Misteri Tengu - Setan Terbang Dari Jepang
Monday, September 28, 2009
Edit
Di Jepang, ada legenda mengenai seekor makhluk angkasa yang misterius, yaitu makhluk yang dianggap sebagai Iblis dan digambarkan mempunyai badan separuh burung dan separuh manusia. Makhluk ini disebut dengan nama Tengu. Luar biasanya, satu mumi Tengu tersimpan dengan rapi di Perfektur Aomori.
Museum Hachinohe di Aomori, Jepang utara, ialah rumah bagi Mumi Tengu yang konon pada awalnya dimiliki oleh Nambu Nobuyori, pemimpin klan Nambu yang memerintah Hachinohe di pertengahan era ke-18.
Mumi itu mempunyai kepala manusia, namun mempunyai kaki dan sayap berbulu ibarat burung. Tengu yang telah menjadi mumi ini dipercaya berasal dari kota Nobeoka (perfektur Miyazaki) di Jepang Selatan. Beberapa teori menyebut bahwa mumi ini hingga ke Jepang utara sehabis diwariskan ke beberapa anggota keluarga Samurai yang memerintah Jepang, hingga kesudahannya hingga ke Museum Hachinohe di Aomori.
Mitologi Tengu bermula dari sekitar era ke-6 Masehi sejalan dengan tibanya agama Budha ke Jepang dari Cina. Tengu dianggap sebagai goblin yang tinggal di hutan dan gunung. Mereka disebut mempunyai kekuatan supranatural ibarat sanggup berubah bentuk menjadi insan atau hewan, sanggup berbicara kepada insan tanpa membuka verbal dan bisa pindah dari satu daerah ke daerah lain dengan cepat memakai sayapnya.
Kata Tengu sebetulnya berarti "Anjing langit". Dalam mitologi Cina, makhluk ini juga mempunyai daerah tersendiri dengan nama Tien Kou (Tiangou) yang artinya juga anjing langit. Nama ini sebetulnya tidak sesuai dengan deskripsi Tengu. Makhluk ini tidak mempunyai rupa anjing, melainkan lebih ibarat seekor burung.
Buku Nihon Shoki, catatan kuno yang dianggap paling pertama menyebut Tengu, yang ditulis pada tahun 720 Masehi, menyebutkan bahwa pada era itu sebuah meteor melintasi langit Jepang dan meteor itu disebut oleh seorang rahib Budha sebagai Anjing Langit (Tengu). Namun bagaimana Tengu berevolusi dari sebuah meteor menjadi makhluk terbang tidak diketahui dengan pasti.
Secara umum, Tengu mempunyai dua bentuk fisik. Yang pertama disebut Karasu tengu yang mempunyai kepala dan paruh ibarat burung. Yang kedua ialah Konoha Tengu yang mempunyai bentuk ibarat insan namun mempunyai sayap dan hidung yang panjang (kadang disebut Yamabushi Tengu)
Menurut Legenda, sewaktu masih bocah, perajurit legendaris Jepang berjulukan Minamoto no Yoshitsune yang hidup pada tahun 1159-1189 pernah berlatih ilmu pedang dengan raja Tengu Soujoubou bersahabat Kuramadera di gunung utara Kyoto.
Tidak ada keterangan dan isu lebih lanjut mengenai mumi yang dipajang di museum Hachinohe . Apakah ini sungguh mumi setan, makhluk Cryptozoology atau sebuah karya seni palsu dari era lampau. Beberapa peneliti percaya bahwa mumi itu ialah sebuah karya seni buatan manusia, tapi belum ada bukti niscaya yang disediakan untuk mendukung teori tersebut.
(wikipedia, pinktentacle.com)
Museum Hachinohe di Aomori, Jepang utara, ialah rumah bagi Mumi Tengu yang konon pada awalnya dimiliki oleh Nambu Nobuyori, pemimpin klan Nambu yang memerintah Hachinohe di pertengahan era ke-18.
Mumi itu mempunyai kepala manusia, namun mempunyai kaki dan sayap berbulu ibarat burung. Tengu yang telah menjadi mumi ini dipercaya berasal dari kota Nobeoka (perfektur Miyazaki) di Jepang Selatan. Beberapa teori menyebut bahwa mumi ini hingga ke Jepang utara sehabis diwariskan ke beberapa anggota keluarga Samurai yang memerintah Jepang, hingga kesudahannya hingga ke Museum Hachinohe di Aomori.
Mitologi Tengu bermula dari sekitar era ke-6 Masehi sejalan dengan tibanya agama Budha ke Jepang dari Cina. Tengu dianggap sebagai goblin yang tinggal di hutan dan gunung. Mereka disebut mempunyai kekuatan supranatural ibarat sanggup berubah bentuk menjadi insan atau hewan, sanggup berbicara kepada insan tanpa membuka verbal dan bisa pindah dari satu daerah ke daerah lain dengan cepat memakai sayapnya.
Kata Tengu sebetulnya berarti "Anjing langit". Dalam mitologi Cina, makhluk ini juga mempunyai daerah tersendiri dengan nama Tien Kou (Tiangou) yang artinya juga anjing langit. Nama ini sebetulnya tidak sesuai dengan deskripsi Tengu. Makhluk ini tidak mempunyai rupa anjing, melainkan lebih ibarat seekor burung.
Buku Nihon Shoki, catatan kuno yang dianggap paling pertama menyebut Tengu, yang ditulis pada tahun 720 Masehi, menyebutkan bahwa pada era itu sebuah meteor melintasi langit Jepang dan meteor itu disebut oleh seorang rahib Budha sebagai Anjing Langit (Tengu). Namun bagaimana Tengu berevolusi dari sebuah meteor menjadi makhluk terbang tidak diketahui dengan pasti.Secara umum, Tengu mempunyai dua bentuk fisik. Yang pertama disebut Karasu tengu yang mempunyai kepala dan paruh ibarat burung. Yang kedua ialah Konoha Tengu yang mempunyai bentuk ibarat insan namun mempunyai sayap dan hidung yang panjang (kadang disebut Yamabushi Tengu)
Menurut Legenda, sewaktu masih bocah, perajurit legendaris Jepang berjulukan Minamoto no Yoshitsune yang hidup pada tahun 1159-1189 pernah berlatih ilmu pedang dengan raja Tengu Soujoubou bersahabat Kuramadera di gunung utara Kyoto.
Tidak ada keterangan dan isu lebih lanjut mengenai mumi yang dipajang di museum Hachinohe . Apakah ini sungguh mumi setan, makhluk Cryptozoology atau sebuah karya seni palsu dari era lampau. Beberapa peneliti percaya bahwa mumi itu ialah sebuah karya seni buatan manusia, tapi belum ada bukti niscaya yang disediakan untuk mendukung teori tersebut.
(wikipedia, pinktentacle.com)