Fulcanelli - Alchemist Yang Misterius
Thursday, April 8, 2010
Edit
"Salah satu cerita paling absurd yang pernah muncul dari awan misteri yang menyelimuti ilmu kuno alchemy ialah cerita yang menyangkut master modernnya, Fulcanelli"
---Kenneth Johnson, 1992---
Alchemy ialah sebuah ilmu pengetahuan kuno yang berfokus pada perjuangan untuk mengubah logam dasar menjadi emas (transmutasi), penelitian mengenai Elixir of Life (ramuan hidup abadi) dan pencapaian hikmat tingkat tinggi. Praktek ini telah dilakukan oleh penduduk masa purba, mulai dari Mesir, India, Mesopotamia, Eropa hingga Cina dan Jepang.
perkumpulan lainnya. Hanya Canseliet dan Champagne yang pernah bertemu muka dengannya.
Para anggota yang tidak pernah berjumpa dengan master alchemist ini mulai mewaspadai keberadaannya, hingga suatu hari, sebuah buku misterius muncul.
Gothic tersebut menyembunyikan isyarat alchemy dalam simbol-simbol yang terukir di bangunan itu.
Walaupun topik ini sudah pernah disinggung oleh banyak penulis sebelumnya, namun tidak pernah ada orang yang menulis dengan cara yang begitu terang dan spesifik. Dengan demikian Fulcanelli mulai menjadi sentra perhatian di kalangan para alchemist dan okultis di paris.
Pada tahun 1930, buku kedua kembali muncul. Judulnya "Les Demeures Philosophales" atau 'The Dwellings of the Philosophers". Sekali lagi, Canseliet menulis kata pengantarnya dan Champagne menciptakan ilustrasinya.
Canseliet mengaku kalau Fulcanelli sebetulnya juga telah menciptakan buku ketiga yang berjudul "Finis Gloria Mundi" atau "The End of Worldly Glory". Namun, entah mengapa, Fulcanelli memerintahkan untuk menghancurkan naskahnya sebelum diterbitkan.
Menurut Canseliet, Fulcanelli pernah memperlihatkan kepadanya sejumlah bubuk alchemy yang disebut "powder of projection" pada tahun 1922. Dengan bubuk ini, Fulcanelli mengijinkan Canseliet mengubah empat ons timah menjadi emas.
Transmutasi
Kesaksian Canseliet mengenai kemampuan Fulcanelli mengubah logam menjadi emas diteguhkan oleh Albertus Spagyricus.
Dalam bukunya yang berjudul "The Alchemist of the Rocky Mountains", ia menyampaikan kalau Fulcanelli pernah mengubah setengah pon timah menjadi emas dan mengubah empat ons perak menjadi uranium di tahun 1937.
Peristiwa transmutasi ini terjadi di Castel de Lere, akrab Borges dan disebut-sebut disaksikan oleh Pierre de Lesseps bersama dua andal fisika, spesialis kimia dan spesialis geologi.
Albertus berkata:
Selain kemampuannya melaksanakan transmutasi, Fulcanelli juga dipercaya mempunyai pengetahuan yang jauh lebih maju dibanding jamannya. Kesaksian mengenai ini tiba dari spesialis kimia yang juga jurnalis berjulukan Jacques Bergier.
Pertemuan dengan Jacques Bergier
Pada Juni 1937, Bergier mengaku pernah didatangi oleh seorang laki-laki misterius yang memintanya untuk memberikan pesan kepada ilmuwan fisika Andre Helboner. Pria misterius itu berkata kalau ia merasa berkewajiban memperingatkan mereka akan ancaman yang bisa ditimbulkan dari perjuangan memanipulasi energi nuklir. Saat itu, bom atom belum tercipta. Ini berarti laki-laki misterius tersebut mempunyai pengetahuan yang belum dikenal luas di dunia sains ketika itu. Bergier yakin kalau laki-laki itu ialah Fulcanelli.
---Kenneth Johnson, 1992---
Alchemy ialah sebuah ilmu pengetahuan kuno yang berfokus pada perjuangan untuk mengubah logam dasar menjadi emas (transmutasi), penelitian mengenai Elixir of Life (ramuan hidup abadi) dan pencapaian hikmat tingkat tinggi. Praktek ini telah dilakukan oleh penduduk masa purba, mulai dari Mesir, India, Mesopotamia, Eropa hingga Cina dan Jepang.
perkumpulan lainnya. Hanya Canseliet dan Champagne yang pernah bertemu muka dengannya.
Para anggota yang tidak pernah berjumpa dengan master alchemist ini mulai mewaspadai keberadaannya, hingga suatu hari, sebuah buku misterius muncul.
Gothic tersebut menyembunyikan isyarat alchemy dalam simbol-simbol yang terukir di bangunan itu.
Walaupun topik ini sudah pernah disinggung oleh banyak penulis sebelumnya, namun tidak pernah ada orang yang menulis dengan cara yang begitu terang dan spesifik. Dengan demikian Fulcanelli mulai menjadi sentra perhatian di kalangan para alchemist dan okultis di paris.
Pada tahun 1930, buku kedua kembali muncul. Judulnya "Les Demeures Philosophales" atau 'The Dwellings of the Philosophers". Sekali lagi, Canseliet menulis kata pengantarnya dan Champagne menciptakan ilustrasinya.
Canseliet mengaku kalau Fulcanelli sebetulnya juga telah menciptakan buku ketiga yang berjudul "Finis Gloria Mundi" atau "The End of Worldly Glory". Namun, entah mengapa, Fulcanelli memerintahkan untuk menghancurkan naskahnya sebelum diterbitkan.
Menurut Canseliet, Fulcanelli pernah memperlihatkan kepadanya sejumlah bubuk alchemy yang disebut "powder of projection" pada tahun 1922. Dengan bubuk ini, Fulcanelli mengijinkan Canseliet mengubah empat ons timah menjadi emas.
Transmutasi
Kesaksian Canseliet mengenai kemampuan Fulcanelli mengubah logam menjadi emas diteguhkan oleh Albertus Spagyricus.
Dalam bukunya yang berjudul "The Alchemist of the Rocky Mountains", ia menyampaikan kalau Fulcanelli pernah mengubah setengah pon timah menjadi emas dan mengubah empat ons perak menjadi uranium di tahun 1937.
Peristiwa transmutasi ini terjadi di Castel de Lere, akrab Borges dan disebut-sebut disaksikan oleh Pierre de Lesseps bersama dua andal fisika, spesialis kimia dan spesialis geologi.
Albertus berkata:
"Ketika Fulcanelli menambahkan substansi tak dikenal kedalam setengah pon timah cair, timah itu menjelma emas dengan berat yang sama. Fulcanelli melaksanakan hal yang sama dengan perak yang lalu segera menjelma Uranium. Ketika ditanya nama substansinya, ia hanya menyampaikan kalau substansi itu berasal dari Ferrous Pyrite."Tentu saja, bila bencana ini benar terjadi, maka tidak diragukan lagi, Fulcanelli mungkin ialah satu-satunya alchemist masa 20 yang berhasil melaksanakan transmutasi.
Selain kemampuannya melaksanakan transmutasi, Fulcanelli juga dipercaya mempunyai pengetahuan yang jauh lebih maju dibanding jamannya. Kesaksian mengenai ini tiba dari spesialis kimia yang juga jurnalis berjulukan Jacques Bergier.
Pertemuan dengan Jacques Bergier
Pada Juni 1937, Bergier mengaku pernah didatangi oleh seorang laki-laki misterius yang memintanya untuk memberikan pesan kepada ilmuwan fisika Andre Helboner. Pria misterius itu berkata kalau ia merasa berkewajiban memperingatkan mereka akan ancaman yang bisa ditimbulkan dari perjuangan memanipulasi energi nuklir. Saat itu, bom atom belum tercipta. Ini berarti laki-laki misterius tersebut mempunyai pengetahuan yang belum dikenal luas di dunia sains ketika itu. Bergier yakin kalau laki-laki itu ialah Fulcanelli.
perkumpulan Freres d'Heliopolis.
Namun, ada beberapa hal yang menciptakan orang menolak teori ini, yaitu aksara Champagne yang tampaknya tidak sesuai dengan kriteria seorang master alchemist.
Champagne ialah seorang pembual. ia juga suka berkelakar, suka bersilat pengecap dan juga sering mabuk. Jadi, masuk akal saja kalau ia kadang suka mengaku sebagai Fulcanelli. Ia meninggal tahun 1932 akhir abses yang parah. Jempol kakinya bahkan hingga lepas dengan sendirinya. Sangat tragis untuk seorang master alchemist sejati.
Sepeninggal Champagne, Eugene Canseliet terus melaksanakan penelitian di bidang alchemy hingga meninggal pada tahun 1982. Sebelum kematiannya, ia mengakui kalau ia gagal memecahkan diam-diam Philosopher's Stone ataupun Elixir of Life.
Dengan demikian, identitas Fulcanelli yang misterius ikut terkubur bersama dengan kematiannya.
(wikipedia, cassiopaea.org, allexperts.com)
Namun, ada beberapa hal yang menciptakan orang menolak teori ini, yaitu aksara Champagne yang tampaknya tidak sesuai dengan kriteria seorang master alchemist.
Champagne ialah seorang pembual. ia juga suka berkelakar, suka bersilat pengecap dan juga sering mabuk. Jadi, masuk akal saja kalau ia kadang suka mengaku sebagai Fulcanelli. Ia meninggal tahun 1932 akhir abses yang parah. Jempol kakinya bahkan hingga lepas dengan sendirinya. Sangat tragis untuk seorang master alchemist sejati.
Sepeninggal Champagne, Eugene Canseliet terus melaksanakan penelitian di bidang alchemy hingga meninggal pada tahun 1982. Sebelum kematiannya, ia mengakui kalau ia gagal memecahkan diam-diam Philosopher's Stone ataupun Elixir of Life.
Dengan demikian, identitas Fulcanelli yang misterius ikut terkubur bersama dengan kematiannya.
(wikipedia, cassiopaea.org, allexperts.com)