Mencari Keberadaan Vampire Di Kurun Modern
Sunday, March 28, 2010
Edit
Legenda Vampire boleh dibilang sama tuanya dengan kebudayaan insan itu sendiri. Kita sendiri lebih mengenal makhluk ini dari film-film Holywood. Tapi apakah ada vampire di masa modern ini?
Legenda makhluk penghisap darah ini tersebar di hampir semua penggalan dunia, dan lantaran itu, tentu akan sangat sulit menyangkal keberadaannya.
Vampire dalam sejarah
4.000 tahun yang lalu, penduduk Assyiria dan Babylonia kuno sudah mengenal figur dewi yang sangat ditakuti berjulukan Lamastu. Dewi iblis ini dipercaya memangsa manusia, menghisap darah dan berbagi penyakit.
Sedangkan dalam kebudayaan Yahudi, dikenal figur yang disebut Lilith. Dalam legenda para Vampire, Lilith ini dipercaya sebagai Vampire pertama yang ada di dunia. Ia digambarkan sebagai seorang perempuan iblis yang suka tiba pada malam hari untuk mencuri bayi atau janin yang masih dalam kandungan. Kisah Lilith kemungkinan memang terinspirasi dari Lamastu mengingat kaum Yahudi pernah dibuang ke Babylonia ribuan tahun yang lalu.
Namun, kebanyakan dari kita tidak mengenal Lamastu atau Lilith. Kita lebih mengenal figur Vampire yang populer ibarat Dracula. Vampire jenis ini, yang sering kita tonton lewat film, kebanyakan memang dipengaruhi oleh vampire versi Eropa.
Pada kurun 17 dan 18, histeria vampire pernah menyapu Eropa. Banyak penduduk Eropa yang melaporkan melihat keluarga mereka yang telah meninggal hidup kembali dan berjalan di pedesaan serta menyerang penduduk lainnya.
Histeria ini kemudian mengakibatkan pemerintah turun tangan. Mereka membongkar kuburan tersangka vampire, menusuk dada jenazah itu dengan batang kayu tajam dan memperabukan jenazah tersebut. Ketakutan akan vampire menyebar ke seluruh Eropa sehingga mengakibatkan vampire menjadi sebuah objek spekulasi akademis, puisi, lukisan dan bahkan karya sastra. Novel Dracula karya Bram Stoker yaitu salah satunya.
Bram Stoker menyeleksi beberapa kisah vampire dan kemudian menambahkan beberapa detail ciptaannya yang kemudian menjadi standar aksara bagi vampire modern. Dari Bram Stoker juga, beberapa aksara vampire yang unik ditambahkan. Misalnya Vampire, dalam hal ini dracula, tidak mempunyai refleksi bayangan diri di cermin. Padahal kisah-kisah rakyat Eropa malah menceritakan bila vampire yaitu tokoh narsis yang suka terpesona dengan wajahnya ketika bercermin.
Setelah Bram Stoker, aksara vampire mulai berevolusi di tangan para penulis dan pembuat film Holywood yang muncul belakangan, ibarat Anne Rice, Joss Whedon atau Stephenie Meyer.
Lalu pertanyaannya kini adalah, adakah vampire di dunia ini pada masa sekarang?
Cukup luar biasa, lantaran untuk mencari vampire di masa modern, saya menjelajah dunia internet dan menemukan sangat banyak website yang dibentuk oleh mereka yang mengaku sebagai vampire.
Namun, semua website tersebut mengakui bila penggambaran aksara vampire dalam film-film Holywood yaitu berlebihan. Menurut mereka, vampire yaitu insan biasa yang lantaran alasan tertentu mempunyai satu atau lebih aksara vampire Holywood.
Dalam film-film, vampire digambarkan sebagai jenazah yang hidup kembali, mempunyai taring, menghisap darah, terbakar oleh sinar matahari, takut dengan bawang putih dan relik keagamaan ibarat salib atau air suci. Mereka juga dipercaya sebagai makhluk abadi, bisa terbang, bertenaga kuat, berwajah pucat dan tidur di peti mati. Jika menghisap darah, mereka akan mengincar leher korban dan korban tersebut akan berkembang menjadi vampire juga.
Jika kalian bertanya, adakah makhluk yang mempunyai semua karakteristik di atas di dunia ini? Saya akan menjawab tidak ada. Karakter-karakter di atas yaitu aksara ciptaan penulis dan pembuat film. Jadi, jangan berharap ada komunitas vampire awet dengan para tetua yang memimpin di markas diam-diam ibarat yang kita saksikan di film Blade atau underworld.
Namun, ibarat yang sudah saya katakan di atas. Pada masa modern ini, ada sekelompok orang yang percaya bila mereka yaitu vampire, namun dengan definisi yang berbeda. Identifikasi ini bisa muncul lantaran mereka mempunyai satu atau lebih ciri vampire Holywood, ibarat takut dengan sinar matahari atau meminum darah.
Jadi, saya akan mengajak anda untuk melihat sedikit mengenai kelompok-kelompok ini dan klaim yang mereka ajukan.
Vampire gaya hidup
Mereka yang termasuk ke dalam vampire jenis ini yaitu mereka yang tertarik dengan gaya hidup vampire yang mereka saksikan di film-film. Tapi, bukan cuma sekedar mengidolakan, mereka bahkan benar-benar berkomitmen untuk menjalani kehidupan sebagai vampire. mereka akan berdandan ala Gothic dan menaruh bedak putih di wajah. Mereka juga membentuk klan-klan vampire ibarat di film. Namun golongan ini mengaku bila mereka tidak mempunyai kekuatan supranatural ataupun meminum darah.
Vampire Sanguine
Sanguine berarti merah darah. Vampire jenis ini yaitu vampire gaya hidup yang bertindak lebih jauh dengan meminum darah manusia. Tidak berarti harus meminum satu gelas darah. Biasanya mereka hanya menambahkan beberapa tetes darah ke dalam minuman mereka. Kadang, mereka bahkan bisa menemukan sukarelawan yang rela tangannya dilukai agar darahnya bisa dihisap. Beberapa vampire sanguine ini alhasil menjadi kecanduan akan darah sehingga mereka akan terus menerus mencari darah insan untuk diminum.
Ini wajar, lantaran ketika seseorang meminum darah, ia sanggup terkena sebuah penyakit yang disebut Reinfeld's Syndrome (Vampiric syndrome). Penyakit ini disebabkan oleh kebiasaan meminum darah dalam jumlah yang berlebihan sehingga mengakibatkan terjadinya reaksi kimia di dalam badan yang mengakibatkan kecanduan.
Mereka yang meminum darah ini biasanya juga percaya bila darah akan mengatakan kepada mereka kekuatan dan energi yang luar biasa. Praktek ini juga bisa ditemukan di suku-suku terasing ibarat suku Maasai dari Afrika. Suku Mongolia masa Genghis Khan juga biasa mencampurkan susu mereka dengan darah yang dipercaya bisa meningkatkan keberanian dan kekuatan.
Vampire Psikopat
Jika kita hanya membatasi definisi vampire dengan makhluk yang meminum darah, maka beberapa pembunuh berantai layak mendapat julukan sebagai Vampire. Pada awal kurun 20, Peter Kurten melaksanakan 9 pembunuhan dan 7 percobaan pembunuhan. Ia disebut mencapai orgasme seksual ketika melihat darah korbannya dan kadang malah suka menjilatinya. Karena itu Peter Kurten mendapat julukan "The Vampire of Dussledorf".
Richard Trenton Chase, pembunuh lainnya, juga mendapat julukan yang mirip, "The Vampire of Sacramento". Ia membunuh 6 orang dan meminum darah mereka.
Namun yang paling luar biasa mungkin yaitu Manuela Ruda dan suaminya, Daniel, yang berasal dari Jerman.

Mereka membunuh seorang laki-laki berjulukan Frank Hagen yang berusia 33 tahun di bawah sebuah banner yang bertuliskan kalimat "When Satan Lives". Lalu, pasangan itu meminum darah korbannya dan berafiliasi seks di dalam peti mati.
Ketika di pengadilan, Ruda bersaksi:
Kedengarannya sangat vampire, atau vampire psikopat. Tapi, dari kesaksiannya kita tahu bila pasangan ini telah membuat karakternya sendiri. Mereka tidak lahir dengan gigi taring dan harapan untuk meminum darah. Mereka mengakui bila mulai tertarik dengan vampirisme ketika ia berafiliasi dengan setan.
Psychic Vampire (Vampire paranormal)
Vampire jenis ini sering disebut Pranic Vampire. Mereka juga berasal dari vampire gaya hidup, namun dengan suatu alasan batiniah perlu mendapat energi dari sumber luar dan mereka mengklaim punya kemampuan untuk menghisap energi dari orang yang ada di sekelilingnya. Jika orang-orang berkumpul dengan vampire jenis ini di dalam suatu ruangan, maka orang-orang di dalam ruangan itu akan merasa lemah lantaran energi mereka dimakan oleh vampire paranormal.
Entahkah fenomena ini konkret atau tidak, sukar membuktikannya. Namun, para vampire jenis ini mengakui bila mereka mempunyai teknik tersendiri untuk memangsa energi orang lain.
Vampire Karena Penyakit
Seperti yang sudah saya katakan di atas. Dalam masa modern ini, seseorang bisa disebut sebagai vampire lantaran ia mempunyai satu atau lebih aksara vampire Holywood. Ini salah satu contohnya.
Vampire jenis ini yaitu insan yang terkena penyakit langka yang disebut Porphyria. Penyakit ini mengakibatkan badan insan mengalami ketidakteraturan produksi Heme, sebuah pigmen yang kaya akan zat besi di dalam darah, sehingga yang bersangkutan akan menjadi sensitif terhadap ultraviolet atau cahaya matahari. Jika terkena cahaya matahari sedikit saja, kulit orang tersebut akan menjadi rusak. Bibir dan gigi mereka akan menjadi lebih merah sehingga terlihat ibarat hewan. Dalam kasus yang berat, hidung dan jari tangan yang bersangkutan bahkan bisa lepas dengan sendirinya. .

Karena itu, penderita penyakit ini akan mengindari sinar matahari dan hanya keluar pada malam hari.
Akibat kelainan ini, secara alamiah, mekanisme badan akan membuat penderita penyakit ini menjadi lebih berbulu untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Dr.David Dolphin dari University of British Columbia percaya bila penderita penyakit ini telah menginspirasi legenda vampire dan werewolf.
Bahkan, penyakit ini juga bisa dihubungkan dengan bawang putih. Menurut Dr.Dolphin, bawang putih mempunyai kandungan kimia yang bisa memperparah penyakit ini. Ini mengakibatkan penderita Porphyria niscaya akan menjauhi bawang putih.
Porphyria diperkirakan menyerang 1 dari setiap 200.000 penduduk dan masih tidak ada obatnya. Jika ada 6 milyar penduduk, maka itu berarti ada sekitar 30.000 penderita porphyria di dunia.
Selain lantaran Porphyria, ada website vampire lainnya yang mengklaim bila vampire yaitu mereka yang terserang dengan retrovirus, sebuah virus RNA yang mereplikasi diri di dalam sel induk via enzim tertentu untuk menghasilkan DNA dari genom RNAnya.
Para vampire golongan ini percaya bila retrovirus ini telah membuat mereka menjadi lebih kuat, lebih tahan sakit, insting yang lebih baik dan lebih cepat bergerak. Mereka juga mengakui bila mereka selalu merasa kekurangan darah sehingga mereka juga memerlukan konsumsi darah dari luar.
Namun, teori ini masih belum dibuktikan secara sains lantaran ketika ini hanya ada tiga jenis retrovirus yang dikenal bisa menginfeksi insan (salah satunya yaitu HIV). Retrovirus yang mengakibatkan vampirisme tidak atau belum pernah ditemukan sama sekali.
Penutup
Sebenarnya, saya mendapat beberapa belas pertanyaan mengenai vampire. Tapi sebagian besar pertanyaan tersebut menurut atas anggapan bila vampire masa modern sama persis dengan vampire Holywood. Saya rasa, soal ini sudah saya jawab di atas. Vampire masa modern yaitu insan juga yang lantaran alasan tertentu mempunyai satu atau lebih karakteristik vampire Holywood.
Untuk vampire jenis ini, ya, mereka ada dan hidup ibarat layaknya insan biasa. Tentu saja dengan sedikit perbedaan dalam kebiasaan.
Baca juga: Tengkorak "Vampir" kurun pertengahan ditemukan di Italia.
Legenda makhluk penghisap darah ini tersebar di hampir semua penggalan dunia, dan lantaran itu, tentu akan sangat sulit menyangkal keberadaannya.
Vampire dalam sejarah
4.000 tahun yang lalu, penduduk Assyiria dan Babylonia kuno sudah mengenal figur dewi yang sangat ditakuti berjulukan Lamastu. Dewi iblis ini dipercaya memangsa manusia, menghisap darah dan berbagi penyakit.
Sedangkan dalam kebudayaan Yahudi, dikenal figur yang disebut Lilith. Dalam legenda para Vampire, Lilith ini dipercaya sebagai Vampire pertama yang ada di dunia. Ia digambarkan sebagai seorang perempuan iblis yang suka tiba pada malam hari untuk mencuri bayi atau janin yang masih dalam kandungan. Kisah Lilith kemungkinan memang terinspirasi dari Lamastu mengingat kaum Yahudi pernah dibuang ke Babylonia ribuan tahun yang lalu.
Namun, kebanyakan dari kita tidak mengenal Lamastu atau Lilith. Kita lebih mengenal figur Vampire yang populer ibarat Dracula. Vampire jenis ini, yang sering kita tonton lewat film, kebanyakan memang dipengaruhi oleh vampire versi Eropa.
Pada kurun 17 dan 18, histeria vampire pernah menyapu Eropa. Banyak penduduk Eropa yang melaporkan melihat keluarga mereka yang telah meninggal hidup kembali dan berjalan di pedesaan serta menyerang penduduk lainnya.Histeria ini kemudian mengakibatkan pemerintah turun tangan. Mereka membongkar kuburan tersangka vampire, menusuk dada jenazah itu dengan batang kayu tajam dan memperabukan jenazah tersebut. Ketakutan akan vampire menyebar ke seluruh Eropa sehingga mengakibatkan vampire menjadi sebuah objek spekulasi akademis, puisi, lukisan dan bahkan karya sastra. Novel Dracula karya Bram Stoker yaitu salah satunya.
Bram Stoker menyeleksi beberapa kisah vampire dan kemudian menambahkan beberapa detail ciptaannya yang kemudian menjadi standar aksara bagi vampire modern. Dari Bram Stoker juga, beberapa aksara vampire yang unik ditambahkan. Misalnya Vampire, dalam hal ini dracula, tidak mempunyai refleksi bayangan diri di cermin. Padahal kisah-kisah rakyat Eropa malah menceritakan bila vampire yaitu tokoh narsis yang suka terpesona dengan wajahnya ketika bercermin.
Setelah Bram Stoker, aksara vampire mulai berevolusi di tangan para penulis dan pembuat film Holywood yang muncul belakangan, ibarat Anne Rice, Joss Whedon atau Stephenie Meyer.
Lalu pertanyaannya kini adalah, adakah vampire di dunia ini pada masa sekarang?
Cukup luar biasa, lantaran untuk mencari vampire di masa modern, saya menjelajah dunia internet dan menemukan sangat banyak website yang dibentuk oleh mereka yang mengaku sebagai vampire.
Namun, semua website tersebut mengakui bila penggambaran aksara vampire dalam film-film Holywood yaitu berlebihan. Menurut mereka, vampire yaitu insan biasa yang lantaran alasan tertentu mempunyai satu atau lebih aksara vampire Holywood.
Dalam film-film, vampire digambarkan sebagai jenazah yang hidup kembali, mempunyai taring, menghisap darah, terbakar oleh sinar matahari, takut dengan bawang putih dan relik keagamaan ibarat salib atau air suci. Mereka juga dipercaya sebagai makhluk abadi, bisa terbang, bertenaga kuat, berwajah pucat dan tidur di peti mati. Jika menghisap darah, mereka akan mengincar leher korban dan korban tersebut akan berkembang menjadi vampire juga.
Jika kalian bertanya, adakah makhluk yang mempunyai semua karakteristik di atas di dunia ini? Saya akan menjawab tidak ada. Karakter-karakter di atas yaitu aksara ciptaan penulis dan pembuat film. Jadi, jangan berharap ada komunitas vampire awet dengan para tetua yang memimpin di markas diam-diam ibarat yang kita saksikan di film Blade atau underworld.
Namun, ibarat yang sudah saya katakan di atas. Pada masa modern ini, ada sekelompok orang yang percaya bila mereka yaitu vampire, namun dengan definisi yang berbeda. Identifikasi ini bisa muncul lantaran mereka mempunyai satu atau lebih ciri vampire Holywood, ibarat takut dengan sinar matahari atau meminum darah.
Jadi, saya akan mengajak anda untuk melihat sedikit mengenai kelompok-kelompok ini dan klaim yang mereka ajukan.
Vampire gaya hidup
Mereka yang termasuk ke dalam vampire jenis ini yaitu mereka yang tertarik dengan gaya hidup vampire yang mereka saksikan di film-film. Tapi, bukan cuma sekedar mengidolakan, mereka bahkan benar-benar berkomitmen untuk menjalani kehidupan sebagai vampire. mereka akan berdandan ala Gothic dan menaruh bedak putih di wajah. Mereka juga membentuk klan-klan vampire ibarat di film. Namun golongan ini mengaku bila mereka tidak mempunyai kekuatan supranatural ataupun meminum darah.
Vampire Sanguine
Sanguine berarti merah darah. Vampire jenis ini yaitu vampire gaya hidup yang bertindak lebih jauh dengan meminum darah manusia. Tidak berarti harus meminum satu gelas darah. Biasanya mereka hanya menambahkan beberapa tetes darah ke dalam minuman mereka. Kadang, mereka bahkan bisa menemukan sukarelawan yang rela tangannya dilukai agar darahnya bisa dihisap. Beberapa vampire sanguine ini alhasil menjadi kecanduan akan darah sehingga mereka akan terus menerus mencari darah insan untuk diminum.
Ini wajar, lantaran ketika seseorang meminum darah, ia sanggup terkena sebuah penyakit yang disebut Reinfeld's Syndrome (Vampiric syndrome). Penyakit ini disebabkan oleh kebiasaan meminum darah dalam jumlah yang berlebihan sehingga mengakibatkan terjadinya reaksi kimia di dalam badan yang mengakibatkan kecanduan.
Mereka yang meminum darah ini biasanya juga percaya bila darah akan mengatakan kepada mereka kekuatan dan energi yang luar biasa. Praktek ini juga bisa ditemukan di suku-suku terasing ibarat suku Maasai dari Afrika. Suku Mongolia masa Genghis Khan juga biasa mencampurkan susu mereka dengan darah yang dipercaya bisa meningkatkan keberanian dan kekuatan.
Vampire Psikopat
Jika kita hanya membatasi definisi vampire dengan makhluk yang meminum darah, maka beberapa pembunuh berantai layak mendapat julukan sebagai Vampire. Pada awal kurun 20, Peter Kurten melaksanakan 9 pembunuhan dan 7 percobaan pembunuhan. Ia disebut mencapai orgasme seksual ketika melihat darah korbannya dan kadang malah suka menjilatinya. Karena itu Peter Kurten mendapat julukan "The Vampire of Dussledorf".
Richard Trenton Chase, pembunuh lainnya, juga mendapat julukan yang mirip, "The Vampire of Sacramento". Ia membunuh 6 orang dan meminum darah mereka.
Namun yang paling luar biasa mungkin yaitu Manuela Ruda dan suaminya, Daniel, yang berasal dari Jerman.

Mereka membunuh seorang laki-laki berjulukan Frank Hagen yang berusia 33 tahun di bawah sebuah banner yang bertuliskan kalimat "When Satan Lives". Lalu, pasangan itu meminum darah korbannya dan berafiliasi seks di dalam peti mati.
Ketika di pengadilan, Ruda bersaksi:
"Kami bertemu banyak orang yang mengatakan darah mereka untuk kami minum. Di London, kami berafiliasi dengan banyak vampire. Kami meminum darah dari orang-orang hidup. Saya punya taring binatang yang saya tanam di dalam verbal agar lebih simpel menggigit. Lalu, saya menajamkan gigi saya yang lain. Kami mempelajari urat nadi mana yang harus digigit dan kami tidur di kuburan. Pernah suatu hari kami menggali sebuah kuburan dan tidur di dalamnya hanya untuk mengetahui bagaimana rasanya. Selama 2,5 tahun terakhir ini, saya mempunyai setan di dalam jiwa saya."Pasangan ini juga percaya bila mereka akan bereinkarnasi sebagai Vampire. Mereka biasa mengorbankan kambing dan ayam sebelum mereka meningkatkannya menjadi korban manusia.
Kedengarannya sangat vampire, atau vampire psikopat. Tapi, dari kesaksiannya kita tahu bila pasangan ini telah membuat karakternya sendiri. Mereka tidak lahir dengan gigi taring dan harapan untuk meminum darah. Mereka mengakui bila mulai tertarik dengan vampirisme ketika ia berafiliasi dengan setan.
Psychic Vampire (Vampire paranormal)
Vampire jenis ini sering disebut Pranic Vampire. Mereka juga berasal dari vampire gaya hidup, namun dengan suatu alasan batiniah perlu mendapat energi dari sumber luar dan mereka mengklaim punya kemampuan untuk menghisap energi dari orang yang ada di sekelilingnya. Jika orang-orang berkumpul dengan vampire jenis ini di dalam suatu ruangan, maka orang-orang di dalam ruangan itu akan merasa lemah lantaran energi mereka dimakan oleh vampire paranormal.
Entahkah fenomena ini konkret atau tidak, sukar membuktikannya. Namun, para vampire jenis ini mengakui bila mereka mempunyai teknik tersendiri untuk memangsa energi orang lain.
Vampire Karena Penyakit
Seperti yang sudah saya katakan di atas. Dalam masa modern ini, seseorang bisa disebut sebagai vampire lantaran ia mempunyai satu atau lebih aksara vampire Holywood. Ini salah satu contohnya.
Vampire jenis ini yaitu insan yang terkena penyakit langka yang disebut Porphyria. Penyakit ini mengakibatkan badan insan mengalami ketidakteraturan produksi Heme, sebuah pigmen yang kaya akan zat besi di dalam darah, sehingga yang bersangkutan akan menjadi sensitif terhadap ultraviolet atau cahaya matahari. Jika terkena cahaya matahari sedikit saja, kulit orang tersebut akan menjadi rusak. Bibir dan gigi mereka akan menjadi lebih merah sehingga terlihat ibarat hewan. Dalam kasus yang berat, hidung dan jari tangan yang bersangkutan bahkan bisa lepas dengan sendirinya. .

Karena itu, penderita penyakit ini akan mengindari sinar matahari dan hanya keluar pada malam hari.
Akibat kelainan ini, secara alamiah, mekanisme badan akan membuat penderita penyakit ini menjadi lebih berbulu untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Dr.David Dolphin dari University of British Columbia percaya bila penderita penyakit ini telah menginspirasi legenda vampire dan werewolf.
Bahkan, penyakit ini juga bisa dihubungkan dengan bawang putih. Menurut Dr.Dolphin, bawang putih mempunyai kandungan kimia yang bisa memperparah penyakit ini. Ini mengakibatkan penderita Porphyria niscaya akan menjauhi bawang putih.
Porphyria diperkirakan menyerang 1 dari setiap 200.000 penduduk dan masih tidak ada obatnya. Jika ada 6 milyar penduduk, maka itu berarti ada sekitar 30.000 penderita porphyria di dunia.
Selain lantaran Porphyria, ada website vampire lainnya yang mengklaim bila vampire yaitu mereka yang terserang dengan retrovirus, sebuah virus RNA yang mereplikasi diri di dalam sel induk via enzim tertentu untuk menghasilkan DNA dari genom RNAnya.
Para vampire golongan ini percaya bila retrovirus ini telah membuat mereka menjadi lebih kuat, lebih tahan sakit, insting yang lebih baik dan lebih cepat bergerak. Mereka juga mengakui bila mereka selalu merasa kekurangan darah sehingga mereka juga memerlukan konsumsi darah dari luar.
Namun, teori ini masih belum dibuktikan secara sains lantaran ketika ini hanya ada tiga jenis retrovirus yang dikenal bisa menginfeksi insan (salah satunya yaitu HIV). Retrovirus yang mengakibatkan vampirisme tidak atau belum pernah ditemukan sama sekali.
Penutup
Sebenarnya, saya mendapat beberapa belas pertanyaan mengenai vampire. Tapi sebagian besar pertanyaan tersebut menurut atas anggapan bila vampire masa modern sama persis dengan vampire Holywood. Saya rasa, soal ini sudah saya jawab di atas. Vampire masa modern yaitu insan juga yang lantaran alasan tertentu mempunyai satu atau lebih karakteristik vampire Holywood.
Untuk vampire jenis ini, ya, mereka ada dan hidup ibarat layaknya insan biasa. Tentu saja dengan sedikit perbedaan dalam kebiasaan.
Baca juga: Tengkorak "Vampir" kurun pertengahan ditemukan di Italia.
