Penemuan Jejak Tapak Kaki Raksasa Aceh - Sedikit Klarifikasi
Monday, February 15, 2010
Edit
Jumat, tanggal 12 Februari 2010, Kompas.com menayangkan gosip yang mengisahkan inovasi sebuah jejak kaki raksasa di Aceh. Panjangnya disebut 95 cm dan lebarnya 40 cm. Tulisan kali ini tidak untuk membantah dongeng inovasi itu. Melainkan untuk sedikit meluruskan kesalahpahaman yang cukup mengganggu dalam pemberitaan tersebut. Karena itu aku menyebutnya "sedikit klarifikasi".
Beberapa pembaca menanyakan kepada aku mengenai inovasi jejak kaki ini dengan memperlihatkan kepada aku link ke kompas.com.
Ini kutipan dari jejak raksasa yang sebenarnya.
Bagi sebagian orang, praktek ibarat ini mungkin dianggap masuk akal saja. Tapi percaya atau tidak, banyak orang yang tertipu dengan mengira jejak kaki tersebut sebagai jejak yang orisinil !
Jadi, aku mencoba untuk menelusuri foto yang dicantumkan kompas.com.
Foto jejak kompas.com tidak punya benda pembanding disampingnya, jadi aku tidak dapat mengukurnya ibarat aku mengukur buaya teluk Pakedai.
Tapi ada petunjuk yang dapat dijadikan patokan awal, yaitu kata "shutterstock".
Shutterstock yakni web yang meyimpan foto-foto gratis. Makara aku masuk ke web tersebut dan memasukkan kata kunci "footprint". Dan aku menemukan foto kompas.com di antaranya :
jejak itu dapat saja terjadi. Tapi soal orisinil atau tidaknya, tidak dapat dipastikan tanpa foto.
Menurut saya, kalau foto yang ditampilkan di media sudah terang terlihat ibarat ilustrasi, maka mungkin memang tidak perlu dicantumkan kata "ilustrasi". Tapi kalau foto tersebut dapat menyebabkan kesalahpahaman, maka aku rasa perlu dicantumkan.
Oh ya, kabar baiknya adalah, ada beberapa media yang menayangkan dongeng ini dengan benar, diantaranya yakni : beritasore.com dan antasari.net. Mereka hanya memberitakan dongeng ini tanpa mencantumkan foto. Good Job !
Sayang, ya, Padahal aku ingin sekali melihat foto jejak kaki tersebut.
(semua link sumber sudah aku masukkan ke dalam tulisan)
Beberapa pembaca menanyakan kepada aku mengenai inovasi jejak kaki ini dengan memperlihatkan kepada aku link ke kompas.com.
Ini kutipan dari jejak raksasa yang sebenarnya.
Bagi sebagian orang, praktek ibarat ini mungkin dianggap masuk akal saja. Tapi percaya atau tidak, banyak orang yang tertipu dengan mengira jejak kaki tersebut sebagai jejak yang orisinil !
Jadi, aku mencoba untuk menelusuri foto yang dicantumkan kompas.com.
Foto jejak kompas.com tidak punya benda pembanding disampingnya, jadi aku tidak dapat mengukurnya ibarat aku mengukur buaya teluk Pakedai.
Tapi ada petunjuk yang dapat dijadikan patokan awal, yaitu kata "shutterstock".
Shutterstock yakni web yang meyimpan foto-foto gratis. Makara aku masuk ke web tersebut dan memasukkan kata kunci "footprint". Dan aku menemukan foto kompas.com di antaranya :
jejak itu dapat saja terjadi. Tapi soal orisinil atau tidaknya, tidak dapat dipastikan tanpa foto.
Menurut saya, kalau foto yang ditampilkan di media sudah terang terlihat ibarat ilustrasi, maka mungkin memang tidak perlu dicantumkan kata "ilustrasi". Tapi kalau foto tersebut dapat menyebabkan kesalahpahaman, maka aku rasa perlu dicantumkan.
Oh ya, kabar baiknya adalah, ada beberapa media yang menayangkan dongeng ini dengan benar, diantaranya yakni : beritasore.com dan antasari.net. Mereka hanya memberitakan dongeng ini tanpa mencantumkan foto. Good Job !
Sayang, ya, Padahal aku ingin sekali melihat foto jejak kaki tersebut.
(semua link sumber sudah aku masukkan ke dalam tulisan)