Spontaneous Human Combustion - Pembakaran Impulsif Manusia

Pada tanggal 2 November 2009 kemarin, jenazah seorang perempuan ditemukan di sebuah trailer di Brevard County, Florida. Mayat itu berada dalam kondisi habis terbakar. Tapi anehnya, benda-benda di dalam trailer di bersahabat jenazah sama sekali tidak terlihat hangus. Setelah usang tidak terdengar, apakah ini masalah terbaru Spontaneous Human Combustion ? 

Saya tidak bisa menceritakan soal perkembangan masalah perempuan ini lantaran aku tidak bisa menemukan gosip mengenainya lagi. Tapi aku bisa menceritakan kepada anda mengenai Spontaneous Human Combustion.

Karena itu sebelum memulainya, aku ingin menawarkan sedikit peringatan. Tulisan ini berisi deskripsi dan gambar yang tidak menyenangkan untuk dibaca dan dilihat. Kaprikornus jikalau anda tidak ingin melihatnya, jangan melanjutkan membaca goresan pena ini. Tapi aku percaya niscaya rasa ingin tahu kalian akan membuat kalian terus membaca.

Baiklah, aku akan mulai bercerita.

Spontaneous Human Combustion (SHC) atau pembakaran impulsif insan yaitu fenomena ketika seorang insan terbakar menjadi debu tanpa alasannya yaitu yang diketahui secara pasti. Peristiwa Ini dianggap sebagai salah satu misteri terbesar yang masih belum terjawab, bahkan sesudah 350 tahun semenjak masalah pertama dilaporkan.
 
Sejarah Spontaneous Human Combustion
Fenomena SHC pertama kali diketahui secara luas oleh publik dari spesialis anatomi Denmark berjulukan Thomas Bartholin. Pada tahun 1663, ia menceritakan bagaimana seorang perempuan di Paris ditemukan telah menjadi debu dan asap di atas daerah tidurnya. Anehnya, matras jerami daerah ia berbaring sama sekali tidak gosong.

Pada tahun 1673, fenomena ini mulai menerima perhatian cukup besar ketika seorang Perancis berjulukan Jonas Dupont mempublikasikan kasus-kasus SHC yang berhasil dikumpulkannya dalam sebuah buku yang berjudul "De Incendiis Corporis Humani Spontaneis".

Sejak kisah Thomas Bartholin pertama kali terdengar sampai kini, paling tidak terdapat 200 laporan mengenai insiden misterius ini.

Pola Korban Spontaneous Human Combustion
Dari 200 laporan yang masuk, terdapat tumpuan yang hampir sama ditemukan pada semua badan korban atau lokasi kejadian.

Tubuh korban umumnya telah terbakar habis dan hampir seluruhnya menjadi abu. Ini memperlihatkan api yang memperabukan lebih panas dibanding api biasa. Biasanya yang tersisa dari korban hanyalah potongan tangan atau kaki. Pada sebagian kasus, perut korban masih tersisa sedikit, sedangkan tulang sepenuhnya menjadi abu.


Dalam insiden ini, benda-benda di sekitar korban tidak pernah terbakar. Dalam beberapa kasus, bahkan seprai daerah korban tidur tidak terbakar sama sekali.

Di lokasi kejadian, umumnya juga ditemukan substansi menyerupai lemak menyelimuti langit-langit dan dinding. Biasanya lapisan lemak ini mencapai sampai satu meter di atas lantai. Objek-objek yang berada dalam area satu meter ini memperlihatkan gejala kerusakan akhir panas, menyerupai cermin yang retak atau lilin yang meleleh.

Umumnya insiden ini terjadi ketika korban sedang berada di dalam rumahnya sendiri dan petugas koroner yang datang di lokasi biasanya mencium amis asap dan amis bagus di ruangan daerah insiden tersebut terjadi.


Korban-korban ternama
Dari 200 laporan yang masuk dalam jangka waktu 350 tahun, inilah beberapa korban yang paling sering disinggung dalam tulisan-tulisan mengenai SHC.

Pada 9 April 1744, Grace Pett yang berumur 60 tahun yang tinggal di Ipswich, Inggris, ditemukan oleh putrinya dalam kondisi menyerupai "sepotong kayu yang tergoda habis oleh api tanpa terlihat adanya pengecap api di tubuhnya." Pakaian yang tergantung di bersahabat jenazah korban sama sekali tidak terlihat gejala hangus.

Pada tahun 1951, seorang janda berusia 67 tahun berjulukan Mary Reeser sedang berada di rumahnya di Florida. Pada ketika itu seorang tetangganya yang hendak berkunjung mencicipi pintu depan rumah Mary menjadi panas. Ketika ia dan beberapa tetangga lain menerobos masuk, mereka menemukan Mary sedang duduk di bangku dalam kondisi mengenaskan. Kepala dan tubuhnya telah terbakar habis dan hanya menyisakan sedikit tulang belakang dan kaki kirinya.

Pada 18 Mei 1957, Anna Martin, 68 tahun, yang berasal dari Pennsylvania ditemukan telah menjadi debu dengan hanya menyisakan sedikit kepingan perut dan sepasang sepatu. Para petugas medis memperkirakan Anna Martin terbakar oleh api dengan suhu sampai 2.000 derajat fahrenheit, setara dengan suhu api yang dipakai dalam proses kremasi.


Pada 5 Desember 1966, seorang kakek berusia 92 tahun berjulukan Dr. J Irving Bentley juga dari Pennsylvania ditemukan telah tewas terbakar. Tubuh Dr Bentley habis terbakar di kamar mandinya dengan hanya menyisakan satu potong kakinya.

Saksi Peristiwa
Bayangkan, betapa mengerikannya ketika kita melihat seseorang yang kita kenal terbakar di depan mata kita. Ini pula yang terjadi pada beberapa insiden SHC di masa lalu.

Pada tahun 1938, seorang perempuan berusia 22 tahun berjulukan Phyllis Newcombe gres saja selesai berdansa dan bersiap meninggalkan Shire Hall di Chelmsford, Inggris. Sementara ia berjalan menuruni tangga, tiba-tiba ia melihat pakaiannya terbakar tanpa sebab. Ia segera berlari masuk ke ballroom sambil berteriak meminta tolong. Sesaat kemudian ia jatuh tidak sadarkan diri. Beberapa orang yang panik segera pundak membahu memadamkan api yang menjilati Ms Newcombe. Namun sayang, nyawanya tidak tertolong lagi. Petugas koroner yang menyidik masalah ini tidak menemukan indikasi adanya rokok atau sumber api lain yang sanggup memicu timbulnya api.

Pada tahun 1982, seorang perempuan cacat berjulukan Jean Lucille Saffin sedang duduk dengan ayahnya yang berusia 82 tahun di Edmonton, London. Menurut kisah ayahnya, tiba-tiba pengecap api muncul begitu saja dan menjilat badan anaknya. Ia melihat badan kepingan atas Jean mulai terbakar. Ia dan menantunya berhasil memadamkan api, namun nyawa Jean tidak tertolong.

Lain lagi kisah yang satu ini. Pada September 1985, seorang perempuan muda berjulukan Debbie Clark sedang berjalan kaki pulang ke rumahnya ketika tiba-tiba ia melihat pengecap api berwarna biru yang sesekali terlihat muncul di tubuhnya. Debbie yang tidak menyadari situasi berbahaya ini segera memberitahu ibunya yang panik yang segera memadamkannya dengan air.

Hal yang serupa juga pernah terjadi pada tahun 1980 ketika Susan Motteshead yang sedang berada di dapurnya melihat dirinya tiba-tiba diselubungi oleh api. Namun api tersebut tiba-tiba lenyap sebelum sempat memperabukan tubuhnya lebih lanjut.

Anehnya, berdasarkan para saksi yang selamat, mereka tidak mencicipi adanya rasa panas atau sakit. Kesaksian ini menambah kadar misteri fenomena ini. Apakah ini berarti para korban tewas tanpa mencicipi rasa sakit ?

Teori-teori

Ada banyak teori yang berusaha menjelaskan penyebab insiden gila ini. Teori-teori ini pada awalnya diajukan dengan melihat tumpuan yang ada pada para korban.

Memang, dari 200 laporan SHC yang masuk, tidak semua, tapi pada umumnya korban SHC mempunyai beberapa kesamaan :
  1. Mereka umumnya yaitu para manula.
  2. Memiliki cacat atau keterbatasan gerak tubuh. Wanita yang ditemukan di Brevard County, Florida, yang aku ceritakan di paragraf pertama juga mempunyai kesulitan gerak walaupun ia bisa berjalan.
  3. Perokok dan peminum
  4. Orang-orang yang kesepian atau hidup sendiri untuk waktu yang lama.
Jadi dengan melihat pola-pola ini, beberapa peneliti mencoba untuk menawarkan klarifikasi ilmiah mengenai penyebab fenomena ini.

Teori-teori tersebut yaitu :

Alkohol
Kebanyakan korban SHC yaitu alkoholik. Ada beberapa klaim yang menyampaikan bahwa seorang peminum alkohol sanggup mencapai level dimana alkohol di dalam darahnya sanggup membuatnya terbakar. Namun teori ini dianggap tidak berdasar lantaran ethanol hanya sanggup terbakar apabila konsentrasinya lebih besar dari 23%.

Teori ini menjadi tidak masuk logika lantaran jikalau insan mempunyai konsentrasi 1% saja di dalam darahnya, maka bisa dipastikan orang itu akan mengalami kematian.

Wick Effect atau efek sumbu

Teori ini menyebutkan bahwa badan insan ketika tersentuh dengan api rokok sanggup mengakibatkan timbulnya api yang memperabukan tubuh. Menurut para peneliti juga, lemak di dalam badan insan berfungsi sebagai substansi pembakar. Sedangkan pakaian atau rambut korban berfungsi sebagai sumbu. Sementara lemak badan mencair lantaran panas, ia membasahi pakaian dan membuat "sumbu" terbakar secara perlahan-lahan. Ini sebabnya mengapa badan mereka terbakar sedangkan benda-benda sekitarnya tidak.

Ketika teori ini diajukan, orang-orang bertanya, bagaimana menjelaskan potongan kaki atau tangan yang tersisa dari badan korban ? Jawabannya yaitu level temperatur pada badan korban, Masih berdasarkan para peneliti, ketika dalam posisi duduk, badan kepingan atas korban menjadi lebih panas dibanding kakinya. Analoginya yaitu menyerupai ketika kita menyalakan korek api. Api akan memperabukan kepala dan perlahan-lahan turun ke bawah. Tapi biasanya api akan mati sebelum memperabukan habis seluruh batang korek sehingga menyisakan sedikit batang korek kepingan bawah.

Teori ini cukup masuk akal, namun permasalahannya yaitu kapan badan insan sanggup membuat wick effect ini ?

Pertanyaan ini tidak sanggup dijawab sampai hari ini.

Listrik Statis
Teori lain menyampaikan bahwa mungkin jenis pakaian korban telah memicu timbulnya listrik statis. Seseorang yang berjalan di atas karpet sanggup membuat pedoman listrik dan voltase yang cukup untuk membuat percikan-percikan api.

Namun teori ini juga dibantah, lantaran walaupun voltase listrik yang dihasilkan cukup tinggi, energi yang tersimpan sangat rendah, biasanya kurang dari 1 joule. Ini tidak cukup untuk membuat api.

Psikosomatik

Sebagian korban yang ditemukan meninggal yaitu mereka yang hidup sendiri atau kesepian. Kaprikornus berdasarkan sebagian peneliti, proses psikosomatik yang terjadi mungkin telah menjadikan reaksi berantai dengan memproses nitrogen di dalam badan mereka dan menjadikan reaksi berantai ledakan mitokondria. Teori ini juga dianggap terlalu mengada-ngada.

Gas dan listrik di dalam badan manusia
Dari antara semua teori yang diajukan, mungkin ini yaitu teori yang paling masuk akal. Kita tahu bahwa badan insan mengandung listrik dan di dalam badan insan juga terdapat gas yang sanggup menyalakan api. Contohnya yaitu gas metana di dalam usus. Teori ini menyampaikan SHC sanggup terjadi ketika gas metan ini bercampur dengan listrik di dalam tubuh.

Sekali lagi, teori yang masuk akal. Namun pertanyaannya adalah, kapan listrik dan metan di dalam badan sanggup membuat api. Pertanyaan ini lagi-lagi belum terjawab.

Hangus lantaran tertidur

Dan sekarang, inilah teori yang paling sederhana. Menurut sebagian orang, penyebab terbakarnya badan korban sanggup disimpulkan dari ciri-ciri korban menyerupai yang sudah aku singgung di atas. Para korban yang ditemukan umumnya sedang merokok atau mabuk dan sendirian. Korban juga pada umumnya berusia lanjut atau mempunyai hambatan pada badan menyerupai cacat.

Jadi ketika mereka tertidur, rokok yang dipegang oleh mereka jatuh, memperabukan karpet dan akibatnya menjalar ke tubuhnya. Karena mereka mempunyai hambatan gerak pada tubuhnya, maka mereka tidak bisa menyelematkan diri sampai tewas di tempat. Sederhana sekali kan ?

Tapi teori ini dianggap mengabaikan fakta bahwa di daerah inovasi jenazah korban, benda-benda sekitar bahkan daerah tidur atau bangku tidak ditemukan hangus sama sekali. Ini memperlihatkan bahwa sumber api tampaknya berasal dari dalam badan korban, bukan dari luar.

Kejahatan Terencana
Dan akhirnya, inilah teori yang paling sederhana diantara yang paling sederhana. Teori ini mungkin diajukan oleh peneliti yang malas berpikir. Menurut mereka, maut korban yaitu akhir kejahatan. Tubuh mereka yang hangus yaitu perjuangan dari sang penjahat untuk menghilangkan jejak. So Lame....teori ini mengabaikan begitu banyak fakta sehingga tidak pernah dilirik oleh para peneliti yang kredibel.

Kesimpulan
Ini simpulan dari kisah saya. Bagi kalian yang mengharapkan jawaban, sayang sekali, tidak ada jawaban. Karena itu di dalam hall of fame misteri dunia, Spontaneous Human Combustion masuk kedalam ke dalam kategori SMdBT. Maksud aku yaitu Sangat Misterius dan Belum Terpecahkan.

hehe..

Apakah badan kita yaitu sebuah bom waktu ?

(wikipedia, science.howstuffworks.com, crystalinks.com, wftv.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel