Legenda Spring Heeled Jack - Jack Si Tumit Pegas

Penyerang itu bertubuh tinggi, mempunyai pendengaran dan hidung yang ujungnya lancip dengan mata yang terlihat menyala-nyala. Ia mengenakan sebuah tudung di kepalanya. Ketika ia menyerang korban perempuannya, ia mengoyak pakaian dan tubuh mereka dengan cakarnya yang tajam menyerupai besi. Apabila ia melarikan diri, ia tidak berlari menyerupai insan pada umumnya, ia melompat dengan tinggi. Para saksi mata yang melihat figur itu berani bersumpah kalau ia mempunyai pegas di kedua tumitnya.


Hampir 200 tahun berlalu semenjak makhluk yang dijuluki Spring Heeled Jack (Jack si tumit pegas) meneror kota London. Hingga kini, setiap peneliti yang melihat kembali kepada cerita luar biasa ini hanya bisa berspekulasi mengenai identitasnya yang misterius.

Sepertinya akan sangat sukar untuk menganggap keberadaannya sebagai kebohongan sebab penampakan Jack tercatat di seluruh Inggris mulai dari London sampai Liverpool.

Beberapa peneliti menganggap makhluk ini sesungguhnya hanyalah seorang peneror sakit jiwa menyerupai Jack the Ripper. Namun, sebagian lagi percaya kalau Jack yaitu makhluk yang bersifat supranatural, bahkan mungkin ia yaitu sang iblis sendiri.

Dalam dunia Cryptozoology, Jack digolongkan ke dalam "Penyerang siluman", sejajar dengan Penyebar gas gila dari Matton dan Badut Siluman. Penyerang siluman sendiri yaitu kategori makhluk penyebar teror dengan penampilan menyerupai insan namun mempunyai kemampuan melebihi insan pada umumnya.

Makhluk itu kemudian segera menghilang di kegelapan malam.

Perjumpaan selama beberapa detik itu sudah cukup untuk membuatnya bergidik ketakutan.

Apa yang membuat laki-laki itu kaget setengah mati yaitu figurnya yang tidak biasa. Tubuhnya terlihat menyerupai seorang laki-laki berotot dengan mata merah menyala serta pendengaran dan hidung yang ujungnya lancip.

Peristiwa perjumpaan itu mulai menyebar di kota London. Awalnya hanya terdengar menyerupai sebuah rumor, namun para penduduk London segera menyadari kalau mungkin mereka memang sedang berhadapan dengan sesuatu yang nyata.

Pada tahun-tahun berikutnya, Jack mulai terkenal sebab penyerangan-penyerangan yang dilakukannya terhadap para wanita.

Makhluk itu segera memegang Mary di kedua lengannya dan menciumi wajahnya. Mary bisa mencicipi cakarnya yang hirau taacuh merobek kulitnya.

Dalam ketakutan yang luar biasa, Mary berteriak dengan sekuat tenaga sehingga makhluk itu segera melarikan diri.

Hari berikutnya, makhluk itu muncul di bersahabat rumah Mary. Ia melompat di bersahabat sebuah kereta yang menimbulkan sang kusir panik dan kehilangan kendali sehingga keretanya terbalik. Menurut mereka, makhluk itu melompat sampai ketinggian sekitar 2,7 meter sambil mengeluarkan bunyi tertawa yang aneh.

Intensitas laporan yang meningkat membuat media-media di London mulai memberitakannya. Segera, makhluk misterius itu mendapat sebuah nama: Spring heeled Jack atau Jack si tumit pegas.

Jane Alsop
Beberapa bulan kemudian, Jack kembali beraksi!

Pada suatu malam pada tanggal 19 Februari 1838, Jane Alsop mendengar bunyi ketukan di pintunya. Suara yang menyertai ketukan itu menyebutkan kalau dirinya yaitu petugas polisi.
"Saya yaitu seorang petugas polisi. Demi Tuhan, cepat bawakan sebuah lampu, kami telah berhasil menangkap Jack si tumit pegas di jalan desa."
Mendengar itu, Jane bergegas mengambil sebatang lilin untuk laki-laki tersebut dan kemudian menyadari kalau laki-laki itu mengenakan sebuah tudung di kepalanya. Ketika ia menyodorkan lilin itu, laki-laki itu membuka tudungnya dan memperlihatkan wajahnya yang mengerikan.

Jane melihat laki-laki yang bangkit di hadapannya mempunyai mata yang merah menyala. Ia bahkan berani bersumpah kalau ia melihat laki-laki itu mengeluarkan pengecap api berwarna biru dan putih dari mulutnya. Selain itu, ia juga terlihat mengenakan sesuatu menyerupai helm dan pakaian yang ketat.

Tanpa mengucapkan sepatah kata, laki-laki itu segera mencengkeram perempuan malang itu dan merobek pakaiannya. Jane berteriak sekuat tenaga dan kesudahannya berhasil melepaskan diri dan berlari ke depan rumah. Makhluk itu berhasil menangkapnya kembali dan merobek leher dan lengannya dengan cakarnya yang tampaknya terbuat dari besi.

Setelah itu, makhluk itu menghilang begitu saja. Akhirnya Jane ditemukan dan ditolong oleh abang perempuannya. Nyawanya berhasil diselamatkan.

Namun, Jack belum selesai. Delapan hari kemudian, ia kembali menyerang.

Lucy Scales
Pada malam tanggal 28 Februari 1838, Lucy Scales yang berusia 18 tahun sedang berjalan melewati distrik Limehouse bersama abang perempuannya. Ketika mereka melewati jalan Green Dragon, satu figur tinggi dengan jubah terlihat bangkit di hadapan mereka. Tiba-tiba makhluk itu meludah, namun yang keluar dari mulutnya yaitu pengecap api berwarna biru.

Lidah api itu mengenai wajah Lucy dan membuatnya buta sesaat. Sementara Lucy terkapar di tanah dan mengeluh kesakitan, makhluk itu dengan hening membalikkan badannya dan menghilang dalam kegelapan malam.

Berita penyerangan itu menyebar dengan cepat dan kini rasa panik menyerang kota London!

Jack meneror Inggris
Tidak berapa usang sehabis media-media London memberitakan cerita penyerangan Jane Alsop, seorang laki-laki berjulukan Thomas Millibank muncul ke publik dan mengaku sebagai Jack si tumit pegas. Tanpa buang waktu, polisi segera menangkapnya. Namun ia segera dilepaskan sebab Jane bersikeras kalau makhluk yang dilihatnya mengeluarkan nafas yang terlihat menyerupai pengecap api. Thomas mengaku kalau ia tidak bisa melaksanakan hal itu.

Setelah pengukuhan Thomas Millibank, Jack menghilang selama beberapa tahun.

Pada tahun 1840, gelombang penampakan kembali menyapu Inggris. Para saksi mengaku melihat Jack, mulai dari Northamptonshire sampai East Anglia.

Pada tahun 1855, Jack muncul di Black Country. Ia terlihat di Old Hill sedang melompat dari atap sebuah penginapan menuju atap sebuah toko daging di seberang jalan.

Pada tahun itu juga, jejak-jejak kaki misterius, yang sering disebut jejak kaki setan, muncul di Devon. Jack disebut-sebut sebagai makhluk yang meninggalkan jejak tersebut.

Lalu, Jack kembali menghilang selama hampir 20 tahun.

Pada November 1872, harian News of the World melaporkan adanya makhluk misterius yang disebut "Peckham Ghost" yang telah muncul dan menyebar teror di kota Peckham. Banyak yang percaya kalau makhluk itu sesungguhnya yaitu Jack si tumit pegas yang kembali beraksi.

Pada April dan Mei 1873, para penduduk Sheffield melaporkan adanya makhluk yang deskripsinya menyerupai dengan Jack si tumit pegas.

Pada Agustus 1877, Jack muncul di barak perajurit Aldershot. Kemunculannya di daerah ini tercatat sebagai salah satu cerita penampakan Jack yang paling terkenal.

ekstra terestrial dengan mata merah retro reflektif dan nafas fosfor. Sebagian lagi percaya kalau Jack yaitu Iblis yang diundang oleh para pelaku okultis.

Namun, berdasarkan mereka yang skeptis, laporan penampakan Jack hanyalah sebuah histeria massa yang dipicu oleh kepercayaan adanya bogeyman atau iblis yang dipercaya banyak orang di kala ke-19. Tentu saja, ini yaitu tanggapan yang paling mudah. Namun, bagi peneliti lainnya, ada tanggapan yang lebih masuk akal.

Beberapa penulis percaya kalau Jack sesungguhnya hanyalah seorang insan dengan peralatan yang aksinya kemudian ditiru oleh orang lain pada tahun-tahun berikutnya.

Salah satu yang percaya dengan teori ini yaitu Sir John Cowan, walikota London pada ketika Jack meneror kota itu. Ia percaya kalau sekelompok bawah umur muda kaya yang iseng mungkin telah bertanggung jawab membuat karakter Jack.

Sebuah rumor terkenal yang beredar pada tahun 1840 menyebutkan kalau Jack bergotong-royong yaitu seorang darah biru Irlandia berjulukan Henry de la Poer Beresford III, The Marquess of Waterford.

Tuduhan ini muncul sebab darah biru itu terkenal sebab kesukaannya akan humor kasar, vandalisme dan sikap buruknya terhadap wanita. Perilaku jelek Ini membuatnya dijuluki "Mad Marquess".

Pada tahun 1880, penulis E. Cobham Brewer juga menuduh Marquess Waterford sebagai Jack Spring Heeled. Menurutnya:
"Marquess biasa menghibur dirinya dengan mengejutkan para pejalan kaki, ia biasa menakut-nakuti mereka, dan dari waktu ke waktu orang-orang selalu mengikuti perilakunya."

 mempunyai pendengaran dan hidung yang ujungnya lancip dengan mata yang terlihat menyala Legenda Spring heeled Jack - Jack si tumit pegasHenry de la poer Beresford III
Marquess of Waterford meninggal pada tahun 1859. Brewer percaya, kalau sepeninggalnya, keisengan sang Marquess telah ditiru oleh orang lain.

Penulis buku "The legend and Bizarre Crimes of Spring Heeled Jack" berjulukan Peter Haining juga percaya dengan teori ini. Menurut Haining, Marquess mungkin telah meminta temannya untuk membuat peralatan yang memungkinkannya melompat tinggi dan menyemburkan nafas api.

Argumen lainnya yang cukup menguatkan teori ini yaitu keberadaan Marquess yang sesuai dengan munculnya serangan-serangan Jack.

Sebagai komplemen bukti, Haining menyampaikan kalau seorang bocah yang pernah melihat Jack mengaku menyaksikan adanya karakter W pada tudung yang dikenakannya. Ini bisa jadi merupakan inisial dari "Waterford".

Namun menariknya, kalau sang darah biru itu yaitu Jack, peralatan macam apa yang digunakannya?

Selama perang dunia II, para prajurit Jerman dilaporkan pernah memakai pegas pada sepatu mereka. Ketika mereka menggunakannya, yang didapat yaitu kaki dan tumit yang patah.

Jika Marquess of Waterford yaitu Jack, maka pastilah ia mempunyai peralatan yang sangat menarik.

Walaupun mungkin kita tidak akan pernah tahu identitas makhluk ini sebenarnya, namun, mungkin saja suatu hari dari kegelapan malam yang pekat, Jack si tumit pegas akan muncul dan melompat kembali.

(wikipedia, spookystuff.co.uk)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel