Inbox: Awan Dan Pelangi Abnormal Di Atas Jakarta
Thursday, March 18, 2010
Edit
Mungkin kalian pernah mendengar julukan "skywatcher" atau "stargazer". Sekarang, perkenalkan, "Cloudwatcher". Di bawah ini yaitu foto-foto koleksi Ayahnya Abel Fataya (pataya_1928@yahoo.com). Mungkin foto-foto di bawah ini memang tidak misterius, tapi yang jelas, menakjubkan.
Ketika cahaya, awan, angin dan air bertemu di udara, maka keindahan akan tercipta.
"Hari sabtu, 27 Februari 2010 jam 16.00 di Kalideres, saya ambil beberapa foto langit memakai SE k800, berdasarkan saya asing banget, tolong di informasikan penyebabnya kira-kira lantaran apa, alasannya yaitu seumur hidup gres kali ini liat yang kaya gini dengan mata kepala sendiri." (Ayahnya Abel Fataya)
awan yang sama dengan awan yang dipotret oleh Fataya. Anyway, saya juga mengambil beberapa foto.
Saya akui, awan menyerupai ini jarang terlihat di Indonesia. Dari balik awan tebal, kita dapat melihat ada sebuah lapisan cahaya berwarna yang terlihat menyerupai kain sutra yang halus. Kontras dengan awan yang gelap, lapisan cahaya tersebut memancarkan cahaya terang berwarna pink kuning yang indah.
Apa penyebabnya?
Jika kita melihat foto Fataya, kita mungkin belum dapat menemukan apa yang menyebabkannya. Tapi coba lihat foto yang saya ambil di bawah ini.
awan. Refleksi ini juga yang menjadikan terciptanya warna pelangi di awan tersebut.
Kemudian, ini fenomena yang berikutnya:
fire rainbow menyerupai yang disebut oleh Fataya di atas.
Pelangi ini terbentuk akhir pembiasan cahaya yang melewati es kristal di dalam awan cirrus. Namun, ia membutuhkan kondisi tertentu untuk muncul. Matahari harus berada pada posisi tinggi, paling tidak 58 derajat di atas horizon dan tentu saja harus ada awan cirrus yang mendukungnya. Walaupun sudah diketahui penyebabnya, tetap saja pelangi menyerupai ini merupakan pemandangan yang langka.
Nah, ini fenomena terakhir kita hari ini:
Menarik sekali bukan? Jika satu orang mendapat foto awan yang aneh, mungkin biasa saja. Tapi Fataya kembali menemukan awan misterius yang indah. Foto ini diambil pada tanggal 14 Maret 2010 pukul 17:43.

Yang menciptakan saya terkagum yaitu bentuknya yang unik. Mengingatkan saya pada teladan yang ada pada sol sepatu. Seakan-akan, ada raksasa bersepatu yang gres saja menginjakkan kaki di langit yang jernih.

Saya tidak dapat memastikan jenis awan ini, tapi awan ini terlihat menyerupai jenis awan yang disebut Cirrocumulus atau altostratus undulatus. Ciri-cirinya ditandai dengan teladan yang menyerupai gelombang dan lapisan-lapisan yang mengindikasikan adanya ketidakstabilan kelembaban.
Memang kumpulan foto-foto ini tidak dapat dibilang misterius. Tapi saya rasa, inilah salah satu cara Tuhan menghibur manusia.
Apa yang kalian rasakan dikala kalian memandang ke langit dan melihat lapisan awan cahaya berwarna pink, pelangi berbentuk elips dan jejak sol sepatu di udara?
Kalian akan merasa terhibur!
Bukankah begitu?
(Penyebutan nama dan alamat email sudah atas ijin yang bersangkutan)
Komentar Pilihan
Anonymous said..
Ini bukan cara Tuhan menghibur manusia... tapi ini cara Tuhan menghiasi dunia...
March 18, 2010 10:53 PM
Ketika cahaya, awan, angin dan air bertemu di udara, maka keindahan akan tercipta.
"Hari sabtu, 27 Februari 2010 jam 16.00 di Kalideres, saya ambil beberapa foto langit memakai SE k800, berdasarkan saya asing banget, tolong di informasikan penyebabnya kira-kira lantaran apa, alasannya yaitu seumur hidup gres kali ini liat yang kaya gini dengan mata kepala sendiri." (Ayahnya Abel Fataya)
awan yang sama dengan awan yang dipotret oleh Fataya. Anyway, saya juga mengambil beberapa foto.
Saya akui, awan menyerupai ini jarang terlihat di Indonesia. Dari balik awan tebal, kita dapat melihat ada sebuah lapisan cahaya berwarna yang terlihat menyerupai kain sutra yang halus. Kontras dengan awan yang gelap, lapisan cahaya tersebut memancarkan cahaya terang berwarna pink kuning yang indah.
Apa penyebabnya?
Jika kita melihat foto Fataya, kita mungkin belum dapat menemukan apa yang menyebabkannya. Tapi coba lihat foto yang saya ambil di bawah ini.
awan. Refleksi ini juga yang menjadikan terciptanya warna pelangi di awan tersebut.
Kemudian, ini fenomena yang berikutnya:
fire rainbow menyerupai yang disebut oleh Fataya di atas.
Pelangi ini terbentuk akhir pembiasan cahaya yang melewati es kristal di dalam awan cirrus. Namun, ia membutuhkan kondisi tertentu untuk muncul. Matahari harus berada pada posisi tinggi, paling tidak 58 derajat di atas horizon dan tentu saja harus ada awan cirrus yang mendukungnya. Walaupun sudah diketahui penyebabnya, tetap saja pelangi menyerupai ini merupakan pemandangan yang langka.
Nah, ini fenomena terakhir kita hari ini:
Menarik sekali bukan? Jika satu orang mendapat foto awan yang aneh, mungkin biasa saja. Tapi Fataya kembali menemukan awan misterius yang indah. Foto ini diambil pada tanggal 14 Maret 2010 pukul 17:43.
Yang menciptakan saya terkagum yaitu bentuknya yang unik. Mengingatkan saya pada teladan yang ada pada sol sepatu. Seakan-akan, ada raksasa bersepatu yang gres saja menginjakkan kaki di langit yang jernih.
Saya tidak dapat memastikan jenis awan ini, tapi awan ini terlihat menyerupai jenis awan yang disebut Cirrocumulus atau altostratus undulatus. Ciri-cirinya ditandai dengan teladan yang menyerupai gelombang dan lapisan-lapisan yang mengindikasikan adanya ketidakstabilan kelembaban.
Memang kumpulan foto-foto ini tidak dapat dibilang misterius. Tapi saya rasa, inilah salah satu cara Tuhan menghibur manusia.
Apa yang kalian rasakan dikala kalian memandang ke langit dan melihat lapisan awan cahaya berwarna pink, pelangi berbentuk elips dan jejak sol sepatu di udara?
Kalian akan merasa terhibur!
Bukankah begitu?
(Penyebutan nama dan alamat email sudah atas ijin yang bersangkutan)
Komentar Pilihan
Anonymous said..
Ini bukan cara Tuhan menghibur manusia... tapi ini cara Tuhan menghiasi dunia...
March 18, 2010 10:53 PM