Flashback: Foto Sepasang Naga Kutai Yang Menggemparkan Warga
Tuesday, June 21, 2011
Edit
Lebih dari satu tahun yang lalu, kompas.com memuat sebuah isu (yang diambil dari tribun kaltim) mengenai penampakan sepasang naga/ular raksasa di wilayah Kutai Barat. Berita ini disertai sebuah foto.
Pada hari saat isu itu dimuat kompas.com, seorang pembaca mengirim sebuah email mengenai hal ini dan meminta aku untuk mempostingnya. Ketika aku membaca isu tersebut dan melihat foto yang disertainya, aku tidak terkesan sama sekali lantaran bagi aku foto itu terperinci terlihat mirip sebuah karya photoshop. Jadi, aku tidak punya niat untuk mempostingnya.
ular tersebut. Blur ini tidak terlihat pada kepala ular.
Naga jantan yang bertanduk berada jauh di depan sehingga tidak terpotret. Kalau begitu, pertanyaannya selanjutnya adalah:
"Bagaimana para saksi dapat mengetahui bila naga itu mempunyai empat kaki?"
Bukankah kaki mereka berada di dalam air yang coklat berlumpur?
Bagaimana cara mereka melihatnya?
Apakah naga tersebut sempat berenang dengan gaya punggung?
Lalu, mungkin dari kalian ada yang berargumen: "Bisa saja kesaksian dan foto itu tidak saling berhubungan. Foto itu benar diambil di Riam Haloq, sedangkan kesaksian yang dikutip kompas.com merujuk ke naga yang lain."
Memang benar, dapat mirip itu. Namun sang wartawan mengindikasikan bila keduanya saling berhubungan. Bukankah begitu?
Alasan ketiga adalah, posisi kepala sang naga.
Salah satu alasan mengapa aku pribadi menganggap foto ini hasil rekayasa ialah karena posisi kepala ular yang tidak alamiah (selain lantaran bentuk kepalanya yang lebih ibarat angsa ketimbang naga).
Posisi yang tidak alamiah ini mungkin disebabkan oleh dua hal, yaitu ingin membuat "efek ular" atau ingin membuat "efek monster danau".
Yang aku maksudkan dengan imbas ular ialah posisi mirip kobra yang siap menyerang. Jika ia membuat foto dengan kepala mirip itu, orang yang melihatnya akan pribadi teringat dengan ular.
Sedangkan imbas monster danau ialah perjuangan untuk mengasosiasikan makhluk tersebut dengan monster danau yang paling populer di dunia, yaitu Nessie.
Nessie sendiri ialah monster danau yang paling populer di dunia yang dipercaya hidup di Danau Ness (Lochness), Skotlandia.
Imajinasi orang mengenai rupa makhluk ini dibuat oleh foto yang disebut Surgeon Photo.
monster danau berikutnya selalu dibuat dengan posisi kepala dan leher mirip ini.
Masalahnya adalah, posisi leher dan kepala Nessie pada Hoax Surgeon Photo lebih masuk nalar lantaran Nessie dipercaya sebagai Plesiosaurus.
naga sehingga posisi leher atau kepalanya menjadi tidak tepat.
Berikut ini ialah referensi posisi kepala ular yang berenang di air.
Rekayasa Ular Raksasa Borneo.
ular yang asli.
buaya sepanjang 6 meter.
Baca juga: Benarkah foto naga bertanduk ditemukan dan dipamerkan di cina dan Rekayasa foto ular raksasa borneo.
Pada hari saat isu itu dimuat kompas.com, seorang pembaca mengirim sebuah email mengenai hal ini dan meminta aku untuk mempostingnya. Ketika aku membaca isu tersebut dan melihat foto yang disertainya, aku tidak terkesan sama sekali lantaran bagi aku foto itu terperinci terlihat mirip sebuah karya photoshop. Jadi, aku tidak punya niat untuk mempostingnya.
ular tersebut. Blur ini tidak terlihat pada kepala ular.
"Bagaimana para saksi dapat mengetahui bila naga itu mempunyai empat kaki?"
Bukankah kaki mereka berada di dalam air yang coklat berlumpur?
Bagaimana cara mereka melihatnya?
Apakah naga tersebut sempat berenang dengan gaya punggung?
Lalu, mungkin dari kalian ada yang berargumen: "Bisa saja kesaksian dan foto itu tidak saling berhubungan. Foto itu benar diambil di Riam Haloq, sedangkan kesaksian yang dikutip kompas.com merujuk ke naga yang lain."
Memang benar, dapat mirip itu. Namun sang wartawan mengindikasikan bila keduanya saling berhubungan. Bukankah begitu?
Alasan ketiga adalah, posisi kepala sang naga.
Salah satu alasan mengapa aku pribadi menganggap foto ini hasil rekayasa ialah karena posisi kepala ular yang tidak alamiah (selain lantaran bentuk kepalanya yang lebih ibarat angsa ketimbang naga).
Posisi yang tidak alamiah ini mungkin disebabkan oleh dua hal, yaitu ingin membuat "efek ular" atau ingin membuat "efek monster danau".
Yang aku maksudkan dengan imbas ular ialah posisi mirip kobra yang siap menyerang. Jika ia membuat foto dengan kepala mirip itu, orang yang melihatnya akan pribadi teringat dengan ular.
Sedangkan imbas monster danau ialah perjuangan untuk mengasosiasikan makhluk tersebut dengan monster danau yang paling populer di dunia, yaitu Nessie.
Nessie sendiri ialah monster danau yang paling populer di dunia yang dipercaya hidup di Danau Ness (Lochness), Skotlandia.
Imajinasi orang mengenai rupa makhluk ini dibuat oleh foto yang disebut Surgeon Photo.
monster danau berikutnya selalu dibuat dengan posisi kepala dan leher mirip ini.
Masalahnya adalah, posisi leher dan kepala Nessie pada Hoax Surgeon Photo lebih masuk nalar lantaran Nessie dipercaya sebagai Plesiosaurus.
naga sehingga posisi leher atau kepalanya menjadi tidak tepat.
Berikut ini ialah referensi posisi kepala ular yang berenang di air.
Rekayasa Ular Raksasa Borneo.
ular yang asli.
buaya sepanjang 6 meter.
Baca juga: Benarkah foto naga bertanduk ditemukan dan dipamerkan di cina dan Rekayasa foto ular raksasa borneo.