Kryptos - Teka-Teki Monumen Cia

Di markas besar CIA di Langley, Virginia, terdapat sebuah monumen yang mengandung pesan rahasia. Pesan yang membingungkan bahkan bagi para biro paling cemerlang di CIA. Monumen itu berjulukan Kryptos. Dua puluh tahun telah lewat, dan teka-teki Kryptos masih belum terpecahkan.


Dalam beberapa tahun terakhir ini, sebuah obyek telah menjadi materi perbincangan baik di luar maupun didalam markas CIA. Sebuah monumen yang terpancang di halaman kantor CIA yang disebut Kryptos. Kryptos mengandung 865 abjad asing yang terlihat acak dan tidak beraturan.

 terdapat sebuah monumen yang mengandung pesan diam-diam Kryptos - Teka-teki monumen CIAKryptos dibentuk oleh seorang seniman berjulukan James Sanborn. Ia memperoleh penugasan untuk menciptakan monumen itu pada tahun 1988 dikala CIA membangun sebuah bangunan gres dibelakang gedung utamanya.

Agensi itu menginginkan sebuah instalasi luar ruangan untuk menghiasi area diantara kedua gedung. Sanborn memakai nama Kryptos untuk menyebutnya hasil karyanya. Kata ini berasal dari bahasa Yunani yang berarti "tersembunyi". Kryptos disebutnya sebagai sebuah perenungan terhadap alam, sifat alami kerahasiaan dan kerumitan kebenaran, dan pesan itu seluruhnya disampaikan dalam kode.

Seorang rekan Sanborn yang berjulukan Ed Scheidt memperkirakan bahwa seluruh teka-teki ini akan terpecahkan dalam tujuh tahun. Namun 20 tahun telah lewat, pesan tersembunyi itu masih belum sanggup dipecahkan sepenuhnya. Kerjasama antara para jenius di dunia dan beberapa staf CIA hanya berhasil memecahkan 3 serpihan dari monumen itu yang ternyata malah menghasilkan prosa-prosa yang menciptakan teka-teki ini menjadi semakin membingungkan. Ketiga serpihan itu disebut K1, K2 dan K3. Masih belum terpecahkan 97 abjad dari serpihan ke-4 (K4). Dan semakin usang teka-teki itu menggantung, semakin ingin tau mereka dibuatnya.

 terdapat sebuah monumen yang mengandung pesan diam-diam Kryptos - Teka-teki monumen CIAMungkin sebab rasa ingin tahu yang besar, Sanborn sering memergoki orang-orang asing memata-matai studionya. Beberapa lainnya bahkan mengorbankan karirnya demi kryptos. Contohnya seorang laki-laki dari Michigan rela meninggalkan bisnis softwarenya hanya biar sanggup mencurahkan waktu untuk memecahkan instruksi tersebut.

Seorang laki-laki lain berjulukan Randy Thompson telah menghabiskan tiga tahun untuk memecahkan teka-teki itu. "Aku rasa saya sudah akrab dengan jawabannya. Bisa besok, atau sanggup juga saya menghabiskan seumur hidupku untuk menemukannya." Katanya. Teka-teki ini juga menarik minat Dan Brown, penulis buku The Davinci Code yang menyinggung kryptos dalam salah satu novelnya.

Pada tahun 1999, spesialis komputer dari Los Angeles berjulukan Jim Gillogly mengumumkan bahwa ia telah berhasil memecahkan 3 serpihan pertama dari instruksi tersebut dengan santunan sebuah komputer pentium II dan software buatan sendiri.

 terdapat sebuah monumen yang mengandung pesan diam-diam Kryptos - Teka-teki monumen CIA
Ketika hasil kerja Jim Gillogly tersebar, CIA segera merilis sebuah laporan yang luar biasa. Beberapa bulan sebelum Gillogly, seorang biro CIA yang lain berjulukan David Stein juga telah memecahkan tiga serpihan itu hanya dengan memakai pensil dan kertas ! Stein membutuhkan waktu 400 jam untuk memecahkannya dan ia telah mengumumkan balasan teka-teki itu di hadapan sekumpulan biro CIA di auditorium CIA pada Februari 1998. Hasil pertemuan itu tidak pernah dipublikasikan ke media.

Masih ada 97 abjad lagi yang harus dipecahkan. Stein dan Gillogly berniat mencurahkan waktu dan pikiran mereka untuk memecahkan sisa teka-teki ini.

"Semua ini yaitu duduk kasus kerahasiaan," Kata Sanborn. "Hal ini gotong royong menggambarkan kondisi CIA sendiri, penuh kerahasiaan dan kerahasiaan itu menarik rasa ingin tahu kita ke langit. Orang-orang menjulukiku biro setan sebab saya tidak mau memberitahukan rahasiaku," Jelas Sanborn sambil tersenyum. "Namun Kryptos akan mengungkapkan rahasianya yang terdalam seiring dengan berjalannya waktu."



(Wikipedia)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel