Misteri Jejak-Jejak Kaki Setan Devon

Pada tanggal 5 Maret 2009, Jill Wade dari Devon, Inggris, dikejutkan dengan adanya jejak-jejak misterius di atas salju di kebun belakang rumahnya. Jejak-jejak ini mengingatkannya kepada sebuah misteri yang terjadi lebih dari 150 tahun yang lalu.


Jill yang telah berusia 76 tahun berkata:

"Aku melihat ke kebun belakang rumahku dan sangat terkejut. Aku benar-benar tidak sanggup mempercayainya. Jejak-jejak kaki itu berbentuk kuku belah dan tidak ada jejak lain di atas salju."


jejak lain di permukaan salju.

Hebatnya, jejak-jejak tersebut terlihat hingga 160 km jauhnya dari Exmouth hingga Topsham.

Apa yang lebih membingungkan yaitu letak jejak-jejak tersebut.

Pada beberapa lokasi, jejak-jejak tersebut terlihat menghampiri pintu rumah penduduk, namun kembali menjauh.

Di daerah lain, jejak tersebut terlihat di atap rumah.

Lalu, ada juga jejak yang terlihat menghadap sebuah tembok setinggi 4 meter dan muncul di sisi lain dari tembok, seolah-olah mahkluk tersebut berjalan menembus tembok.

Di sungai Exe, jejak tersebut terlihat pada dua sisinya, entahkah makhluk itu menyeberangi sungai tersebut atau ada dua makhluk yang berjalan di kedua sisi sungai.

Makhluk
apakah yang telah membuat jejak-jejak tersebut?

Setelah pagi itu, gosip mengenai fenomena jejak kaki misterius telah menyebar hingga ke luar Devon.

Harian Times of London mendeskripsikan jejak tersebut sebagai berikut:

"Jejak itu lebih menyerupai makhluk yang berjalan dengan dua kaki dibanding makhluk yang berjalan dengan empat kaki dengan jarak antara jejak sekitar 8 inci. Kesan yang sanggup ditangkap dari jejak tersebut yaitu menyerupai dengan sepatu keledai."


jejak setan. Mereka bergegas mengatakan dugaan yang lebih rasional.

Misalnya Pendeta G.M Musgrave yang kemudian segera mengirim surat kepada harian Illustrated London news untuk memberitahukan mengenai adanya dua ekor kanguru yang terlepas dari kebun binatang pribadi milik Mr. Fische di Sidmouth.

kanguru yang terlepas, mengapa dua binatang ini tidak terlihat oleh penduduk desa?

Bahkan tidak ada kepastian lebih lanjut apakah benar-benar ada kanguru yang terlepas atau tidak sehingga gosip itu kemudian hanya dianggap sebagai rumor.

Sir Richard Owen, spesialis biologi kenamaan, percaya kalau jejak itu ditinggalkan oleh seekor Badger (Hewan sejenis Musang) yang berkeliaran di desa untuk mencari makan. Menurutnya, jejak yang gila itu tercipta alasannya yaitu kebiasaan binatang itu menaruh kaki belakangnya ke jejak yang dibentuk oleh kaki depan.

jejak misterius di atas salju di kebun belakang rumahnya Misteri jejak-jejak kaki setan DevonBadger - Hewan sejenis Luwak
Namun, Sir Owen tidak pernah secara eksklusif mengobservasi jejak tersebut dan mendasarkan teorinya hanya pada deskripsi para saksi. Dan memang, teorinya tidak terbukti.

Selain Badger, ada yang menyebutkan racoon, keledai, tikus, berang-berang ataupun binatang lainnya. Sayangnya, tidak ada satupun diantara binatang tersebut mempunyai jejak kaki yang serupa dengan jejak kaki Devon.

Sebagian lain percaya kalau jejak-jejak kaki tersebut dibentuk oleh seorang iseng yang mungkin ingin membuat kehebohan. Namun teori ini mempunyai kelemahan. Jika memang jejak itu dibentuk oleh orang yang iseng, mengapa tidak terlihat adanya jejak lainnya di atas salju? Bagaimana sanggup jejak tersebut terlihat hingga 160 km? Dan kalau memang orang itu hendak membuat kehebohan, mengapa ia tidak membuat jejak kaki yang lebih besar dan lebih mengerikan menyerupai jejak harimau?

Jadi, misteri ini tetap tidak terpecahkan. Usaha untuk mengatakan klarifikasi rasional atas insiden ini berlangsung hingga periode 20 ketika sejumlah penulis modern mencoba untuk mengatakan alternatif penjelasan.

Misalnya, pada tahun 1985, terbit sebuah buku berjudul "The Devil's Footprints: The Great Devon Mystery as it was reported in the newspapaer of 1855" yang ditulis oleh Geoffrey Household.

Dalam bukunya, ia mengajukan teori kalau jejak-jejak gila tersebut mungkin telah diciptakan oleh sebuah balon eksperimen. Ia mengaku mendapat informasi kalau sebuah balon telah terlepas tanpa sengaja dari galangan kapal Devonport. Balon itu terikat dengan sebuah tali yang menggantung dengan besi di ujungnya. Besi inilah yang dianggapnya telah membuat jejak-jejak misterius tersebut.

Sumber Household yaitu seorang laki-laki lokal berjulukan Major Carter yang mengetahui hal ini dari kakeknya yang bekerja di galangan kapal itu. Menurutnya, pada waktu itu, informasi ini dirahasiakan alasannya yaitu balon itu juga merusak beberapa rumah beling dan jendela rumah penduduk sebelum kesudahannya jatuh di Honiton.

Tetapi, pertanyaannya adalah, bagaimana mungkin sebuah balon sanggup membuat jejak yang konsisten dengan jarak 8 inci (20 cm)? atau jejak yang hingga ke pintu rumah penduduk dan kembali? Apakah balon itu mempunyai kecerdasan artifisial yang membuatnya sanggup berpikir?

Penulis lain, Mike Dash, yang menulis sebuah artikel mengenai jejak setan Devon di Fortean Studies, percaya kalau jejak tersebut ditinggalkan oleh binatang pengerat yang melompat menyerupai tikus hutan. Tidak heran kalau jejak-jejak ini juga sanggup ditemui di atap rumah. Menurutnya, jejak yang ditinggalkan oleh lompatan tikus sangat menyerupai dengan jejak binatang berkuku belah alasannya yaitu pergerakan otot kakinya ketika melompat.

Teori ini bukan sesuatu yang gres alasannya yaitu memang sudah sering disinggung sebelumnya. Namun, sekali lagi, tidak ada binatang pengerat yang diketahui mempunyai jejak menyerupai itu.

Penulis lain, menyerupai Joe Nickell yang skeptis, lebih percaya kalau kisah ini hanyalah sebuah hoax. menurutnya, bagaimana mungkin jejak itu sanggup mencapai 160 km? Apakah ada penduduk yang mengikuti jejak tersebut hingga 160 km pada hari itu?

Cukup masuk akal. Namun, dokumentasi mengenai insiden ini cukup lengkap sehingga kalau kisah ini sebuah hoax, maka pastilah hoax tersebut diciptakan oleh media yang terbit pada tahun itu. Tetapi pandangan ini pun tidak didasarkan atas bukti yang kuat.

Pandangan lain yang menyerupai dengan Joe adalah: jejak ini tercipta akhir histeria massa. Mungkin para penduduk telah melihat jejak-jejak binatang yang bermacam-macam dan menganggapnya sebagai jejak yang sama. Joe juga beranggapan menyerupai itu. menurutnya, deskripsi saksi yang berbeda-beda membuat kemungkinan ini menjadi lebih kuat.

Tentu saja teori ini yaitu jalan keluar yang paling gampang. Namun, bagi peneliti lain, misteri ini menarik alasannya yaitu mungkin ada makhluk cryptid yang hidup di Devon. Selain itu, walaupun kasus Devon yaitu yang paling terkenal, misteri sejenis ini ternyata juga pernah disinggung dalam beberapa catatan sejarah lainnya.

Salah satu penulis yang pernah menyinggungnya yaitu Ralph of Coggeshall, seorang penulis yang hidup pada periode ke-13. Dalam tulisannya, Ralph menceritakan mengenai sebuah insiden yang terjadi pada tanggal 19 Juli 1205 dimana jejak-jejak kaki misterius muncul sehabis terjadi badai.

Lalu, Kapten Sir James Clark Ross, komandan kapal yang pernah menjelajah kutub selatan. Ia juga menceritakan insiden yang serupa. Pada Mei 1840, kapal mereka mendarat di pulau Kerguelen dan menemukan adanya jejak-jejak misterius di salju tanpa melihat adanya binatang yang bertanggungjawab atas jejak-jejak tersebut.

Dalam bukunya yang berjudul "Voyage of Discovery and Research in the Southern and Antarctic Regions", Kapten Ross menulis:

"Kami tidak melihat satu pun binatang darat. Dan kami menemukan jejak yang menyerupai dengan jejak keledai yang ditemukan oleh tim yang dipimpin oleh Letnan Bird. Jejak itu dideskripsikan oleh Dr. Robertson sebagai jejak yang berukuran lebar 3 inci dengan kedalaman sekitar 2,5 inci. Jejak itu juga mempunyai tekanan di masing-masing sisi dan bentuknya terlihat menyerupai tapal kuda."

"Sangat mustahil kalau binatang itu berasal dari kapal yang terdampar. Mereka mengikuti jejak itu selama beberapa jauh dengan cita-cita melihat binatang yang menciptakannya, namun tidak menemukan apa-apa hingga hingga ke daratan berbatu yang tidak bersalju."


Mungkin peristiwa-peristiwa yang disinggung Coggeshall dan Kapten Ross tidak ada hubungannya dengan insiden Devon. Namun kalau sebuah fenomena misterius terjadi beberapa kali, maka ada sesuatu yang perlu diselidiki. Karena itu, ketika Jill Wade menemukan jejak-jejak misterius di kebun belakang rumahnya, antusiasme segera menjalar diantara para cryptozoologyst. Kali ini, mereka mempunyai daerah insiden kasus dengan jejak yang masih terlihat, mereka mempunyai foto jejak tersebut dan mereka sanggup memikirkan ulang misteri ini dengan mengacu kepada ilmu pengetahuan modern sambil berharap memecahkannya.

jejak misterius di atas salju di kebun belakang rumahnya Misteri jejak-jejak kaki setan Devon
Jejak yang ditemukan Jill mempunyai panjang 13 cm dan jarak antara jejak sekitar 28 hingga 43 cm. Ukuran ini tidak sesuai dengan jejak binatang yang dikenal dikala ini. Tetapi Jonathan Downes dari CFZ optimis kalau misteri ini akan terpecahkan. Ia dan timnya sedang meneliti kemungkinan kalau jejak itu diciptakan oleh seekor kelinci yang cacat.

Ia juga berharap kalau misteri yang terjadi 156 tahun kemudian ikut terpecahkan.

Mengenai Jejak di kebun belakang Jill, Downes berkata:

"Apakah saya percaya kalau setan telah tiba dari lubang neraka dan berkeliaran di sebuah kebun di utara Devon? Tentu saja tidak.


"Jika kau bertanya apakah ada hal-hal yang tidak sanggup dijelaskan oleh ilmu pengetahuan modern, maka jawabannya yaitu ya. Namun pengetahuan insan selalu berkembang dan saya percaya kalau sesuatu yang dikala ini dikategorikan sebagai fenomena paranormal, suatu hari nanti akan sanggup dijelaskan oleh ilmu pengetahuan."


Apakah jejak kaki di kebun belakang rumah Jill mempunyai kekerabatan dengan jejak kaki setan Devon tidak diketahui dengan jelas. Namun kita berharap penelitian CFZ akan membawa sedikit titik terang, paling tidak alternatif kemungkinan yang baru.

Mengenai inovasi jejak-jejak kaki misterius di atas salju ini, Rupert T. Gould pernah mengatakan sebuah pertanyaan yang menarik:

"Aku berpikir, kalau mereka menemukan makhluk itu, apakah yang akan mereka lihat?"


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel