Cahaya Spiral Raksasa Misterius Terlihat Di Langit Norwegia
Thursday, December 10, 2009
Edit
09 Desember 2009, penduduk Norwegia dikejutkan dengan munculnya sebuah fenomena abnormal di langit. Sebuah cahaya biru naik ke langit, berhenti di tengah kemudian meledak dan berkembang menjadi spiral raksasa yang mirip pengaruh gelombang kejut, seolah-olah sebuah portal menuju dimensi lain sedang terbuka lebar.
Hari ini media dunia digoncangkan oleh sebuah fenomena misterius di Norwegia yang mungkin gres pertama kali terjadi di dunia. Para peneliti ruang angkasa mengakui bahwa mereka belum pernah melihat fenomena mirip ini sebelumnya.
Sebenarnya dari kemarin malam saya sudah membaca info ini. Tapi melihat foto yang ditampilkan, saya menjadi ragu untuk mempostingnya lantaran spiral raksasa di foto itu sangat mirip dengan gambar yang dihasilkan oleh computer graphic. Namun ternyata info ini bukan hoax dan diberitakan oleh media-media di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Jadi saya tetapkan untuk membahasnya. Saya tahu, bila saya memposting info yang isinya sama dengan yang sudah kalian baca di detikcom atau vivanews, maka sebagian dari kalian akan murka kepada saya dan menganggapnya busuk (biasanya begitu, haha). Kaprikornus saya akan menambahkan teori penjelasannya yang saya anggap paling masuk akal.
Biasanya, saya tidak suka menambah video ke postingan di Blog ini lantaran saya tahu sebagian besar dari kalian memakai koneksi internet yang tidak cepat (sama mirip saya). Tapi kali ini saya akan menambahkan dua video biar isi goresan pena ini menjadi lebih simpel dipahami.
Fenomena ini telah menciptakan para saksi mata dari Trøndelag sampai Finnmark dibentuk bingung. Kebanyakan menduga bahwa fenomena ini mungkin berafiliasi gelombang kejut yang diakibatkan oleh meteor. Tapi tentu saja teori yang paling terkenal ialah ufo sampai time tunnel atau vortex.
Foto-foto di bawah ini diambil dari sebuah dermaga pelabuhan pada pukul 7:50 pagi.
Ini rekamannya .
Awalnya, sebuah cahaya biru terlihat naik dari belakang gunung. Cahaya itu putus di langit kemudian mulai bersirkulasi dan meledak di udara. Dalam beberapa detik, sebuah spiral raksasa telah terlihat memenuhi langit. Cahaya biru panjang itu terlihat selama sekitar 10 menit sebelum menghilang.
Institut meteorologi Norwegia segera dibanjiri oleh telepon dari masyarakat yang melaporkan fenomena ini. Para astronom menyampaikan bahwa fenomena ini tampaknya tidak terkait dengan Aurora yang biasa terlihat di Norwegia.
"Aku sedang mengantar anakku ke sekolah dengan mobil, kemudian saya melihat cahaya itu muncul dan mirip meledak di udara," Kata Totto Eriksen dari Tromsø kepada VG Nett.
"Ia terlihat mirip spiral raksasa yang kemudian melingkar dan terus melingkar," Tambah Axel Rose Berg dari Alta.
Bahkan astronom ternama Knut Jørgen Røed Ødegaard menyampaikan kepada VG Nett bahwa ia belum pernah melihat fenomena yang mirip ini.
Pusat pengendali kemudian lintas udara di Tromsø menyebut fenomena ini berlangsung selama dua menit. Menurut mereka lagi, fenomena ini berlangsung terlalu usang untuk disebut sebagai sebuah fenomena angkasa biasa. Melihat bentuknya yang persis mirip sebuah portal menuju dimensi lain, maka beberapa orang telah menyebut fenomena ini dengan sebutan Star Gate.
Namun beberapa peneliti meragukan fenomena itu diakibatkan oleh sebuah rudal Rusia yang salah arah. Dan tampaknya teori ini cukup masuk akal.
Dua hari sebelum spiral raksasa itu terlihat di angkasa, Sebuah media di Norwegia memperingatkan para penduduk untuk tidak terbang melintasi maritim putih lantaran ketika itu ada armada utara Rusia yang sedang melaksanakan uji coba rudal di maritim itu.
Seorang peneliti berjulukan Erik Tandberg menyampaikan :
Teori ini juga diteguhkan oleh seorang pejabat militer Rusia yang menolak disebutkan namanya. Ia menyebutkan bahwa fenomena itu disebabkan oleh peluncuran rudal Bulava yang gagal dari sebuah kapal selam di maritim putih.
Uji coba rudal Bulava yang dilakukan pada tanggal 9 Desember pagi itu telah mengalami penjadwalan ulang beberapa kali. Uji coba itu pertama kali dilakukan pada tanggal 15 Juli 2009. Saat itu rudal itu gagal meluncur dan memicu penghancuran otomatis hanya beberapa ketika sesudah meluncur. Jika benar yang disaksikan ialah misi peluncuran rudal Bulava yang gagal, berarti Rusia telah 7 kali gagal meluncurkan rudal itu dari 13 kali percobaan.
Tapi tentu saja, pihak militer Rusia belum memperlihatkan konfirmasi secara resmi.
Dan tahukah kalian, apa yang saya suka dari para peneliti di Luar negeri ? Jawabannya ialah mereka bekerja dengan sangat cepat. Jika kita melihat foto dan membayangkan teori rudal yang salah arah, maka kita mungkin akan segera menolak teori tersebut. Tapi seorang peneliti berjulukan Doug Ellison dari UnmannedSpaceflight.com segera menciptakan sebuah simulasi yang memperlihatkan roket yang gagal dengan materi bakar yang bocor.
Ketika saya membandingkan rekaman video fenomena itu dengan simulasi yang dibentuk oleh Doug, maka tampaknya fenomena star gate Norwegia menjadi sangat masuk akal.
Kaprikornus mungkin misteri ini telah hampir terpecahkan dengan sempurna. Kita hanya tinggal menunggu klarifikasi resmi dari pihak Rusia, apakah mereka benar-benar mengadakan uji coba rudal pada ketika itu.
Oh ya, bila ada perkembangan terbaru, niscaya saya akan segera mengupdate info ini.
(barentobserver.com)
UPDATE : 11 Desember 2009
Pada hari ini, Departemen pertahanan Rusia membenarkan bahwa fenomena cahaya spiral di Norwegia ini memang diakibatkan oleh uji coba rudal Bulava yang gagal.
"Dua tahap pertama dari peluncuran rudal itu berjalan dengan normal, namun tiba-tiba terjadi kegagalan teknis pada tahap lanjutannya, yaitu tahap trajectory." Kata juru bicara departemen pertahan Rusia yang dikutip oleh Reuters. Peluncuran itu dilakukan dari kapal selam nuklir Dmitry Donskoi di maritim putih.
Kegagalan ini merupakan kegagalan yang ke-7 dan telah menyebabkan militer Rusia menerima banyak kritikan lantaran besarnya anggaran yang dialokasikan.
Well, Great Job by Doug Ellison !
Kaprikornus saya rasa kini kita sanggup tidur dengan tenang.
(reuters.com)
Hari ini media dunia digoncangkan oleh sebuah fenomena misterius di Norwegia yang mungkin gres pertama kali terjadi di dunia. Para peneliti ruang angkasa mengakui bahwa mereka belum pernah melihat fenomena mirip ini sebelumnya.
Sebenarnya dari kemarin malam saya sudah membaca info ini. Tapi melihat foto yang ditampilkan, saya menjadi ragu untuk mempostingnya lantaran spiral raksasa di foto itu sangat mirip dengan gambar yang dihasilkan oleh computer graphic. Namun ternyata info ini bukan hoax dan diberitakan oleh media-media di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Jadi saya tetapkan untuk membahasnya. Saya tahu, bila saya memposting info yang isinya sama dengan yang sudah kalian baca di detikcom atau vivanews, maka sebagian dari kalian akan murka kepada saya dan menganggapnya busuk (biasanya begitu, haha). Kaprikornus saya akan menambahkan teori penjelasannya yang saya anggap paling masuk akal.
Biasanya, saya tidak suka menambah video ke postingan di Blog ini lantaran saya tahu sebagian besar dari kalian memakai koneksi internet yang tidak cepat (sama mirip saya). Tapi kali ini saya akan menambahkan dua video biar isi goresan pena ini menjadi lebih simpel dipahami.
Fenomena ini telah menciptakan para saksi mata dari Trøndelag sampai Finnmark dibentuk bingung. Kebanyakan menduga bahwa fenomena ini mungkin berafiliasi gelombang kejut yang diakibatkan oleh meteor. Tapi tentu saja teori yang paling terkenal ialah ufo sampai time tunnel atau vortex.
Foto-foto di bawah ini diambil dari sebuah dermaga pelabuhan pada pukul 7:50 pagi.
Ini rekamannya .
Institut meteorologi Norwegia segera dibanjiri oleh telepon dari masyarakat yang melaporkan fenomena ini. Para astronom menyampaikan bahwa fenomena ini tampaknya tidak terkait dengan Aurora yang biasa terlihat di Norwegia.
"Aku sedang mengantar anakku ke sekolah dengan mobil, kemudian saya melihat cahaya itu muncul dan mirip meledak di udara," Kata Totto Eriksen dari Tromsø kepada VG Nett.
"Ia terlihat mirip spiral raksasa yang kemudian melingkar dan terus melingkar," Tambah Axel Rose Berg dari Alta.
Bahkan astronom ternama Knut Jørgen Røed Ødegaard menyampaikan kepada VG Nett bahwa ia belum pernah melihat fenomena yang mirip ini.
Pusat pengendali kemudian lintas udara di Tromsø menyebut fenomena ini berlangsung selama dua menit. Menurut mereka lagi, fenomena ini berlangsung terlalu usang untuk disebut sebagai sebuah fenomena angkasa biasa. Melihat bentuknya yang persis mirip sebuah portal menuju dimensi lain, maka beberapa orang telah menyebut fenomena ini dengan sebutan Star Gate.
Namun beberapa peneliti meragukan fenomena itu diakibatkan oleh sebuah rudal Rusia yang salah arah. Dan tampaknya teori ini cukup masuk akal.
Dua hari sebelum spiral raksasa itu terlihat di angkasa, Sebuah media di Norwegia memperingatkan para penduduk untuk tidak terbang melintasi maritim putih lantaran ketika itu ada armada utara Rusia yang sedang melaksanakan uji coba rudal di maritim itu.
Seorang peneliti berjulukan Erik Tandberg menyampaikan :
"Jika fenomena itu diakibatkan oleh misil Rusia, maka kemungkinan misil itu diluncurkan dari pangkalan Rusia di Pletsevsk atau dari salah satu kapal selam Rusia, atau bahkan mungkin dari tubuh angkasa luar Eropa di Kiruna. Spiral yang terjadi memperlihatkan bahwa objek yang meluncur telah keluar dari target dan menciptakan gerakan berbentuk spiral. Sedangkan cahaya biru itu sanggup terbentuk jawaban materi bakar roket yang bocor."Seorang juru bicara departemen pertahanan Norwegia, John Espen Lien, menyampaikan bahwa militer Norwegia memang tidak sanggup memastikan penyebab fenomena ini, namun mereka juga menduga bahwa fenomena ini berasal dari uji coba rudal Rusia. Rusia memang biasa memakai wilayah Laut Putih dan Laut Barent untuk uji coba rudal.
Teori ini juga diteguhkan oleh seorang pejabat militer Rusia yang menolak disebutkan namanya. Ia menyebutkan bahwa fenomena itu disebabkan oleh peluncuran rudal Bulava yang gagal dari sebuah kapal selam di maritim putih.
Uji coba rudal Bulava yang dilakukan pada tanggal 9 Desember pagi itu telah mengalami penjadwalan ulang beberapa kali. Uji coba itu pertama kali dilakukan pada tanggal 15 Juli 2009. Saat itu rudal itu gagal meluncur dan memicu penghancuran otomatis hanya beberapa ketika sesudah meluncur. Jika benar yang disaksikan ialah misi peluncuran rudal Bulava yang gagal, berarti Rusia telah 7 kali gagal meluncurkan rudal itu dari 13 kali percobaan.
Tapi tentu saja, pihak militer Rusia belum memperlihatkan konfirmasi secara resmi.
Dan tahukah kalian, apa yang saya suka dari para peneliti di Luar negeri ? Jawabannya ialah mereka bekerja dengan sangat cepat. Jika kita melihat foto dan membayangkan teori rudal yang salah arah, maka kita mungkin akan segera menolak teori tersebut. Tapi seorang peneliti berjulukan Doug Ellison dari UnmannedSpaceflight.com segera menciptakan sebuah simulasi yang memperlihatkan roket yang gagal dengan materi bakar yang bocor.
Ketika saya membandingkan rekaman video fenomena itu dengan simulasi yang dibentuk oleh Doug, maka tampaknya fenomena star gate Norwegia menjadi sangat masuk akal.
Kaprikornus mungkin misteri ini telah hampir terpecahkan dengan sempurna. Kita hanya tinggal menunggu klarifikasi resmi dari pihak Rusia, apakah mereka benar-benar mengadakan uji coba rudal pada ketika itu.
Oh ya, bila ada perkembangan terbaru, niscaya saya akan segera mengupdate info ini.
(barentobserver.com)
UPDATE : 11 Desember 2009
Pada hari ini, Departemen pertahanan Rusia membenarkan bahwa fenomena cahaya spiral di Norwegia ini memang diakibatkan oleh uji coba rudal Bulava yang gagal.
"Dua tahap pertama dari peluncuran rudal itu berjalan dengan normal, namun tiba-tiba terjadi kegagalan teknis pada tahap lanjutannya, yaitu tahap trajectory." Kata juru bicara departemen pertahan Rusia yang dikutip oleh Reuters. Peluncuran itu dilakukan dari kapal selam nuklir Dmitry Donskoi di maritim putih.
Kegagalan ini merupakan kegagalan yang ke-7 dan telah menyebabkan militer Rusia menerima banyak kritikan lantaran besarnya anggaran yang dialokasikan.
Well, Great Job by Doug Ellison !
Kaprikornus saya rasa kini kita sanggup tidur dengan tenang.
(reuters.com)


