Kisah Penampakan Pterodactyl Di Langit Indonesia
Friday, September 4, 2009
Edit
Juni 2008, Sekitar 150 mil sebelah timur bahari Bali, Sebuah pesawat kecil jenis Britten Norman Islander sedang terbang melayang pada ketinggian 6.500 kaki. Sang pilot yang sedang mengemudikan pesawat itu tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah objek besar yang muncul dihadapan mereka. Pilot, dengan ketrampilannya segera menukikkan pesawat ke bawah untuk menghindar. Pilot dan Kopilot hanya melihat objek tersebut selama beberapa detik, namun cukup untuk mengenali objek tersebut sebagai seekor Pterodactyl, burung purba yang sudah punah jutaan tahun yang lalu.
Seorang pembaca blog ini pernah bertanya, Benarkah Pterodactyl pernah terlihat di Indonesia ? Jawabannya Ya ! Penampakan Pterodactyl yang satu ini terdokumentasi dengan baik di dunia Cryptozoology Internasional.
makhluk terbang raksasa yang ibarat dengan Pterodactyl. Ekornya mempunyai panjang lebih dari 25% rentang sayapnya dan dipercaya hidup di Papua Nugini. Para saksi menceritakan bahwa saat Ropen terbang, mereka sanggup melihat dia mengeluarkan cahaya.
Namun sesungguhnya para andal Cryptozoology juga tidak sanggup memastikan perbedaannya yang signifikan dengan Pterodactyl. Nama Ropen ialah nama yang diberikan oleh penduduk pulau Umboi di Papua Nugini, daerah dimana makhluk terbang ibarat Pterodactyl sering terlihat. Selain Ropen, makhluk sejenis ini dikenal dengan nama-nama ibarat Ahool, Duwas, Indava, Seklo Bali dan Kundua. Nama-nama yang berbeda ini diberikan oleh para penduduk lokal sesuai dengan bahasa masing-masing.
Jadi bahwasanya ada kemungkinan bahwa Ropen, Pterodactyl dan nama-nama lain yang aku sebut ialah makhluk yang sama. Mungkin para ilmuwan lebih suka memakai nama Ropen dikarenakan mereka percaya bahwa Pterodactyl telah punah puluhan juta tahun yang lalu.
Sayang, isu mengenai perjumpaan ini tidak terlalu detail. Apakah pilot dan kopilot pesawat berkebangsaan Indonesia ? atau berkebangsaan absurd ? Pesawat kecil itu disebut terbang dari Australia menuju Bali sehingga ada kemungkinan pilot tersebut berkebangsaan Australia. Untuk alasan-alasan tertentu, mereka menolak jati diri mereka diungkap ke publik. Saya juga tidak sanggup menemukan isu lebih lanjut mengenai insiden ini.
Apakah mereka berbohong ? Tapi kalau ya, untuk apa ?
Baca juga : Burung-burung raksasa di zaman modern.
(livpterosaurs.com)
Seorang pembaca blog ini pernah bertanya, Benarkah Pterodactyl pernah terlihat di Indonesia ? Jawabannya Ya ! Penampakan Pterodactyl yang satu ini terdokumentasi dengan baik di dunia Cryptozoology Internasional.
makhluk terbang raksasa yang ibarat dengan Pterodactyl. Ekornya mempunyai panjang lebih dari 25% rentang sayapnya dan dipercaya hidup di Papua Nugini. Para saksi menceritakan bahwa saat Ropen terbang, mereka sanggup melihat dia mengeluarkan cahaya.
Namun sesungguhnya para andal Cryptozoology juga tidak sanggup memastikan perbedaannya yang signifikan dengan Pterodactyl. Nama Ropen ialah nama yang diberikan oleh penduduk pulau Umboi di Papua Nugini, daerah dimana makhluk terbang ibarat Pterodactyl sering terlihat. Selain Ropen, makhluk sejenis ini dikenal dengan nama-nama ibarat Ahool, Duwas, Indava, Seklo Bali dan Kundua. Nama-nama yang berbeda ini diberikan oleh para penduduk lokal sesuai dengan bahasa masing-masing.
Jadi bahwasanya ada kemungkinan bahwa Ropen, Pterodactyl dan nama-nama lain yang aku sebut ialah makhluk yang sama. Mungkin para ilmuwan lebih suka memakai nama Ropen dikarenakan mereka percaya bahwa Pterodactyl telah punah puluhan juta tahun yang lalu.
Sayang, isu mengenai perjumpaan ini tidak terlalu detail. Apakah pilot dan kopilot pesawat berkebangsaan Indonesia ? atau berkebangsaan absurd ? Pesawat kecil itu disebut terbang dari Australia menuju Bali sehingga ada kemungkinan pilot tersebut berkebangsaan Australia. Untuk alasan-alasan tertentu, mereka menolak jati diri mereka diungkap ke publik. Saya juga tidak sanggup menemukan isu lebih lanjut mengenai insiden ini.
Apakah mereka berbohong ? Tapi kalau ya, untuk apa ?
Baca juga : Burung-burung raksasa di zaman modern.
(livpterosaurs.com)