Apakah Ada Kehidupan Di Planet Gliese 581G?

Para astronom tampaknya telah menemukan kesibukan baru, yaitu mengamati sebuah planet yang disebut sebagai kembaran bumi. Planet ini mempunyai karakteristik yang tampaknya sanggup menampung kehidupan. Jadi, mungkin kita memang tidak sendirian di alam semesta yang luas ini.


Bagi kalian yang belum mengetahui inovasi ini, biarlah planet yang mengorbit bintang-bintang di belakang matahari (Extrasolar). Enam planet diantaranya mengorbit bintang Gliese 581. Dan planet-planet itu berada pada posisi Habitable Zone. Inilah yang menciptakan inovasi ini cukup menghebohkan.

Matahari sendiri ialah sebuah bintang), sedangkan enam planet itu menyerupai planet-planet pada sistem tata surya kita.

Enam planet misterius ini kemudian diberi nama sesuai dengan nama bintang yang menyertainya. Jadi, para astronom (yang tampaknya kurang kreatif) memperlihatkan nama masing-masing planet dengan sebutan Gliese 581e, b, c, g, d dan f.

Dari antara enam planet tersebut, Gliese 581g ialah yang paling mungkin menampung kehidupan.

Para astronom memperkirakan kalau Gliese 581c mempunyai karakteristik menyerupai Venus. Sedangkan Gliese 581d mempunyai karakteristik menyerupai Mars.

Posisi Gliese 581g berada diantara Gliese 581c (yang menyerupai Venus) dan Gliese 581d (yang menyerupai Mars). Jika kembali menganalogikannya dengan sistem tata surya kita, maka itu artinya Gliese 581g berada pada posisi yang menyerupai dengan bumi (yang berada di antara Mars dan Venus). Jadi, ada kemungkinan kalau planet ini juga mempunyai karakteristik yang serupa dengan bumi.

teleskop radio di Ukraina untuk mengirim 500 pesan dari publik dengan memakai gelombang radio ke arah Gliese 581.

penghuni Gliese 581g sekitar 20,5 tahun kemudian. Dan jikalau mereka tetapkan untuk membalas sinyal kita, maka kita akan mendapatkan sinyal akibat tersebut 20,5 tahun berikutnya. Jadi, diharapkan waktu paling tidak 41 tahun untuk mendapatkan sebuah percakapan. Waktu yang sangat panjang untuk "just to say hello".

Kehidupan di planet lain dan asal mula kehidupan

Baiklah, Dr.Vogt memang berlebihan dikala ia memakai kata "100 persen kemungkinan". Namun sayangnya, klaim-klaim yang berlebihan sejenis ini begitu biasa kita dengar. Ketika tulang-belulang seekor lemur atau simpanse ditemukan di lapisan tanah dalam, para peneliti akan segera mengumumkan kepada dunia kalau mereka telah menemukan missing link, bahkan walaupun mereka tidak pernah memperlihatkan kesempatan kepada peneliti lain untuk melihatnya.

Ketika puing-puing kerikil yang tampaknya tersusun rapi ditemukan di sebuah pulau terpencil, maka para peneliti akan segera mengumumkan kalau Atlantis telah ditemukan, bahkan tanpa berusaha untuk menemukan bukti-bukti lain yang lebih pasti.

Tidak heran. Hampir semua ilmuwan berambisi untuk mencatatkan namanya dalam sejarah.

Untuk kasus Gliese 581g, tampaknya kita harus kembali kepada pernyataan Paul Butler kalau semuanya "Murni spekulatif". Namun, tetap harus diakui kalau inovasi ini cukup menggembirakan.

Ada baiknya kita mencermati kalimat dari Dr.Stuart Clark, penulis dan jurnalis astronomi:
"Sampai kita mengetahui lebih lanjut mengenai planet ini (Gliese 581g) dan asal-usul kehidupan itu sendiri, setiap klaim yang menyebutkan adanya kehidupan tertentu di dalamnya ialah klaim yang idiot dan tidak memenuhi standar sains."
Oke, kata "idiot" memang terlalu kasar. Namun, yang ingin saya garisbawahi ialah kalimat sebelumnya.

Memang, sebaiknya para peneliti mencari bukti lanjutan mengenai planet ini dan memahami asal-usul kehidupan terlebih dahulu (jika bisa). Jika kita sudah melaksanakan semua itu, mungkin suatu hari kita gres sanggup menyampaikan kalau Planet Gliese 581g yang misterius ini mempunyai "kemungkinan adanya kehidupan sebesar 100 persen".

(universetoday.com, wikipedia, space.com, time.com, slate.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel