Legenda Naga Cina Dan Penampakannya Di Dalam Sejarah
Friday, September 24, 2010
Edit
Naga, makhluk mitologi paling populer di dunia. Seluruh dunia mempunyai legendanya masing-masing. Namun tidak bisa disangkal bila Naga dari legenda Cina yakni yang paling menarik. Mungkinkah makhluk terbang bertubuh ular, bertanduk dan mempunyai cakar itu benar-benar ada?
Di Eropa, naga selalu dilambangkan sebagai makhluk yang jahat. Namun, bagi masyarakat Cina, naga melambangkan kekuatan dan kekuasaan. Begitu besarnya penghormatan bangsa Cina kepada makhluk ini sehingga kaisar-kaisar yang gagah perkasa dengan gembira mengenakan gambar naga sebagai simbol mereka.
Bagi bangsa Cina, naga yakni salah satu dari empat makhluk spiritual yang menerima penghormatan tertinggi. Tiga makhluk lainnya yakni Phoenix, Qilin (Kirin) dan Kura-kura. Namun diantara semuanya, naga yakni yang paling perkasa.
Karakteristik Naga dan angka 9
Di dalam mitologi Cina, naga mempunyai kaitan yang sangat erat dengan angka "9". Misalnya, Naga Cina sebetulnya mempunyai 9 karakteristik yang merupakan kombinasi dari makhluk-makhluk lainnya.
ular
7. Perutnya ibarat tiram
8. Telapak kakinya ibarat harimau
9. Dan Cakarnya ibarat rajawali.
Selain 9 karakteristik itu, naga di dalam mitologi Cina disebut mempunyai 9 orang anak yang juga mempunyai karakteristik yang berbeda-beda.
Ia juga mempunyai 117 sisik. 81 diantaranya mempunyai abjad Yang (Positif) dan 36 lainnya mempunyai abjad Yin (Negatif).
Pada umumnya, naga Cina mempunyai tiga atau empat cakar di masing-masing kaki. Namun kerajaan Cina memakai lambang naga dengan lima cakar untuk memperlihatkan bila sang Kaisar bukan naga biasa. Lambang ini kemudian menjadi lambang ekslusif yang hanya boleh dipakai oleh sang kaisar. Siapapun yang berani memakai lambang naga dengan 5 cakar akan segera dieksekusi mati.
buaya. Penyebutan ini paralel dengan sebutan Komodo Dragon yang memakai nama naga untuk menyebut makhluk reptil raksasa Komodo. Nama ini terperinci memperlihatkan bila Naga Cina tidak selalu berarti makhluk terbang bertubuh ular, bertanduk, bersungut dan bercakar.
Contoh lainnya yakni Pan Lung atau Naga Spiral. Naga jenis ini berdiam di danau dan belum bisa naik ke langit untuk menjadi makhluk spiritual. Naga jenis ini bisa jadi merujuk kepada makhluk air serupa ular atau belut. Contohnya yakni Oarfish (yang hidup di laut) yang mempunyai karakteristik cukup unik sehingga orang sering membandingkannya dengan naga Cina.
Pterosaurus dalam bahasa mandarin. Fei Lung mungkin yakni jenis naga yang sama dengan naga Eropa.
Penampakan Naga di dalam sejarah Cina
Jika sebagian Naga Cina bisa dikategorikan ke dalam makhluk Cryptid, pernahkah ada kesaksian mengenai penampakannya?
Jawabannya: Ada!
Sejarah negara Cina telah dimulai semenjak ribuan tahun sebelum masehi. Dalam kurun waktu tersebut, para cendikiawan mendokumentasikan setiap kejadian dalam catatan-catatan yang rapi, termasuk kejadian terlihatnya naga di banyak sekali daerah di Cina.
Namun, kejadian yang dituangkan ke dalamnya mungkin telah diinterpretasikan menurut pemahaman dan kebudayaan bangsa Cina masa lampau sehingga sebagian kisah itu terdengar cukup mistis. Namun, kisah lainnya mempunyai kemiripan dengan kasus perjumpaan dengan makhluk Cryptid.
Salah satu tumpuan kejadian penampakan naga tercatat dalam buku Recording for the Jiaxing Regional Government yang menceritakan bila pada bulan September 1588, seekor naga berwarna putih terlihat terbang di atas permukaan danau Ping di wilayah Pinghu, propinsi Zhejiang. Cahaya yang keluar dari naga putih tersebut begitu terangnya sehingga menerangi sebagian langit dengan warna merah yang terang benderang.
Dalam buku lainnya, Recording for the Songjiang Regional Government, disebutkan bila 20 tahun sehabis penampakan naga putih di danau Ping itu, seekor naga putih serupa juga terlihat terbang di atas sungai Huangpu di Songjiang, Shanghai. Naga itu terlihat pada bulan Juli 1608. Seorang saksi mata mengaku melihat seorang yang kuasa sedang berdiri di kepala naga itu.
Kesaksian mengenai adanya yang kuasa yang mengendarai naga tersebut yakni tumpuan kesaksian perjumpaan dengan naga sebagai makhluk spiritual. Di samping itu, ada kesaksian-kesaksian lainnya yang sama sekali tidak menyebutkan adanya yang kuasa atau naga yang terbang. Kesaksian-kesaksian ini terdengar sangat ibarat dengan kisah-kisah penampakan makhluk cryptid pada umumnya. Di bawah ini beberapa contohnya:
Pada tahun ke-24 masa pemerintahan Kaisar Jian'an dari dinasti Dong Han (219 Masehi), seekor naga berwarna kuning muncul di sungai Chishui di kota Wuyang dan berdiam disitu hingga sembilan hari lamanya sebelum kesannya pergi. Setelah itu, para penduduk desa membangun sebuah kuil disitu dan sebuah prasasti dibentuk sebagai penghormatan kepada naga tersebut.
Pada bulan April tahun 345 Masehi, tahun pertama pemerintahan kaisar Yonghe, dua ekor naga, satu berwarna putih dan yang lainnya berwarna hitam, muncul di gunung Long. Peristiwa munculnya naga ini menciptakan kaisar Murong dari kerajaan Yan memimpin sejumlah pejabatnya menuju gunung itu untuk melihat naga-naga tersebut. Ketika hingga disana, mereka mengadakan upacara keagamaan pada jarak 200 yard dari kedua naga tersebut.
Ratusan tahun kemudian, di gunung yang sama, seekor naga kembali muncul. Peristiwa ini dicatat dalam buku History of the Yuan Dinasty:
Tahun 1162, seekor naga mati disebut ditemukan di danau Taibai. Naga ini mempunyai sungut yang panjang dengan sisik yang besar. Punggungnya berwarna hitam sedangkan perutnya berwarna putih. Di punggungnya ada sebuah sirip, sedangkan di kepalanya ada dua tanduk besar. Karena makhluk itu mengeluarkan amis yang tidak sedap, para penduduk kemudian menutupinya dengan matras. Otoritas setempat pun segera memerintahkan pengadaan upacara sembahyang di lokasi itu. Satu hari sehabis inovasi itu, bangkai naga itu hilang entah kemana.
Kesaksian lainnya dicatat oleh buku Recording for the Lin'an Regional Government yang menceritakan bila pada tahun 1631, tahun ke-4 masa pemerintahan kaisar Chongzhen, seekor naga besar terlihat di sebuah danau di propinsi Yunan. Karena kemunculan ini, danau tersebut kemudian diberi nama Yilong yang berarti danau naga misterius. Nama ini masih dipakai hingga sekarang.
Buku lainnya, Amanded Recording of the Tang Dinasty, mencatat kejadian inovasi seekor naga mati berwarna hitam di teritori Tongcheng. Peristiwa ini terjadi pada tahun terakhir pemerintahan kaisar Xiantong. Menariknya, buku ini menawarkan deskripsi yang cukup detail mengenai naga tersebut. Disebutkan bila panjang naga itu yakni sekitar 30 meter dimana setengahnya yakni ekornya. Ujung ekor naga tersebut pipih, sisiknya ibarat ikan dan di kepalanya tumbuh dua tanduk. Sungut di samping mulutnya mempunyai panjang 6 meter. Kakinya yang tumbuh di perutnya mempunyai lapisan berwarna merah. Deskripsi ini sangat ibarat dengan citra naga Cina klasik.
Buku Seven Books and Scriptures goresan pena Long Ying juga mencatat kejadian inovasi naga yang terjadi pada tahun terakhir pemerintahan kaisar Chenghua dari dinasti Ming. Naga itu ditemukan di pantai Xinhui, propinsi Guangdong. Nelayan yang melihatnya memukul makhluk itu hingga mati. Panjang naga tersebut kurang lebih 10 meter dan terlihat ibarat dengan naga dalam lukisan-lukisan klasik. Kisah ini cukup gila alasannya yakni seorang nelayan yang melihat naga umumnya tidak akan memukulnya hingga mati, mengingat bangsa Cina sangat menghormati makhluk ini. Mungkin makhluk itu mengganggu sang nelayan, namun kita tidak bisa memastikannya.
Buku History for the Yongping Regional Government mencatat bila pada ekspresi dominan semi tahun ke-19 masa pemerintahan kaisar Daoguang (1839), seekor naga ditemukan di pinggir sungai Luanhe di wilayah Laoting. Bangkai naga itu terlihat dikerubungi oleh lalat dan belatung. Penduduk lokal kemudian membangun sebuah daerah pertolongan untuk melindunginya dari sinar matahari langsung. Mereka juga menyiram air hirau taacuh ke tubuhnya. Legenda menyebutkan bila tiga hari kemudian, Naga itu kembali hidup dan pergi begitu saja.
Peristiwa termodern yang menyangkut inovasi naga yakni yang terjadi pada Agustus 1944. Seekor naga hitam diberitakan jatuh ke tanah di desa Weizi di halaman rumah keluarga Chen, sekitar 9,4 mil barat bahari wilayah Zhaoyuan, di sebelah selatan sungai Mudan di propinsi Heilongjiang. Naga hitam itu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Para saksi mata menyampaikan bahwa makhluk ini mempunyai tanduk di atas kepalanya dan sisik yang menutupi seluruh tubuhnya. Makhluk itu mempunyai amis ibarat ikan yang menarik lalat untuk mengerumuninya.
Dari semua kesaksian itu, muncul satu pertanyaan yang menarik. Jika Naga yang disebutkan dalam sebagian kesaksian tersebut yakni binatang yang nyata, maka binatang apakah yang mempunyai badan ibarat ular, bertanduk, berkaki dan mempunyai sungut di sisi mulutnya?
Itulah misterinya.
(wikipedia, theepochtimes.com)
Di Eropa, naga selalu dilambangkan sebagai makhluk yang jahat. Namun, bagi masyarakat Cina, naga melambangkan kekuatan dan kekuasaan. Begitu besarnya penghormatan bangsa Cina kepada makhluk ini sehingga kaisar-kaisar yang gagah perkasa dengan gembira mengenakan gambar naga sebagai simbol mereka.
Bagi bangsa Cina, naga yakni salah satu dari empat makhluk spiritual yang menerima penghormatan tertinggi. Tiga makhluk lainnya yakni Phoenix, Qilin (Kirin) dan Kura-kura. Namun diantara semuanya, naga yakni yang paling perkasa.
Karakteristik Naga dan angka 9
Di dalam mitologi Cina, naga mempunyai kaitan yang sangat erat dengan angka "9". Misalnya, Naga Cina sebetulnya mempunyai 9 karakteristik yang merupakan kombinasi dari makhluk-makhluk lainnya.
ular
7. Perutnya ibarat tiram
8. Telapak kakinya ibarat harimau
9. Dan Cakarnya ibarat rajawali.
Selain 9 karakteristik itu, naga di dalam mitologi Cina disebut mempunyai 9 orang anak yang juga mempunyai karakteristik yang berbeda-beda.
Ia juga mempunyai 117 sisik. 81 diantaranya mempunyai abjad Yang (Positif) dan 36 lainnya mempunyai abjad Yin (Negatif).
Pada umumnya, naga Cina mempunyai tiga atau empat cakar di masing-masing kaki. Namun kerajaan Cina memakai lambang naga dengan lima cakar untuk memperlihatkan bila sang Kaisar bukan naga biasa. Lambang ini kemudian menjadi lambang ekslusif yang hanya boleh dipakai oleh sang kaisar. Siapapun yang berani memakai lambang naga dengan 5 cakar akan segera dieksekusi mati.
buaya. Penyebutan ini paralel dengan sebutan Komodo Dragon yang memakai nama naga untuk menyebut makhluk reptil raksasa Komodo. Nama ini terperinci memperlihatkan bila Naga Cina tidak selalu berarti makhluk terbang bertubuh ular, bertanduk, bersungut dan bercakar.
Contoh lainnya yakni Pan Lung atau Naga Spiral. Naga jenis ini berdiam di danau dan belum bisa naik ke langit untuk menjadi makhluk spiritual. Naga jenis ini bisa jadi merujuk kepada makhluk air serupa ular atau belut. Contohnya yakni Oarfish (yang hidup di laut) yang mempunyai karakteristik cukup unik sehingga orang sering membandingkannya dengan naga Cina.
Pterosaurus dalam bahasa mandarin. Fei Lung mungkin yakni jenis naga yang sama dengan naga Eropa.
Penampakan Naga di dalam sejarah Cina
Jika sebagian Naga Cina bisa dikategorikan ke dalam makhluk Cryptid, pernahkah ada kesaksian mengenai penampakannya?
Jawabannya: Ada!
Sejarah negara Cina telah dimulai semenjak ribuan tahun sebelum masehi. Dalam kurun waktu tersebut, para cendikiawan mendokumentasikan setiap kejadian dalam catatan-catatan yang rapi, termasuk kejadian terlihatnya naga di banyak sekali daerah di Cina.
Namun, kejadian yang dituangkan ke dalamnya mungkin telah diinterpretasikan menurut pemahaman dan kebudayaan bangsa Cina masa lampau sehingga sebagian kisah itu terdengar cukup mistis. Namun, kisah lainnya mempunyai kemiripan dengan kasus perjumpaan dengan makhluk Cryptid.
Salah satu tumpuan kejadian penampakan naga tercatat dalam buku Recording for the Jiaxing Regional Government yang menceritakan bila pada bulan September 1588, seekor naga berwarna putih terlihat terbang di atas permukaan danau Ping di wilayah Pinghu, propinsi Zhejiang. Cahaya yang keluar dari naga putih tersebut begitu terangnya sehingga menerangi sebagian langit dengan warna merah yang terang benderang.
Dalam buku lainnya, Recording for the Songjiang Regional Government, disebutkan bila 20 tahun sehabis penampakan naga putih di danau Ping itu, seekor naga putih serupa juga terlihat terbang di atas sungai Huangpu di Songjiang, Shanghai. Naga itu terlihat pada bulan Juli 1608. Seorang saksi mata mengaku melihat seorang yang kuasa sedang berdiri di kepala naga itu.
Kesaksian mengenai adanya yang kuasa yang mengendarai naga tersebut yakni tumpuan kesaksian perjumpaan dengan naga sebagai makhluk spiritual. Di samping itu, ada kesaksian-kesaksian lainnya yang sama sekali tidak menyebutkan adanya yang kuasa atau naga yang terbang. Kesaksian-kesaksian ini terdengar sangat ibarat dengan kisah-kisah penampakan makhluk cryptid pada umumnya. Di bawah ini beberapa contohnya:
Pada tahun ke-24 masa pemerintahan Kaisar Jian'an dari dinasti Dong Han (219 Masehi), seekor naga berwarna kuning muncul di sungai Chishui di kota Wuyang dan berdiam disitu hingga sembilan hari lamanya sebelum kesannya pergi. Setelah itu, para penduduk desa membangun sebuah kuil disitu dan sebuah prasasti dibentuk sebagai penghormatan kepada naga tersebut.
Pada bulan April tahun 345 Masehi, tahun pertama pemerintahan kaisar Yonghe, dua ekor naga, satu berwarna putih dan yang lainnya berwarna hitam, muncul di gunung Long. Peristiwa munculnya naga ini menciptakan kaisar Murong dari kerajaan Yan memimpin sejumlah pejabatnya menuju gunung itu untuk melihat naga-naga tersebut. Ketika hingga disana, mereka mengadakan upacara keagamaan pada jarak 200 yard dari kedua naga tersebut.
Ratusan tahun kemudian, di gunung yang sama, seekor naga kembali muncul. Peristiwa ini dicatat dalam buku History of the Yuan Dinasty:
"Pada bulan Juli, tahun ke-27 masa pemerintahan kaisar Zhiyuan (1290 Masehi), seekor naga muncul di bersahabat gunung Long di wilayah Linxong, propinsi Shandong. Naga itu bisa menciptakan sebuah kerikil besar melayang di udara."Tidak ada klarifikasi lebih lanjut mengenai bagaimana cara naga tersebut menciptakan kerikil besar itu melayang.
Tahun 1162, seekor naga mati disebut ditemukan di danau Taibai. Naga ini mempunyai sungut yang panjang dengan sisik yang besar. Punggungnya berwarna hitam sedangkan perutnya berwarna putih. Di punggungnya ada sebuah sirip, sedangkan di kepalanya ada dua tanduk besar. Karena makhluk itu mengeluarkan amis yang tidak sedap, para penduduk kemudian menutupinya dengan matras. Otoritas setempat pun segera memerintahkan pengadaan upacara sembahyang di lokasi itu. Satu hari sehabis inovasi itu, bangkai naga itu hilang entah kemana.
Kesaksian lainnya dicatat oleh buku Recording for the Lin'an Regional Government yang menceritakan bila pada tahun 1631, tahun ke-4 masa pemerintahan kaisar Chongzhen, seekor naga besar terlihat di sebuah danau di propinsi Yunan. Karena kemunculan ini, danau tersebut kemudian diberi nama Yilong yang berarti danau naga misterius. Nama ini masih dipakai hingga sekarang.
Buku lainnya, Amanded Recording of the Tang Dinasty, mencatat kejadian inovasi seekor naga mati berwarna hitam di teritori Tongcheng. Peristiwa ini terjadi pada tahun terakhir pemerintahan kaisar Xiantong. Menariknya, buku ini menawarkan deskripsi yang cukup detail mengenai naga tersebut. Disebutkan bila panjang naga itu yakni sekitar 30 meter dimana setengahnya yakni ekornya. Ujung ekor naga tersebut pipih, sisiknya ibarat ikan dan di kepalanya tumbuh dua tanduk. Sungut di samping mulutnya mempunyai panjang 6 meter. Kakinya yang tumbuh di perutnya mempunyai lapisan berwarna merah. Deskripsi ini sangat ibarat dengan citra naga Cina klasik.
Buku Seven Books and Scriptures goresan pena Long Ying juga mencatat kejadian inovasi naga yang terjadi pada tahun terakhir pemerintahan kaisar Chenghua dari dinasti Ming. Naga itu ditemukan di pantai Xinhui, propinsi Guangdong. Nelayan yang melihatnya memukul makhluk itu hingga mati. Panjang naga tersebut kurang lebih 10 meter dan terlihat ibarat dengan naga dalam lukisan-lukisan klasik. Kisah ini cukup gila alasannya yakni seorang nelayan yang melihat naga umumnya tidak akan memukulnya hingga mati, mengingat bangsa Cina sangat menghormati makhluk ini. Mungkin makhluk itu mengganggu sang nelayan, namun kita tidak bisa memastikannya.
Buku History for the Yongping Regional Government mencatat bila pada ekspresi dominan semi tahun ke-19 masa pemerintahan kaisar Daoguang (1839), seekor naga ditemukan di pinggir sungai Luanhe di wilayah Laoting. Bangkai naga itu terlihat dikerubungi oleh lalat dan belatung. Penduduk lokal kemudian membangun sebuah daerah pertolongan untuk melindunginya dari sinar matahari langsung. Mereka juga menyiram air hirau taacuh ke tubuhnya. Legenda menyebutkan bila tiga hari kemudian, Naga itu kembali hidup dan pergi begitu saja.
Peristiwa termodern yang menyangkut inovasi naga yakni yang terjadi pada Agustus 1944. Seekor naga hitam diberitakan jatuh ke tanah di desa Weizi di halaman rumah keluarga Chen, sekitar 9,4 mil barat bahari wilayah Zhaoyuan, di sebelah selatan sungai Mudan di propinsi Heilongjiang. Naga hitam itu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Para saksi mata menyampaikan bahwa makhluk ini mempunyai tanduk di atas kepalanya dan sisik yang menutupi seluruh tubuhnya. Makhluk itu mempunyai amis ibarat ikan yang menarik lalat untuk mengerumuninya.
Dari semua kesaksian itu, muncul satu pertanyaan yang menarik. Jika Naga yang disebutkan dalam sebagian kesaksian tersebut yakni binatang yang nyata, maka binatang apakah yang mempunyai badan ibarat ular, bertanduk, berkaki dan mempunyai sungut di sisi mulutnya?
Itulah misterinya.
(wikipedia, theepochtimes.com)