Memahami Konsep Anak Indigo
Wednesday, May 12, 2010
Edit
Julukan anak indigo sering dikaitkan dengan seorang anak yang mempunyai kecerdasan luar biasa. tapi, tahukah kalian bila julukan ini bekerjsama tidak dikenal di dunia psikologi?
Sebelum masuk ke topik Anak Indigo secara khusus, sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu perbedaan antara Child Prodigy dan Indigo Child.
Child Prodigy
Child Prodigy yakni seseorang yang dalam usianya yang masih muda sudah mempunyai kecerdasan atau kemampuan setara level orang yang lebih tua. Julukan ini biasanya diberikan kepada anak yang berusia di bawah 15 tahun. Anak-anak yang mempunyai otak jenius, sanggup kita golongkan kedalam Child Prodigy.
Contoh orang-orang yang masuk ke dalam kategori ini yakni Mozart dan Picasso.
jembatan menuju masa depan.
Konsep yang dikemukakan oleh Tappe kemudian mencapai kemashyurannya pada tahun 1990an lewat tangan penulis lainnya.
Ciri-ciri anak Indigo - Lee Carroll
Pada tahun 1998, paranormal lainnya yang bernama Lee Carroll dan istrinya Jan Tober juga menulis sebuah buku mengenai topik ini. Judulnya "The Indigo Children: The New Kids Have Arrived".
Buku ini dengan segera menjadi rujukan utama bagi topik anak indigo. Namun, Cara Carroll mendapat konsepnya mengenai anak Indigo boleh dibilang cukup aneh.
Lee Carroll sendiri yakni seorang cenayang yang biasa menjadi medium bagi roh yang berjulukan Kryon.
Menurutnya, roh Kryon telah menunjukkan kepadanya beberapa cara untuk mengenali anak Indigo, yaitu dengan melihat ciri-ciri sebagai berikut:
Lalu, bagaimana sains modern menanggapi teori yang dikemukakan oleh para penulis New Age ini?
Anak Indigo dalam pandangan sains
Seringkali, istilah indigo diberikan sendiri oleh orang bau tanah yang melihat ada ciri-ciri anak indigo pada anak mereka. Ini menciptakan fenomena ini menjadi subyek kritikan para psikolog modern.
Ketika diteliti, kebanyakan belum dewasa yang diberi label Indigo bekerjsama hanyalah anak yang mengalami Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Anak yang mengalami kelainan ini akan selalu mencari perhatian dan menjadi lebih hiperaktif.
Ciri-ciri anak yang mengalami ADHD tampaknya memang sesuai dengan ciri-ciri anak Indigo yang dikemukakan oleh Lee Carroll.
Namun, disinilah terjadi kontradiksi antara penganut teori anak Indigo dengan para psikolog.
Para penganut teori Anak Indigo percaya bila anak yang mempunyai ciri-ciri Indigo yakni anak yang spesial. Carroll sendiri menulis bila anak Indigo sering dianggap sebagai penderita ADHD oleh para dokter. Ia menyarankan orang bau tanah sang anak untuk tidak menunjukkan pinjaman medis sebab ia beranggapan anak tersebut bukan menderita ADHD, melainkan mempunyai karakteristik Indigo yang spesial.
Di lain pihak, para psikolog yang menemukan ciri-ciri Indigo di atas akan segera menunjukkan diagnosa ADHD dan menyarankan untuk menunjukkan pinjaman medis. Mereka juga kuatir bila saran para penulis menyerupai Carroll diikuti, akan menciptakan sang anak tidak mendapat perhatian medis yang memadai.
Karena itulah, para psikolog atau dokter lebih melihat fenemena anak indigo hanya sebagai ajang cari untung bagi penulis-penulis tertentu dan mereka tidak melihat adanya dasar sains yang memadai dari teori ini.
Masalah dengan anak Indigo
Ada sebuah insiden menarik yang pernah dimuat di harian Dallas Observer yang menceritakan mengenai anak Indigo. Salah seorang reporternya sedang berbicara dengan seorang anak yang dipercaya sebagai Indigo. Lalu, wartawan itu bertanya kepada anak tersebut:
"Apakah kau Indigo?" Tanya sang wartawan.
Anak pria itu memandang sang wartawan, kemudian berkata: "Saya yakni seorang Avatar."
"Saya bisa mengenali empat elemen, bumi, angin, air dan api. Avatar berikutnya tidak akan tiba sebelum 100 tahun berlalu."
Sang wartawan yang tidak mengerti apa yang dikatakan anak itu menjadi sangat takjub.
Namun, pembaca harian itu segera mengenali bila anak itu bekerjsama sedang menceritakan kisah dalam film seri "Avatar: The Last Airbender." Karena itu, tidak ada yang Istimewa dalam perkataannya itu.
Sang wartawan pun mengakui kebodohannya.
Jadi, problem indigo ini memang tidak mengecewakan membingungkan.
(wikipedia, skepdic.com)
Sebelum masuk ke topik Anak Indigo secara khusus, sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu perbedaan antara Child Prodigy dan Indigo Child.
Child Prodigy
Child Prodigy yakni seseorang yang dalam usianya yang masih muda sudah mempunyai kecerdasan atau kemampuan setara level orang yang lebih tua. Julukan ini biasanya diberikan kepada anak yang berusia di bawah 15 tahun. Anak-anak yang mempunyai otak jenius, sanggup kita golongkan kedalam Child Prodigy.
Contoh orang-orang yang masuk ke dalam kategori ini yakni Mozart dan Picasso.
jembatan menuju masa depan.
Konsep yang dikemukakan oleh Tappe kemudian mencapai kemashyurannya pada tahun 1990an lewat tangan penulis lainnya.
Ciri-ciri anak Indigo - Lee Carroll
Pada tahun 1998, paranormal lainnya yang bernama Lee Carroll dan istrinya Jan Tober juga menulis sebuah buku mengenai topik ini. Judulnya "The Indigo Children: The New Kids Have Arrived".
Buku ini dengan segera menjadi rujukan utama bagi topik anak indigo. Namun, Cara Carroll mendapat konsepnya mengenai anak Indigo boleh dibilang cukup aneh.
Lee Carroll sendiri yakni seorang cenayang yang biasa menjadi medium bagi roh yang berjulukan Kryon.
Menurutnya, roh Kryon telah menunjukkan kepadanya beberapa cara untuk mengenali anak Indigo, yaitu dengan melihat ciri-ciri sebagai berikut:
- Mereka hadir ke dunia dengan perasaan sebagai aristokrat dan kadang bersikap menyerupai itu.
- Mereka mempunyai perasaan "layak ada di sini" dan kadang terkejut saat orang lain tidak mempercayainya.
- Harga diri tidak terlalu penting. Mereka malah sering memberitahukan kepada orang tuanya "siapa mereka sebenarnya".
- Mereka mempunyai kesulitan untuk tunduk kepada otoritas mutlak.
- Mereka seringkali menolak melaksanakan sesuatu yang tidak disukai menyerupai mengantri.
- Mereka seringkali menjadi putus asa dengan sistem yang kaku dan tidak kreatif.
- Mereka seringkali merasa punya cara yang lebih baik dalam melaksanakan sesuatu.
- Mereka terlihat anti sosial dan susah bergaul, kecuali dengan anak yang sejenis dengannya.
- Mereka seringkali menolak saat didisiplinkan.
- Mereka tidak aib untuk mengungkapkan apa yang dimaunya.
Lalu, bagaimana sains modern menanggapi teori yang dikemukakan oleh para penulis New Age ini?
Anak Indigo dalam pandangan sains
Seringkali, istilah indigo diberikan sendiri oleh orang bau tanah yang melihat ada ciri-ciri anak indigo pada anak mereka. Ini menciptakan fenomena ini menjadi subyek kritikan para psikolog modern.
Ketika diteliti, kebanyakan belum dewasa yang diberi label Indigo bekerjsama hanyalah anak yang mengalami Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Anak yang mengalami kelainan ini akan selalu mencari perhatian dan menjadi lebih hiperaktif.Ciri-ciri anak yang mengalami ADHD tampaknya memang sesuai dengan ciri-ciri anak Indigo yang dikemukakan oleh Lee Carroll.
Namun, disinilah terjadi kontradiksi antara penganut teori anak Indigo dengan para psikolog.
Para penganut teori Anak Indigo percaya bila anak yang mempunyai ciri-ciri Indigo yakni anak yang spesial. Carroll sendiri menulis bila anak Indigo sering dianggap sebagai penderita ADHD oleh para dokter. Ia menyarankan orang bau tanah sang anak untuk tidak menunjukkan pinjaman medis sebab ia beranggapan anak tersebut bukan menderita ADHD, melainkan mempunyai karakteristik Indigo yang spesial.
Di lain pihak, para psikolog yang menemukan ciri-ciri Indigo di atas akan segera menunjukkan diagnosa ADHD dan menyarankan untuk menunjukkan pinjaman medis. Mereka juga kuatir bila saran para penulis menyerupai Carroll diikuti, akan menciptakan sang anak tidak mendapat perhatian medis yang memadai.
Karena itulah, para psikolog atau dokter lebih melihat fenemena anak indigo hanya sebagai ajang cari untung bagi penulis-penulis tertentu dan mereka tidak melihat adanya dasar sains yang memadai dari teori ini.
Masalah dengan anak Indigo
Ada sebuah insiden menarik yang pernah dimuat di harian Dallas Observer yang menceritakan mengenai anak Indigo. Salah seorang reporternya sedang berbicara dengan seorang anak yang dipercaya sebagai Indigo. Lalu, wartawan itu bertanya kepada anak tersebut:
"Apakah kau Indigo?" Tanya sang wartawan.
Anak pria itu memandang sang wartawan, kemudian berkata: "Saya yakni seorang Avatar."
"Saya bisa mengenali empat elemen, bumi, angin, air dan api. Avatar berikutnya tidak akan tiba sebelum 100 tahun berlalu."
Sang wartawan yang tidak mengerti apa yang dikatakan anak itu menjadi sangat takjub.
Namun, pembaca harian itu segera mengenali bila anak itu bekerjsama sedang menceritakan kisah dalam film seri "Avatar: The Last Airbender." Karena itu, tidak ada yang Istimewa dalam perkataannya itu.
Sang wartawan pun mengakui kebodohannya.
Jadi, problem indigo ini memang tidak mengecewakan membingungkan.
(wikipedia, skepdic.com)