Stargate Project - Tim Elit Paranormal Dalam Intelijen Amerika
Tuesday, April 13, 2010
Edit
"Yang memampukan seorang penguasa bijak dan jenderal yang baik untuk bisa menyerang, menaklukkan dan mencapai hasil yang melebihi jangkauan insan biasa yaitu informasi awal."
-- Sun Tzu - The Art of War --
Sun Tzu, mengucapkan kalimat tersebut 2.500 tahun yang lalu, namun pesan ini sungguh masih relevan sampai ketika ini.
Mengumpulkan warta mengenai kondisi musuh yaitu salah satu kunci kemenangan dalam peperangan dan seni administrasi ini merupakan sebuah praktek yang lazim dilakukan di dunia intelijen.
Namun, ketika intelijen di dunia Timur mulai memakai teknologi-teknologi barat yang canggih, Intelijen dunia barat malah kembali ke cara-cara tradisional yang terkenal di kebudayaan timur. Ini tercermin dari proyek rahasia CIA yang bocor ke publik tahun 1995, yaitu proyek Stargate.
Proyek Rahasia Stargate
Proyek ini yaitu proyek rahasia pemerintah Amerika Serikat yang dijalankan oleh CIA, bekerja sama dengan tubuh intelijen dan militer lainnya menyerupai NSA (National Security Agency) dan angkatan darat. Proyek ini mulai aktif sekitar tahun 1970an sampai ditutup pada tanggal 30 Juni 1995.
Precognition (meramalkan suatu kejadian yang akan terjadi di masa datang) dan Telekinesis (memindahkan sebuah objek tanpa menyentuhnya).
Walaupun kedengarannya mengada-ngada, namun penggunaan teknik Remote Viewing misalnya, telah digunakan oleh intelijen Amerika pada beberapa black operation di masa lampau. Salah satu tokoh yang dikenal andal dalam penggunaan teknik ini yaitu Ingo Swann, yang di kemudian hari menjadi otak dari Stargate. Ingo Swann juga yaitu orang yang pertama kali memakai istilah Remote Viewing.
-- Sun Tzu - The Art of War --
Sun Tzu, mengucapkan kalimat tersebut 2.500 tahun yang lalu, namun pesan ini sungguh masih relevan sampai ketika ini.
Mengumpulkan warta mengenai kondisi musuh yaitu salah satu kunci kemenangan dalam peperangan dan seni administrasi ini merupakan sebuah praktek yang lazim dilakukan di dunia intelijen.
Namun, ketika intelijen di dunia Timur mulai memakai teknologi-teknologi barat yang canggih, Intelijen dunia barat malah kembali ke cara-cara tradisional yang terkenal di kebudayaan timur. Ini tercermin dari proyek rahasia CIA yang bocor ke publik tahun 1995, yaitu proyek Stargate.
Proyek Rahasia Stargate
Proyek ini yaitu proyek rahasia pemerintah Amerika Serikat yang dijalankan oleh CIA, bekerja sama dengan tubuh intelijen dan militer lainnya menyerupai NSA (National Security Agency) dan angkatan darat. Proyek ini mulai aktif sekitar tahun 1970an sampai ditutup pada tanggal 30 Juni 1995.
Precognition (meramalkan suatu kejadian yang akan terjadi di masa datang) dan Telekinesis (memindahkan sebuah objek tanpa menyentuhnya).
Walaupun kedengarannya mengada-ngada, namun penggunaan teknik Remote Viewing misalnya, telah digunakan oleh intelijen Amerika pada beberapa black operation di masa lampau. Salah satu tokoh yang dikenal andal dalam penggunaan teknik ini yaitu Ingo Swann, yang di kemudian hari menjadi otak dari Stargate. Ingo Swann juga yaitu orang yang pertama kali memakai istilah Remote Viewing.
Iran, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Iran Contra.
Keith diminta untuk menyelidiki situasi di Iran dengan remote Viewing. Kemudian, Keith mulai memproyeksikan pikirannya.
Dari penglihatannya, Ia berhasil mengetahui bila salah satu warga Amerika yang disandera di Iran "mengalami Nausea (Perasaan selalu ingin muntah) dengan satu sisi tubuhnya terluka/rusak" dan sandera itu "akan dibawa pulang dengan pesawat terbang beberapa hari kemudian".
Informasi ini cukup akurat. Seorang sandera yang berjulukan Richard Queen ternyata mengidap lemah otot, mata rabun, kordinasi tubuh yang kacau balau, vertigo dan multiple sclerosis yang mempengaruhi saraf di satu sisi tubuhnya. Akibatnya, Queen dilepas oleh para penyandera di Iran dan presiden Jimmy Carter mengirim sebuah pesawat untuk membawanya pulang.
Foto satelit yang didapatkan oleh intelijen Amerika memperlihatkan akurasi prediksi ini. Di antara rekan-rekannya di Stargate, McMoneagle memang dikenal bisa memprediksi sebuah kejadian beberapa bulan sebelum terjadi.
Jadi, kemampuan yang dimilikinya lebih kearah precognitive dibanding remote viewing.
Kemampuan ini didapatkannya ketika ia mengalami Near Death Experience (pengalaman hampir mati) di tahun 1970an. Setelah itu, ia mulai mendapat pengalaman-pengalaman paranormal yang membuatnya direkrut ke dalam proyek Stargate.
Patrick Price
Patrick Price yaitu seorang remote viewer yang lain. Berbeda dengan viewer lainnya, Patrick mempunyai akurasi yang sangat luar biasa. Di dalam proyek Stargate, kemampuannya boleh dibilang menyamai Ingo Swann, sang otak dari Stargate, dan persaingan di antara keduanya telah melegenda di kalangan CIA.
Pada tahun 1973, Patrick diberikan sebuah kordinat di wilayah Rusia dan diminta mendeskripsikan impresi yang didapatkannya mengenai wilayah tersebut. Hasilnya, para petinggi militer terkejut alasannya yaitu ia mendeskripsikan adanya sebuah kemudahan militer super rahasia di kawasan itu.
Keith diminta untuk menyelidiki situasi di Iran dengan remote Viewing. Kemudian, Keith mulai memproyeksikan pikirannya.
Dari penglihatannya, Ia berhasil mengetahui bila salah satu warga Amerika yang disandera di Iran "mengalami Nausea (Perasaan selalu ingin muntah) dengan satu sisi tubuhnya terluka/rusak" dan sandera itu "akan dibawa pulang dengan pesawat terbang beberapa hari kemudian".
Informasi ini cukup akurat. Seorang sandera yang berjulukan Richard Queen ternyata mengidap lemah otot, mata rabun, kordinasi tubuh yang kacau balau, vertigo dan multiple sclerosis yang mempengaruhi saraf di satu sisi tubuhnya. Akibatnya, Queen dilepas oleh para penyandera di Iran dan presiden Jimmy Carter mengirim sebuah pesawat untuk membawanya pulang.
Foto satelit yang didapatkan oleh intelijen Amerika memperlihatkan akurasi prediksi ini. Di antara rekan-rekannya di Stargate, McMoneagle memang dikenal bisa memprediksi sebuah kejadian beberapa bulan sebelum terjadi.
Jadi, kemampuan yang dimilikinya lebih kearah precognitive dibanding remote viewing.
Kemampuan ini didapatkannya ketika ia mengalami Near Death Experience (pengalaman hampir mati) di tahun 1970an. Setelah itu, ia mulai mendapat pengalaman-pengalaman paranormal yang membuatnya direkrut ke dalam proyek Stargate.
Patrick Price
Patrick Price yaitu seorang remote viewer yang lain. Berbeda dengan viewer lainnya, Patrick mempunyai akurasi yang sangat luar biasa. Di dalam proyek Stargate, kemampuannya boleh dibilang menyamai Ingo Swann, sang otak dari Stargate, dan persaingan di antara keduanya telah melegenda di kalangan CIA.
Pada tahun 1973, Patrick diberikan sebuah kordinat di wilayah Rusia dan diminta mendeskripsikan impresi yang didapatkannya mengenai wilayah tersebut. Hasilnya, para petinggi militer terkejut alasannya yaitu ia mendeskripsikan adanya sebuah kemudahan militer super rahasia di kawasan itu.
Iran meluncurkan sebuah rudal yang kemudian menghancurkan kapal fregat Stark milik Amerika Serikat. Peristiwa ini mengejutkan dunia, namun tidak bagi mereka yang terlibat di Stargate alasannya yaitu tiga hari sebelumnya, salah seorang viewer berjulukan Paul H Smith telah memprediksinya.
Dalam bukunya yang berjudul "Reading the Enemy's Mind: Inside Star Gate: America's Psychic Espionage Program", Smith menyampaikan bila ada rekannya di Stargate yang bahkan bisa membengkokkan sendok dengan pikirannya.
Mengenai ditutupnya proyek Stargate, Smith menyalahkan birokrat di pemerintahan Amerika yang skeptis dan takut untuk mengambil risiko.
Lyn Buchanan
Lyn Buchanan yaitu seorang sersan yang direkrut ke dalam proyek Stargate. Namun ia bukan seorang remote viewer.
Lyn Buchanan yaitu spesialis telekinesis. Selain itu ia juga spesialis komputer. Dua kemampuan ini cukup untuk menarik perhatian petinggi militer yang segera merekrutnya ke dalam proyek Stargate.
They are still watching
Pada tahun 1995, CIA melihat bahwa proyek ini tidak memperlihatkan hasil yang signifikan terhadap intelijen. Jadi, mereka tetapkan untuk menutup proyek senilai 20 juta dolar ini untuk selamanya, walaupun banyak yang percaya bila mereka masih menjalankannya secara diam-diam.
Setelah ditutup secara resmi, para veteran stargate yang masih hidup mulai terbuka mengenai subyek remote viewing kepada publik Amerika. Salah seorang Viewer berjulukan David Morehouse misalnya, mendirikan sebuah perusahaan yang khusus melayani pembinaan remote viewing untuk pengembangan diri manusia.
Paul H Smith kemudian mendirikan RVIS, juga perusahaan yang bergerak dalam bidang pembinaan remote viewing. Ia juga kepala dari IRVA (International Remote Viewing Associations), sebuah organisasi yang terdiri dari para veteran Stargate dan paranormal swasta generasi terbaru.
Lyn Buchanan, sang andal telekinesis, bersama dengan Mel Riley, remote viewer Stargate, mendirikan PSI (Problems Solutions Innovations) yang juga menyediakan jasa Remote Viewing.
Jadi, berhati-hatilah, alasannya yaitu kalian tidak tahu siapa yang sedang mengintip.
(wikipedia, remoteview.com, en.allexpert.com)
Dalam bukunya yang berjudul "Reading the Enemy's Mind: Inside Star Gate: America's Psychic Espionage Program", Smith menyampaikan bila ada rekannya di Stargate yang bahkan bisa membengkokkan sendok dengan pikirannya.
Mengenai ditutupnya proyek Stargate, Smith menyalahkan birokrat di pemerintahan Amerika yang skeptis dan takut untuk mengambil risiko.
Lyn Buchanan
Lyn Buchanan yaitu seorang sersan yang direkrut ke dalam proyek Stargate. Namun ia bukan seorang remote viewer.
Lyn Buchanan yaitu spesialis telekinesis. Selain itu ia juga spesialis komputer. Dua kemampuan ini cukup untuk menarik perhatian petinggi militer yang segera merekrutnya ke dalam proyek Stargate.They are still watching
Pada tahun 1995, CIA melihat bahwa proyek ini tidak memperlihatkan hasil yang signifikan terhadap intelijen. Jadi, mereka tetapkan untuk menutup proyek senilai 20 juta dolar ini untuk selamanya, walaupun banyak yang percaya bila mereka masih menjalankannya secara diam-diam.
Setelah ditutup secara resmi, para veteran stargate yang masih hidup mulai terbuka mengenai subyek remote viewing kepada publik Amerika. Salah seorang Viewer berjulukan David Morehouse misalnya, mendirikan sebuah perusahaan yang khusus melayani pembinaan remote viewing untuk pengembangan diri manusia.
Paul H Smith kemudian mendirikan RVIS, juga perusahaan yang bergerak dalam bidang pembinaan remote viewing. Ia juga kepala dari IRVA (International Remote Viewing Associations), sebuah organisasi yang terdiri dari para veteran Stargate dan paranormal swasta generasi terbaru.
Lyn Buchanan, sang andal telekinesis, bersama dengan Mel Riley, remote viewer Stargate, mendirikan PSI (Problems Solutions Innovations) yang juga menyediakan jasa Remote Viewing.
Jadi, berhati-hatilah, alasannya yaitu kalian tidak tahu siapa yang sedang mengintip.
(wikipedia, remoteview.com, en.allexpert.com)