Inbox: Foto Jejak Kaki Lo'lok - Makhluk Misterius Dari Minahasa
Tuesday, December 8, 2009
Edit
Beberapa waktu lalu, saya menulis mengenai makhluk Cryptozoology berjulukan Orang Pendek dari Sumatera. Saat itu, dari seorang pembaca berjulukan Farry, saya mendapatkan informasi bahwa ia mempunyai foto jejak kaki makhluk serupa dari Minahasa yang berjulukan Lo'lok. Saya memintanya untuk mengirim foto tersebut alasannya saya sekalian ingin menulis mengenai Lo'lok.
Ini email dari Farry (orang_wuwuk@yahoo.co.id) :
Hai mr. enigma,
Maaf gres kali ini ada kesempatan kirim foto jejak kaki Lo'loknya. Kalau tidak salah foto ini diambil memakai hp nokia 5310. Jejak kakinya ada di bawah tangga salah satu bangunan PDAM. Sengaja foto ini diambil dengan kaki orang remaja semoga ada perbandingan antara kaki Lo'lok dengan kaki insan normal.
Orang pendek dari Sumatera.
Apabila dibandingkan dengan Orang pendek dari Sumatera, maka Lo'lok sangat kalah terkenal di dunia Cryptozoology. Coba anda mencari mengenai Lolok di google, maka anda tidak akan menemukan website/blog yang membahas soal makhluk ini.
Namun, sesudah mencari beberapa lama, Saya menemukan informasi yang tidak mengecewakan banyak mengenai Lo'lok di sebuah buku yang dipromosikan oleh google yang berjudul "Images of the Wildman in Southeast Asia : An Anthropological Perspective".
Di buku itu diceritakan bahwa pada masa ke-17, seorang pastor Nasrani dari Perancis yang bekerja di Sulawesi berjulukan Nicolas Gervaise menceritakan bahwa pulau Sulawesi dipenuhi oleh "monyet dan Babon" yang agresif. Ada yang tidak berekor dan ada yang berjalan dengan empat kaki. Bahkan dalam catatan tersebut juga disebut adanya monyet putih yang berukuran besar.
Yang luar biasa dari catatan Gervaise yaitu adanya kisah mengenai sikap primata-primata ini yang tidak mengecewakan aneh. Misalnya, ia menceritakan bahwa sekelompok primata di Makassar pernah memperkosa dan membunuh seorang perempuan penduduk setempat. Lalu ia juga menceritakan bahwa pernah terjadi seekor monyet menculik seorang anak berusia tiga tahun di Pare-pare.
Legenda kera-kera misterius ini ternyata tidak hanya milik para penduduk Makassar atau Pare-pare, penduduk Minahasa juga mempunyai legendanya sendiri, yaitu mengenai Lolok. Kisah Lo'lok di Minahasa ini diceritakan oleh seorang peneliti berjulukan JH Schwartz.
Lo'lok yang juga disebut "manusia hutan kecil" atau "roh hutan" yaitu makhluk yang disebut berasal dari Minahasa di Sulawesi utara. Kadang-kadang makhluk ini juga sering disebut Orang pendek Minahasa.
Menurut para saksi, bentuk makhluk ini ibarat anak kecil dengan rambut panjang. Makanannya sama mirip manusia, yaitu nasi. Lo'lok disebut juga mempunyai kekuatan yang sanggup menjadikan seseorang kehilangan arah jalan. Kaprikornus mereka sanggup tersesat di hutan yang lebat.
Dalam sebuah kasus yang dihubungkan dengan kekuatan Lo'lok, diceritakan bahwa pernah terjadi seorang perempuan tersesat selama satu bulan di sebuah hutan. Para penduduk lokal dan suaminya yang mengadakan pencarian di hutan menemukan perempuan itu dalam keadaan setengah gila. Lalu para tetua desa menyarankan untuk mengambil tanaman cabai dan menggosokkannya ke mata perempuan itu. Dan benar, perempuan itu sembuh.
Sama mirip yang diceritakan oleh Farry, Schwartz juga menceritakan bahwa masyarakat Minahasa memang percaya ada orang-orang tertentu yang mempunyai kekuatan yang diterima dari Lo'lok. Bahkan kisah ini cenderung menjadi semakin mistik. Pernah ada satu orang berhasil menangkap Lo'lok dan berjanji akan melepaskannya kalau Lo'lok itu mau memperlihatkan kekayaan kepadanya.
Selain Schwartz, pada tahun 1929, seorang direktur kolonial Belanda berjulukan Coomans de Ruiter juga mempunyai dongeng sendiri mengenai Lo'lok. Menurutnya Lo'lok mempunyai tinggi sekitar 1,5 meter dengan rambut yang panjang. Mereka berjalan dengan dua kaki dan biasanya terlihat berpasangan. Makhluk ini juga meninggalkan jejak kecil mirip manusia. Mereka pemalu dan akan segera berlari apabila didekati manusia. Namun berdasarkan de Ruiter, Lo'lok mengkonsumsi lumut.
Apabila Schwartz percaya bahwa orang sanggup menjadi tersesat di hutan akhir dampak kekuatan Lo'lok, maka de Ruiter dengan pendekatan naturalisnya menjelaskan bahwa orang-orang yang hilang di hutan terjadi bukan akhir terpengaruh kekuatan Lo'lok, melainkan benar-benar alasannya diculik.
De Ruiter menceritakan bahwa pernah terjadi seorang anak perempuan berusia 4 tahun berjulukan Martina Rau diculik oleh Lo'lok dari rumahnya di Amurang, Minahasa Selatan. Anak perempuan itu kembali ke rumahnya keesokan harinya tanpa terluka sedikitpun. Ketika ditanya darimana, ia menjawab bahwa ia pergi dengan "kakek neneknya".
Ada beberapa peneliti yang mengajukan teori bahwa Lo'lok bahwasanya yaitu insan dari suku terasing yang tinggal di pegunungan wilayah Dirijo yang disebut To Ipono. Suku ini disebut mempunyai sifat mirip Lo'lok, pemalu, akan melarikan diri dikala didekati dan mempunyai badan berbulu. Namun tidak ada keterangan mengenai ukuran badan suku ini.
Apakah para penduduk telah salah mengartikan penampakan suku To Ipono ? ataukah Lo'lok yaitu makhluk Cryptozoology yang belum dikenal ?
Notes :
*Beberapa orang percaya bahwa foto-foto di atas bukan jejak Lo'lok. Melainkan cetakan sisi kiri telapak tangan kiri manusia, dan tampaknya memang masuk akal. Baca komentar-komentar di bawah. Tapi informasi mengenai Lo'loknya valid. Kaprikornus kalaupun palsu, maka anggap saja gambar itu sebagai ilustrasi.
(Images of the Wildman in Southeast Asia : An Anthropological Perspective)
Komentar Terpilih :
Kakuzu said...
Hmmm.....
Sepertinya mahkluk Lo'lok memang benar adanya.......
Di Kalimantan Timur sempurna nya di Kabupaten Kutai Barat mahkluk Lo'lok sudah menjadi legenda semenjak lama, orang Dayak menyebutnya Anak Onen, ciri-cirinya sama persis dengan ciri-ciri Lo'lok. Oang Dayak percaya bahwa Anak Onen mempunyai kekuatan gaib, kalau sanggup mengalahkannya maka Anak Onen akan mengabulkan apapun ajakan dari orang yg berhasil mengalahkannya. Walaupun banyak dongeng yg beredar tetapi sangat jarang sekali orang sanggup bertemu dengan mahkluk tersebut...
Saya sangat tahu persis dongeng wacana Anak Onen alasannya saya merupakan penduduk orisinil Kalimantan Timur.
Untuk saudara-saudara dan Mr.enigma terima kasih sudah membaca comment ini..... Keep posting bozz
December 12, 2009 12:29 PM
UPDATE - 12 april 2011:
Salah seorang pembaca enigma tetapkan untuk mencoba menciptakan jejak kaki tersebut dengan memakai tangannya. Hasilnya sangat mirip. Jadi, foto yang disubmit oleh Farry memang kemungkinan merupakan jejak buatan manusia.

Ini email dari Farry (orang_wuwuk@yahoo.co.id) :
Hai mr. enigma,
Maaf gres kali ini ada kesempatan kirim foto jejak kaki Lo'loknya. Kalau tidak salah foto ini diambil memakai hp nokia 5310. Jejak kakinya ada di bawah tangga salah satu bangunan PDAM. Sengaja foto ini diambil dengan kaki orang remaja semoga ada perbandingan antara kaki Lo'lok dengan kaki insan normal.
Orang pendek dari Sumatera.
Apabila dibandingkan dengan Orang pendek dari Sumatera, maka Lo'lok sangat kalah terkenal di dunia Cryptozoology. Coba anda mencari mengenai Lolok di google, maka anda tidak akan menemukan website/blog yang membahas soal makhluk ini.
Namun, sesudah mencari beberapa lama, Saya menemukan informasi yang tidak mengecewakan banyak mengenai Lo'lok di sebuah buku yang dipromosikan oleh google yang berjudul "Images of the Wildman in Southeast Asia : An Anthropological Perspective".
Di buku itu diceritakan bahwa pada masa ke-17, seorang pastor Nasrani dari Perancis yang bekerja di Sulawesi berjulukan Nicolas Gervaise menceritakan bahwa pulau Sulawesi dipenuhi oleh "monyet dan Babon" yang agresif. Ada yang tidak berekor dan ada yang berjalan dengan empat kaki. Bahkan dalam catatan tersebut juga disebut adanya monyet putih yang berukuran besar.
Yang luar biasa dari catatan Gervaise yaitu adanya kisah mengenai sikap primata-primata ini yang tidak mengecewakan aneh. Misalnya, ia menceritakan bahwa sekelompok primata di Makassar pernah memperkosa dan membunuh seorang perempuan penduduk setempat. Lalu ia juga menceritakan bahwa pernah terjadi seekor monyet menculik seorang anak berusia tiga tahun di Pare-pare.
Legenda kera-kera misterius ini ternyata tidak hanya milik para penduduk Makassar atau Pare-pare, penduduk Minahasa juga mempunyai legendanya sendiri, yaitu mengenai Lolok. Kisah Lo'lok di Minahasa ini diceritakan oleh seorang peneliti berjulukan JH Schwartz.
Lo'lok yang juga disebut "manusia hutan kecil" atau "roh hutan" yaitu makhluk yang disebut berasal dari Minahasa di Sulawesi utara. Kadang-kadang makhluk ini juga sering disebut Orang pendek Minahasa.
Menurut para saksi, bentuk makhluk ini ibarat anak kecil dengan rambut panjang. Makanannya sama mirip manusia, yaitu nasi. Lo'lok disebut juga mempunyai kekuatan yang sanggup menjadikan seseorang kehilangan arah jalan. Kaprikornus mereka sanggup tersesat di hutan yang lebat.
Dalam sebuah kasus yang dihubungkan dengan kekuatan Lo'lok, diceritakan bahwa pernah terjadi seorang perempuan tersesat selama satu bulan di sebuah hutan. Para penduduk lokal dan suaminya yang mengadakan pencarian di hutan menemukan perempuan itu dalam keadaan setengah gila. Lalu para tetua desa menyarankan untuk mengambil tanaman cabai dan menggosokkannya ke mata perempuan itu. Dan benar, perempuan itu sembuh.
Sama mirip yang diceritakan oleh Farry, Schwartz juga menceritakan bahwa masyarakat Minahasa memang percaya ada orang-orang tertentu yang mempunyai kekuatan yang diterima dari Lo'lok. Bahkan kisah ini cenderung menjadi semakin mistik. Pernah ada satu orang berhasil menangkap Lo'lok dan berjanji akan melepaskannya kalau Lo'lok itu mau memperlihatkan kekayaan kepadanya.
Selain Schwartz, pada tahun 1929, seorang direktur kolonial Belanda berjulukan Coomans de Ruiter juga mempunyai dongeng sendiri mengenai Lo'lok. Menurutnya Lo'lok mempunyai tinggi sekitar 1,5 meter dengan rambut yang panjang. Mereka berjalan dengan dua kaki dan biasanya terlihat berpasangan. Makhluk ini juga meninggalkan jejak kecil mirip manusia. Mereka pemalu dan akan segera berlari apabila didekati manusia. Namun berdasarkan de Ruiter, Lo'lok mengkonsumsi lumut.
Apabila Schwartz percaya bahwa orang sanggup menjadi tersesat di hutan akhir dampak kekuatan Lo'lok, maka de Ruiter dengan pendekatan naturalisnya menjelaskan bahwa orang-orang yang hilang di hutan terjadi bukan akhir terpengaruh kekuatan Lo'lok, melainkan benar-benar alasannya diculik.
De Ruiter menceritakan bahwa pernah terjadi seorang anak perempuan berusia 4 tahun berjulukan Martina Rau diculik oleh Lo'lok dari rumahnya di Amurang, Minahasa Selatan. Anak perempuan itu kembali ke rumahnya keesokan harinya tanpa terluka sedikitpun. Ketika ditanya darimana, ia menjawab bahwa ia pergi dengan "kakek neneknya".
Ada beberapa peneliti yang mengajukan teori bahwa Lo'lok bahwasanya yaitu insan dari suku terasing yang tinggal di pegunungan wilayah Dirijo yang disebut To Ipono. Suku ini disebut mempunyai sifat mirip Lo'lok, pemalu, akan melarikan diri dikala didekati dan mempunyai badan berbulu. Namun tidak ada keterangan mengenai ukuran badan suku ini.
Apakah para penduduk telah salah mengartikan penampakan suku To Ipono ? ataukah Lo'lok yaitu makhluk Cryptozoology yang belum dikenal ?
Notes :
*Beberapa orang percaya bahwa foto-foto di atas bukan jejak Lo'lok. Melainkan cetakan sisi kiri telapak tangan kiri manusia, dan tampaknya memang masuk akal. Baca komentar-komentar di bawah. Tapi informasi mengenai Lo'loknya valid. Kaprikornus kalaupun palsu, maka anggap saja gambar itu sebagai ilustrasi.
(Images of the Wildman in Southeast Asia : An Anthropological Perspective)
Komentar Terpilih :
Kakuzu said...
Hmmm.....
Sepertinya mahkluk Lo'lok memang benar adanya.......
Di Kalimantan Timur sempurna nya di Kabupaten Kutai Barat mahkluk Lo'lok sudah menjadi legenda semenjak lama, orang Dayak menyebutnya Anak Onen, ciri-cirinya sama persis dengan ciri-ciri Lo'lok. Oang Dayak percaya bahwa Anak Onen mempunyai kekuatan gaib, kalau sanggup mengalahkannya maka Anak Onen akan mengabulkan apapun ajakan dari orang yg berhasil mengalahkannya. Walaupun banyak dongeng yg beredar tetapi sangat jarang sekali orang sanggup bertemu dengan mahkluk tersebut...
Saya sangat tahu persis dongeng wacana Anak Onen alasannya saya merupakan penduduk orisinil Kalimantan Timur.
Untuk saudara-saudara dan Mr.enigma terima kasih sudah membaca comment ini..... Keep posting bozz
December 12, 2009 12:29 PM
UPDATE - 12 april 2011:
Salah seorang pembaca enigma tetapkan untuk mencoba menciptakan jejak kaki tersebut dengan memakai tangannya. Hasilnya sangat mirip. Jadi, foto yang disubmit oleh Farry memang kemungkinan merupakan jejak buatan manusia.