Q & A: Mengapa Kita Dapat Kesetrum Saat Menyentuh Orang Lain?
Tuesday, February 22, 2011
Edit
Ini yaitu pertanyaan dari Fred Young mengenai fenomena kesetrum yang dialaminya ketika menyentuh adiknya:
Selamat malam bang enigma....
Saya gres saja menemukan blog anda dan dari situ saya yakin anda sanggup memberi klarifikasi atas pengalaman gila saya. Seringkali ketika saya dan adik saya bersentuhan terasa ibarat tersetrum listrik. Lebih gila lagi, ini terjadi tiba-tiba saja yang sering membuat kami kaget. Dan sehabis berdiskusi dengan teman, ternyata sahabat saya juga mendapat pengalaman yg sama dgn saya. Kaprikornus semoga tidak membuat ingin tau saya minta pertolongan bang enigma untuk menjelaskannya.
Terima kasih
Ini yaitu sebuah pertanyaan yang menarik. Saya kira, bukan hanya Fred yang mengalami masalah ini. Sebagian besar dari kita pastilah pernah mengalami setruman listrik statis, walaupun dalam kadar yang kecil.
Perlu diketahui, apa yang dialami oleh Fred bukanlah sebuah kelainan, melainkan sebuah fenomena yang normal dan sangat sering terjadi. Namun, tidak bisa dipungkiri kalau memang ada kasus-kasus listrik statis yang sangat ekstrem. Misalnya yang terjadi pada seorang laki-laki Australia berjulukan Frank Clewer.
Suatu hari, Frank memasuki sebuah gedung perkantoran untuk memulai wawancara kerja. Ketika ia memasuki gedung tersebut, karpet yang diinjaknya segera terbakar.
"Awalnya terdengar bunyi ibarat kembang api menyala. Lima menit kemudian, karpet itu mulai terbakar." Kenang Frank.
Semuanya menjadi panik dan petugas pemadam kebakaran segera dipanggil. Kebakaran berhasil diatasi sebelum api menyebar ke kawasan lain. Ketika kembali ke mobilnya, Frank memegang sebuah plastik dan tidak butuh waktu lama, plastik itu meleleh di tangannya.
Kedengarannya ibarat salah satu adegan dalam film Fantastic Four ketika salah satu tokohnya, Johny Storm, menyadari kalau tubuhnya bisa mengeluarkan nyala api.
Lalu, apakah Frank Clewer termasuk salah satu calon superhero masa depan?
Sepertinya tidak.
Dalam masalah Frank, kemampuan itu bukan didapatkannya dari paparan radiasi kosmik luar angkasa, melainkan dari sesuatu yang sangat umum. Ketika petugas pemadam kebakaran melaksanakan penyelidikan secara menyeluruh, mereka menemukan kalau penyebab kebakaran tersebut yaitu pakaian yang dikenakan oleh Frank.
Waktu itu Frank mengenakan jaket yang terbuat dari materi nylon sintetis dan kemeja wol. Pakaian itu telah mengakibatkan Frank menumpuk listrik statis di tubuhnya. Ketika ia berjalan di atas karpet, listrik itu terlepas dari tubuhnya. Inilah yang mengakibatkan kebakaran tersebut.
Ketika petugas pemadam kebakaran mengadakan pengukuran dengan alat pengukur listrik, mereka menemukan kalau aliran listrik yang ada di badan Frank mencapai 40.000 volts.
Bagaimana semua ini bisa terjadi?
Untuk memahaminya, kita perlu mengerti mengenai listrik statis terlebih dahulu. Jangan kuatir, saya tidak akan membahasnya dari segi teknis yang membingungkan (saya yakin kita telah mendapat pelajarannya ketika SD).
Istilah listrik statis itu bahwasanya merujuk kepada listrik yang terkumpul di permukaan sebuah objek. Kumpulan listrik ini akan tetap berada pada objek tersebut sampai ia dialirkan ke bumi atau dinetralisir dengan pelepasan (discharge). Pelepasan inilah yang kita sebut kesetrum.
Prosesnya kira-kira ibarat ini:
Semua benda di dunia ini mempunyai atom. Apakah itu badan insan ataukah sepatu yang kita kenakan. Setiap atom terdiri dari belahan yang lebih kecil lagi, yaitu proton (positif), elektron (negatif) dan neutron (netral). Diantara ketiganya, elektron yaitu yang paling bahagia berpindah.
Jika jumlah elektron pada suatu benda lebih banyak dibanding protonnya, maka benda itu akan bermuatan negatif. Jika jumlah elektronnya lebih sedikit, maka ia akan bermuatan positif.
Ketika dua objek saling bersentuhan, ibarat sepatu yang menyentuh karpet, sebagian kecil elektron dari karpet akan berpindah ke sepatu yang kalian kenakan. Dengan demikian, sepatu itu akan mengalami kelebihan elektron yang membuatnya menjadi bermuatan negatif.
Ketika benda yang bermuatan negatif menyentuh benda yang bermuatan postif, elektron yang jumlahnya berlebih pada benda bermuatan negatif akan melompat ke benda yang bermuatan positif untuk menyeimbangkan muatannya.
Karena itu, contohnya ketika kalian menyentuh sebuah pegangan pintu (yang bermuatan postif), maka elektron dari badan kalian akan segera melompat ke pegangan pintu tersebut. Kalian bisa mencicipi perpindahan ini dalam bentuk kesetrum.
Kejutan atau setrum ini bisa dirasakan oleh seseorang kalau mereka menyentuh sebuah objek yang bisa berfungsi sebagai konduktor, ibarat logam, air atau bahkan badan insan lain. Untuk masalah Fred, ia mengalami kesetrum ketika menyentuh adiknya. Hal ini sangat normal mengingat insan bisa berfungsi sebagai konduktor listrik (Karena itu ketika kalian menyentuh seseorang yang sedang kesetrum listrik, kalian akan ikut kesetrum).
Namun, setrum ini gres bisa dirasakan kalau listriknya melebihi 4.000 volt (Tubuh setiap orang mempunyai sensitiftas yang berbeda sehingga ukurannya tidak akan sama untuk semua orang). Umumnya, listrik yang terkumpul hanya berkisar sekitar 5.000 volts. Namun dalam beberapa kasus, listrik yang diakumulasi bisa lebih besar. Seperti Frank, yang mengakumulasi listrik statis sampai mencapai 40.000 volt.
Lalu, pertanyaannya adalah, bagaimana listrik statis bisa terakumulasi di badan tanpa kita sadari?
Kita hidup di lingkungan yang dipenuhi oleh listrik statis. Sebenarnya, setiap tindak-tanduk kita, ibarat berjalan, bersandar di kursi, duduk atau tidur bisa mengakibatkan listrik statis terkumpul. Namun, aktivitas-aktivitas semacam ini hanya menghasilkan listrik statis dalam kadar yang kecil sehingga kita tidak bisa mencicipi efeknya.
Tetapi, kalau beberapa faktor terpenuhi, kadar listrik yang terakumulasi bisa menjadi lebih besar. Dalam kondisi ibarat ini, kemungkinan kita menjadi kesetrum menjadi semakin lebih besar juga.
Faktor-faktor tersebut adalah:
1. Pakaian yang kita kenakan
Pakaian yang terbuat dari wol, sutra, bulu, polyester, karet, vinyl, nylon, dan materi sintetis lainnya akan meningkatkan kemungkinan pengumpulan listrik statis. Di Indonesia, mungkin hal ini masih cukup asing di indera pendengaran kita. Namun, di negara-negara Eropa, ibarat Inggris, masalah ini sangat umum terjadi sehingga mereka membuat produk-produk anti listrik statis untuk pakaian. Misalnya, ada produk yang disebut Static Guard yang umumnya tersedia di tempat-tempat laundry. Kalian bisa menyemprotkan cairan ini ke pakaian untuk mengurangi listrik statis yang menumpuk.
2. Sepatu yang kita kenakan dan cara berjalan kita
Ya, saya tahu, kedengarannya sangat lucu. tetapi, ini yaitu sebuah fakta. Jika kalian mengenakan sepatu dari materi tertentu, ibarat karet atau plastik, dan kalian berjalan dengan menyeret kaki atau menggesek kaki ke lantai dari materi tertentu, kemungkinan berkumpulnya listrik statis menjadi sangat besar.
Metode ini bisa dipakai untuk menarik hati sahabat kalian. Gosoklah sepatu kalian untuk mengumpulkan listrik statis, kemudian sentuhlah sahabat kalian.
Ingatkah kalian ketika kita masih SD dan diajarkan untuk menggosok-gosok sebuah penggaris plastik di rambut kita? ingatkah kalian apa yang terjadi pada penggaris itu? Penggaris itu bisa menarik potongan-potongan kecil kertas. Itulah listrik statis.
listrik statis yang tercipta jawaban sandal itu bisa mempengaruhi peralatan di ruang operasi rumah sakit. Peraturan ini sedang dipertimbangkan untuk diadopsi oleh rumah sakit lainnya di Inggris.
Jadi, perhatikanlah sandal atau sepatu yang kalian pakai.
3. Lantai rumah atau jalan
Jika lantai rumah kita dilapisi oleh bahan-bahan tertentu ibarat plastik, karpet polimer, karpet wol, kerikil sintetis atau aspal, maka kemungkinan kita mengumpulkan listrik statis menjadi sangat besar. Tentu saja ini harus dikombinasikan dengan penggunaan sepatu atau sandal yang juga bisa mengumpulkan listrik statis dengan sangat mudah.
4. Kelembaban udara kawasan kita tinggal
Semakin kering udara, semakin besar kemungkinan listrik statis akan tercipta. Hal ini menjadi masalah yang cukup umum di Inggris ketika demam isu cuek datang (Januari - Maret). Pada bulan-bulan itu, udara di atmosfer sangat kering. Kelembaban udara akan turun menjadi hanya 20%. Kondisi ini sangat ideal untuk menghasilkan listrik statis, bahkan tidak peduli materi pakaian yang kalian pakai.
Karena itu, untuk mengurangi penumpukan listrik statis pada demam isu cuek itu, penduduk Inggris akan memasang pelembab udara (humidifier) atau ionisasi udara (air ionizer) di rumah mereka. Ketika kelembaban di ruangan mencapai 50% atau 60%, listrik statis akan menghilang. Ini alasannya yaitu lapisan air yang dihasilkan akan membuang elektron-elektron penyebab listrik statis dari badan kita.
5. Kondisi kulit kita
Semakin kering kulit kita, maka kemungkinan listrik statis dihasilkan akan menjadi semakin besar. Kembali ke Inggris, pada demam isu dingin, selain memasang pelembab udara dan mengenakan pakaian dari kain katun, mereka juga memakai banyak pelembab kulit untuk mencegah terciptanya listrik statis.
Siapa sangka, selain baik untuk kesehatan kulit, pelembab kulit ternyata juga baik untuk kesehatan jantung.
Selamat malam bang enigma....
Saya gres saja menemukan blog anda dan dari situ saya yakin anda sanggup memberi klarifikasi atas pengalaman gila saya. Seringkali ketika saya dan adik saya bersentuhan terasa ibarat tersetrum listrik. Lebih gila lagi, ini terjadi tiba-tiba saja yang sering membuat kami kaget. Dan sehabis berdiskusi dengan teman, ternyata sahabat saya juga mendapat pengalaman yg sama dgn saya. Kaprikornus semoga tidak membuat ingin tau saya minta pertolongan bang enigma untuk menjelaskannya.
Terima kasih
Ini yaitu sebuah pertanyaan yang menarik. Saya kira, bukan hanya Fred yang mengalami masalah ini. Sebagian besar dari kita pastilah pernah mengalami setruman listrik statis, walaupun dalam kadar yang kecil.
Perlu diketahui, apa yang dialami oleh Fred bukanlah sebuah kelainan, melainkan sebuah fenomena yang normal dan sangat sering terjadi. Namun, tidak bisa dipungkiri kalau memang ada kasus-kasus listrik statis yang sangat ekstrem. Misalnya yang terjadi pada seorang laki-laki Australia berjulukan Frank Clewer.
Suatu hari, Frank memasuki sebuah gedung perkantoran untuk memulai wawancara kerja. Ketika ia memasuki gedung tersebut, karpet yang diinjaknya segera terbakar.
"Awalnya terdengar bunyi ibarat kembang api menyala. Lima menit kemudian, karpet itu mulai terbakar." Kenang Frank.
Semuanya menjadi panik dan petugas pemadam kebakaran segera dipanggil. Kebakaran berhasil diatasi sebelum api menyebar ke kawasan lain. Ketika kembali ke mobilnya, Frank memegang sebuah plastik dan tidak butuh waktu lama, plastik itu meleleh di tangannya.
Kedengarannya ibarat salah satu adegan dalam film Fantastic Four ketika salah satu tokohnya, Johny Storm, menyadari kalau tubuhnya bisa mengeluarkan nyala api.
Lalu, apakah Frank Clewer termasuk salah satu calon superhero masa depan?
Sepertinya tidak.
Dalam masalah Frank, kemampuan itu bukan didapatkannya dari paparan radiasi kosmik luar angkasa, melainkan dari sesuatu yang sangat umum. Ketika petugas pemadam kebakaran melaksanakan penyelidikan secara menyeluruh, mereka menemukan kalau penyebab kebakaran tersebut yaitu pakaian yang dikenakan oleh Frank.
Waktu itu Frank mengenakan jaket yang terbuat dari materi nylon sintetis dan kemeja wol. Pakaian itu telah mengakibatkan Frank menumpuk listrik statis di tubuhnya. Ketika ia berjalan di atas karpet, listrik itu terlepas dari tubuhnya. Inilah yang mengakibatkan kebakaran tersebut.
Ketika petugas pemadam kebakaran mengadakan pengukuran dengan alat pengukur listrik, mereka menemukan kalau aliran listrik yang ada di badan Frank mencapai 40.000 volts.
Bagaimana semua ini bisa terjadi?
Untuk memahaminya, kita perlu mengerti mengenai listrik statis terlebih dahulu. Jangan kuatir, saya tidak akan membahasnya dari segi teknis yang membingungkan (saya yakin kita telah mendapat pelajarannya ketika SD).
Istilah listrik statis itu bahwasanya merujuk kepada listrik yang terkumpul di permukaan sebuah objek. Kumpulan listrik ini akan tetap berada pada objek tersebut sampai ia dialirkan ke bumi atau dinetralisir dengan pelepasan (discharge). Pelepasan inilah yang kita sebut kesetrum.
Prosesnya kira-kira ibarat ini:
Semua benda di dunia ini mempunyai atom. Apakah itu badan insan ataukah sepatu yang kita kenakan. Setiap atom terdiri dari belahan yang lebih kecil lagi, yaitu proton (positif), elektron (negatif) dan neutron (netral). Diantara ketiganya, elektron yaitu yang paling bahagia berpindah.
Jika jumlah elektron pada suatu benda lebih banyak dibanding protonnya, maka benda itu akan bermuatan negatif. Jika jumlah elektronnya lebih sedikit, maka ia akan bermuatan positif.
Ketika dua objek saling bersentuhan, ibarat sepatu yang menyentuh karpet, sebagian kecil elektron dari karpet akan berpindah ke sepatu yang kalian kenakan. Dengan demikian, sepatu itu akan mengalami kelebihan elektron yang membuatnya menjadi bermuatan negatif.
Ketika benda yang bermuatan negatif menyentuh benda yang bermuatan postif, elektron yang jumlahnya berlebih pada benda bermuatan negatif akan melompat ke benda yang bermuatan positif untuk menyeimbangkan muatannya.
Karena itu, contohnya ketika kalian menyentuh sebuah pegangan pintu (yang bermuatan postif), maka elektron dari badan kalian akan segera melompat ke pegangan pintu tersebut. Kalian bisa mencicipi perpindahan ini dalam bentuk kesetrum.
Kejutan atau setrum ini bisa dirasakan oleh seseorang kalau mereka menyentuh sebuah objek yang bisa berfungsi sebagai konduktor, ibarat logam, air atau bahkan badan insan lain. Untuk masalah Fred, ia mengalami kesetrum ketika menyentuh adiknya. Hal ini sangat normal mengingat insan bisa berfungsi sebagai konduktor listrik (Karena itu ketika kalian menyentuh seseorang yang sedang kesetrum listrik, kalian akan ikut kesetrum).
Namun, setrum ini gres bisa dirasakan kalau listriknya melebihi 4.000 volt (Tubuh setiap orang mempunyai sensitiftas yang berbeda sehingga ukurannya tidak akan sama untuk semua orang). Umumnya, listrik yang terkumpul hanya berkisar sekitar 5.000 volts. Namun dalam beberapa kasus, listrik yang diakumulasi bisa lebih besar. Seperti Frank, yang mengakumulasi listrik statis sampai mencapai 40.000 volt.
Lalu, pertanyaannya adalah, bagaimana listrik statis bisa terakumulasi di badan tanpa kita sadari?
Kita hidup di lingkungan yang dipenuhi oleh listrik statis. Sebenarnya, setiap tindak-tanduk kita, ibarat berjalan, bersandar di kursi, duduk atau tidur bisa mengakibatkan listrik statis terkumpul. Namun, aktivitas-aktivitas semacam ini hanya menghasilkan listrik statis dalam kadar yang kecil sehingga kita tidak bisa mencicipi efeknya.
Tetapi, kalau beberapa faktor terpenuhi, kadar listrik yang terakumulasi bisa menjadi lebih besar. Dalam kondisi ibarat ini, kemungkinan kita menjadi kesetrum menjadi semakin lebih besar juga.
Faktor-faktor tersebut adalah:
1. Pakaian yang kita kenakan
Pakaian yang terbuat dari wol, sutra, bulu, polyester, karet, vinyl, nylon, dan materi sintetis lainnya akan meningkatkan kemungkinan pengumpulan listrik statis. Di Indonesia, mungkin hal ini masih cukup asing di indera pendengaran kita. Namun, di negara-negara Eropa, ibarat Inggris, masalah ini sangat umum terjadi sehingga mereka membuat produk-produk anti listrik statis untuk pakaian. Misalnya, ada produk yang disebut Static Guard yang umumnya tersedia di tempat-tempat laundry. Kalian bisa menyemprotkan cairan ini ke pakaian untuk mengurangi listrik statis yang menumpuk.
2. Sepatu yang kita kenakan dan cara berjalan kita
Ya, saya tahu, kedengarannya sangat lucu. tetapi, ini yaitu sebuah fakta. Jika kalian mengenakan sepatu dari materi tertentu, ibarat karet atau plastik, dan kalian berjalan dengan menyeret kaki atau menggesek kaki ke lantai dari materi tertentu, kemungkinan berkumpulnya listrik statis menjadi sangat besar.
Metode ini bisa dipakai untuk menarik hati sahabat kalian. Gosoklah sepatu kalian untuk mengumpulkan listrik statis, kemudian sentuhlah sahabat kalian.
Ingatkah kalian ketika kita masih SD dan diajarkan untuk menggosok-gosok sebuah penggaris plastik di rambut kita? ingatkah kalian apa yang terjadi pada penggaris itu? Penggaris itu bisa menarik potongan-potongan kecil kertas. Itulah listrik statis.
listrik statis yang tercipta jawaban sandal itu bisa mempengaruhi peralatan di ruang operasi rumah sakit. Peraturan ini sedang dipertimbangkan untuk diadopsi oleh rumah sakit lainnya di Inggris.
Jadi, perhatikanlah sandal atau sepatu yang kalian pakai.
3. Lantai rumah atau jalan
Jika lantai rumah kita dilapisi oleh bahan-bahan tertentu ibarat plastik, karpet polimer, karpet wol, kerikil sintetis atau aspal, maka kemungkinan kita mengumpulkan listrik statis menjadi sangat besar. Tentu saja ini harus dikombinasikan dengan penggunaan sepatu atau sandal yang juga bisa mengumpulkan listrik statis dengan sangat mudah.
4. Kelembaban udara kawasan kita tinggal
Semakin kering udara, semakin besar kemungkinan listrik statis akan tercipta. Hal ini menjadi masalah yang cukup umum di Inggris ketika demam isu cuek datang (Januari - Maret). Pada bulan-bulan itu, udara di atmosfer sangat kering. Kelembaban udara akan turun menjadi hanya 20%. Kondisi ini sangat ideal untuk menghasilkan listrik statis, bahkan tidak peduli materi pakaian yang kalian pakai.
Karena itu, untuk mengurangi penumpukan listrik statis pada demam isu cuek itu, penduduk Inggris akan memasang pelembab udara (humidifier) atau ionisasi udara (air ionizer) di rumah mereka. Ketika kelembaban di ruangan mencapai 50% atau 60%, listrik statis akan menghilang. Ini alasannya yaitu lapisan air yang dihasilkan akan membuang elektron-elektron penyebab listrik statis dari badan kita.
5. Kondisi kulit kita
Semakin kering kulit kita, maka kemungkinan listrik statis dihasilkan akan menjadi semakin besar. Kembali ke Inggris, pada demam isu dingin, selain memasang pelembab udara dan mengenakan pakaian dari kain katun, mereka juga memakai banyak pelembab kulit untuk mencegah terciptanya listrik statis.
Siapa sangka, selain baik untuk kesehatan kulit, pelembab kulit ternyata juga baik untuk kesehatan jantung.