Misteri Bawah Umur Hijau Dari Woolpit

Inggris mempunyai banyak kisah dan legenda. Kadang susah diterima oleh nalar sehat. Misalnya yang satu ini. Kebenarannya diragukan sebagian orang. Tapi sebagian lain mempercayainya sebagai sebuah kesaksian sejarah. Walaupun dongeng ini lebih mirip kisah dalam salah satu karya HC Andersen atau JRR Tolkien, namun hingga kini, kisah ini masih banyak dipelajari oleh banyak sekali kalangan, baik sejarawan, jago kisah rakyat hingga Cryptozoologyst. Ini yakni legenda mengenai The Green Children of Woolpit atau anak-anak hijau dari Woolpit. 

Legenda ini terjadi di kala ke-12, ketika masa pemerintahan raja Stephen (1135 - 1154 Masehi) dan terjadi di sebuah desa kecil di Suffolk yang berjulukan Woolpit. Nama "Woolpit" mungkin berasal dari Wolfpitt yang berarti lubang/parit besar yang dipakai untuk menjebak serigala yang ada di desa itu.

Inggris mempunyai banyak kisah dan legenda Misteri Anak-anak hijau dari Woolpit
Suatu hari, para penduduk desa menyaksikan dengan takjub ketika dua orang anak kecil merangkak keluar dari parit itu. Seorang anak wanita dan seorang anak laki-laki yang lebih muda. Mereka berdua memakai pakaian yang absurd dan berbicara dalam bahasa yang tidak dimengerti oleh penduduk desa. Namun, yang menciptakan para penduduk desa keheranan yakni kulit mereka - seluruhnya berwarna hijau!

Karena tidak sanggup berkomunikasi dengan mereka, para penduduk kemudian membawa kedua anak yang terlihat duka dan menangis itu ke rumah Sir Richard de Calne, seorang tuan tanah lokal. Di rumah itu, mereka tinggal dan diperlakukan dengan baik oleh Sir Richard dan para pelayannya.

Namun, tidak berapa usang kemudian, anak laki-laki itu jatuh sakit dan kurang dari setahun, ia meninggal. Untungnya, anak yang wanita berhasil bertahan hidup. Sejalan dengan perkembangan usianya yang semakin dewasa, warna hijau pada tubuhnya perlahan menghilang dan bermetamorfosis normal. Ia diberi nama Agnes. Kemudian, Agnes menikah dengan seorang darah biru dari Norfolk dan memakai nama Agnes Barre.

Karena nama ini pula, banyak yang percaya bahwa pemegang gelar Earl Ferrers (gelar darah biru Inggris) yang kini yakni keturunan eksklusif dari Agnes (Salah satu leluhur dari Earl Ferrers berjulukan Sir John Barre).

Selama di rumah Sir Richard, Agnes berguru bahasa Inggris. Ketika ia sudah lancar berkomunikasi, ia mulai menceritakan bagaimana ia dan adik laki-lakinya sanggup hingga ke Woolpit. Ia menyampaikan bahwa mereka berasal dari sebuah kawasan yang berjulukan St.Martin yang hanya mempunyai sedikit cahaya matahari dan para penduduknya semua berkulit hijau. Sebuah sungai besar memisahkan desa mereka dengan desa lain yang selalu terang benderang.

Suatu hari, ketika mereka berdua sedang membantu ayah mereka menjaga ternak, Agnes dan adiknya mendengar bunyi lonceng di dalam gua, mereka mengikutinya menuju ke dalam gua hingga menemukan lubang di permukaan tanah (parit) yang hingga ke Woolpit. Saat itulah kedua anak itu terlihat oleh para penduduk desa yang ada di ladang.

Kisah belum dewasa hijau ini pertama kali diceritakan oleh penulis kala ke-13 berjulukan William of Newbridge dan Ralph of Cogestal. William (1136-1198), seorang sejarawan Inggris, menceritakan kisah ini dalam karyanya berjudul "Historia rerum Anglicarum" atau "History of English Affairs" yang menceritakan sejarah Inggris dari tahun 1066 hingga tahun 1198.

Sedangkan Ralph (meninggal tahun 1228) menceritakan kisah ini dalam karyanya "Chronicon Anglicanum" atau "English Chronicle" yang menceritakan sejarah Inggris antara tahun 1187 hingga 1224. Ralph juga mengaku bahwa ia sering mendengar mengenai belum dewasa hijau ini dari Sir Richard de Calne sendiri.

Selain kedua sumber utama di atas, kisah misterius ini juga sanggup ditemukan sebagai rujukan dalam buku-buku kala pertengahan lainnya mirip "The anatomy of Melancholy" yang ditulis oleh Robert Burton pada tahun 1621 dan "The Fairy Mythology" yang ditulis oleh Thomas Keightley pada tahun 1828.

Kisah ini juga beredar dengan beberapa versi yang sedikit berbeda. Ada yang menyampaikan jikalau bekerjsama belum dewasa hijau ditemukan pada masa pemerintahan raja Henry II, bukan Raja Stephen.

Bagi sebagian orang, kisah ini hanyalah sebuah mitos. Seorang jago dongeng rakyat Inggris berjulukan Dr.Katharine Briggs menulis dalam "A Dictionary of Fairies" yang terbit tahun 1976 bahwa kisah ini mengandung banyak unsur legenda dan mitos, mirip warna hijau, tanah yang selalu gelap dan dunia bawah tanah. Ia menganggap dongeng ini penuh dengan aspek mitologi dan dongeng.

Namun bagi yang lain, kisah ini mungkin benar-benar terjadi. Karena itu beberapa klarifikasi berusaha diberikan.

Teori yang paling ekstrem menyampaikan jikalau kedua anak ini tiba dari dunia lain di dalam bumi yang dengan suatu cara menemukan pintu dimensi lain yang telah membawa mereka ke Woolpit.

Teori lain menyampaikan bahwa mereka yakni belum dewasa alien yang secara tidak sengaja mendarat di bumi. Salah satu pendukung teori alien ini yakni astronom Skotlandia berjulukan Duncan Lunan. Pada konferensi yang diselenggarakan oleh majalah Fortean Times, ia menyampaikan bahwa kedua anak itu yakni alien yang dikirim ke bumi dari planet lain. Teori ini terdengar mirip kisah Clark Kent.

Namun, para penduduk Lokal Suffolk punya teori sendiri. Mereka percaya bahwa legenda ini berasal dari kisah faktual yang terjadi di Waylan Wood.

Menurut legenda, ada seorang laki-laki yang menjadi wali dua anak kecil, seorang anak wanita dan seorang anak laki-laki.



Pria ini yakni paman kedua anak itu. Untuk menguasai harta warisan kedua anak itu, sang paman meracuni kedua anak ini dengan arsenik dan membuangnya ke hutan. Kedua anak ini tidak mati, namun alasannya efek arsenik, kulit mereka bermetamorfosis hijau hingga mereka berhasil hingga ke Woolpit. Teori ini cukup rasional, walaupun tidak diketahui apakah arsenik sanggup mengubah warna kulit menjadi hijau.

Teori terbaru mengenai belum dewasa hijau ini diajukan tahun 1998 oleh Paul Harris.

Menurutnya, sebelum masa pemerintahan Henry II, Inggris timur banyak dimasuki oleh para pedagang Flemish (Belgia - Belanda). Ketika Henry II menjadi raja, para pedagang ini mengalami banyak penganiayaan dan pada perang St.Edmund tahun 1173, banyak diantara mereka yang dibantai.

Harris menyampaikan bahwa kedua anak itu kemungkinan yakni keturunan para pedagang yang berasal dari desa bersahabat Fornham St.Martin yang berada hanya beberapa mil dari Woolpit dan dipisahkan oleh sungai Lark.

Kedua anak tersebut mungkin berhasil melarikan diri dari pembantaian menuju hutan Thetford. Hutan itu hanya sedikit mendapatkan cahaya matahari sehingga menciptakan mereka mengira bahwa mereka berada di daratan yang gelap. Jika kedua anak itu melarikan diri dalam waktu yang cukup lama, mereka akan mengalami penyakit kekurangan gizi yang disebut Chlorosis (Green Sickness) yang menciptakan kulit menjadi hijau.

Harris juga percaya jikalau bunyi lonceng yang mereka dengar yakni bunyi lonceng gereja di bersahabat St.Edmund yang kemudian menjadikan mereka hingga ke Woolpit. Ketika mereka hingga ke Woolpit, mereka menjadi disorientasi alasannya usang tidak melihat cahaya. Pakaian mereka yang berasal dari pedagang Flemish dan bahasa yang berdialek Flemish tentu saja akan menciptakan penduduk desa keheranan.

Teori Harris tampaknya cukup masuk nalar dan sanggup menjelaskan banyak teka-teki yang mencakup kisah ini. Karena itu teori ini dianggap sebagai teori terbaik mengenai belum dewasa hijau dari Woolpit. Namun, soal benar tidaknya teori ini, tentu saja tidak ada yang sanggup memastikan.

Apakah belum dewasa hijau tersebut benar-benar ada ?

Mungkin kita tidak akan pernah tahu. Bisa saja, legenda ini hanya sebuah imajinasi dari penulis kala pertengahan yang ditulis dengan gaya alegori.

Atau, mungkinkah kisah ini benar-benar terjadi, namun diceritakan dengan dramatisasi ?Jika teori Harris memang benar, agak mengherankan memang. Mengapa kedua anak itu tidak berkata saja : 'Orang bau tanah kami dibantai, kami melarikan diri dan tersesat di hutan'. Mengapa harus ada dongeng mengenai daratan gelap, Penduduk St.Martin yang semuanya berkulit hijau, masuk ke gua misterius dan hingga ke Woolpit ?

Menurut saya, kisah ini akan tetap menjadi salah satu dari sekian banyak kisah yang tidak terpecahkan.

Catatan Tambahan :
Green sickness yakni salah satu jenis anemia yang memang sanggup menjadikan warna kulit bermetamorfosis hijau. Gejalanya termasuk, kekurangan tenaga, nafas pendek, sakit kepala dan mempunyai selera untuk memakan sesuatu yang bukan makanan, mirip garam dan abu.

Selain Green sickness, dalam dunia kedokteran, ada juga yang disebut sebagai Argyria, yaitu sebuah kondisi dimana warna kulit akan bermetamorfosis biru, ungu atau abu-abu alasannya badan tercemar oleh elemen perak.

Efek perubahan warna kulit ini biasanya terjadi secara permanen. Tapi pengobatan dengan teknologi laser konon sanggup memperlihatkan hasil yang cukup baik.

Baca juga : Kisah Zana - Bigfoot Rusia yang melahirkan belum dewasa dari manusia.

(llewellyn.com, mysteriouspeople.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel