Db Cooper Yang Misterius - Kasus Pembajakan Pesawat Yang Tidak Terpecahkan !
Sunday, November 22, 2009
Edit
Pada tanggal 24 November 1971, seorang laki-laki kurus berambut gelap membayar $20 di bandara Portland, Oregon, untuk membeli tiket satu arah ke Washington. Dengan jas berwarna gelap, dasi yang dijepit, beling mata hitam dan penampilan yang sopan, tidak ada yang menyangka bahwa laki-laki ini akan melaksanakan satu kejahatan yang paling misterius dalam sejarah FBI.
Pria itu berjulukan Dan Cooper. Ia berjalan dengan santai memasuki pesawat Boeing 727 miliki maskapai Northwest Airlines dan duduk di dingklik 18C. Beberapa menit sehabis pesawat take off, Cooper memanggil pramugari berjulukan Florence Schaffner yang sedang duduk di dekatnya dan menyerahkan sebuah catatan kecil yang terlipat.
Ms Schaffner menerka Cooper hanya laki-laki iseng lainnya yang berusaha memperlihatkan nomor teleponnya. Kaprikornus ia mendapatkan catatan tersebut dan eksklusif menyimpannya ke saku tanpa melihat isinya.
"Nona, sebaiknya engkau membaca isi catatan itu. Aku membawa bom." Bisik Cooper kepada Ms Schaffner.
Ms Schaffner tidak mempercayai Cooper begitu saja. Tapi ia segera membuka catatan itu dan membaca goresan pena yang tertera disitu. "Aku membawa bom di dalam koperku. Aku akan menggunakannya jikalau dibutuhkan. Pesawat ini telah dibajak."
Dalam catatan Cooper juga tertulis kalau ia menginginkan uang sebanyak $200.000 dalam belahan $20 dan dua parasut utama beserta dua parasut cadangannya dikirim ke pesawat ketika mendarat di bandara Seattle-Tacoma, Washington.
Pilot William Scott yang mendapatkan catatan itu dari Ms Schaffner kemudian segera menghubungi sentra pengendali udara di Seattle yang kemudian segera meneruskan pesan itu ke polisi dan FBI. FBI kemudian meminta para kru pesawat menuruti cita-cita sang pembajak hingga apa yang diinginkannya tersedia.
Sementara itu Cooper duduk dengan hening di dalam pesawat sambil menikmati Bourbon dan Soda.
Pada pukul 17:24, kru pesawat diberitahu bahwa permintaan Cooper telah dipenuhi. Ketika pesawat mendarat di bandara Seattle-Tacoma, Cooper segera memerintahkan pilot Scott untuk memarkir pesawat di kawasan sepi di bandara dan mematikan semua lampu.
Seorang kru pesawat kemudian diperintahkan untuk mengambil uang beserta parasut dari tangan FBI. Setelah uang dan parasut hingga ke tangan Cooper, seluruh 36 penumpang dan pramugari Schaffner dilepaskan. Hanya empat orang kru pesawat yang kini ada bersamanya.
Hingga ketika itu, para petugas FBI masih tidak mengerti mengapa Cooper meminta parasut.
Pada pukul 19:40, ketika pesawat telah diiisi kembali dengan materi bakar, Cooper memerintahkan pilot untuk menerbangkan pesawat menuju bandara Reno. Disana pesawat kembali diisi dengan materi bakar.
Lalu Cooper memerintahkan pilot untuk menerbangkan pesawat ke Mexico dengan kecepatan 170 knots dengan ketinggian dibawah 10.000 kaki. Pada ketika itu juga otoritas terkait telah memerintahkan dua pesawat tempur mengikuti pesawat yang dibajak.
Dan di atas pesawat dalam perjalanan menuju Mexico inilah legenda Cooper dimulai.
Tidak usang sehabis take off, Cooper menyuruh semua kru untuk masuk ke kokpit pesawat sedangkan ia mengikat parasut ke tubuhnya dan berjalan menuju buritan pesawat.
Di dalam kokpit, para kru melihat lampu indikator menyala dan tekanan udara berubah dengan drastis. Tepat pada pukul 20:13, mereka mencicipi pintu di buritan pesawat bersuara dengan keras. Seseorang tampaknya telah membukanya !
Pilot Scott kemudian berteriak lewat mikrofon,"Apakah engkau membutuhkan sesuatu ?"
"Tidak !" Kata Cooper.
Itu ialah kata terakhirnya yang didengar oleh para kru.
Cuaca di luar pesawat ketika itu hujan lebat.
Dua jam sehabis tragedi itu, pesawat itu mendarat kembali di bandara Reno dengan kondisi pintu buritan terbuka.
Para biro FBI dan polisi lokal segera mengepung dan menyerbu masuk serta mengusut semua sudut pesawat. Mereka menemukan sisa dua parasut, puntung rokok, sepotong dasi hitam dengan penjepitnya. Mereka tidak menemukan Cooper, koper berisi uang dan dua parasut lainnya.
Para biro FBI berkesimpulan bahwa Cooper telah terjun dari pesawat. Namun para pilot pesawat tempur yang mengikuti pesawat itu mengaku tidak melihat adanya seseorang yang terjun dari pintu buritan. Tapi mereka juga mengakui bahwa cuaca yang gelap dan hujan lebat mungkin telah menciptakan pandangan mereka menjadi terbatas.
Pencarian terhadap Cooper terus dilakukan pada tahun 1971 hingga tahun 1972. Namun perjuangan itu sia-sia. Cooper menghilang menyerupai ditelan bumi.
Lalu FBI mulai memfokuskan perhatiannya pada uang tebusan. Pecahan $20 yang diberikan kepada Cooper ialah uang yang dicetak pada tahun 1969 dengan nomor seri berawalan "L". FBI mengirim peringatan mengenai ini kepada seluruh institusi keuangan di Amerika. Namun perjuangan ini juga sia-sia. Ini mengindikasikan uang itu mungkin belum masuk ke pasaran.
Pada tahun 1978, tujuh tahun sehabis Cooper menghilang, seorang pemburu menemukan sebuah plakat yang berisi isyarat bagaimana menurunkan pintu buritan pesawat Boeing 727 di lokasi yang berjarak hanya beberapa menit penerbangan dari lokasi pendaratan Cooper.
Lalu, pada tahun 1980, Jejak yang mulai mendingin kembali menghangat sehabis seorang anak laki-laki berjulukan Brian Ingram menemukan uang sejumlah $5.880 dalam bentuk belahan $20 yang telah hancur di sungai Columbia. FBI menemukan nomor seri uang tersebut sama dengan yang telah diserahkan ke Cooper.
Apakah ini berarti Cooper karam di sungai Columbia ? ataukah seikat uang itu hanya terlepas dari ransel Cooper ?
Pertanyaan-pertanyaan ini tampaknya tidak pernah menerima balasan yang pasti.
Menurut hasil profiling FBI, Cooper mungkin ialah seseorang yang mengenal wilayah Seattle dengan baik, pernah berdinas di angkatan udara dan mempunyai pengalaman dalam hal terjun payung.
Pada tanggal 31 Desember 2007, 36 tahun sehabis pembajakan yang populer itu, FBI kembali merilis denah wajah Cooper, kali ini disertai dengan citra apabila ia bertambah tua. Dalam press release, FBI juga menyampaikan bahwa mereka percaya Cooper tidak berhasil selamat dalam penerjunan itu, tapi mereka tetap ingin mengetahui identitasnya.
Fakta bahwa FBI merilis kembali denah wajah Cooper sehabis 36 tahun memperlihatkan bahwa mereka tidak mau mengalah untuk membongkar masalah ini.
Keterangan resmi dari FBI baru-baru ini menemukan bahwa nama Dan Cooper ternyata berasal dari sebuah huruf komik terbitan Perancis tahun 1960. Kaprikornus nama Cooper mungkin memang bukan nama asli.
Dalam perjalanan penyelidikan masalah ini, FBI menyusun daftar tersangka yang mencapai hingga 1.000 orang. Dari 1.000 tersangka tersebut, ada tiga orang yang mungkin paling menarik perhatian. Yaitu Richard McCoy Jr, Duane L Weber dan Kenneth P Christiansen.
Tidak berapa usang sehabis masalah Cooper, pada tanggal 7 April 1972, seorang laki-laki berjulukan Richard McCoy Jr naik ke pesawat milik maskapai United Airlines di Denver dan menyerahkan catatan kepada pramugari yang berisi permintaan uang sejumlah $500.000 beserta empat parasut. Luar biasanya, Ia berhasil lolos dengan cara yang sama menyerupai Cooper, terjun dari pintu buritan pesawat.
McCoy berhasil ditangkap dua hari kemudian sehabis seorang temannya melaporkannya dan ia dieksekusi penjara selama 45 tahun. Pada Agustus 1974, McCoy ditembak mati sehabis mencoba melarikan diri dari penjara.
Setelah tragedi McCoy, mantan biro FBI berjulukan Russel Calame menerbitkan sebuah buku yang menyatakan bahwa DB Cooper dan McCoy ialah laki-laki yang sama. Dalam buku itu disebutkan bahwa metode yang dipakai oleh McCoy sama persis dengan Cooper.
Namun teori ini dibantah lantaran sanggup saja McCoy hanya memalsukan apa yang dilakukan oleh Cooper. Lagipula wajahnya tidak sesuai dengan deskripsi para saksi.
Lalu pada tahun 2000, sebuah artikel di US News menyebutkan bahwa seorang janda berjulukan Jo Weber mengaku bahwa sesaat sebelum meninggal, suaminya Duane L Weber mengaku bahwa ia ialah Dan Cooper. Jo yang curiga kemudian mengusut latar belakangnya dan menemukan kesamaan-kesamaan yang menakjubkan dengan Cooper. Selain itu Duane pernah mengakui kalau cedera lutut yang dimilikinya ialah akhir terjun dari pesawat.
Jo bercerita bahwa pada tahun 1979 ketika sedang berkunjung ke sungai Columbia, Duane berjalan di tepi sungai sendirian menyerupai sedang mengenang sesuatu. Lalu Jo juga menemukan goresan pena tangan Cooper yang diberikan pada Ms Schaffer persis dengan goresan pena tangan suaminya.
Ia kemudian menceritakan hasil penemuannya kepada mantan kepala FBI berjulukan Himmelsbach yang mengusut masalah Cooper. Himmelsbach oke kalau kedua orang itu mempunyai banyak kesamaan. Namun penyelidikan terhadap Duane Weber dilarang lantaran FBI menemukan bahwa DNA dan sidik jari Duane tidak sama dengan sidik jari yang ditemukan di pesawat.
Pada 29 Oktober 2007, New York Magazine merilis sebuah artikel yang menyebutkan bahwa seorang laki-laki berjulukan Kenneth P Christiansen telah diidentifikasi sebagai DB Cooper oleh sebuah biro penyelidik swasta. Artikel ini juga menyebut bahwa Kenneth ialah mantan penerjun payung militer, mantan karyawan penerbangan, tinggal di Washington bersahabat dengan lokasi pembajakan dan kenal dengan karakteristik wilayah lokal dengan baik. Yang paling mencurigakan ialah ia membeli sebuah properti satu tahun sehabis pembajakan. Ia juga suka minum bourbon dan merokok. Dan yang pasti, wajahnya sangat menyerupai dengan denah wajah Cooper. Namun FBI kemudian menolak teori ini lantaran tinggi badan, berat tubuh dan warna matanya tidak sesuai dengan deskripsi para saksi.
Ini perbandingan foto Kenneth Christiansen dengan DB Cooper. Lihat persamaan yang menakjubkan diantara kedua wajah ini, terutama hidung, rambut, dahi dan telinga.
Setelah McCoy, Weber dan Christiansen tidak lagi menerima perhatian, Pada tahun 2008, seorang pengacara dari Washington berjulukan Galen Cook muncul dengan teori yang luar biasa. Menurutnya DB Cooper ialah seorang laki-laki dari San Diego berjulukan William Pratt Gosset.
Cook percaya bahwa uang tebusan yang diambil Cooper tersimpan di safe deposit Box di Vancouver atas nama William Gosset yang meninggal tahun 2003. Pengacara itu juga menyebut bahwa denah yang dirilis oleh FBI sesuai dengan wajah William Gosset.
Menurut Cook, Gosset pernah menyampaikan kepada tiga anaknya bahwa ia ialah DB Cooper sambil memperlihatkan sebuah kunci safe deposit box. Gosset juga pernah mengaku kepada seorang pensiunan hakim di Salt Lake City bahwa ia ialah DB Cooper.
Hakim itu ingat ketika ketika Gosset bercerita kepadanya :
Sampai sekarang, memang Cooper masih belum ditemukan. Entahkah masih hidup atau sudah meninggal. Tapi tragedi Cooper paling tidak telah merevolusi industri penerbangan di Amerika. Alat pendeteksi logam ditambahkan di banyak bandara. Beberapa peraturan gres ditambahkan. Bahkan satu tahun sehabis tragedi Cooper, semua pesawat Boeing 727 diwajibkan memasang alat yang disebut "Cooper Vane" yang sanggup mencegah pintu buritan dibuka selama penerbangan.
Dalam statusnya sebagai pelaku kejahatan yang misterius, boleh dibilang DB Cooper telah mencapai status sama menyerupai yang dimiliki oleh Jack The Ripper. Namun luar biasanya adalah, tidak ada yang pernah melihat wajah Jack the Ripper sehingga sangat masuk akal jikalau ia tidak pernah tertangkap. Soal Cooper, sekitar 40 orang menyaksikan wajahnya di dalam pesawat, namun tetap saja FBI gagal menangkapnya. Inilah yang menciptakan ia menjadi legenda yang luar biasa.
Kasus Cooper yang juga diberi kode "Norjak" hingga kini ialah satu-satunya kejahatan pembajakan pesawat yang tidak berhasil dipecahkan oleh FBI.
(wikipedia, associatedcontent.com, nymag.com)
Pria itu berjulukan Dan Cooper. Ia berjalan dengan santai memasuki pesawat Boeing 727 miliki maskapai Northwest Airlines dan duduk di dingklik 18C. Beberapa menit sehabis pesawat take off, Cooper memanggil pramugari berjulukan Florence Schaffner yang sedang duduk di dekatnya dan menyerahkan sebuah catatan kecil yang terlipat.
Ms Schaffner menerka Cooper hanya laki-laki iseng lainnya yang berusaha memperlihatkan nomor teleponnya. Kaprikornus ia mendapatkan catatan tersebut dan eksklusif menyimpannya ke saku tanpa melihat isinya.
"Nona, sebaiknya engkau membaca isi catatan itu. Aku membawa bom." Bisik Cooper kepada Ms Schaffner.
Ms Schaffner tidak mempercayai Cooper begitu saja. Tapi ia segera membuka catatan itu dan membaca goresan pena yang tertera disitu. "Aku membawa bom di dalam koperku. Aku akan menggunakannya jikalau dibutuhkan. Pesawat ini telah dibajak."
Dalam catatan Cooper juga tertulis kalau ia menginginkan uang sebanyak $200.000 dalam belahan $20 dan dua parasut utama beserta dua parasut cadangannya dikirim ke pesawat ketika mendarat di bandara Seattle-Tacoma, Washington.
Pilot William Scott yang mendapatkan catatan itu dari Ms Schaffner kemudian segera menghubungi sentra pengendali udara di Seattle yang kemudian segera meneruskan pesan itu ke polisi dan FBI. FBI kemudian meminta para kru pesawat menuruti cita-cita sang pembajak hingga apa yang diinginkannya tersedia.
Sementara itu Cooper duduk dengan hening di dalam pesawat sambil menikmati Bourbon dan Soda.
Pada pukul 17:24, kru pesawat diberitahu bahwa permintaan Cooper telah dipenuhi. Ketika pesawat mendarat di bandara Seattle-Tacoma, Cooper segera memerintahkan pilot Scott untuk memarkir pesawat di kawasan sepi di bandara dan mematikan semua lampu.
Seorang kru pesawat kemudian diperintahkan untuk mengambil uang beserta parasut dari tangan FBI. Setelah uang dan parasut hingga ke tangan Cooper, seluruh 36 penumpang dan pramugari Schaffner dilepaskan. Hanya empat orang kru pesawat yang kini ada bersamanya.
Hingga ketika itu, para petugas FBI masih tidak mengerti mengapa Cooper meminta parasut.
Pada pukul 19:40, ketika pesawat telah diiisi kembali dengan materi bakar, Cooper memerintahkan pilot untuk menerbangkan pesawat menuju bandara Reno. Disana pesawat kembali diisi dengan materi bakar.
Lalu Cooper memerintahkan pilot untuk menerbangkan pesawat ke Mexico dengan kecepatan 170 knots dengan ketinggian dibawah 10.000 kaki. Pada ketika itu juga otoritas terkait telah memerintahkan dua pesawat tempur mengikuti pesawat yang dibajak.
Dan di atas pesawat dalam perjalanan menuju Mexico inilah legenda Cooper dimulai.
Tidak usang sehabis take off, Cooper menyuruh semua kru untuk masuk ke kokpit pesawat sedangkan ia mengikat parasut ke tubuhnya dan berjalan menuju buritan pesawat.
Di dalam kokpit, para kru melihat lampu indikator menyala dan tekanan udara berubah dengan drastis. Tepat pada pukul 20:13, mereka mencicipi pintu di buritan pesawat bersuara dengan keras. Seseorang tampaknya telah membukanya !
Pilot Scott kemudian berteriak lewat mikrofon,"Apakah engkau membutuhkan sesuatu ?"
"Tidak !" Kata Cooper.
Itu ialah kata terakhirnya yang didengar oleh para kru.
Cuaca di luar pesawat ketika itu hujan lebat.
Dua jam sehabis tragedi itu, pesawat itu mendarat kembali di bandara Reno dengan kondisi pintu buritan terbuka.
Para biro FBI dan polisi lokal segera mengepung dan menyerbu masuk serta mengusut semua sudut pesawat. Mereka menemukan sisa dua parasut, puntung rokok, sepotong dasi hitam dengan penjepitnya. Mereka tidak menemukan Cooper, koper berisi uang dan dua parasut lainnya.
Para biro FBI berkesimpulan bahwa Cooper telah terjun dari pesawat. Namun para pilot pesawat tempur yang mengikuti pesawat itu mengaku tidak melihat adanya seseorang yang terjun dari pintu buritan. Tapi mereka juga mengakui bahwa cuaca yang gelap dan hujan lebat mungkin telah menciptakan pandangan mereka menjadi terbatas.
Pencarian terhadap Cooper terus dilakukan pada tahun 1971 hingga tahun 1972. Namun perjuangan itu sia-sia. Cooper menghilang menyerupai ditelan bumi.
Lalu FBI mulai memfokuskan perhatiannya pada uang tebusan. Pecahan $20 yang diberikan kepada Cooper ialah uang yang dicetak pada tahun 1969 dengan nomor seri berawalan "L". FBI mengirim peringatan mengenai ini kepada seluruh institusi keuangan di Amerika. Namun perjuangan ini juga sia-sia. Ini mengindikasikan uang itu mungkin belum masuk ke pasaran.
Pada tahun 1978, tujuh tahun sehabis Cooper menghilang, seorang pemburu menemukan sebuah plakat yang berisi isyarat bagaimana menurunkan pintu buritan pesawat Boeing 727 di lokasi yang berjarak hanya beberapa menit penerbangan dari lokasi pendaratan Cooper.
Lalu, pada tahun 1980, Jejak yang mulai mendingin kembali menghangat sehabis seorang anak laki-laki berjulukan Brian Ingram menemukan uang sejumlah $5.880 dalam bentuk belahan $20 yang telah hancur di sungai Columbia. FBI menemukan nomor seri uang tersebut sama dengan yang telah diserahkan ke Cooper.
Apakah ini berarti Cooper karam di sungai Columbia ? ataukah seikat uang itu hanya terlepas dari ransel Cooper ?
Pertanyaan-pertanyaan ini tampaknya tidak pernah menerima balasan yang pasti.
Menurut hasil profiling FBI, Cooper mungkin ialah seseorang yang mengenal wilayah Seattle dengan baik, pernah berdinas di angkatan udara dan mempunyai pengalaman dalam hal terjun payung.
Pada tanggal 31 Desember 2007, 36 tahun sehabis pembajakan yang populer itu, FBI kembali merilis denah wajah Cooper, kali ini disertai dengan citra apabila ia bertambah tua. Dalam press release, FBI juga menyampaikan bahwa mereka percaya Cooper tidak berhasil selamat dalam penerjunan itu, tapi mereka tetap ingin mengetahui identitasnya.
Fakta bahwa FBI merilis kembali denah wajah Cooper sehabis 36 tahun memperlihatkan bahwa mereka tidak mau mengalah untuk membongkar masalah ini.
Keterangan resmi dari FBI baru-baru ini menemukan bahwa nama Dan Cooper ternyata berasal dari sebuah huruf komik terbitan Perancis tahun 1960. Kaprikornus nama Cooper mungkin memang bukan nama asli.
Dalam perjalanan penyelidikan masalah ini, FBI menyusun daftar tersangka yang mencapai hingga 1.000 orang. Dari 1.000 tersangka tersebut, ada tiga orang yang mungkin paling menarik perhatian. Yaitu Richard McCoy Jr, Duane L Weber dan Kenneth P Christiansen.
Tidak berapa usang sehabis masalah Cooper, pada tanggal 7 April 1972, seorang laki-laki berjulukan Richard McCoy Jr naik ke pesawat milik maskapai United Airlines di Denver dan menyerahkan catatan kepada pramugari yang berisi permintaan uang sejumlah $500.000 beserta empat parasut. Luar biasanya, Ia berhasil lolos dengan cara yang sama menyerupai Cooper, terjun dari pintu buritan pesawat.
Setelah tragedi McCoy, mantan biro FBI berjulukan Russel Calame menerbitkan sebuah buku yang menyatakan bahwa DB Cooper dan McCoy ialah laki-laki yang sama. Dalam buku itu disebutkan bahwa metode yang dipakai oleh McCoy sama persis dengan Cooper.
Namun teori ini dibantah lantaran sanggup saja McCoy hanya memalsukan apa yang dilakukan oleh Cooper. Lagipula wajahnya tidak sesuai dengan deskripsi para saksi.
Lalu pada tahun 2000, sebuah artikel di US News menyebutkan bahwa seorang janda berjulukan Jo Weber mengaku bahwa sesaat sebelum meninggal, suaminya Duane L Weber mengaku bahwa ia ialah Dan Cooper. Jo yang curiga kemudian mengusut latar belakangnya dan menemukan kesamaan-kesamaan yang menakjubkan dengan Cooper. Selain itu Duane pernah mengakui kalau cedera lutut yang dimilikinya ialah akhir terjun dari pesawat.
Jo bercerita bahwa pada tahun 1979 ketika sedang berkunjung ke sungai Columbia, Duane berjalan di tepi sungai sendirian menyerupai sedang mengenang sesuatu. Lalu Jo juga menemukan goresan pena tangan Cooper yang diberikan pada Ms Schaffer persis dengan goresan pena tangan suaminya.
Ia kemudian menceritakan hasil penemuannya kepada mantan kepala FBI berjulukan Himmelsbach yang mengusut masalah Cooper. Himmelsbach oke kalau kedua orang itu mempunyai banyak kesamaan. Namun penyelidikan terhadap Duane Weber dilarang lantaran FBI menemukan bahwa DNA dan sidik jari Duane tidak sama dengan sidik jari yang ditemukan di pesawat.
Pada 29 Oktober 2007, New York Magazine merilis sebuah artikel yang menyebutkan bahwa seorang laki-laki berjulukan Kenneth P Christiansen telah diidentifikasi sebagai DB Cooper oleh sebuah biro penyelidik swasta. Artikel ini juga menyebut bahwa Kenneth ialah mantan penerjun payung militer, mantan karyawan penerbangan, tinggal di Washington bersahabat dengan lokasi pembajakan dan kenal dengan karakteristik wilayah lokal dengan baik. Yang paling mencurigakan ialah ia membeli sebuah properti satu tahun sehabis pembajakan. Ia juga suka minum bourbon dan merokok. Dan yang pasti, wajahnya sangat menyerupai dengan denah wajah Cooper. Namun FBI kemudian menolak teori ini lantaran tinggi badan, berat tubuh dan warna matanya tidak sesuai dengan deskripsi para saksi.
Ini perbandingan foto Kenneth Christiansen dengan DB Cooper. Lihat persamaan yang menakjubkan diantara kedua wajah ini, terutama hidung, rambut, dahi dan telinga.
Setelah McCoy, Weber dan Christiansen tidak lagi menerima perhatian, Pada tahun 2008, seorang pengacara dari Washington berjulukan Galen Cook muncul dengan teori yang luar biasa. Menurutnya DB Cooper ialah seorang laki-laki dari San Diego berjulukan William Pratt Gosset.
Cook percaya bahwa uang tebusan yang diambil Cooper tersimpan di safe deposit Box di Vancouver atas nama William Gosset yang meninggal tahun 2003. Pengacara itu juga menyebut bahwa denah yang dirilis oleh FBI sesuai dengan wajah William Gosset.
Hakim itu ingat ketika ketika Gosset bercerita kepadanya :
"Pada tahun 1977, Gosset berjalan masuk ke kantorku dan menutup pintunya. Ia menyampaikan bahwa ia mungkin sedang berada dalam kesulitan lantaran sudah membajak sebuah pesawat dari Portland ke Seattle beberapa tahun yang kemudian dan tanpa sengaja telah meninggalkan sidik jarinya di situ. Ia menyampaikan bahwa ia ialah DB Cooper. Aku segera menyampaikan kepadanya untuk menutup verbal dan jangan melaksanakan sesuatu yang kurang bakir dan tidak lagi menyinggung duduk kasus itu."Hingga ketika ini, belum ada keterangan resmi dari FBI mengenai William Gosset.
Sampai sekarang, memang Cooper masih belum ditemukan. Entahkah masih hidup atau sudah meninggal. Tapi tragedi Cooper paling tidak telah merevolusi industri penerbangan di Amerika. Alat pendeteksi logam ditambahkan di banyak bandara. Beberapa peraturan gres ditambahkan. Bahkan satu tahun sehabis tragedi Cooper, semua pesawat Boeing 727 diwajibkan memasang alat yang disebut "Cooper Vane" yang sanggup mencegah pintu buritan dibuka selama penerbangan.
Dalam statusnya sebagai pelaku kejahatan yang misterius, boleh dibilang DB Cooper telah mencapai status sama menyerupai yang dimiliki oleh Jack The Ripper. Namun luar biasanya adalah, tidak ada yang pernah melihat wajah Jack the Ripper sehingga sangat masuk akal jikalau ia tidak pernah tertangkap. Soal Cooper, sekitar 40 orang menyaksikan wajahnya di dalam pesawat, namun tetap saja FBI gagal menangkapnya. Inilah yang menciptakan ia menjadi legenda yang luar biasa.
Kasus Cooper yang juga diberi kode "Norjak" hingga kini ialah satu-satunya kejahatan pembajakan pesawat yang tidak berhasil dipecahkan oleh FBI.
(wikipedia, associatedcontent.com, nymag.com)




