sempit dan cepat menghilang dari langit. Tapi Chemtrail berbeda.
Pada mulanya Chemtrail terlihat ibarat contrail, namun beberapa ketika lalu jejak asap itu akan melebar dan tetap terlihat di langit sampai beberapa jam.
Menurut sebagian orang yang punya pedoman sama dengan Jeff, jejak itu ialah materi kimia yang sengaja disemprot oleh pemerintah Amerika untuk mengendalikan populasi. Dengan kata lain ialah untuk mengurangi jumlah insan dengan diam-diam. Teori lainnya menyebutkan bahwa jejak itu ialah sebuah eksperimen pengendalian cuaca.
Namun yang paling luar biasa ialah teori yang menyampaikan bahwa jejak itu ialah proyek pemerintah yang menyemprot langit dengan material konduktif elektrik sebagai bab dari jadwal senjata super elektromagnetik yang juga berkaitan dengan HAARP. So superpower !
Walaupun jejak-jejak tersebut terlihat dengan jelas, para ilmuwan menolak keberadaannya dan menyebut bahwa jejak itu hanyalah sebuah contrail yang berasal dari sisa-sisa buangan pesawat. Menurut para ilmuwan itu juga, para penduduk salah lihat.
Nah, pada tahun 2005, ada sebuah titik terang. Sebuah artikel di The Las Vegas Tribune menyebutkan bahwa seorang ilmuwan yang bekerja untuk pangkalan Angkatan Udara Wright Patterson di Ohio menyampaikan bahwa Angkatan Udara Amerika sedang mengadakan eksperimen memakai alumunium oxide yang ditujukan untuk mengurangi efek pemanasan global.
Apakah ini yang menjadikan chemtrail terlihat di langit ? entahlah, lagipula saya bingung. Sebenarnya apa urusannya militer dengan pemanasan global ?
Namun, para penganut teori konspirasi ialah orang-orang yang mempunyai kegigihan luar biasa untuk mencari kebenaran. Hingga suatu saat, pemerintah Amerika mulai gerah.
Jadi pada suatu hari EPA, NASA, NOAA dan FAA (Yang terang ini semua ialah tubuh pemerintah Amerika yang berafiliasi dengan sains dan angkasa) berkumpul dan menciptakan sebuah buku kecil. Tujuannya untuk menawarkan warta memadai mengenai aksara contrail kepada orang-orang paranoid dan "misinformed" yang tersebar di Amerika. Menurut mereka, tidak ada sesuatu yang gres di bawah matahari. Yang ada hanyalah uap air dan kristal es yang membentuk jejak-jejak asap di langit.
"Conspiracy nonsense," Kata Kenneth Sassen dengan sinis. Ilmuwan yang andal atmosfer ini menyampaikan bahwa jejak-jejak asap yang terlihat ialah "perfectly natural".
Apakah "conspiracy nonsense" atau "perfectly natural", yang niscaya chemtrail conspiracy telah ditahbiskan oleh sebagian media sebagai salah satu teori konspirasi terbesar di dunia.
-End of my story-
Dear readers, ini ialah sebuah teori konspirasi yang lain. orang-orang menyebutnya Chemtrail Conspiracy. Saya akan menceritakan kisahnya. Mudah-mudahan kalian mau mendengarnya.
Sejak tahun 1996, chemtrail conspiracy mulai melanda internet dan acara-acara radio sayap kanan di Amerika. Pada ketika itu pegawapemerintah kepolisian dibanjiri oleh telepon dari masyarakat yang mengaku melihat jejak-jejak asap misterius di langit. Tapi sayang, laporan-laporan itu menghilang begitu saja di balik laci birokrasi.
Mungkin pegawapemerintah memang tidak sanggup menjelaskannya. Atau justru mereka sedang menyembunyikan sesuatu ?
Kalian tahu, sebuah pertanyaan dihentikan dibiarkan tidak terjawab begitu saja. Kaprikornus sehabis 10 tahun lebih, chemtrail conspiracy masih menerima daerah di pikiran orang-orang yang "mencium sesuatu" yang tidak beres.
Oh ya, saya lupa menjelaskan, Chemtrail ialah singkatan dari "chemical Trail" atau "jejak kimia". Sebutan ini berbeda dengan istilah lain yang mirip, yaitu Contrail atau "condensation trail".
Menurut Jeff Rense, seorang penganut teori konspirasi, Jejak contrail lebih sempit dan cepat menghilang dari langit. Tapi Chemtrail berbeda.
Pada mulanya Chemtrail terlihat ibarat contrail, namun beberapa ketika lalu jejak asap itu akan melebar dan tetap terlihat di langit sampai beberapa jam.
Menurut sebagian orang yang punya pedoman sama dengan Jeff, jejak itu ialah materi kimia yang sengaja disemprot oleh pemerintah Amerika untuk mengendalikan populasi. Dengan kata lain ialah untuk mengurangi jumlah insan dengan diam-diam. Teori lainnya menyebutkan bahwa jejak itu ialah sebuah eksperimen pengendalian cuaca.
Namun yang paling luar biasa ialah teori yang menyampaikan bahwa jejak itu ialah proyek pemerintah yang menyemprot langit dengan material konduktif elektrik sebagai bab dari jadwal senjata super elektromagnetik yang juga berkaitan dengan HAARP. So superpower !
Walaupun jejak-jejak tersebut terlihat dengan jelas, para ilmuwan menolak keberadaannya dan menyebut bahwa jejak itu hanyalah sebuah contrail yang berasal dari sisa-sisa buangan pesawat. Menurut para ilmuwan itu juga, para penduduk salah lihat.
Nah, pada tahun 2005, ada sebuah titik terang. Sebuah artikel di The Las Vegas Tribune menyebutkan bahwa seorang ilmuwan yang bekerja untuk pangkalan Angkatan Udara Wright Patterson di Ohio menyampaikan bahwa Angkatan Udara Amerika sedang mengadakan eksperimen memakai alumunium oxide yang ditujukan untuk mengurangi efek pemanasan global.
Apakah ini yang menjadikan chemtrail terlihat di langit ? entahlah, lagipula saya bingung. Sebenarnya apa urusannya militer dengan pemanasan global ?
Namun, para penganut teori konspirasi ialah orang-orang yang mempunyai kegigihan luar biasa untuk mencari kebenaran. Hingga suatu saat, pemerintah Amerika mulai gerah.
Jadi pada suatu hari EPA, NASA, NOAA dan FAA (Yang terang ini semua ialah tubuh pemerintah Amerika yang berafiliasi dengan sains dan angkasa) berkumpul dan menciptakan sebuah buku kecil. Tujuannya untuk menawarkan warta memadai mengenai aksara contrail kepada orang-orang paranoid dan "misinformed" yang tersebar di Amerika. Menurut mereka, tidak ada sesuatu yang gres di bawah matahari. Yang ada hanyalah uap air dan kristal es yang membentuk jejak-jejak asap di langit.
"Conspiracy nonsense," Kata Kenneth Sassen dengan sinis. Ilmuwan yang andal atmosfer ini menyampaikan bahwa jejak-jejak asap yang terlihat ialah "perfectly natural".
Apakah "conspiracy nonsense" atau "perfectly natural", yang niscaya chemtrail conspiracy telah ditahbiskan oleh sebagian media sebagai salah satu teori konspirasi terbesar di dunia.
-End of my story-

