Skull And Bones - Perkumpulan Diam-Diam Universitas Yale

Pada pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2004, dua calon presiden saling berhadapan. George W. Bush dari partai republik berhadapan dengan senator John Kerry dari partai Demokrat. Walaupun berbeda partai dan ideologi, kedua tokoh ini mempunyai satu kesamaan. Keduanya sama-sama bonesmen, yaitu anggota perkumpulan rahasia universitas Yale, Skull and Bones.


Pertarungan dua Bonesmen

"Pada tahun final saya di kampus, saya bergabung dengan Skull and Bones, sebuah perkumpulan rahasia, begitu rahasianya, sehingga saya tidak sanggup mengungkapkan apa-apa lagi."
George W. Bush menulis kalimat itu di dalam buku otobiografinya, A charge to keep.

Menjelang pemilihan presiden tahun 2004, kalimat yang sama diulangi lagi olehnya dikala Tim Russert, wartawan NBC News, meminta pendapatnya mengenai fakta kalau ia dan John Kerry yaitu anggota Skull and Bones.

freemasonry yang sangat kuat. Partai anti mason didirikan dan banyak politikus berkampanye untuk melarang aktifitas Freemasonry. Dampak dari kampanye ini lalu mempengaruhi semua organisasi yang bersifat rahasia, termasuk perkumpulan-perkumpulan mahasiswa.

Ketika Russel kembali ke Yale, ia menemukan kalau sentimen inipun mempengaruhi perkumpulan-perkumpulan yang ada di situ, termasuk perkumpulan favoritnya, Phi Betta Kappa, yang mulai menanggalkan tradisi kerahasiaan mereka.

Melihat situasi ini, Russel menjadi sangat murka dan bertekad untuk membalas dendam.

Lalu ia mengumpulkan para mahasiswa dari keluarga kuat dan mengajak mereka untuk mendirikan sebuah perkumpulan rahasia yang akan segera menjadi salah satu perkumpulan diam-diam paling kuat di Amerika.

Tindakan ini merupakan simbol perlawanan Russel terhadap arus politik di Amerika.

tengkorak dengan tulang bersilang dengan angka 322 tertera di bawahnya. Tidak ada yang sanggup memastikan maksud 3 angka tersebut, namun salah satu versi menyebutkan kalau angka itu memperlihatkan bahwa perkumpulan itu didirikan pada tahun 1832 dan merupakan korps ke-2 dari perkumpulan diam-diam okultis yang dijumpai Russel di Jerman.

Salah satu rekan Russel yang turut mendirikan Skull and Bones yaitu Alphonso Taft. Di lalu hari, anaknya yang berjulukan William Howard Taft akan menjadi presiden Amerika Serikat ke-27. Tentu saja ia juga yaitu seorang bonesmen dan menjadi bonesman pertama yang berhasil menduduki dingklik presiden Amerika Serikat.

Tidak usang sesudah Skull and Bones berdiri, paling tidak beberapa perkumpulan diam-diam lain menyerupai Scroll and Keys yang juga berdiri di Yale. Namun tidak ada satupun yang sanggup menandingi dampak Skull and Bones.

Pada tahun 1856, keluarga Russel membangun sebuah bangunan yang digunakan sebagai markas perkumpulan ini. Bangunan kokoh tanpa jendela ini dikenal dengan sebutan Tomb atau makam.

tengkorak dan memperlihatkan legalisasi mengenai sejarah kehidupan seksual mereka di hadapan anggota-anggota lain.

Salah satu alumni Yale berjulukan Alexandra Robbins telah usang tertarik dengan kelompok ini. Ia menulis sebuah buku berjudul "Secrets of the Tombs: Skull and Bones, the Ivy League, and the Hidden Paths of Power." Robbins sendiri yaitu anggota Scroll and Keys.

Menurutnya ritual ini dilakukan untuk membuat ikatan yang kuat di antara anggota.
"Itulah sebabnya mereka menceritakan sejarah kehidupan seksual mereka. Jika kau ingin membuat ikatan persahabatan yang kuat dalam waktu sesingkat mungkin, maka ritual itu cukup masuk akal."
Anggota-anggota Skull and Bones
Setelah diterima menjadi anggota, mereka akan diberikan nama julukan yang unik. Anggota dengan tubuh paling tinggi akan diberi nama Long Devil. Jika ada di antara anggota yang menjadi kapten regu football, maka nama julukannya adalah Boaz.

Kebanyakan nama diambil dari literatur sastra atau keagamaan menyerupai Hamlet, Remus, Thor, Baal atau Odin. George H.W. Bush mempunyai nama julukan Magog. Sedangkan anaknya, George W. Bush, lantaran belum sanggup memutuskan nama yang ingin dipakai, diberi julukan "Temporary", nama yang lalu tetap menempel padanya.

Walaupun terdengar menyerupai sebuah perkumpulan bawah umur iseng, alumni perkumpulan ini di lalu hari berhasil memegang jabatan-jabatan penting di Amerika, mulai dari hakim agung, jaksa, senator, pejabat intelijen, duta besar dan tentu saja Presiden Amerika Serikat.

Selain memegang jabatan politik, mereka juga berhasil menjadi para pengusaha ternama. Contohnya yaitu Henry Luce, pendiri majalah Time dan Frederick Smith, pendiri FedEx serta Harold Stanley, pendiri Morgan Stanley, salah satu institusi keuangan terbesar di dunia,

Sama menyerupai perkumpulan diam-diam lainnya, Skull and Bones juga mempunyai misterinya sendiri.

tengkorak Geronimo dari kuburan di Fort Sill pada tahun 1918.

New World Order. Yang mereka lakukan hanyalah mempraktekkan nepotisme kekuasaan. Bukankah hal ini juga terjadi di seluruh dunia dan kelompok?

Mengenai para bonesmen, wartawan Time, M.J Stephey, berkata:
"jika kita menghilangkan latar belakang keluarga, dampak kekuasaan dan kekayaan mereka, maka Skull and Bones hanyalah sebuah klub mahasiswa absurd yang suka dengan permainan Dungeon and Dragon."
Ron Rosenbaum, seorang jurnalis yang pernah mengekspose mengenai Skull and Bones di majalah Esquire pada tahun 1977 sedikit banyak oke dengan pendapat Stephey. Ia berkata:
"Kebanyakan tokoh-tokoh yang turut membantu membentuk huruf nasional Amerika di kurun terakhir ini yaitu mereka yang karakternya dibuat oleh Skull and Bones. Tetapi, perkumpulan ini bukan persekutuan diam-diam yang memerintah dunia. Mereka hanya jaringan dampak dan kekuasan yang jarang diberitakan."
Di luar markas Skull and Bones, sebuah truk laundry terlihat. Ben Barrett, sang petugas laundry, gres saja keluar dari "Tomb" dengan satu kantong pakaian kotor. Sejak usang ia memang bertugas mengambil pakaian kotor para bonesmen.

Adakah sesuatu yang aneh?

"Hanya ada taplak meja dan kain lap," Jawabnya.

Tidak ada jubah bertudung? atau kostum iblis?

"Tidak. Hanya ada Linen dan Taplak meja."

(cbsnews.com, msnbc.com, yaledailynews.com, washingtonpost.com, wikipedia)


Komentar Pilihan:


Linus Tua said..

"Pada tahun final saya di kampus, saya bergabung dengan Skull and Bones, sebuah perkumpulan rahasia, begitu rahasianya, sehingga saya tidak sanggup mengungkapkan apa-apa lagi."
George W. Bush menulis kalimat itu di dalam buku otobiografinya. [enigma].

Pada waktu penulis otobiografinya bertanya lebih dalam lagi wacana Skull and Bones, George W. Bush berkata pelan "Can you keep this secret?". "Yes, I can", jawab penulis.

kemudian Mr.President berbisik di indera pendengaran penulis dengan ramah, "Me too...".


August 7, 2010 8:24 PM


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel