Inbox: Foto Penampakan Naga Di Langit Parangtritis?
Wednesday, November 17, 2010
Edit
Email di bawah ini dikirim oleh Dent Cust kepada ular atau naga. Mungkin yang paling gres ialah kehebohan yang tercipta sesudah harian epochtimes memberitakan munculnya "seekor naga" di langit kota Jilin, Cina, menyerupai yang terlihat di foto berikut ini.
naga. Dengan kondisi yang mendukung menyerupai ini, tidak heran jika objek itu dianggap sebagai seekor naga.
Hal yang sama juga pernah terjadi saat awan panas Merapi terlihat membentuk kepala Petruk.
Jika foto itu diambil di atas kota Jakarta, dan bukan di Parangtritis, mungkin ia akan dinilai secara berbeda. Demikian juga bagi kalian yang tidak mengadopsi iktikad mengenai Nyi Roro Kidul. Mungkin kalian hanya akan melihatnya sebagai sebuah deretan awan yang unik.
Jika foto itu bukan foto naga tunggangan Nyi Roro Kidul, kemudian foto apakah itu?
Awan?
Kalau itu awan, pernahkah kalian melihat deretan awan berbentuk tabung yang seindah itu?
Belum pernah?
awan ini mungkin terbentuk akhir tiupan angin maritim dari barat yang lebih berpengaruh dan hangat dibandingkan angin timur. Ketika angin barat ini menggulung angin timur, terbentuklah awan Morning Glory.
Lalu, pertanyaannya, apakah yang terlihat di foto Parangtritis itu ialah deretan awan Morning Glory?
naga.
Formasi awan-awan yang kebetulan terlihat menyerupai seekor makhluk ialah hal yang biasa terjadi, walaupun cukup langka. Coba lihat foto-foto di bawah ini, apakah menyerupai dengan ular?
naga" tersebut bergerak menyerupai ular, maka mungkin itu memang naga yang sesungguhnya.
Selain itu, dalam kasus foto Parangtritis, sang pemotret seharusnya juga mengambil foto lain yang menunjukkan ujung "naga" tersebut. Jika tidak, maka foto ini dapat dengan gampang dianggap memenuhi unsur rekayasa photoshop (warna "naga" yang berbeda dari warna sekitarnya cukup menarik).
Namun, paling tidak, kalaupun objek itu bukan rekayasa dan memang awan, maka kita pun dapat menyebutnya sebagai sebuah "mukjizat" alasannya ialah muncul pada lokasi dan waktu yang tepat.
Sekali lagi, saya tidak akan tetapkan untuk kalian apa yang harus kalian percayai alasannya ialah mungkin kita mempunyai budaya dan iktikad yang berbeda.
Nah, sebelum aku mengakhiri goresan pena ini, mari kita bermain-main dengan pareidolia. Saya ingin menawarkan sebuah foto kepada kalian. Ini dia:

Bisakah kalian memberitahukan kepada aku apa yang kalian lihat?
(wondermondo.com, theepochtimes.com)
naga. Dengan kondisi yang mendukung menyerupai ini, tidak heran jika objek itu dianggap sebagai seekor naga.
Hal yang sama juga pernah terjadi saat awan panas Merapi terlihat membentuk kepala Petruk.
Jika foto itu diambil di atas kota Jakarta, dan bukan di Parangtritis, mungkin ia akan dinilai secara berbeda. Demikian juga bagi kalian yang tidak mengadopsi iktikad mengenai Nyi Roro Kidul. Mungkin kalian hanya akan melihatnya sebagai sebuah deretan awan yang unik.
Jika foto itu bukan foto naga tunggangan Nyi Roro Kidul, kemudian foto apakah itu?
Awan?
Kalau itu awan, pernahkah kalian melihat deretan awan berbentuk tabung yang seindah itu?
Belum pernah?
awan ini mungkin terbentuk akhir tiupan angin maritim dari barat yang lebih berpengaruh dan hangat dibandingkan angin timur. Ketika angin barat ini menggulung angin timur, terbentuklah awan Morning Glory.
Lalu, pertanyaannya, apakah yang terlihat di foto Parangtritis itu ialah deretan awan Morning Glory?
naga.
Formasi awan-awan yang kebetulan terlihat menyerupai seekor makhluk ialah hal yang biasa terjadi, walaupun cukup langka. Coba lihat foto-foto di bawah ini, apakah menyerupai dengan ular?
naga" tersebut bergerak menyerupai ular, maka mungkin itu memang naga yang sesungguhnya.
Selain itu, dalam kasus foto Parangtritis, sang pemotret seharusnya juga mengambil foto lain yang menunjukkan ujung "naga" tersebut. Jika tidak, maka foto ini dapat dengan gampang dianggap memenuhi unsur rekayasa photoshop (warna "naga" yang berbeda dari warna sekitarnya cukup menarik).
Namun, paling tidak, kalaupun objek itu bukan rekayasa dan memang awan, maka kita pun dapat menyebutnya sebagai sebuah "mukjizat" alasannya ialah muncul pada lokasi dan waktu yang tepat.
Sekali lagi, saya tidak akan tetapkan untuk kalian apa yang harus kalian percayai alasannya ialah mungkin kita mempunyai budaya dan iktikad yang berbeda.
Nah, sebelum aku mengakhiri goresan pena ini, mari kita bermain-main dengan pareidolia. Saya ingin menawarkan sebuah foto kepada kalian. Ini dia:

Bisakah kalian memberitahukan kepada aku apa yang kalian lihat?
(wondermondo.com, theepochtimes.com)