Memahami Fenomena Hujan Hewan, Darah Dan Bahan Organik
Wednesday, August 18, 2010
Edit
Hujan binatang dan darah. Ini ialah salah satu topik yang paling sering dibahas oleh para blogger misteri. Namun fenomena ini menjadi lebih familiar di indera pendengaran kita akhir-akhir ini lantaran siaran-siaran televisi mengkaitkannya dengan fenomena gaib (walaupun fenomena yang disinggung bekerjsama telah berlangsung beberapa tahun yang lalu). Karena itu, tidak ada salahnya kita kembali mereview fenomena ini dan melihat kaitannya dengan dunia sains.
ikan.
Jadi, fenomena ini terang bukan sesuatu yang baru.
Lalu, apa yang menyebabkannya? apakah fenomena ini berkaitan dengan insiden mistik? Jawabannya: tentu saja tidak.
sapi dikabarkan jatuh dari langit di California. Peristiwa serupa juga dilaporkan pada tahun 1876 di Kentucky. Sekarang, dengan adanya teknologi kamera perekam, sapi yang dibawa angin dan jatuh bukan lagi sesuatu yang aneh. Ya, walaupun hanya satu ekor, sapi yang jatuh pun disebut "hujan sapi".
Pada tahun 1894, di kota Bath, Inggris, terjadi hujan ubur-ubur.
Pada tanggal 6 April 2007, terjadi hujan laba-laba di propinsi Salta, Argentina.
peristiwa jatuhnya lebih dari 100 ekor burung jalak di Somerset, Inggris, yang dilaporkan oleh seorang wanita berjulukan Julie Knight. Walaupun insiden ini belum tentu disebabkan oleh angin, tetapi insiden inipun sanggup disebut sebagai "hujan burung".
Namun, masih ada satu misteri yang mencakup fenomena hujan hewan. Teori tornado mini memang dianggap sanggup menjawab cara membawa hewan-hewan tersebut ke darat, namun para peneliti masih berusaha memahami mengapa pada umumnya hanya satu jenis binatang yang jatuh ke bumi setiap kali hujan. Teka-teki ini masih belum mendapat pemecahannya sampai ketika ini.
Hujan Materi Organik
Sama dengan fenomena hujan hewan, masih ada bagian-bagian dari fenomena hujan organik yang belum sanggup dipahami sepenuhnya oleh para peneliti.
Salah satu insiden yang berafiliasi dengan hujan bahan organik ialah insiden hujan daging segar yang terjadi pada tanggal 9 Maret 1876 di Olympia Springs, Amerika Serikat. Menurut saksi mata berjulukan Allen Crouch, potongan-potongan daging kecil berjatuhan dari langit di halaman rumahnya menyerupai butiran salju. Dua laki-laki yang meneliti gumpalan daging itu menyimpulkan jikalau daging itu kemungkinan ialah daging menjangan atau domba. Sebagian orang mengira jikalau daging itu berasal dari domba-domba yang tercincang ketika terbawa angin.
Lalu, yang kembali dihebohkan pada akhir-akhir ini ialah hujan merah atau hujan darah Kerala yang terjadi pada Juli 2001 di India.
tulisan tersebut aku memang belum memberikan hasil kesimpulan resmi para peneliti. Karena itu aku akan sedikit membahasnya kembali.
Pertama kita harus tahu jikalau istilah "hujan darah" tidak berarti benar-benar terjadi hujan darah binatang atau manusia. istilah "darah" hanya dipakai untuk merujuk kepada bahan air yang berwarna merah. Walaupun langka, namun insiden "hujan darah" bukan sesuatu yang asing dalam dunia sains. Contohnya, insiden serupa juga pernah terjadi di Columbia pada tahun 2008.
Beberapa peneliti telah mengajukan teori mengenai hujan merah Kerala. Salah satunya ialah teori yang menyampaikan jikalau bahan merah yang bercampur dengan air hujan itu ialah darah sejumlah besar kelelawar yang terbunuh ketika melewati badai.
Sebagian lain percaya jikalau warna merah itu ialah pasir gurun yang terbawa angin dan jatuh bersamaan dengan hujan.
Lalu, ada lagi teori yang menyebutkan jikalau partikel merah itu bekerjsama ialah debu meteor. Pada perkara "Hujan darah" yang terjadi di Sisilia pada tahun 1872, peneliti berhasil menemukan adanya kandungan besi merah yang menciptakan mereka mengambil kesimpulan jikalau partikel merah itu diakibatkan oleh debu meteor.
Sebagian lagi percaya jikalau warna merah itu mungkin disebabkan oleh sejenis basil lantaran insiden serupa (walaupun bukan berupa hujan) pernah terlihat di Antartika dimana saljunya mengeluarkan cairan merah menyerupai darah. sapi telah jatuh dari langit, menimpa kapal mereka dan menyebabkannya tenggelam. Pihak berwenang yang mendengar legalisasi ini mengira mereka sedang bercanda dan segera menjadi gusar. Lalu, para nelayan yang malang itu segera dimasukkan ke dalam penjara.
Tidak usang kemudian, angkatan udara Rusia menginformasikan kepada pihak otoritas Jepang jikalau salah satu kru mereka telah mencuri seekor sapi untuk dipotong. Sapi itu kemudian dimasukkan ke dalam pesawat dan dibawa terbang. Ketika pesawat sedang mengudara, sapi itu menjadi murka dan mulai mengacaukan situasi, mungkin lantaran panik atau mabuk udara.
Untuk menyelamatkan pesawat yang sedang terbang, para kru memutuskan untuk melempar sapi itu keluar.
Dan akhirnya, kita mendapat sebuah kapal penangkap ikan yang karam dan para nelayannya yang berjuang memegang puing-puing kapal sambil berusaha merenungkan insiden yang gres saja menimpa mereka.
Ini gres namanya hari yang sial.
Jadi, ketika kita melihat keluar dan masih melihat tetesan air bening yang turun ke bumi, mungkin kita harus mengucap syukur karenanya (ingat nasib para nelayan Jepang).
(wikipedia, bbc.co.uk, rulesmasters.com, thelivingmoon.com)
ikan.
Jadi, fenomena ini terang bukan sesuatu yang baru.
Lalu, apa yang menyebabkannya? apakah fenomena ini berkaitan dengan insiden mistik? Jawabannya: tentu saja tidak.
sapi dikabarkan jatuh dari langit di California. Peristiwa serupa juga dilaporkan pada tahun 1876 di Kentucky. Sekarang, dengan adanya teknologi kamera perekam, sapi yang dibawa angin dan jatuh bukan lagi sesuatu yang aneh. Ya, walaupun hanya satu ekor, sapi yang jatuh pun disebut "hujan sapi".
Pada tahun 1894, di kota Bath, Inggris, terjadi hujan ubur-ubur.
Pada tanggal 6 April 2007, terjadi hujan laba-laba di propinsi Salta, Argentina.
peristiwa jatuhnya lebih dari 100 ekor burung jalak di Somerset, Inggris, yang dilaporkan oleh seorang wanita berjulukan Julie Knight. Walaupun insiden ini belum tentu disebabkan oleh angin, tetapi insiden inipun sanggup disebut sebagai "hujan burung".
Namun, masih ada satu misteri yang mencakup fenomena hujan hewan. Teori tornado mini memang dianggap sanggup menjawab cara membawa hewan-hewan tersebut ke darat, namun para peneliti masih berusaha memahami mengapa pada umumnya hanya satu jenis binatang yang jatuh ke bumi setiap kali hujan. Teka-teki ini masih belum mendapat pemecahannya sampai ketika ini.
Hujan Materi Organik
Sama dengan fenomena hujan hewan, masih ada bagian-bagian dari fenomena hujan organik yang belum sanggup dipahami sepenuhnya oleh para peneliti.
Salah satu insiden yang berafiliasi dengan hujan bahan organik ialah insiden hujan daging segar yang terjadi pada tanggal 9 Maret 1876 di Olympia Springs, Amerika Serikat. Menurut saksi mata berjulukan Allen Crouch, potongan-potongan daging kecil berjatuhan dari langit di halaman rumahnya menyerupai butiran salju. Dua laki-laki yang meneliti gumpalan daging itu menyimpulkan jikalau daging itu kemungkinan ialah daging menjangan atau domba. Sebagian orang mengira jikalau daging itu berasal dari domba-domba yang tercincang ketika terbawa angin.
Lalu, yang kembali dihebohkan pada akhir-akhir ini ialah hujan merah atau hujan darah Kerala yang terjadi pada Juli 2001 di India.
tulisan tersebut aku memang belum memberikan hasil kesimpulan resmi para peneliti. Karena itu aku akan sedikit membahasnya kembali.
Pertama kita harus tahu jikalau istilah "hujan darah" tidak berarti benar-benar terjadi hujan darah binatang atau manusia. istilah "darah" hanya dipakai untuk merujuk kepada bahan air yang berwarna merah. Walaupun langka, namun insiden "hujan darah" bukan sesuatu yang asing dalam dunia sains. Contohnya, insiden serupa juga pernah terjadi di Columbia pada tahun 2008.
Beberapa peneliti telah mengajukan teori mengenai hujan merah Kerala. Salah satunya ialah teori yang menyampaikan jikalau bahan merah yang bercampur dengan air hujan itu ialah darah sejumlah besar kelelawar yang terbunuh ketika melewati badai.
Sebagian lain percaya jikalau warna merah itu ialah pasir gurun yang terbawa angin dan jatuh bersamaan dengan hujan.
Lalu, ada lagi teori yang menyebutkan jikalau partikel merah itu bekerjsama ialah debu meteor. Pada perkara "Hujan darah" yang terjadi di Sisilia pada tahun 1872, peneliti berhasil menemukan adanya kandungan besi merah yang menciptakan mereka mengambil kesimpulan jikalau partikel merah itu diakibatkan oleh debu meteor.
Sebagian lagi percaya jikalau warna merah itu mungkin disebabkan oleh sejenis basil lantaran insiden serupa (walaupun bukan berupa hujan) pernah terlihat di Antartika dimana saljunya mengeluarkan cairan merah menyerupai darah. sapi telah jatuh dari langit, menimpa kapal mereka dan menyebabkannya tenggelam. Pihak berwenang yang mendengar legalisasi ini mengira mereka sedang bercanda dan segera menjadi gusar. Lalu, para nelayan yang malang itu segera dimasukkan ke dalam penjara.
Tidak usang kemudian, angkatan udara Rusia menginformasikan kepada pihak otoritas Jepang jikalau salah satu kru mereka telah mencuri seekor sapi untuk dipotong. Sapi itu kemudian dimasukkan ke dalam pesawat dan dibawa terbang. Ketika pesawat sedang mengudara, sapi itu menjadi murka dan mulai mengacaukan situasi, mungkin lantaran panik atau mabuk udara.
Untuk menyelamatkan pesawat yang sedang terbang, para kru memutuskan untuk melempar sapi itu keluar.
Dan akhirnya, kita mendapat sebuah kapal penangkap ikan yang karam dan para nelayannya yang berjuang memegang puing-puing kapal sambil berusaha merenungkan insiden yang gres saja menimpa mereka.
Ini gres namanya hari yang sial.
Jadi, ketika kita melihat keluar dan masih melihat tetesan air bening yang turun ke bumi, mungkin kita harus mengucap syukur karenanya (ingat nasib para nelayan Jepang).
(wikipedia, bbc.co.uk, rulesmasters.com, thelivingmoon.com)