Memahami Fenomena Kepribadian Ganda
Monday, September 13, 2010
Edit
Mungkin tidak ada orang yang benar-benar bisa memahami duduk kasus kepribadian ganda. Sebelum masa ke-20, tanda-tanda psikologi ini selalu dikaitkan dengan kerasukan setan. Namun, para psikolog masa ke-20 yang menolak kaitan itu menyebut fenomena ini dengan sebutan Multiple Personality Disorder (MPD). Berikutnya, ketika nama itu dirasa tidak lagi sesuai, tanda-tanda ini diberi nama baru, Dissociative Identity Disorder (DID).
DID atau kepribadian ganda sanggup didefinisikan sebagai kelainan mental dimana seseorang yang mengidapnya akan menunjukkan adanya dua atau lebih kepribadian (alter) yang masing-masing mempunyai nama dan aksara yang berbeda.
Mereka yang mempunyai kelainan ini sebenarnya hanya mempunyai satu kepribadian, namun si penderita akan merasa kalau ia mempunyai banyak identitas yang mempunyai cara berpikir, temperamen, tata bahasa, ingatan dan interaksi terhadap lingkungan yang berbeda-beda.
Walaupun penyebabnya tidak bisa dipastikan, namun rata-rata para psikolog setuju kalau penyebab kelainan ini pada umumnya yaitu sebab stress berat masa kecil.
Untuk memahami bagaimana banyak identitas bisa terbentuk di dalam diri seseorang, maka terlebih dahulu kita harus memahami arti dari Dissociative (disosiasi).
alien abduction yang pernah saya posting sebelumnya.
Pendapat Dr.Spiegel dikonfrimasi oleh beberapa psikolog dan peneliti lainnya.
Peter Swales, seorang penulis yang pertama kali berhasil mengetahui kalau Sybil yaitu Shirley juga oke dengan pendapat ini. Dari hasil penyelidikan intensif yang dilakukannya, ia percaya kalau penyiksaan yang dipercaya dialami oleh Sybil sesungguhnya tidak pernah terjadi. Kemungkinan, semua ingatan mengenai penyiksaan itu (yang muncul sebab sesi hipnotis) bahwasanya hanyalah ingatan yang ditanamkan oleh sang terapis, Cornelia Wilbur.
Jadi, bagi sebagian psikolog, DID tidak lain hanyalah sebuah false memory yang tercipta akhir efek terapi hipnotis yang dilakukan oleh seorang psikolog. Tidak ada bukti kalau pengalaman traumatis bisa membuat banyak identitas gres di dalam diri seseorang.
Menurut Dr.Philip M Coons:
Perdebatan ini masih terus berlanjut sampai dikala ini dan saya percaya kedua pihak mempunyai alasan yang sama kuat. Jika memang DID benar-benar ada dan hanya merupakan tanda-tanda psikologi biasa, mengapa masih ada hal-hal yang masih belum bisa dijelaskan oleh para psikolog?
Misteri Dalam DID
Misalnya, ketika sebuah identitas muncul, perubahan biologis juga muncul di dalam badan sang pengidap. Kecepatan detak jantungnya bisa berubah, demikian juga suhu tubuhnya, tekanan darah dan bahkan kemampuan melihat.
Lalu, identitas yang berbeda bisa mempunyai reaksi yang berbeda terhadap pengobatan. Kadang, pengidap yang sehat bisa mempunyai identitas yang alergi. Ketika identitas itu menguasainya, ia benar-benar akan menjadi alergi terhadap substansi tertentu.
Lalu, misteri lainnya yaitu yang menyangkut masalah Billy Milligan yang dianggap sebagai masalah DID yang paling menarik. Kisah hidupnya pernah dituangkan ke dalam sebuah buku berjudul "24 wajah Billy".
Billy yaitu seorang mahasiswa yang dieksekusi sebab memperkosa beberapa wanita. Dalam sesi investigasi kejiwaan, ditemukan 24 identitas berbeda dalam dirinya.
Identitas yang mengaku bertanggung jawab atas tindakan pelecehan seksual itu yaitu seorang wanita. Identitas lain berjulukan Arthur yang merupakan orang Inggris dan mempunyai pengetahuan luas.
Dalam interogasi, Arthur ternyata bisa mengungkapkan keahliannya dalam hal medis, padahal Billy tidak pernah mempelajari soal-soal medis. Menariknya, Arthur ternyata lancar berbahasa Arab. Bahasa ini juga tidak pernah dipelajari oleh Billy. Identitas lain berjulukan Ragen bisa berbicara dalam bahasa Serbia Kroasia. Billy juga tidak pernah mempelajari bahasa ini.
Bagaimana Billy bisa berbicara dalam semua bahasa itu kalau ia tidak pernah mempelajarinya?
Misteri ini belum terpecahkan sampai hari ini.
Kecuali tentu saja kalau kita menganggap Billy hanya mengalami masalah kerasukan setan dan tidak menderita DID.
(wikipedia, medicinenet.com, minddisorders.com, skepdic.com)
DID atau kepribadian ganda sanggup didefinisikan sebagai kelainan mental dimana seseorang yang mengidapnya akan menunjukkan adanya dua atau lebih kepribadian (alter) yang masing-masing mempunyai nama dan aksara yang berbeda.
Mereka yang mempunyai kelainan ini sebenarnya hanya mempunyai satu kepribadian, namun si penderita akan merasa kalau ia mempunyai banyak identitas yang mempunyai cara berpikir, temperamen, tata bahasa, ingatan dan interaksi terhadap lingkungan yang berbeda-beda.
Walaupun penyebabnya tidak bisa dipastikan, namun rata-rata para psikolog setuju kalau penyebab kelainan ini pada umumnya yaitu sebab stress berat masa kecil.
Untuk memahami bagaimana banyak identitas bisa terbentuk di dalam diri seseorang, maka terlebih dahulu kita harus memahami arti dari Dissociative (disosiasi).
alien abduction yang pernah saya posting sebelumnya.
Pendapat Dr.Spiegel dikonfrimasi oleh beberapa psikolog dan peneliti lainnya.
Peter Swales, seorang penulis yang pertama kali berhasil mengetahui kalau Sybil yaitu Shirley juga oke dengan pendapat ini. Dari hasil penyelidikan intensif yang dilakukannya, ia percaya kalau penyiksaan yang dipercaya dialami oleh Sybil sesungguhnya tidak pernah terjadi. Kemungkinan, semua ingatan mengenai penyiksaan itu (yang muncul sebab sesi hipnotis) bahwasanya hanyalah ingatan yang ditanamkan oleh sang terapis, Cornelia Wilbur.
Jadi, bagi sebagian psikolog, DID tidak lain hanyalah sebuah false memory yang tercipta akhir efek terapi hipnotis yang dilakukan oleh seorang psikolog. Tidak ada bukti kalau pengalaman traumatis bisa membuat banyak identitas gres di dalam diri seseorang.
Menurut Dr.Philip M Coons:
"Hubungan antara penyiksaan atau stress berat masa kecil dengan Multiple Personality Disorder sesungguhnya tidak pernah dipercaya sebelum masalah Sybil"Pengetahuan mengenai kepribadian ganda banyak disusun menurut masalah Sybil. Jika masalah itu ternyata hanya sebuah false memory, maka runtuhlah seluruh teori dissosiasi dalam hubungannya dengan kelainan kepribadian ganda. Ini juga berarti kalau kelainan kepribadian ganda sesungguhnya tidak pernah ada.
Perdebatan ini masih terus berlanjut sampai dikala ini dan saya percaya kedua pihak mempunyai alasan yang sama kuat. Jika memang DID benar-benar ada dan hanya merupakan tanda-tanda psikologi biasa, mengapa masih ada hal-hal yang masih belum bisa dijelaskan oleh para psikolog?
Misteri Dalam DID
Misalnya, ketika sebuah identitas muncul, perubahan biologis juga muncul di dalam badan sang pengidap. Kecepatan detak jantungnya bisa berubah, demikian juga suhu tubuhnya, tekanan darah dan bahkan kemampuan melihat.
Lalu, identitas yang berbeda bisa mempunyai reaksi yang berbeda terhadap pengobatan. Kadang, pengidap yang sehat bisa mempunyai identitas yang alergi. Ketika identitas itu menguasainya, ia benar-benar akan menjadi alergi terhadap substansi tertentu.
Lalu, misteri lainnya yaitu yang menyangkut masalah Billy Milligan yang dianggap sebagai masalah DID yang paling menarik. Kisah hidupnya pernah dituangkan ke dalam sebuah buku berjudul "24 wajah Billy".Billy yaitu seorang mahasiswa yang dieksekusi sebab memperkosa beberapa wanita. Dalam sesi investigasi kejiwaan, ditemukan 24 identitas berbeda dalam dirinya.
Identitas yang mengaku bertanggung jawab atas tindakan pelecehan seksual itu yaitu seorang wanita. Identitas lain berjulukan Arthur yang merupakan orang Inggris dan mempunyai pengetahuan luas.
Dalam interogasi, Arthur ternyata bisa mengungkapkan keahliannya dalam hal medis, padahal Billy tidak pernah mempelajari soal-soal medis. Menariknya, Arthur ternyata lancar berbahasa Arab. Bahasa ini juga tidak pernah dipelajari oleh Billy. Identitas lain berjulukan Ragen bisa berbicara dalam bahasa Serbia Kroasia. Billy juga tidak pernah mempelajari bahasa ini.
Bagaimana Billy bisa berbicara dalam semua bahasa itu kalau ia tidak pernah mempelajarinya?
Misteri ini belum terpecahkan sampai hari ini.
Kecuali tentu saja kalau kita menganggap Billy hanya mengalami masalah kerasukan setan dan tidak menderita DID.
(wikipedia, medicinenet.com, minddisorders.com, skepdic.com)