Kasus Mutilasi Ternak Yang Membingungkan
Wednesday, June 23, 2010
Edit
Pada pertengahan tahun 1970an, beberapa peternak di Amerika Utara mulai melaporkan mengenai tewasnya ternak-ternak mereka secara misterius dengan kondisi termutilasi. Kasus yang dikenal dengan nama Mutilasi ternak (Cattle mutilation) ini kemudian menarik perhatian Pemerintah Amerika sehingga FBI pun diminta turun tangan menyelidikinya.
(Warning: Tulisan ini mengandung foto-foto yang tidak lezat dilihat)
Cattle mutilation atau mutilasi ternak ialah sebuah istilah yang diberikan kepada insiden pembunuhan ternak-ternak di Amerika dan Eropa dengan kondisi termutilasi pada beberapa potongan anggota tubuhnya. Namun, yang menarik adalah, mutilasi ini dilakukan dengan presisi yang luar biasa sehingga tampaknya dilakukan pribadi oleh spesialis bedah.
Selain mutilasi, karakteristik misterius lainnya yang juga sering terlihat pada bangkai ternak yang terbunuh ialah darahnya yang kering dan hilangnya organ-organ tubuh potongan dalam secara misterius.
Catatan Awal Mutilasi Ternak
Menurut catatan, kasus serupa mutilasi ternak sebetulnya telah terjadi di Inggris pada final kurun ke-19. Namun, kasus ini mulai menarik perhatian ketika terjadi di Colorado, Amerika Serikat, pada tahun 1967.
Pada tanggal 7 September 1967, Agnes King dan putranya Harry menyadari jika kuda mereka yang berusia tiga tahun berjulukan Snippy tidak kembali ke ranch menyerupai biasanya. Kuda itu hilang selama dua hari sampai ditemukan pada tanggal 9 September berikutnya.
Snippy ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan hilangnya kulit dan daging di potongan leher dan kepala sehingga memperlihatkan tulangnya yang berwarna putih. Potongan mutilasi itu terlihat begitu rapi dan bersih. Yang anehnya, tidak ada darah terlihat pada bangkai ataupun pada tanah di sekitarnya.
(Warning: Tulisan ini mengandung foto-foto yang tidak lezat dilihat)
Cattle mutilation atau mutilasi ternak ialah sebuah istilah yang diberikan kepada insiden pembunuhan ternak-ternak di Amerika dan Eropa dengan kondisi termutilasi pada beberapa potongan anggota tubuhnya. Namun, yang menarik adalah, mutilasi ini dilakukan dengan presisi yang luar biasa sehingga tampaknya dilakukan pribadi oleh spesialis bedah.
Selain mutilasi, karakteristik misterius lainnya yang juga sering terlihat pada bangkai ternak yang terbunuh ialah darahnya yang kering dan hilangnya organ-organ tubuh potongan dalam secara misterius.
Catatan Awal Mutilasi Ternak
Menurut catatan, kasus serupa mutilasi ternak sebetulnya telah terjadi di Inggris pada final kurun ke-19. Namun, kasus ini mulai menarik perhatian ketika terjadi di Colorado, Amerika Serikat, pada tahun 1967.
Pada tanggal 7 September 1967, Agnes King dan putranya Harry menyadari jika kuda mereka yang berusia tiga tahun berjulukan Snippy tidak kembali ke ranch menyerupai biasanya. Kuda itu hilang selama dua hari sampai ditemukan pada tanggal 9 September berikutnya.
Snippy ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan hilangnya kulit dan daging di potongan leher dan kepala sehingga memperlihatkan tulangnya yang berwarna putih. Potongan mutilasi itu terlihat begitu rapi dan bersih. Yang anehnya, tidak ada darah terlihat pada bangkai ataupun pada tanah di sekitarnya.
alien terhadap hewan.
Mike Freebury, seorang peneliti mutilasi ternak, juga yakin jika UFO bertanggungjawab atas fenomena itu.
alien yang berniat memakai ternak untuk meneliti dan mengembangbiakkan virus HIV/AIDS. Namun, Duke tidak sanggup memperlihatkan dasar yang berpengaruh atas hipotesanya.
Konspirasi Pemerintah
Pada tahun 1997, Charles T.Oliphant, menulis sebuah artikel yang menyebutkan jika mutilasi ternak sebetulnya ialah hasil dari penelitian diam-diam pemerintah mengenai penyakit ternak dan kemungkinan penularannya kepada manusia.
Oliphant percaya jika tubuh pemerintah menyerupai CDC dan militer Amerika juga ikut terlibat. Salah satu argumennya ialah inovasi obat-obatan buatan insan pada bangkai binatang yang termutilasi.
Teori lainnya yang masih berkaitan dengan konspirasi ialah banyaknya kasus mutilasi yang terjadi di bersahabat kemudahan nuklir pemerintah. Sebagian percaya jika militer Amerika telah menculik ternak-ternak itu untuk mengukur kadar Radiasi di dalam tubuh mereka.
Apa buktinya?
Jika sebagian saksi sering melihat objek terbang tak dikenal di sekitar lokasi peristiwa, maka saksi lainnya melihat objek terbang yang sangat jelas, yaitu helikopter berwarna hitam tanpa tanda.
Helikopter hitam ini kadang terlihat terbang di atas peternakan sesaat sebelum kasus mutilasi ternak terjadi. Dan sebagian saksi pernah melihat terperinci jika helikopter tersebut berisi manusia, dengan kata lain, helikopter hitam itu ialah kendaraan diam-diam militer Amerika.
sapi yang sudah mati diletakkan di ladang terbuka dan dipantau selama 48 jam berikutnya. Dalam tempo 33 jam, sekelompok serangga dan binatang pemakan bangkai menyerupai elang telah tiba dan memakan organ-organ tubuh sapi tersebut, menyerupai mata dan organ seksual. kemudian bangkai sapi tersebut ternyata juga mengalami penggembungan yang kemudian mengakibatkan adanya kerusakan menyerupai irisan berbentuk air mata di kulit sapi tersebut.
Irisan ini persis menyerupai irisan operasi yang rapi dan sesuai dengan karakteristik irisan yang ditemukan dalam banyak kasus mutilasi lainnya.
Walaupun telah diteguhkan dengan eksperimen, teori ini cukup mendapat banyak bantahan, terutama dari para peternak yang merasa jika ternak mereka yang termutilasi bukan ternak yang sakit dan karakteristik kematiannya banyak yang tidak sesuai dengan alasannya ialah alamiah.
Tapi paling tidak, teori ini mungkin sanggup menjelaskan sebagian besar kasus mutilasi. Memang, dalam banyak kasus yang dilaporkan ternyata ditemukan jika penyebab kematian ternak tersebut hanyalah kematian lantaran predator. Para peternak yang melihat ternaknya mati ternyata segera mengasosiasikannya dengan fenomena mutilasi ternak.
Tapi teori ini mungkin tidak sanggup menjelaskan mengenai adanya helikopter hitam, kedaluwarsa obat-obatan pada bangkai, tanah yang melesak dan tanda berupa lubang bacokan di tanah.
Jadi, apa yang mengakibatkan mutilasi ternak ini sebenarnya?
Jika FBI saja tidak sanggup menyimpulkan secara niscaya anomali-anomali yang terjadi pada bangkai, siapa lagi yang bisa?
(wikipedia, bbc.co.uk)
Mike Freebury, seorang peneliti mutilasi ternak, juga yakin jika UFO bertanggungjawab atas fenomena itu.
"Kami memang belum pernah menangkap pelakunya. Namun, kami sering melihat benda-benda terbang asing di lokasi. Kami mempunyai rekamannya. Kami juga telah melaksanakan analisis frame demi frame dan menemukan jika objek asing itu muncul hanya beberapa detik sebelum menghilang."Teori Mike tampaknya mendapat santunan dari banyak saksi mata yang mengaku melihat hewan-hewan ternak dibawa oleh objek terbang tidak dikenal.
alien yang berniat memakai ternak untuk meneliti dan mengembangbiakkan virus HIV/AIDS. Namun, Duke tidak sanggup memperlihatkan dasar yang berpengaruh atas hipotesanya.
Konspirasi Pemerintah
Pada tahun 1997, Charles T.Oliphant, menulis sebuah artikel yang menyebutkan jika mutilasi ternak sebetulnya ialah hasil dari penelitian diam-diam pemerintah mengenai penyakit ternak dan kemungkinan penularannya kepada manusia.
Oliphant percaya jika tubuh pemerintah menyerupai CDC dan militer Amerika juga ikut terlibat. Salah satu argumennya ialah inovasi obat-obatan buatan insan pada bangkai binatang yang termutilasi.
Teori lainnya yang masih berkaitan dengan konspirasi ialah banyaknya kasus mutilasi yang terjadi di bersahabat kemudahan nuklir pemerintah. Sebagian percaya jika militer Amerika telah menculik ternak-ternak itu untuk mengukur kadar Radiasi di dalam tubuh mereka.
Apa buktinya?
Jika sebagian saksi sering melihat objek terbang tak dikenal di sekitar lokasi peristiwa, maka saksi lainnya melihat objek terbang yang sangat jelas, yaitu helikopter berwarna hitam tanpa tanda.
Helikopter hitam ini kadang terlihat terbang di atas peternakan sesaat sebelum kasus mutilasi ternak terjadi. Dan sebagian saksi pernah melihat terperinci jika helikopter tersebut berisi manusia, dengan kata lain, helikopter hitam itu ialah kendaraan diam-diam militer Amerika.
sapi yang sudah mati diletakkan di ladang terbuka dan dipantau selama 48 jam berikutnya. Dalam tempo 33 jam, sekelompok serangga dan binatang pemakan bangkai menyerupai elang telah tiba dan memakan organ-organ tubuh sapi tersebut, menyerupai mata dan organ seksual. kemudian bangkai sapi tersebut ternyata juga mengalami penggembungan yang kemudian mengakibatkan adanya kerusakan menyerupai irisan berbentuk air mata di kulit sapi tersebut.
Irisan ini persis menyerupai irisan operasi yang rapi dan sesuai dengan karakteristik irisan yang ditemukan dalam banyak kasus mutilasi lainnya.
Walaupun telah diteguhkan dengan eksperimen, teori ini cukup mendapat banyak bantahan, terutama dari para peternak yang merasa jika ternak mereka yang termutilasi bukan ternak yang sakit dan karakteristik kematiannya banyak yang tidak sesuai dengan alasannya ialah alamiah.
Tapi paling tidak, teori ini mungkin sanggup menjelaskan sebagian besar kasus mutilasi. Memang, dalam banyak kasus yang dilaporkan ternyata ditemukan jika penyebab kematian ternak tersebut hanyalah kematian lantaran predator. Para peternak yang melihat ternaknya mati ternyata segera mengasosiasikannya dengan fenomena mutilasi ternak.
Tapi teori ini mungkin tidak sanggup menjelaskan mengenai adanya helikopter hitam, kedaluwarsa obat-obatan pada bangkai, tanah yang melesak dan tanda berupa lubang bacokan di tanah.
Jadi, apa yang mengakibatkan mutilasi ternak ini sebenarnya?
Jika FBI saja tidak sanggup menyimpulkan secara niscaya anomali-anomali yang terjadi pada bangkai, siapa lagi yang bisa?
(wikipedia, bbc.co.uk)