Fakta Bahwasanya Mengenai Status Populasi Beruang Kutub Dan Es Antartika - Arktik
Wednesday, January 27, 2010
Edit
Maaf bapak-bapak, ibu-ibu. Hari ini tidak ada goresan pena misteri. Yang ada hanya goresan pena membosankan mengenai fakta pemanasan global untuk menanggapi komentar seorang pembaca.
Dari semua goresan pena di blog ini, saya paling sering mendapatkan komentar atau ungkapan kekesalan dari pembaca untuk goresan pena yang masuk ke dalam kategori Konspirasi. Contohnya yang satu ini.
Dalam goresan pena saya yang berjudul "Konspirasi Pemanasan Global - mempertanyakan motivasi Al Gore", saya menulis bahwa klaim Al Gore mengenai data pemanasan global dan populasi Polar Bear/Beruang Kutub yang menyusut sama sekali tidak benar.
Dan salah satu komentar yang masuk mengenai goresan pena ini ialah :
Anonymous said...
Boleh juga bro...itu pendapat anda tapi akan lebih baik komentar anda didasarkan fakta dan support science yang memadai jadi bukan asal tidak baiklah atau setuju. Memberikan komentar jauh lebih gampang daripada membuktikan. Contohnya kalau duduk kasus polar bear itu "tidak benar adanya"...berarti semua channel televisi mulai dari metro TV, Animal planet, National Geographic dan lain2 semua itu mereka ialah PEMBOHONG??.......So please make it balance. Go Green is a Must.
December 29, 2009 1:02 PM
Umumnya, saya tidak biasa menanggapi komplain. Tapi alasannya ialah Mr/Ms.Anonymous meminta Fakta dan support science, maka goresan pena ini saya buat khusus untuk Mr/Ms Anonymous di atas.
Tanggapan saya soal komentar di atas ialah :
Baiklah. Kali ini, saya mengaku salah.
Tapi...saya bukan mengaku salah alasannya ialah mempertanyakan dasar sains Al Gore. Namun saya mengaku salah alasannya ialah saya belum cukup memasukkan fakta sains untuk mendukung goresan pena saya sehingga mungkin para pembaca menjadi salah paham. Kaprikornus kali ini saya akan menambahkan fakta-fakta yang dibutuhkan.
Soal apakah media tersebut berbohong atau tidak, tidak sanggup saya pastikan alasannya ialah saya belum pernah membaca isu yang dimaksud komentator di atas. Namun bila saya dimintai pendapat, maka saya akan memperlihatkan dua kemungkinan.
Kemungkinan pertama, media-media yang disinggung di atas telah mempublish isu mengenai pemanasan global menurut sumber yang tidak akurat. Dan kemungkinan kedua adalah, komentator di atas telah salah menginterpretasikan pemberitaan yang didengar/dibacanya (Metro TV, National Geo dll).
Klaim Al Gore Mengenai Beruang Kutub
Dalam goresan pena saya mengenai konspirasi pemanasan global, saya memang kurang terperinci menyebutkan apa yang diklaim oleh Al Gore mengenai beruang kutub. Nah, saya akan mengklarifikasinya sekarang.
Dalam film Inconvenient truth Al Gore memakai foto di bawah ini :

Lalu ia mengklaim bahwa "studi" memperlihatkan populasi beruang kutub berkurang alasannya ialah karam akhir luas es yang berkurang.
Namun, belakangan diketahui bahwa Al Gore ternyata salah membaca sebuah laporan mengenai adanya empat beruang kutub yang karam alasannya ialah badai, bukan alasannya ialah berkurangnya es.
Foto yang iconic di atas ialah foto yang diambil oleh Amanda Byrd, seorang mahasiswi biologi kelautan pada tahun 2004. Amanda menyampaikan bahwa dua beruang kutub tersebut terlihat nyaman di atas es tersebut dan sama sekali tidak panik. Foto ini telah dipakai diluar konteks oleh Al Gore dan kesalahan ini juga telah diakui olehnya.
Apakah kalian belum tahu ?

Populasi Polar Bear yang sebenarnya
Kemudian kalian mungkin berkata, Oke, foto di atas memang tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Tapi TV dan Media tetap menyebutkan bahwa populasi beruang kutub menyusut drastis alasannya ialah berkurangnya es. Bagaimana brother enigma menjawabnya ?
Ini yang saya maksud dengan kemungkinan kedua di atas, yaitu salah interpretasi berita.
Setahu saya, tidak ada satupun media yang pernah menyampaikan bahwa populasi beruang kutub/polar bear menyusut.
Contohnya, situs www.polarbearsinternational.org yang merupakan salah satu sumber utama mengenai beruang kutub memulai halaman webnya dengan kalimat ini :
"Polar bears are a potentially endangered species living in the circumpolar north"
Garis bawahi kata potentially. Itu berarti gres potensi.
Jika saya menyampaikan "Populasi insan di bumi berpotensi berkurang bila sebagian besar daratan tenggelam", Maka pernyataan saya ialah benar. Tapi apakah itu berarti SAAT INI populasi insan sudah berkurang ?
Jawabannya tidak !
Situs www.arctic.noaa.gov juga memakai kalimat yang mirip, yaitu :
"Today, polar bear populations are facing threats previously unprecedented during recorded history in the Arctic".
Garis bawahi kata "facing". Artinya "menghadapi", bukan sudah terjadi.
Demikian juga dengan beruang kutub. Populasi beruang kutub telah meningkat dari hanya sekitar 5.000-10.000 ekor pada tahun 1950 sampai sekitar 20.000-25.000 ekor pada tahun 2009. Kalian sanggup melihat fakta ini di situs polarbearsinternational.org yang juga dikonfirmasi oleh situs polar bear study group yang pro Al Gore. Pada tahun 1960an, Populasi polar bear memang menyusut drastis, namun itu terjadi akhir perburuan yang berlebihan. Ketika perburuan mulai dihentikan pada tahun 1970an, populasi polar bear rebound sampai sekarang.

Jadi kesimpulannya, tidak pernah ada sumber kredibel mengenai Polar Bear yang menyampaikan bahwa populasinya menyusut.
Satu lagi, bila anda ingin mengetahui apakah jumlah kendaraan beroda empat di Jakarta bertambah atau berkurang dibanding tahun 2000, maka kepada siapakah anda akan bertanya ? Kepada peneliti yang tinggal di Amerika atau kepada penduduk Jakarta ?
Saya yakin anda akan lebih mempercayai penduduk Jakarta yang menyaksikan dan hidup eksklusif di kota metropolitan itu. Sama menyerupai masalah Polar Bear yang hidup di Greenland, Kanada.
70 persen populasi beruang kutub hidup di luar Arktik. Salah satunya ialah di Greenland yang penuh dengan salju. Di situs examiner, para penduduk di Greenland menyampaikan bahwa pertumbuhan jumlah Polar Bear telah mengganggu kehidupan para penduduk lokal.
Di situs national center for policy analysis yang mengutip data WWF menyampaikan bahwa hanya 2 jenis beruang kutub atau 16,4 persen dari keseluruhan populasi yang menurun. 10 jenis atau 45,4 persen stabil. Sedangkan 2 populasi lainnya yang membentuk 13,6 persen populasi meningkat. Kombinasi ini tampaknya memperlihatkan jumlah yang menurun, namun bekerjsama tidak alasannya ialah menyerupai yang sudah saya katakan sebelumnya, jumlah Polar Bear telah meningkat drastis dari populasi tahun 1950.
Hebatnya, bahkan data WWF ini memakai kata-kata "Polar Bears at Risk" di bawah diagram. "At Risk" artinya BARU menghadapi risiko (yang tentu saja menurut PREDIKSI).
Apakah data-data ini cukup untuk mendukung pernyataan saya bahwa populasi beruang kutub meningkat ?
Es Antartika - menyusut atau bertambah
Lalu, sekarang, saya akan masuk ke topik kedua. Bagaimanakah kondisi salju di Antartika di kutub selatan ?
Kita sering mendengar media-media Indonesia menghembuskan isu bahwa es Antartika akan lenyap dalam 20-30 tahun kemudian. Apakah mereka berbohong ? Jawabannya ialah tidak ! Tapi mereka telah tertipu oleh sumber yang tidak kredibel.
Laporan yang menyebutkan bahwa es Antartika akan lenyap dalam 20-30 tahun akan lenyap ialah sebuah PREDIKSI menurut model komputer yang diciptakan oleh para ilmuwan pro Anthropogenic Global Warming/AGW (Teori pemanasan global versi Al Gore).
Namun alam memutuskan untuk memberi sedikit kejutan bagi mereka. Pada April 2009, media-media sudah melaporkan terjadinya anomali di Antartika. Anomali tersebut adalah, Es di antartika bertambah luas sekitar 100.000 kilometer persegi setiap dekade dalam 40 tahun terakhir ini.
Laporan ini sanggup dibaca di artikel di hack email di East Anglia University yang mengungkap manipulasi data Global warming (Dicurigai yang menghack ialah intelijen Rusia), diikuti dengan IPCC kembali tertangkap berair menciptakan laporan palsu yang terbit tahun 2007 yang menyebutkan bahwa 40% hutan Amazon akan lenyap alasannya ialah Global Warming. Laporan itu ternyata hanya berasal dari sebuah pamflet WWF yang dibentuk oleh penggagas lingkungan, bukan dari hasil penelitian 3.000 ilmuwan di IPCC. Yang lebih mengejutkan lagi, laporan penggagas itu tidak menyatakan bahwa 40% hutan Amazon akan lenyap alasannya ialah Global Warming, melainkan alasannya ialah ilegal Logging.
IPCC begitu dipenuhi dengan skandal dan manipulasi sehingga kini hampir tidak ada ilmuwan atau peneliti yang berani memakai data IPCC sebagai basis penelitian mereka.


Tapi yang paling menyebalkan dari semuanya ialah pemberontakan yang dilakukan oleh Alam sendiri. Para peneliti pro AGW sudah memprediksi bahwa demam isu hambar Desember 2009 akan menjadi musim hambar terhangat sepanjang sejarah.
Sayang, tampaknya alam lupa membaca hasil penelitian itu. Ia malah memperlihatkan demam isu hambar terdingin dalam sejarah di Amerika dan Eropa. Inggris diprediksi sanggup mengalami demam isu hambar terdingin dalam 100 tahun terakhir mengingat suhu turun sampai -16 derajat celcius. Mexico bahkan mengalami demam isu hambar dengan suhu terendah dalam 124 tahun terakhir.
Bahkan tahun 2009 dan awal tahun 2010 ini menjadi tahun yang semakin muram bagi para ilmuwan pro AGW alasannya ialah menurunnya kepercayaan publik yang diakibatkan oleh skandal berkelanjutan.Menurut David Axelrod, penasehat senior Barack Obama, Global Warming bukan prioritas utama mereka di tahun 2010. Dan survey yang baru-baru ini dilakukan memperlihatkan hanya 34 persen warga Amerika yang percaya bahwa Global Warming diakibatkan oleh manusia. Ini gres pukulan berat !
Bahkan banyak yang memperkirakan bahwa seluruh gerakan Global Warming ini akan lenyap di tahun 2010 !
Global Warming - Sedikit review
Sekarang, kalian mungkin bertanya, Jadi, apakah pemanasan global itu ada ? Jawabannya ialah ada ! Tapi, suhu iklim yang berubah-ubah sama sekali tidak ada hubungannya dengan tingkat karbon yang dihasilkan baik oleh insan ataupun hewan. Kadang bumi memanas, kadang mendingin. Semuanya ialah proses alamiah. Tahun 1998 ialah tahun terpanas (walaupun kadang dikoreksi), kemudian iklim menurun lagi. Pokoknya, alam punya keinginannya sendiri.
Adanya hubungan antara peningkatan level karbon dengan peningkatan suhu bumi hanya terjadi pada tahun 1976-1998. Selain tahun itu, sama sekali tidak berkorelasi. Kaprikornus mengkaitkan antara level karbon dengan naiknya suhu ialah argumen yang tidak berdasar.

Dalam KTT Kopenhagen, Desember 2009 kemarin. Negara-negara berusaha untuk mencegah suhu bumi naik 2 derajat celcius. Menurut mereka, peningkatan sebesar 2 derajat celcius akan membawa imbas yang berbahaya bagi umat manusia.
Tapi, mereka lupa bahwa pada era ke-9 sampai era ke-13, suhu bumi lebih panas 4 derajat celcius dibanding ketika ini. Periode pemanasan ini disebut Medieval Warm Period. Saat itu belum ada produksi karbon besar-besaran menyerupai sekarang. Fakta adanya pemanasan bumi pada era pertengahan ini ialah termasuk salah satu data yang disembunyikan oleh para ilmuwan di East Anglia University (Yang tertangkap berair alasannya ialah emailnya dihack).
Medieval Warm Period itu kemudian berakhir pada tahun 1300 dan bumi mulai mendingin secara drastis. Periode hambar ini disebut little ice age dan berlangsung selama 500 tahun. Pada tahun 1850, suhu bumi kembali naik. Intinya adalah, bumi punya jalannya sendiri.
Oleh alasannya ialah itu, bila ada yang menyampaikan kepada kalian bahwa Global Warming menjadikan terjadinya Gempa Bumi, mengganasnya lumpur Lapindo, badai-badai ganas dan petaka lainnya, tolong minta mereka membuktikannya !
Jadi, bapak-bapak, ibu-ibu, saya sudah mengecek fakta saya dengan sebaik-baiknya. Bagaimana dengan kalian ?

Notes :
Saya tahu, sesudah membaca goresan pena ini, kalian akan memperlihatkan komentar. "Iya memang, tapi walaupun global warming tidak ada, kita harus tetap menjaga lingkungan."
Tentu saja. Saya cuma merasa perlu untuk memperlihatkan bukti pendukung atas goresan pena saya sebelumnya. Tidak ada maksud untuk mengabaikan lingkungan :)
Go green is a must.
(Seluruh sumber dan linkback sudah saya sertakan di dalam tulisan)
Komentar Pilihan
Ferdy_Hoshigaki said...
Hmmm.. ini aneh
saya mempunyai sedikit latar belakang sains. TETAPI...
semua yang saya baca di atas ialah sebuah "paradigma" anda, dan bukan support science.
anda hanya mengadu dua buah berita(DATA TERSEBUT DARI INTERNET TENTUNYA)... dan melihat siapa yang benar(DATA TERSEBUT DARI INTERNET TENTUNYA)
setelah membaca artikel-artikel anda diatas, saya yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa banyak pembaca yang bertanya-tanya SIAPA YANG MENGKONSPIRASI? APAKAH ANDA ATAU...untuk kali ini saya baiklah 100 persen dengan anonymous diatas, ANDA TIDAK MENCANTUMKAN SUPPORT SCIENCE YANG JELAS. yang dimaksudkan support science adalah, tolong jeklaskan perihal SIKLUS KARBON, KEMAMPUAN MENGIKAT OKSIGEN KARBON, dan yang paling sederhana ialah KEEMPAT LENGAN KARBON(ilmu tsb ialah dasar-dasar kimia). saya selanjutnya menanyakan dapat dipercaya data-data anda yang justru berasal dari "media" yang artinya anda tidak pernah melihat secara langsung.
MAAF SEKALI LAGI BUNG ENIGMA, tapi terperinci data2 anda di atas lach yg tidak kredibel(DATA TERSEBUT DARI INTERNET TENTUNYA). Saran saya, bangunlah sebuah rumah beling di rumah anda, dan rasakan berapa kenaikan suhunya! dan inilah yg saya maksud dengan fakta. Oh ya satu lagi...Terimakasih alasannya ialah goresan pena anda diatas maka banyak orang yang melawan aliran naturalis!
January 28, 2010 9:53 AM
Anonymous said...
Yap saya turut memperpanjang barisan :)
Menambah fakta nih (setidaknya bg saya ini fakta yg menyebabx saya jadi anti al gore). Sekitar thn 2007-2008 saya termasuk dlm tim peneliti mengenai Gas Rumah Kaca (GRC) yg dhasilx padi sawah. Kalo dirunut keatas pnelitian ini dsokong sama.. Mgk gundiknya al gore -saya tidak akan menyebut institusi daerah saya pernah mengabdi-
saya kasih bayangan: niscaya pernah dengar d brita klo indonesia masuk jajaran 3 besar penghasil GRK. Mgk ini jawabannya, padi sawah merupakan tumbuhan pangan utama di indonesia maka banyaklah sawahnya. Nah sawah inilah yg dianggap 'terdakwa' nya.
Kenapa? alasannya ialah mikroba yg bekerja di ekosistem sawah menghasilx beberapa GRK. Nah apa yg menciptakan saya geram? Karena sampel gas diambil pada jam2 'enak' yah pagi dan sore. Cuma 2x sehari! Mikroba sama halnya dengan manusia, punya jam biologis istilahnya. Nah jam2 pengambilan sampel gas pd pnelitian ini ialah pd ketika acara mikrob sedang tinggi2nya! Sungguh tidak adil bukan? Mikroba2 itu disalahx alasannya ialah mereka sudah dtakdirx turn on jam segitu. Sama saja menyalahx insan yg ditakdirx bernapas mengeluarx co2.
Hasil penelitian ini bs dtebakkan? GRK yg dhasilx ekosistem padi sawah menjadi sangat melambung tinggi! Dan kesimpulan dari penelitian tersebut bagi saya adalah: heh indonesia berhenti lu nanem padi! Beli gandum aje sama uncle sam! Or so...
Mas enigma saya suka artikel anda.. Dan untuk para ilmuawan/peneliti.. Jgn suka ngarang data apalagi ngarang metode hanya untuk pembenaran hipotesis dan pengakuan teori. Menjijikan.
January 29, 2010 1:17 AM
Dari semua goresan pena di blog ini, saya paling sering mendapatkan komentar atau ungkapan kekesalan dari pembaca untuk goresan pena yang masuk ke dalam kategori Konspirasi. Contohnya yang satu ini.
Dalam goresan pena saya yang berjudul "Konspirasi Pemanasan Global - mempertanyakan motivasi Al Gore", saya menulis bahwa klaim Al Gore mengenai data pemanasan global dan populasi Polar Bear/Beruang Kutub yang menyusut sama sekali tidak benar.
Dan salah satu komentar yang masuk mengenai goresan pena ini ialah :
Anonymous said...
Boleh juga bro...itu pendapat anda tapi akan lebih baik komentar anda didasarkan fakta dan support science yang memadai jadi bukan asal tidak baiklah atau setuju. Memberikan komentar jauh lebih gampang daripada membuktikan. Contohnya kalau duduk kasus polar bear itu "tidak benar adanya"...berarti semua channel televisi mulai dari metro TV, Animal planet, National Geographic dan lain2 semua itu mereka ialah PEMBOHONG??.......So please make it balance. Go Green is a Must.
December 29, 2009 1:02 PM
Umumnya, saya tidak biasa menanggapi komplain. Tapi alasannya ialah Mr/Ms.Anonymous meminta Fakta dan support science, maka goresan pena ini saya buat khusus untuk Mr/Ms Anonymous di atas.
Tanggapan saya soal komentar di atas ialah :
Baiklah. Kali ini, saya mengaku salah.
Tapi...saya bukan mengaku salah alasannya ialah mempertanyakan dasar sains Al Gore. Namun saya mengaku salah alasannya ialah saya belum cukup memasukkan fakta sains untuk mendukung goresan pena saya sehingga mungkin para pembaca menjadi salah paham. Kaprikornus kali ini saya akan menambahkan fakta-fakta yang dibutuhkan.
Soal apakah media tersebut berbohong atau tidak, tidak sanggup saya pastikan alasannya ialah saya belum pernah membaca isu yang dimaksud komentator di atas. Namun bila saya dimintai pendapat, maka saya akan memperlihatkan dua kemungkinan.
Kemungkinan pertama, media-media yang disinggung di atas telah mempublish isu mengenai pemanasan global menurut sumber yang tidak akurat. Dan kemungkinan kedua adalah, komentator di atas telah salah menginterpretasikan pemberitaan yang didengar/dibacanya (Metro TV, National Geo dll).
Klaim Al Gore Mengenai Beruang Kutub
Dalam goresan pena saya mengenai konspirasi pemanasan global, saya memang kurang terperinci menyebutkan apa yang diklaim oleh Al Gore mengenai beruang kutub. Nah, saya akan mengklarifikasinya sekarang.
Dalam film Inconvenient truth Al Gore memakai foto di bawah ini :

Lalu ia mengklaim bahwa "studi" memperlihatkan populasi beruang kutub berkurang alasannya ialah karam akhir luas es yang berkurang.
Namun, belakangan diketahui bahwa Al Gore ternyata salah membaca sebuah laporan mengenai adanya empat beruang kutub yang karam alasannya ialah badai, bukan alasannya ialah berkurangnya es.
Foto yang iconic di atas ialah foto yang diambil oleh Amanda Byrd, seorang mahasiswi biologi kelautan pada tahun 2004. Amanda menyampaikan bahwa dua beruang kutub tersebut terlihat nyaman di atas es tersebut dan sama sekali tidak panik. Foto ini telah dipakai diluar konteks oleh Al Gore dan kesalahan ini juga telah diakui olehnya.
Apakah kalian belum tahu ?

Populasi Polar Bear yang sebenarnya
Kemudian kalian mungkin berkata, Oke, foto di atas memang tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Tapi TV dan Media tetap menyebutkan bahwa populasi beruang kutub menyusut drastis alasannya ialah berkurangnya es. Bagaimana brother enigma menjawabnya ?
Ini yang saya maksud dengan kemungkinan kedua di atas, yaitu salah interpretasi berita.
Setahu saya, tidak ada satupun media yang pernah menyampaikan bahwa populasi beruang kutub/polar bear menyusut.
Contohnya, situs www.polarbearsinternational.org yang merupakan salah satu sumber utama mengenai beruang kutub memulai halaman webnya dengan kalimat ini :
"Polar bears are a potentially endangered species living in the circumpolar north"
Garis bawahi kata potentially. Itu berarti gres potensi.
Jika saya menyampaikan "Populasi insan di bumi berpotensi berkurang bila sebagian besar daratan tenggelam", Maka pernyataan saya ialah benar. Tapi apakah itu berarti SAAT INI populasi insan sudah berkurang ?
Jawabannya tidak !
Situs www.arctic.noaa.gov juga memakai kalimat yang mirip, yaitu :
"Today, polar bear populations are facing threats previously unprecedented during recorded history in the Arctic".
Garis bawahi kata "facing". Artinya "menghadapi", bukan sudah terjadi.
Demikian juga dengan beruang kutub. Populasi beruang kutub telah meningkat dari hanya sekitar 5.000-10.000 ekor pada tahun 1950 sampai sekitar 20.000-25.000 ekor pada tahun 2009. Kalian sanggup melihat fakta ini di situs polarbearsinternational.org yang juga dikonfirmasi oleh situs polar bear study group yang pro Al Gore. Pada tahun 1960an, Populasi polar bear memang menyusut drastis, namun itu terjadi akhir perburuan yang berlebihan. Ketika perburuan mulai dihentikan pada tahun 1970an, populasi polar bear rebound sampai sekarang.

Jadi kesimpulannya, tidak pernah ada sumber kredibel mengenai Polar Bear yang menyampaikan bahwa populasinya menyusut.
Satu lagi, bila anda ingin mengetahui apakah jumlah kendaraan beroda empat di Jakarta bertambah atau berkurang dibanding tahun 2000, maka kepada siapakah anda akan bertanya ? Kepada peneliti yang tinggal di Amerika atau kepada penduduk Jakarta ?
Saya yakin anda akan lebih mempercayai penduduk Jakarta yang menyaksikan dan hidup eksklusif di kota metropolitan itu. Sama menyerupai masalah Polar Bear yang hidup di Greenland, Kanada.
70 persen populasi beruang kutub hidup di luar Arktik. Salah satunya ialah di Greenland yang penuh dengan salju. Di situs examiner, para penduduk di Greenland menyampaikan bahwa pertumbuhan jumlah Polar Bear telah mengganggu kehidupan para penduduk lokal.
Di situs national center for policy analysis yang mengutip data WWF menyampaikan bahwa hanya 2 jenis beruang kutub atau 16,4 persen dari keseluruhan populasi yang menurun. 10 jenis atau 45,4 persen stabil. Sedangkan 2 populasi lainnya yang membentuk 13,6 persen populasi meningkat. Kombinasi ini tampaknya memperlihatkan jumlah yang menurun, namun bekerjsama tidak alasannya ialah menyerupai yang sudah saya katakan sebelumnya, jumlah Polar Bear telah meningkat drastis dari populasi tahun 1950.
Hebatnya, bahkan data WWF ini memakai kata-kata "Polar Bears at Risk" di bawah diagram. "At Risk" artinya BARU menghadapi risiko (yang tentu saja menurut PREDIKSI).
Apakah data-data ini cukup untuk mendukung pernyataan saya bahwa populasi beruang kutub meningkat ?
Es Antartika - menyusut atau bertambah
Lalu, sekarang, saya akan masuk ke topik kedua. Bagaimanakah kondisi salju di Antartika di kutub selatan ?
Kita sering mendengar media-media Indonesia menghembuskan isu bahwa es Antartika akan lenyap dalam 20-30 tahun kemudian. Apakah mereka berbohong ? Jawabannya ialah tidak ! Tapi mereka telah tertipu oleh sumber yang tidak kredibel.
Laporan yang menyebutkan bahwa es Antartika akan lenyap dalam 20-30 tahun akan lenyap ialah sebuah PREDIKSI menurut model komputer yang diciptakan oleh para ilmuwan pro Anthropogenic Global Warming/AGW (Teori pemanasan global versi Al Gore).
Namun alam memutuskan untuk memberi sedikit kejutan bagi mereka. Pada April 2009, media-media sudah melaporkan terjadinya anomali di Antartika. Anomali tersebut adalah, Es di antartika bertambah luas sekitar 100.000 kilometer persegi setiap dekade dalam 40 tahun terakhir ini.
Laporan ini sanggup dibaca di artikel di hack email di East Anglia University yang mengungkap manipulasi data Global warming (Dicurigai yang menghack ialah intelijen Rusia), diikuti dengan IPCC kembali tertangkap berair menciptakan laporan palsu yang terbit tahun 2007 yang menyebutkan bahwa 40% hutan Amazon akan lenyap alasannya ialah Global Warming. Laporan itu ternyata hanya berasal dari sebuah pamflet WWF yang dibentuk oleh penggagas lingkungan, bukan dari hasil penelitian 3.000 ilmuwan di IPCC. Yang lebih mengejutkan lagi, laporan penggagas itu tidak menyatakan bahwa 40% hutan Amazon akan lenyap alasannya ialah Global Warming, melainkan alasannya ialah ilegal Logging.
IPCC begitu dipenuhi dengan skandal dan manipulasi sehingga kini hampir tidak ada ilmuwan atau peneliti yang berani memakai data IPCC sebagai basis penelitian mereka.


Tapi yang paling menyebalkan dari semuanya ialah pemberontakan yang dilakukan oleh Alam sendiri. Para peneliti pro AGW sudah memprediksi bahwa demam isu hambar Desember 2009 akan menjadi musim hambar terhangat sepanjang sejarah.
Sayang, tampaknya alam lupa membaca hasil penelitian itu. Ia malah memperlihatkan demam isu hambar terdingin dalam sejarah di Amerika dan Eropa. Inggris diprediksi sanggup mengalami demam isu hambar terdingin dalam 100 tahun terakhir mengingat suhu turun sampai -16 derajat celcius. Mexico bahkan mengalami demam isu hambar dengan suhu terendah dalam 124 tahun terakhir.
Bahkan tahun 2009 dan awal tahun 2010 ini menjadi tahun yang semakin muram bagi para ilmuwan pro AGW alasannya ialah menurunnya kepercayaan publik yang diakibatkan oleh skandal berkelanjutan.Menurut David Axelrod, penasehat senior Barack Obama, Global Warming bukan prioritas utama mereka di tahun 2010. Dan survey yang baru-baru ini dilakukan memperlihatkan hanya 34 persen warga Amerika yang percaya bahwa Global Warming diakibatkan oleh manusia. Ini gres pukulan berat !
Bahkan banyak yang memperkirakan bahwa seluruh gerakan Global Warming ini akan lenyap di tahun 2010 !
Global Warming - Sedikit review
Sekarang, kalian mungkin bertanya, Jadi, apakah pemanasan global itu ada ? Jawabannya ialah ada ! Tapi, suhu iklim yang berubah-ubah sama sekali tidak ada hubungannya dengan tingkat karbon yang dihasilkan baik oleh insan ataupun hewan. Kadang bumi memanas, kadang mendingin. Semuanya ialah proses alamiah. Tahun 1998 ialah tahun terpanas (walaupun kadang dikoreksi), kemudian iklim menurun lagi. Pokoknya, alam punya keinginannya sendiri.
Adanya hubungan antara peningkatan level karbon dengan peningkatan suhu bumi hanya terjadi pada tahun 1976-1998. Selain tahun itu, sama sekali tidak berkorelasi. Kaprikornus mengkaitkan antara level karbon dengan naiknya suhu ialah argumen yang tidak berdasar.

Dalam KTT Kopenhagen, Desember 2009 kemarin. Negara-negara berusaha untuk mencegah suhu bumi naik 2 derajat celcius. Menurut mereka, peningkatan sebesar 2 derajat celcius akan membawa imbas yang berbahaya bagi umat manusia.
Tapi, mereka lupa bahwa pada era ke-9 sampai era ke-13, suhu bumi lebih panas 4 derajat celcius dibanding ketika ini. Periode pemanasan ini disebut Medieval Warm Period. Saat itu belum ada produksi karbon besar-besaran menyerupai sekarang. Fakta adanya pemanasan bumi pada era pertengahan ini ialah termasuk salah satu data yang disembunyikan oleh para ilmuwan di East Anglia University (Yang tertangkap berair alasannya ialah emailnya dihack).
Medieval Warm Period itu kemudian berakhir pada tahun 1300 dan bumi mulai mendingin secara drastis. Periode hambar ini disebut little ice age dan berlangsung selama 500 tahun. Pada tahun 1850, suhu bumi kembali naik. Intinya adalah, bumi punya jalannya sendiri.
Oleh alasannya ialah itu, bila ada yang menyampaikan kepada kalian bahwa Global Warming menjadikan terjadinya Gempa Bumi, mengganasnya lumpur Lapindo, badai-badai ganas dan petaka lainnya, tolong minta mereka membuktikannya !
Jadi, bapak-bapak, ibu-ibu, saya sudah mengecek fakta saya dengan sebaik-baiknya. Bagaimana dengan kalian ?

Notes :
Saya tahu, sesudah membaca goresan pena ini, kalian akan memperlihatkan komentar. "Iya memang, tapi walaupun global warming tidak ada, kita harus tetap menjaga lingkungan."
Tentu saja. Saya cuma merasa perlu untuk memperlihatkan bukti pendukung atas goresan pena saya sebelumnya. Tidak ada maksud untuk mengabaikan lingkungan :)
Go green is a must.
(Seluruh sumber dan linkback sudah saya sertakan di dalam tulisan)
Komentar Pilihan
Ferdy_Hoshigaki said...
Hmmm.. ini aneh
saya mempunyai sedikit latar belakang sains. TETAPI...
semua yang saya baca di atas ialah sebuah "paradigma" anda, dan bukan support science.
anda hanya mengadu dua buah berita(DATA TERSEBUT DARI INTERNET TENTUNYA)... dan melihat siapa yang benar(DATA TERSEBUT DARI INTERNET TENTUNYA)
setelah membaca artikel-artikel anda diatas, saya yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa banyak pembaca yang bertanya-tanya SIAPA YANG MENGKONSPIRASI? APAKAH ANDA ATAU...untuk kali ini saya baiklah 100 persen dengan anonymous diatas, ANDA TIDAK MENCANTUMKAN SUPPORT SCIENCE YANG JELAS. yang dimaksudkan support science adalah, tolong jeklaskan perihal SIKLUS KARBON, KEMAMPUAN MENGIKAT OKSIGEN KARBON, dan yang paling sederhana ialah KEEMPAT LENGAN KARBON(ilmu tsb ialah dasar-dasar kimia). saya selanjutnya menanyakan dapat dipercaya data-data anda yang justru berasal dari "media" yang artinya anda tidak pernah melihat secara langsung.
MAAF SEKALI LAGI BUNG ENIGMA, tapi terperinci data2 anda di atas lach yg tidak kredibel(DATA TERSEBUT DARI INTERNET TENTUNYA). Saran saya, bangunlah sebuah rumah beling di rumah anda, dan rasakan berapa kenaikan suhunya! dan inilah yg saya maksud dengan fakta. Oh ya satu lagi...Terimakasih alasannya ialah goresan pena anda diatas maka banyak orang yang melawan aliran naturalis!
January 28, 2010 9:53 AM
Anonymous said...
Yap saya turut memperpanjang barisan :)
Menambah fakta nih (setidaknya bg saya ini fakta yg menyebabx saya jadi anti al gore). Sekitar thn 2007-2008 saya termasuk dlm tim peneliti mengenai Gas Rumah Kaca (GRC) yg dhasilx padi sawah. Kalo dirunut keatas pnelitian ini dsokong sama.. Mgk gundiknya al gore -saya tidak akan menyebut institusi daerah saya pernah mengabdi-
saya kasih bayangan: niscaya pernah dengar d brita klo indonesia masuk jajaran 3 besar penghasil GRK. Mgk ini jawabannya, padi sawah merupakan tumbuhan pangan utama di indonesia maka banyaklah sawahnya. Nah sawah inilah yg dianggap 'terdakwa' nya.
Kenapa? alasannya ialah mikroba yg bekerja di ekosistem sawah menghasilx beberapa GRK. Nah apa yg menciptakan saya geram? Karena sampel gas diambil pada jam2 'enak' yah pagi dan sore. Cuma 2x sehari! Mikroba sama halnya dengan manusia, punya jam biologis istilahnya. Nah jam2 pengambilan sampel gas pd pnelitian ini ialah pd ketika acara mikrob sedang tinggi2nya! Sungguh tidak adil bukan? Mikroba2 itu disalahx alasannya ialah mereka sudah dtakdirx turn on jam segitu. Sama saja menyalahx insan yg ditakdirx bernapas mengeluarx co2.
Hasil penelitian ini bs dtebakkan? GRK yg dhasilx ekosistem padi sawah menjadi sangat melambung tinggi! Dan kesimpulan dari penelitian tersebut bagi saya adalah: heh indonesia berhenti lu nanem padi! Beli gandum aje sama uncle sam! Or so...
Mas enigma saya suka artikel anda.. Dan untuk para ilmuawan/peneliti.. Jgn suka ngarang data apalagi ngarang metode hanya untuk pembenaran hipotesis dan pengakuan teori. Menjijikan.
January 29, 2010 1:17 AM


