Dimanakah Rancangan Tesla Death Ray Berada?
Saturday, October 2, 2010
Edit
Ada rumor kalau Nikola Tesla, seorang ilmuwan misterius, mempunyai rancangan sebuah senjata maha dashyat yang bisa mendefinisikan ulang arti sebuah peperangan. Namun, sesudah kematiannya, rancangan itu lenyap tanpa bekas.
ledakan Tunguska yang maha dashyat. Ledakan itu disebut-sebut sebagai tanggapan dari percobaan Tesla ketika ia mentransmisikan energi listrik yang berpengaruh dengan memakai menara Wardenclyffe yang dibangunnya.
Nah, apa akhirnya kalau ilmuwan yang jenius dan misterius itu menyampaikan kalau ia bisa membuat senjata pemusnah massal yang bisa membuat perang menjadi tidak terpikirkan oleh siapapun?
Tesla Death Ray
Semuanya bermula dari sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh ilmuwan eksentrik itu pada tahun 1938.
Kepada reporter, Tesla mengumumkan kalau ia sanggup membuat sebuah senjata maha dashyat sehingga siapapun yang memilikinya akan mempunyai kemenangan luar biasa di dalam setiap peperangan.
Senjata yang dimaksud Tesla itu lalu dikenal dengan nama Tesla Death Ray, atau Sinar Kematian Tesla.
Menurut Tesla:
Penemuan pertama adalah sebuah peralatan yang bisa meniadakan imbas atmosfer terhadap partikel-partikel tersebut.
Penemuan kedua adalah metode untuk menghasilkan potensi kekuatan listrik yang sangat besar.
Penemuan ketiga ialah metode untuk meningkatkan kekuatan listrik yang dihasilkan hingga mencapai 50.000.000 volts.
Penemuan keempat adalah pembuatan sebuah alat untuk melontarkan kekuatan listrik yang telah dihasilkan.
Menurut Tesla, dua dari empat inovasi diatas telah dibentuk dan diujicobakan olehnya. Dua lainnya hanya membutuhkan sedikit penyempurnaan. Untuk merealisasikannya, hanya diharapkan dana 2 juta dolar dan 3 bulan. Jumlah ini tentu saja sangat kecil dibandingkan dengan hasil yang sanggup diberikan. Jika proyek ini disetujui, maka ia akan membangun menara-menara pembangkit listrik yang berfungsi sebagai senjata tersebut di wilayah-wilayah perbatasan.
senjata pemusnah massal ini justru bisa mencegah perang. Pada tahun ia membuat pengumuman itu, perang dunia I belum usang berakhir dan dunia sedang bersiap memasuki perang dunia II. Karena itu, Tesla mempunyai ambisi besar untuk mengakhiri konflik dunia itu dan membuat perdamaian dunia.
Dalam salah satu suratnya, Tesla menulis:
Namun, walaupun perang besar sudah diambang pintu, tampaknya pemerintah Amerika tidak berniat untuk merealisasikan inspirasi Tesla. Beberapa perjuangan Tesla untuk menunjukkan idenya ke beberapa negara lain juga diabaikan. Ketertarikan terhadap idenya runtuh dan mulai dilupakan.
Namun, ketika Tesla meninggal dunia, ingatan akan Tesla Death Ray kembali naik ke permukaan. Ini dikarenakan munculnya sebuah misteri yang cukup membingungkan.
Dokumen yang hilang
Pada tanggal 7 Januari 1943, Tesla meninggal di kamar hotelnya di New York di kamar 3327 di lantai 33 pada usia 86 tahun. Karena ia tidak pernah menikah, harta benda dan dokumen-dokumen eksklusif yang dimilikinya diwariskan kepada keluarganya yang lain. Tidak usang sesudah kematiannya, para distributor dari Alien (imigran gelap) Property Custodian, departemen kehakiman Amerika Serikat, segera menyita seluruh dokumen-dokumen tersebut. Ini cukup mengherankan alasannya ialah Tesla sendiri bergotong-royong ialah warga negara resmi Amerika. Operasi dari Alien Property Custodian ini diakui oleh FBI dalam website resminya.
Namun misterinya tidak hingga disitu. Ketika pemerintah Amerika mengadakan investigasi menyeluruh atas seluruh dokumen yang disita, mereka tidak bisa menemukan catatan mengenai rancangan Tesla Death Ray.
Dengan kata lain, rancangan senjata pemusnah massal tersebut hilang tanpa jejak.
Berita hilangnya dokumen itu telah memicu perlombaan antara Amerika, Rusia dan Jerman untuk melacak keberadaannya. Tetapi, hingga sekarang, keberadaan dokumen tersebut masih tidak diketahui.
Dimanakah dokumen-dokumen itu berada? Apakah Tesla benar-benar mempunyai rancangan itu?
Dimanakah rancangan Tesla Death Ray sebenarnya?
Sebagian orang percaya kalau Tesla telah memusnahkan rancangan tersebut sebelum kematiannya alasannya ialah takut jatuh ke tangan yang salah. Sebagian lagi percaya kalau orang akrab Tesla telah berhasil mengamankan rancangan tersebut sebelum disita oleh pemerintah.
Jenderal George Keegan, pensiunan kepala intelijen angkatan udara Amerika, percaya kalau rancangan itu berada di tangan pemerintah Uni Sovyet. Dugaan ini muncul alasannya ialah ternyata Tesla juga mempresentasikan idenya kepada negara-negara lain.
Ketika penawarannya untuk membangun jaringan Tesla Death Ray tidak mendapat tanggapan dari pemerintah Amerika, Tesla menunjukkan idenya kepada Inggris dengan harga 3 juta dolar. Ia berjanji akan membuat wilayah Inggris bebas dari serangan musuh hanya dalam tempo 3 bulan. Pemerintah Inggris juga tidak menggubris tawarannya. Lalu, Tesla kembali mencoba menunjukkan idenya, kali ini kepada Liga Bangsa-bangsa. Usaha ini juga gagal.
militer, sesungguhnya telah melaksanakan percobaan senjata partikel semenjak tahun 1958, 15 tahun sesudah ajal Tesla. Prinsip penelitian mereka sama persis dengan inspirasi Tesla, walaupun dalam skala yang lebih kecil.
Namun, proyek ini tidak dilanjutkan lagi alasannya ialah dua alasan, yaitu alasannya ialah materi-materi yang diharapkan oleh senjata dashyat ini dianggap "berisiko tinggi" dan alasannya ialah kekuatan yang diharapkan untuk memproyeksikan pancaran itu melebihi kemampuan pembangkit listrik standar yang dipakai dalam perang.
Jika dua duduk perkara ini terselesaikan, mungkin proyek ini akan dilanjutkan lagi.
Apakah ini berarti pemerintah Amerika mempunyai dokumen Tesla?
Mungkin saja. Tapi bisa juga tidak. Apa yang dikembangkan oleh DARPA sama sekali tidak menyamai klaim Tesla mengenai kekuatan senjatanya. Beberapa pihak percaya kalau pihak Amerika memang mempunyai dokumen tersebut, namun tidak mempunyai kemampuan untuk merealisasikannya.
Selain teori Konspirasi yang melibatkan pemerintah, banyak juga yang percaya kalau rancangan Tesla Death Ray sesungguhnya tidak pernah ada. Menurut mereka, Tesla Death Ray hanyalah satu dari sekian klaim bombastis yang diberikan oleh Tesla. Walaupun tidak ada yang menyangkal jeniusnya Tesla, namun banyak proyek yang disebutkannya tidak pernah terealisasi.
Misalnya, pada tahun 1900, ia menyampaikan kalau ia bisa menyembuhkan penyakit TBC dengan osilasi listrik. Pada tahun 1927, ia menyampaikan kalau ia berencana untuk mengendalikan kekuatan samudera untuk dimanfaatkan. Lalu, pada tahun 1931, ia mengklaim kalau ia bisa membuat materi bakar fosil menjadi tidak berharga lagi dengan memanfaatkan energi kosmis sebagai materi bakar alternatif. Tentu saja klaim-klaim ini tidak pernah terealisasi.
Jadi, Tesla Death Ray bisa jadi hanyalah salah satu dari bualan Tesla yang lain.
Bahkan walaupun rancangan itu ada, bisa dimengerti mengapa pemerintah menolaknya. Ide Tesla mengenai kemungkinan terciptanya perdamaian kalau senjatanya diimplementasikan sangat tidak masuk akal. Memang, sebuah negara yang memasang Tesla Death Ray akan kondusif dari serbuan pesawat. Namun, terang tidak akan kondusif dari serangan diam-diam.
Jika saya ialah seorang pemimpin sebuah negara dan memutuskan untuk menyerang sebuah negara lain, maka yang akan saya lakukan pertama ialah mengirim pasukan penyerang secara rahasia untuk menghancurkan Tesla Death Ray di negara tersebut terlebih dahulu sebelum mengirim skuadron pesawat tempur.
Lagipula, Tesla mempunyai anggapan kalau semua pemimpin negara ialah pemimpin yang cinta damai. Ia tidak memikirkan kemungkinan digunakannya senjata tersebut sebagai alat untuk menyerang oleh seorang diktator. Jika sebuah negara memasang Tesla Death Ray dan memutuskan untuk menyerang negara tetangganya, maka mereka akan dengan sangat gampang mengarahkan senjatanya untuk menghancurkan pesawat komersial.
Dengan demikian, perang pun menjadi tidak terhindarkan.
Jadi, inspirasi besar ini tampaknya juga mempunyai cacat yang besar.
Jika ketika ini, 67 tahun sesudah ajal Tesla, kita masih belum melihat realisasi dari Tesla Death Ray, maka tampaknya kita harus bersyukur, dan siapapun yang menyimpan rancangan itu hingga kini telah berbuat kebaikan bagi dunia.
(time.com, teslasociety.com, news.yahoo.com, davidszondy.com, tldm.org)
ledakan Tunguska yang maha dashyat. Ledakan itu disebut-sebut sebagai tanggapan dari percobaan Tesla ketika ia mentransmisikan energi listrik yang berpengaruh dengan memakai menara Wardenclyffe yang dibangunnya.
Nah, apa akhirnya kalau ilmuwan yang jenius dan misterius itu menyampaikan kalau ia bisa membuat senjata pemusnah massal yang bisa membuat perang menjadi tidak terpikirkan oleh siapapun?
Tesla Death Ray
Semuanya bermula dari sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh ilmuwan eksentrik itu pada tahun 1938.
Kepada reporter, Tesla mengumumkan kalau ia sanggup membuat sebuah senjata maha dashyat sehingga siapapun yang memilikinya akan mempunyai kemenangan luar biasa di dalam setiap peperangan.
Senjata yang dimaksud Tesla itu lalu dikenal dengan nama Tesla Death Ray, atau Sinar Kematian Tesla.
Menurut Tesla:
"Senjata ini akan mengirim pancaran partikel-partikel yang terkonsentrasi lewat udara yang akan terbang dengan kecepatan hampir menyamai kecepatan cahaya. Energinya begitu besar sehingga ia sanggup merontokkan hingga 10.000 pesawat musuh dari jarak 250 mil dan sanggup menimbulkan jutaan tentara musuh mati di tempat."Senjata partikel ini melibatkan empat inovasi yang dikombinasikan menjadi satu.
Penemuan pertama adalah sebuah peralatan yang bisa meniadakan imbas atmosfer terhadap partikel-partikel tersebut.
Penemuan kedua adalah metode untuk menghasilkan potensi kekuatan listrik yang sangat besar.
Penemuan ketiga ialah metode untuk meningkatkan kekuatan listrik yang dihasilkan hingga mencapai 50.000.000 volts.
Penemuan keempat adalah pembuatan sebuah alat untuk melontarkan kekuatan listrik yang telah dihasilkan.
Menurut Tesla, dua dari empat inovasi diatas telah dibentuk dan diujicobakan olehnya. Dua lainnya hanya membutuhkan sedikit penyempurnaan. Untuk merealisasikannya, hanya diharapkan dana 2 juta dolar dan 3 bulan. Jumlah ini tentu saja sangat kecil dibandingkan dengan hasil yang sanggup diberikan. Jika proyek ini disetujui, maka ia akan membangun menara-menara pembangkit listrik yang berfungsi sebagai senjata tersebut di wilayah-wilayah perbatasan.
senjata pemusnah massal ini justru bisa mencegah perang. Pada tahun ia membuat pengumuman itu, perang dunia I belum usang berakhir dan dunia sedang bersiap memasuki perang dunia II. Karena itu, Tesla mempunyai ambisi besar untuk mengakhiri konflik dunia itu dan membuat perdamaian dunia.
Dalam salah satu suratnya, Tesla menulis:
"Selama bertahun-tahun, saya mencoba untuk mencari solusi dari duduk perkara terberat umat manusia, yaitu bagaimana menjaga perdamaian dunia."Mengenai Tesla Death Ray, ia mengatakan:
"Penemuan ini akan membuat perang menjadi tidak mungkin. Sinar ajal itu akan mengelilingi perbatasan setiap negara menyerupai tembok Cina yang tidak terlihat, hanya saja, "tembok" ini jutaan kali lebih sulit ditembus. Ini akan membuat setiap negara tidak sanggup ditembus oleh pesawat musuh atau tentara darat yang menyerbu masuk."Dengan kata lain, berdasarkan Tesla, untuk mencegah perang kita harus mempersenjatai diri dengan sangat mahir sehingga negara lain akan mengurungkan niatnya untuk menyerang.
Namun, walaupun perang besar sudah diambang pintu, tampaknya pemerintah Amerika tidak berniat untuk merealisasikan inspirasi Tesla. Beberapa perjuangan Tesla untuk menunjukkan idenya ke beberapa negara lain juga diabaikan. Ketertarikan terhadap idenya runtuh dan mulai dilupakan.
Namun, ketika Tesla meninggal dunia, ingatan akan Tesla Death Ray kembali naik ke permukaan. Ini dikarenakan munculnya sebuah misteri yang cukup membingungkan.
Dokumen yang hilang
Pada tanggal 7 Januari 1943, Tesla meninggal di kamar hotelnya di New York di kamar 3327 di lantai 33 pada usia 86 tahun. Karena ia tidak pernah menikah, harta benda dan dokumen-dokumen eksklusif yang dimilikinya diwariskan kepada keluarganya yang lain. Tidak usang sesudah kematiannya, para distributor dari Alien (imigran gelap) Property Custodian, departemen kehakiman Amerika Serikat, segera menyita seluruh dokumen-dokumen tersebut. Ini cukup mengherankan alasannya ialah Tesla sendiri bergotong-royong ialah warga negara resmi Amerika. Operasi dari Alien Property Custodian ini diakui oleh FBI dalam website resminya.
Namun misterinya tidak hingga disitu. Ketika pemerintah Amerika mengadakan investigasi menyeluruh atas seluruh dokumen yang disita, mereka tidak bisa menemukan catatan mengenai rancangan Tesla Death Ray.
Dengan kata lain, rancangan senjata pemusnah massal tersebut hilang tanpa jejak.
Berita hilangnya dokumen itu telah memicu perlombaan antara Amerika, Rusia dan Jerman untuk melacak keberadaannya. Tetapi, hingga sekarang, keberadaan dokumen tersebut masih tidak diketahui.
Dimanakah dokumen-dokumen itu berada? Apakah Tesla benar-benar mempunyai rancangan itu?
Dimanakah rancangan Tesla Death Ray sebenarnya?
Sebagian orang percaya kalau Tesla telah memusnahkan rancangan tersebut sebelum kematiannya alasannya ialah takut jatuh ke tangan yang salah. Sebagian lagi percaya kalau orang akrab Tesla telah berhasil mengamankan rancangan tersebut sebelum disita oleh pemerintah.
Jenderal George Keegan, pensiunan kepala intelijen angkatan udara Amerika, percaya kalau rancangan itu berada di tangan pemerintah Uni Sovyet. Dugaan ini muncul alasannya ialah ternyata Tesla juga mempresentasikan idenya kepada negara-negara lain.
Ketika penawarannya untuk membangun jaringan Tesla Death Ray tidak mendapat tanggapan dari pemerintah Amerika, Tesla menunjukkan idenya kepada Inggris dengan harga 3 juta dolar. Ia berjanji akan membuat wilayah Inggris bebas dari serangan musuh hanya dalam tempo 3 bulan. Pemerintah Inggris juga tidak menggubris tawarannya. Lalu, Tesla kembali mencoba menunjukkan idenya, kali ini kepada Liga Bangsa-bangsa. Usaha ini juga gagal.
militer, sesungguhnya telah melaksanakan percobaan senjata partikel semenjak tahun 1958, 15 tahun sesudah ajal Tesla. Prinsip penelitian mereka sama persis dengan inspirasi Tesla, walaupun dalam skala yang lebih kecil.
Namun, proyek ini tidak dilanjutkan lagi alasannya ialah dua alasan, yaitu alasannya ialah materi-materi yang diharapkan oleh senjata dashyat ini dianggap "berisiko tinggi" dan alasannya ialah kekuatan yang diharapkan untuk memproyeksikan pancaran itu melebihi kemampuan pembangkit listrik standar yang dipakai dalam perang.
Jika dua duduk perkara ini terselesaikan, mungkin proyek ini akan dilanjutkan lagi.
Apakah ini berarti pemerintah Amerika mempunyai dokumen Tesla?
Mungkin saja. Tapi bisa juga tidak. Apa yang dikembangkan oleh DARPA sama sekali tidak menyamai klaim Tesla mengenai kekuatan senjatanya. Beberapa pihak percaya kalau pihak Amerika memang mempunyai dokumen tersebut, namun tidak mempunyai kemampuan untuk merealisasikannya.
Selain teori Konspirasi yang melibatkan pemerintah, banyak juga yang percaya kalau rancangan Tesla Death Ray sesungguhnya tidak pernah ada. Menurut mereka, Tesla Death Ray hanyalah satu dari sekian klaim bombastis yang diberikan oleh Tesla. Walaupun tidak ada yang menyangkal jeniusnya Tesla, namun banyak proyek yang disebutkannya tidak pernah terealisasi.
Misalnya, pada tahun 1900, ia menyampaikan kalau ia bisa menyembuhkan penyakit TBC dengan osilasi listrik. Pada tahun 1927, ia menyampaikan kalau ia berencana untuk mengendalikan kekuatan samudera untuk dimanfaatkan. Lalu, pada tahun 1931, ia mengklaim kalau ia bisa membuat materi bakar fosil menjadi tidak berharga lagi dengan memanfaatkan energi kosmis sebagai materi bakar alternatif. Tentu saja klaim-klaim ini tidak pernah terealisasi.
Jadi, Tesla Death Ray bisa jadi hanyalah salah satu dari bualan Tesla yang lain.
Bahkan walaupun rancangan itu ada, bisa dimengerti mengapa pemerintah menolaknya. Ide Tesla mengenai kemungkinan terciptanya perdamaian kalau senjatanya diimplementasikan sangat tidak masuk akal. Memang, sebuah negara yang memasang Tesla Death Ray akan kondusif dari serbuan pesawat. Namun, terang tidak akan kondusif dari serangan diam-diam.
Jika saya ialah seorang pemimpin sebuah negara dan memutuskan untuk menyerang sebuah negara lain, maka yang akan saya lakukan pertama ialah mengirim pasukan penyerang secara rahasia untuk menghancurkan Tesla Death Ray di negara tersebut terlebih dahulu sebelum mengirim skuadron pesawat tempur.
Lagipula, Tesla mempunyai anggapan kalau semua pemimpin negara ialah pemimpin yang cinta damai. Ia tidak memikirkan kemungkinan digunakannya senjata tersebut sebagai alat untuk menyerang oleh seorang diktator. Jika sebuah negara memasang Tesla Death Ray dan memutuskan untuk menyerang negara tetangganya, maka mereka akan dengan sangat gampang mengarahkan senjatanya untuk menghancurkan pesawat komersial.
Dengan demikian, perang pun menjadi tidak terhindarkan.
Jadi, inspirasi besar ini tampaknya juga mempunyai cacat yang besar.
Jika ketika ini, 67 tahun sesudah ajal Tesla, kita masih belum melihat realisasi dari Tesla Death Ray, maka tampaknya kita harus bersyukur, dan siapapun yang menyimpan rancangan itu hingga kini telah berbuat kebaikan bagi dunia.
(time.com, teslasociety.com, news.yahoo.com, davidszondy.com, tldm.org)