Pilar Besi Delhi - Tidak Rusak Sesudah 1.600 Tahun
Monday, February 8, 2010
Edit
Berdiri di halaman kompleks mesjid Quwwatul, India, pilar besi Delhi yang dibentuk pada kala ke-4 yaitu salah satu monumen paling misterius yang ada di India. Lebih dari 1.600 tahun sehabis berdirinya, pilar besi ini tidak rusak dimakan waktu.
Pilar ini sering dianggap sebagai bukti majunya teknologi pada masa India purba. Pada masa kini, dengan segala teknologi yang kita miliki, konon hanya ada empat perusahaan pengelasan besi yang bisa membuat pilar besi dengan abjad ibarat pilar Delhi.
Pilar ini sering dianggap sebagai bukti majunya teknologi pada masa India purba. Pada masa kini, dengan segala teknologi yang kita miliki, konon hanya ada empat perusahaan pengelasan besi yang bisa membuat pilar besi dengan abjad ibarat pilar Delhi.
Pilar ini mempunyai tinggi 7,21 meter. Dari 7,21 meter itu, 93 cm tertanam di dalam tanah. Diameternya 41 cm di kaki dan 29 cm di puncak. Beratnya diperkirakan sekitar 6,5 ton. Pengerjaan pilar ini begitu sempurnanya sehingga kepingan atas pilar sering dikira sebagai perunggu.
98 persen dari Pilar ini terbuat dari besi mentah dengan kualitas unggulan. Berbeda dengan artefak besi lainnya yang biasa dibentuk memakai cetakan, pilar ini dibentuk dengan ditempa memakai palu. Ini terlihat dari gejala bekas tempaan pada permukaannya.
Menurut bukti-bukti yang ditemukan, pilar itu pada awalnya bukan terletak di lokasinya yang sekarang, melainkan telah dipindahkan dari tempat lain. Ini juga didukung bukti tidak adanya relik lain dari kala ke-4 yang bisa ditemukan di sekitar situ. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, pilar itu dibawa ke Delhi oleh Anangpal, Raja Tomar yang berjasa dalam membangun kota Delhi tahun 1020 M.
Di permukaan pilar, kita bisa menemukan adanya inskripsi yang menyebutkan bahwa pilar itu pada awalnya terletak di tempat yang berjulukan Vishnupadagiri, yang berarti "Bukit dengan jejak kaki tuhan Wisnu".
Wilayah ini kemudian diidentifikasi sebagai wilayah Udayagiri, sebuah kota yang berjarak 50 km dari timur Bhopal di India tengah.
Pilar ini tidak terlalu menarik perhatian para ilmuwan hingga pertengahan kala ke-19 dikala dunia barat mendengarnya. Laporan pertama mengenai adanya pilar ini tiba dari seorang prajurit Inggris berjulukan Kapten Archer. Ia menceritakan adanya sebuah pilar dengan inskripsi gila di permukaannya yang tidak sanggup diartikan oleh siapapun.
Lalu, inskripsi ini menarik perhatian James Prinsep, seorang arkeolog Inggris yang kemudian berhasil memecahkan artinya pada tahun 1838 dan mempublikasikan terjemahannya pada Journal of Asiatic Society of Bengal.
Dalam Inskripsi itu disebut bahwa pilar ini dibentuk sebagai penghormatan kepada tuhan Wisnu. Selain itu, inskripsi ini juga menulis penghormatan kepada seorang penguasa berjulukan Chandra yang berhasil menaklukkan Vangas dan Vahlika. Para sejarawan percaya bahwa Chandra yang disinggung disini yaitu Chandragupta II Vikramaditya (375-414 M) yang berasal dari dinasti Gupta.
Jadi, bisa diketahui bahwa pilar ini sesungguhnya yaitu sebuah monumen untuk memperingati kebesaran tuhan Wisnu dan raja Chandragupta. Namun selain sebagai monumen penghormatan, sebagian peneliti percaya bahwa pilar ini juga berfungsi sebagai alat astronomi masa purba.
Vishnupadagiri, lokasi awal pilar ini, terletak di rasi bintang cancer dan juga merupakan sentra penelitian astronomi pada masa Gupta. Pilar besi ini mungkin telah berfungsi sebagai jam matahari dikala ia masih berada disana.
Lalu, bagaimana pilar ini bisa bertahan terhadap hantaman cuaca, bahkan sehabis 1.600 tahun berlalu ?
Beberapa sumber mengenai pilar besi ini menyampaikan kalau pilar ini tidak berkarat, namun, bantu-membantu pilar ini tetap berkarat, hanya karat tersebut tidak hingga merusaknya. Ini cukup luar biasa untuk sebuah besi yang berusia lebih dari 1.600 tahun.
Beberapa teori telah diajukan untuk menjelaskan fenomena ini. Teori-teori tersebut sanggup dibagi menjadi dua kepingan besar, yaitu teori lingkungan dan teori materi.
Teori lingkungan mendasarkan argumennya pada lokasi keberadaan pilar, yaitu Delhi.
Iklim di Delhi sangat kering. Besi hanya akan mengalami karat yang parah kalau nilai kritis kelembaban melebihi 80%.
Di Delhi, kelembaban yang melebihi nilai kritis 80% hanya terjadi sekitar 20 hari dalam setahun. Makara walaupun curah hujannya berkisar pada 15-30 inci, atmosfer di delhi tidak mendukung terjadinya karat pada besi.
Tetapi, kalau teori ini benar, mengapa besi-besi lain yang berada di Delhi mengalami kerusakan sebab karat ?
Karena itu, teori kedua, yaitu teori materi, berusaha menawarkan penjelasan. Menurut penganut teori ini, karakteristik unik besi ini muncul dari materi dasar pilar itu sendiri.
Selain kadar besi yang cukup murni, para peneliti menemukan bahwa pilar ini mempunyai kadar fosfor yang tinggi dan sulfur yang rendah. Kombinasi yang luar biasa ini menjadikan besi menjadi relatif tahan karat.
Lalu, sebagian peneliti lain mengajukan teori bahwa massa besi yang besar mungkin telah berfungsi sebagai penyeimbang temperatur yang mengurangi kondensasi kelembaban. Jadi, dikala cuaca Delhi menjadi lebih hambar di malam hari, pilar itu tetap hangat.
Lalu, sebuah inovasi mengejutkan dilaporkan dari mahir metalurgi India.
Pada tahun 2002, tim mahir metalurgi dari Kanpur yang dikepalai oleh Dr.R Balasubramaniam menemukan adanya lapisan tipis yang terdiri dari gabungan besi, oksigen dan hidrogen pada pilar tersebut.
Lapisan tipis ini membutuhkan waktu tiga tahun sehabis pembuatan pilar untuk benar-benar terbentuk. Setelah 1.600 tahun, lapisan ini hanya bertambah tebal 1/20 milimeter. Dengan suatu cara yang unik, lapisan ini telah membantu pilar ini lebih bebas dari kerusakan akhir karat.
Jika kita beranggapan bahwa seluruh teori di atas benar adanya, maka kita sanggup mengambil kesimpulan dengan menyampaikan bahwa, selain sebab temperatur Delhi yang kering, pilar ini menjadi lebih tahan karat sebab :
- Kemurnian besinya
- Kadar Fosfor yang tinggi
- Kadar Sulfur yang rendah
- Massa besi pilar yang besar
- Lapisan tipis yang menyelubungi besi
Bagaimana mereka sanggup membuat lapisan tipis gabungan besi, oksigen dan hidrogen yang terbentuk sehabis tiga tahun pembuatan besi ?
Apakah mereka mempunyai teknologi yang tidak diketahui oleh insan modern ?
Pertanyaan ini belum sanggup dijawab oleh para peneliti.
Namun, bagi para skeptis, pertanyaan ini sangat praktis dijawab. Menurut mereka, kemampuan pilar besi Delhi hanyalah sebuah kebetulan. Dengan kata lain, mereka berkata bahwa dengan suatu cara, 5 syarat di atas telah bertemu dan membuat pilar itu tidak berkarat.
Mereka berargumen, jika benar teknologi para tukang besi India kuno begitu maju, mengapa hanya pilar besi Delhi yang tidak rusak dimakan karat ?
Mengapa tidak ditemukan lebih banyak lagi pilar-pilar atau artefak besi yang tidak rusak dimakan karat lainnya ?
Misteri atau bukan, Pilar besi Delhi telah menggoda para mahir metalurgi dari seluruh dunia. Artefak ini dianggap sebagai pencapaian terbesar dalam seni menempa besi.
Pada tahun 1997, sebuah pagar dipasang di sekeliling pilar sebab para pengunjung sering melaksanakan perusakan pada artefak tersebut. Ini juga sebab adanya tradisi bahwa siapa saja yang sanggup berdiri membelakangi pilar sambil melingkarkan tangan ke belakang hingga bertemu akan mendapat keberuntungan.Sekarang, pilar ini masih berdiri di kompleks halaman mesjid Quwwatul dan dianggap sebagai salah satu artefak yang paling membingungkan di India.
(wikipedia, corrosion-doctors.org, indianrealist.wordpress.com)
