George Clarke , nama sutradara itu, menemukan rekaman itu dari DVD film
Charlie Chaplin yang berjudul
The Circus . Adegan itu sendiri bukan bab dari film The Circus, melainkan adegan extra yang terdapat dalam DVD itu yang memperlihatkan sekumpulan orang-orang yang sedang menghadiri pemutaran perdana film tersebut.
Time Traveler yang sedang menelepon Dalam cuplikan tersebut, kita bisa melihat seorang perempuan berjalan dengan posisi tangan menyerupai sedang memegang sebuah ponsel. Pada ketika perempuan itu berhenti sesaat, dalam rekaman terlihat kalau mulutnya bergerak menyerupai sedang berbicara. Lalu, gambar rekaman itu berpindah ke adegan lain (transisi).
Time Traveler yaitu alasannya yaitu sikap perempuan tersebut terlihat menyerupai sedang menelepon dengan sebuah ponsel yang terperinci belum ada pada tahun 1928.Namun masalahnya yaitu saya tidak bisa melihat adanya ponsel di dalam genggamannya. Dengan kata lain, orang yang beranggapan kalau perempuan ini sedang menelepon bisa jadi hanya berpersepsi. Beberapa orang beranggapan kalau bayangan hitam di erat telapak tangannya yaitu sebuah benda padat. Namun saya yakin kalau bayangan hitam itu benar-benar bayangan telapak tangan perempuan itu. Soal ini akan saya jelaskan sebentar lagi. Kemudian, lihat foto-foto di bawah ini, dan temukan persamaan pada cara memegang ponsel.time traveler dan sedang berbicara di ponsel, pertanyaannya adalah: Mengapa ia begitu terbelakang berjalan dengan santai sambil berbicara di ponsel di tengah keramaian yang penuh dengan kamera? Jika ia memang sedang berbicara di ponsel, mengapa orang sekitarnya tidak bereaksi ketika melihat abnormalitas itu? Lalu, dengan siapa ia berbicara? dengan orang lain di tahun 1928? Jika iya, dengan apa sinyalnya dikirimkan? dengan satelitkah? satelit belum ada pada tahun itu. Ataukah ia sedang berbicara dengan seseorang dari masa kini? Jika demikian, apakah sinyal telepon juga bisa melaksanakan perjalanan lintas waktu? Mungkin kita berpikir, jikalau mereka bisa melaksanakan perjalanan lintas waktu, maka tentu saja mereka juga bisa membuat teknologi canggih untuk komunikasi antar waktu. Namun persoalannya perjalanan lintas waktu mundur ke masa lampau mempunyai persoalannya sendiri. Karena itu fisikawan teoritis menyerupai Stephen Hawking tidak percaya kalau insan bisa melaksanakan perjalanan lintas waktu ke masa lampau (Ia percaya insan bisa ke masa depan, tetapi tidak ke masa lampau). Bayangkan, jikalau perempuan di adegan itu memang benar time traveler yang tiba dari tahun 2010 atau 2011 misalnya. Ketika ia kembali ke masa kini, ia menemukan foto wajahnya terpampang di internet dan sedang dibahas dimana-mana. Menyadari telah melaksanakan keteledoran, ia segera kembali ke tahun 1928 untuk memperbaiki kesalahannya. Di tahun 1928, persis ketika pemutaran perdana film The Circus, ia melihat dirinya yang lain sedang berjalan sambil menelepon. Persis sebelum dirinya yang lain itu masuk ke dalam jangkauan kamera, ia segera menyetopnya dan berkata: "Jangan lewat situ, apakah kau tidak menyadari kalau kau masuk ke dalam rekaman film Chaplin yang lalu ditemukan oleh seorang sutradara pada tahun 2010. Kamu membahayakan diam-diam kita." Menyadari hal itu, beliau segera berbelok. Selamatlah diam-diam mereka. Rekaman itu tidak pernah ada dan tiba-tiba postingan mengenai Time Traveler di film Chaplin lenyap dari seluruh website dan blog. Tetapi masalahnya kini ada dua perempuan time traveler dengan identitas yang sama. Jika mereka berdua sama-sama kembali ke masa kini, bukankah kini ada dua perempuan dengan identitas yang sama di masa kini? Jika dua perempuan ini kembali lagi ke tahun 1928, mereka berdua bisa bertemu dengan mereka yang lain di tahun 1928. Makara jumlah mereka bertambah menjadi empat. Siapakah yang berhak pulang dan tinggal dengan suaminya (yang cuma satu)? Karena masalah-masalah menyerupai ini dan perkara lain menyerupai Grand Father Paradox , perjalanan lintas waktu ke masa lampau mustahil bisa terjadi. Paling tidak, begitulah kata Hawking. Pada ketika saya mau mengakhiri goresan pena ini, mungkin kalian kembali menginterupsi saya."Penjelasan ini tidak menjawab misteri ini. Wanita itu tidak terlihat menyerupai sedang menggaruk. Bagi saya ia terlihat menyerupai sedang menelepon walaupun posisi jarinya tidak wajar." Nah, pertanyaan saya adalah:"Jika kalian bisa percaya kalau perempuan itu sedang menelepon dengan posisi jari yang tidak wajar, mengapa kalian tidak bisa percaya kalau perempuan itu sedang menggaruk dengan posisi jari yang tidak wajar?" Tetapi sekali lagi, kita bebas memilih apa yang ingin kita percayai. Baca juga: Seorang time traveler tertangkap kamera pada tahun 1940an. (news.com.au , space.com )