Strategi Marketing Dan Misteri - Dongeng Penjelajah Waktu Dan Laki-Laki Misterius Di Dalam Mimpi

Pada masa ke-21 ini, para pakar marketing mulai berpikir keras untuk mencari sebuah cara yang efektif untuk memberikan pesan kepada calon konsumen. Dari perjuangan ini, lahir dua buah kampanye marketing yang luar biasa. Yang pertama menyangkut seorang laki-laki yang bertemu dengan dirinya di masa depan dan yang kedua melibatkan seorang laki-laki misterius yang muncul di mimpi banyak orang.


Orang-orang menyampaikan marketing yaitu ujung tombak sebuah perusahaan. Dengan taktik kampanye yang tepat, penjualan sebuah produk akan meroket dengan cepat, sama cepatnya menyerupai naiknya popularitas Briptu Norman Kamaru.

Lalu, apa hubungannya dengan misteri?

Jangan kuatir, berita-berita parodi hiburan yang dimuat oleh The Onion atau Weekly World News yang pernah saya posting sebelumnya, dua misteri yang akan saya bahas berikut ini bertujuan untuk menjual sebuah produk dan menanamkan sebuah inspirasi ke dalam pikiran konsumen target. Mungkin kalian sudah pernah mendengar dua kisah ini.

Kisah Hakan Norkdvist

Kisah mengenai Hakan Norkdvist ini sangat terkenal di Eropa, terutama di Swedia, negara asalnya. Dalam sebuah video, Hakan menceritakan pengalamannya terlempar ke masa depan dan bertemu dengan dirinya yang sudah berumur 72 tahun. Praktis untuk menolak ceritanya dan menganggapnya sebagai sebuah bualan. Namun, Hakan memperlihatkan sebuah bukti, yaitu rekaman yang memperlihatkan ia dan ia (yang berusia 72 tahun) sedang bangun berdampingan.

Hakan menuturkan kejadiannya:

"Peristiwanya terjadi pada tanggal 30 Agustus. Hari itu sangat indah dan saya sedang dalam perjalanan pulang ke rumahku di Farjestaden. Ketika masuk ke rumah, saya menemukan genangan air di lantai dapur. Sepertinya ada kebocoran. Lalu saya mengambil peralatanku, membuka pintu kolam basuh piring dan mulai bekerja."

"Ketika saya masuk ke dalamnya untuk menyelidiki pipa, tampaknya kawasan itu menjadi lebih panjang daripada yang kuingat. Aku merangkak masuk ke dalam kabinet, dan dikala melakukannya, saya menemukan kalau ruangan itu terus berlanjut. Makara saya terus merangkak lebih jauh ke dalam."

"Di ujung terowongan itu, saya melihat cahaya dan dikala saya hingga di sana, saya menyadari kalau saya telah tiba di masa depan. Aku bahkan bertemu diriku yang telah berusia 72 tahun. Saat itu yaitu tahun 2042. Aku melaksanakan banyak sekali tes terhadap dirinya untuk memastikan kalau ia yaitu benar-benar diriku. Anehnya, ia mengetahui segala sesuatu mengenaiku, dimana saya menyimpan benda-benda belakang layar dikala saya masih duduk di kelas satu dan berapa skor pertandingan bola melawan Vaxjo Norra pada ekspresi dominan panas tahun 88. Ia mengetahui segalanya."

"Bahkan kami mempunyai tato yang sama, walaupun kepunyaannya terlihat sedikit buram. Ia menyampaikan kepadaku mengenai hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan tiba dan saya berjanji kepadanya untuk tidak menyampaikan soal itu kepada siapapun. Aku menciptakan sebuah rekaman dengan ponselku. Sayangnya kualitas rekaman itu tidak begitu baik. Namun hanya itulah yang sanggup saya dapatkan. Sebenarnya saya tidak peduli jikalau orang lain menganggap saya seorang pembohong. Aku tahu kalau saya bukan seorang pembohong. Aku bertemu dengan diriku di masa depan dan saya baik-baik saja. Itulah yang saya ketahui. Namun jikalau itu sanggup terjadi kepadaku, mungkin hal yang sama juga sanggup terjadi pada orang lain."