Misteri Selesai Hayat Elisa Lam Di Hotel Cecil - Terpecahkan?

Di sebuah hotel yang mempunyai sejarah kelam di sentra kota Los Angeles, mayit seorang wanita ditemukan di dalam tangki air di atap hotel dan kanal menuju atap hanya bisa dilakukan lewat tangga darurat dan sebuah pintu yang terkunci rapat.

Ini bukan penggalan dari naskah buku detektif Conan. Peristiwa ini benar-benar terjadi dan telah memicu perbincangan hangat di seluruh dunia. Para penggemar misteri hingga pengguna internet untuk seketika lamanya bermain menjadi detektif dunia maya. Semuanya dilakukan dalam perjuangan mencari tahu apa yang bekerjsama terjadi pada Elisa Lam.
Peristiwanya dimulai pada tanggal 19 Februari 2013 saat para penghuni hotel Cecil di sentra kota Los Angeles mengajukan komplain kepada pengurus hotel mengenai anutan air yang terlalu kecil. Kaprikornus seorang petugas pemeliharaan segera mengambil kunci pintu menuju atap hotel dimana tangki penampungan air berada.
Apa yang ditemukannya segera mengakibatkan gelombang kejut ke seluruh penghuni hotel. 
Di dalam salah satu dari empat tangki yang ada di atap itu, ditemukan sesosok mayit yang diidentifikasi sebagai Elisa Lam, salah satu penghuni hotel yang telah dinyatakan hilang selama lebih kurang 19 hari.
Elisa Lam yaitu seorang mahasiswi di University of British Columbia, Kanada. Usianya 21 tahun dan pada tanggal 26 Januari 2013 pergi ke Los Angeles seorang diri dan check in ke hotel Cecil. Ia terlihat terakhir kali oleh staf hotel pada tanggal 31 Januari.
Pada tanggal 13 Februari, kepolisian Los Angeles merilis sebuah rekaman CCTV lift hotel untuk meminta pinjaman masyarakat yang mungkin melihat Elisa.
Pada tanggal 19 Februari, mayit Elisa Lam ditemukan di dalam tangki air.
Ada dua hal yang menjadi misteri utama dalam masalah ini. Yang pertama yaitu apa yang sedang dilakukan Elisa di dalam lift yang terekam oleh CCTV dan yang kedua yaitu bagaimana Elisa bisa naik ke atap dan masuk ke dalam tangki.
Dalam rekaman CCTV yang dirilis pihak kepolisian, terlihat kalau Elisa Lam bertingkah cukup aneh. 
Ia masuk ke lift di lantai 14, kemudian menekan beberapa tombol sekaligus sambil mendekatkan kepalanya. 

Lalu ia menunggu pintu lift tertutup.

Pintu Lift tidak kunjung tertutup. Kaprikornus Elisa menilik keluar dengan cara yang tidak biasa.

Setelah memastikan tidak ada yang aneh, ia kembali masuk ke lift, bangun sebentar, kemudian merapat ke sudut lift seolah-olah sedang bersembunyi dari seseorang.

Lalu ia keluar lift lagi, melihat ke kiri kanan dan masuk kembali ke dalam lift sambil menekan-nekan ulang tombol lift.

Setelah itu ia kembali keluar. Di sebelah kiri lift, ia menggerak-gerakkan tangan menyerupai sedang menari atau berenang. Lalu ia pergi dan pintu lift tertutup.
Berikut videonya:
Apa yang sedang terjadi pada Elisa Lam di dalam lift tersebut? Mengapa ia bertindak begitu aneh?
Lalu, bagaimana ia bisa berada di dalam tangki? bagaimana caranya naik ke atap yang terkunci?
Jika Elisa Lam dibunuh, maka lokasi dan kondisi yang menyertai inovasi mayatnya memperlihatkan kalau pembunuhan ini yaitu sebuah kejahatan yang sempurna.
Menurut pihak kepolisian, mereka mempunyai lebih dari 100 jam rekaman CCTV di dalam hotel Cecil, namun memutuskan hanya merilis rekaman di dalam lift tersebut untuk mempermudah warga yang mengenalinya lantaran Elisa Lam yang terlihat di rekaman tersebut agak berbeda dengan foto-foto di facebooknya.
Pada tanggal 22 Februari 2013, pihak kepolisian menuntaskan otopsi dan mengumumkan kalau penyebab tamat hidup Elisa belum bisa dipastikan dan pengumuman selanjutnya akan menunggu hasil investigasi toksikologi terlebih dahulu.
Pada tanggal 21 Juni 2013, seluruh investigasi selesai dan pihak kepolisian mengumumkan bahwa tamat hidup Elisa Lam terjadi akhir "tabrakan pesawat Boeing Air China, goresan pena ini hanya untuk melihat beberapa kemungkinan dan tidak bertujuan untuk memastikan apa yang sesungguhnya terjadi terhadap Elisa Lam.
Kemungkinan  Pertama - Pembunuhan oleh Iluminati
Saya tidak sedang mengada-ngada. Teori ini diajukan oleh banyak penganut teori konspirasi di internet. Alasannya yaitu nama "Elisa Lam". Tidak berapa usang sebelum tamat hidup Elisa, di wilayah itu terjadi wabah TBC. Salah satu metode untuk mendiagnosa keberadaan penyakit tersebut pada pasien HIV yaitu "LAM-ELISA". 
Jika kalian tidak percaya, kalian bisa menggooglingnya dan menemukan keterangan wacana metode ini.
Berdasarkan pada kesamaan ini, para penganut teori konspirasi mengambil kesimpulan bahwa tamat hidup Elisa dipakai oleh Iluminati untuk memperingati warga Los Angeles mengenai serangan senjata biologis yang akan segera datang.
Bingung?
Saya juga. Tapi, tidak bisa disangkal, ada kebetulan yang luar biasa disitu.
Kemungkinan kedua - Pembunuhan oleh Hantu
Para pengguna internet di Asia mulai menghubungkan tamat hidup Elisa dengan hantu. Sebabnya yaitu lantaran rekaman CCTV yang misterius tersebut dan adanya kesamaan antara kondisi tamat hidup Elisa dengan adegan dalam film horor "Dark Water".
Lalu, sejarah kelam hotel Cecil memperlihatkan adanya kematian-kematian misterius lainnya. Hotel Cecil bangun pada tahun 1927. Richard Ramirez dan Jack Unterweger, dua pembunuh berantai termashyur diketahui tinggal di hotel itu sementara melaksanakan kejahatannya. Tahun 1950an hingga 1960an, hotel ini menjadi sangat populer lantaran beberapa pengunjung bunuh diri dengan melompat dari jendela.
Apakah mungkin roh-roh ingin tau dari masa lampau kembali tiba dan menghantui Elisa?
Kemungkinan ketiga - Pembunuhan (bukan oleh Iluminati atau hantu)
Beberapa media menyebutkan kalau Elisa ditemukan di dalam tangki dalam keadaan telanjang.

Sebelum mayatnya ditemukan, pihak kepolisian sudah pernah mencari Elisa ke atap hotel dan mereka tidak menemukan pakaian disana. Ini berarti Elisa mengalami kejahatan seksual dan pembunuhnya membawa pakaiannya pergi untuk menghapus jejak, atau minimal untuk menunda inovasi mayit supaya ia punya waktu untuk melarikan diri.

Jika ini yang terjadi, pembunuhnya pastilah seorang laki-laki berbadan besar lantaran diharapkan kekuatan yang cukup besar untuk mengangkat mayatnya lewat tangga ke dalam tangki. 
Atau... bisa juga pembunuhnya tidak berbadan besar. JIka demikian adanya, maka kemungkinan besar Elisa mengenalnya.
Bisa saja ia bertemu dengan seseorang yang dikenalnya di hotel. Lalu pembunuh itu mengirimnya pesan untuk bertemu di lantai 14, mungkin dengan undangan untuk melihat pemandangan kota Los Angeles di malam hari lewat jendela kecil di lantai itu.  Atau sang pembunuh memang tinggal di lantai tersebut (Elisa tinggal di lantai 4 dan lift yang terlihat di CCTV yaitu di lantai 14).

Di lift, Elisa memutuskan untuk bermain-main sebentar. Ia membuka lift, kemudian menekan tombol door hold, bersembunyi di sudut lift. Tujuannya untuk mengagetkan sang sahabat jikalau ia masuk ke dalam lift. Karena tidak kunjung datang, Elisa memutuskan untuk membatalkan permainannya.

Mengenai gerakan anehnya di dalam lift, mungkin lantaran Elisa bosan dan sedang ingin sedikit merilekskan pikirannya.

Walaupun ia gagal mengagetkan temannya, namun, program melihat pemandangan tetap berlanjut.  Elisa keluar lift, bertemu dengannya di lantai 14. 

Sang pembunuh mengusulkan untuk naik ke atap demi mendapat pemandangan Los Angeles yang lebih jelas. Setelah Menyadari pintu menuju atap terkunci, mereka naik ke atas lewat tangga darurat. 

Sesampainya di atap, pembunuh itu mengajaknya naik ke "storage room". Lalu disana Elisa dibunuh, mungkin dengan memberinya semacam obat yang membuatnya kehilangan kesadaran. Dari situ, tidak terlalu sulit memasukkan mayit Elisa ke dalam tangki, menyerupai yang terlihat pada foto di bawah ini. 

Karena obat yang diberikan hanya dalam takaran ringan, mayit yang sudah membusuk selama belasan hari akan melenyapkan jejak-jejaknya sehingga lolos dari penyelidikan petugas toksikologi.

Kemungkinan terjadinya pembunuhan memang menjadi spekulasi banyak orang. Namun, sebaik apapun teori mengenai cara pembunuhan dilakukan akan menjadi tidak masuk akal. Alasannya sederhana.

Seperti yang saya katakan, pihak kepolisian mempunyai kanal terhadap seluruh CCTV gedung. Jika pihak hotel memasang CCTV di dalam lift, bisa dipastikan kalau mereka juga memasangnya di lorong hotel. Apabila Elisa memang bersama seseorang pada hari itu, pastilah CCTV akan menangkapnya dan polisi sudah akan mempunyai seorang tersangka. Jika Elisa tidak bersama seseorang, pastilah polisi juga sudah menilik CCTV untuk melihat siapa saja yang pernah naik ke atap atau turun dari atap.

Namun, tidak ada rilis mengenai semua ini yang berarti kemungkinan memang tidak ada pembunuh.
Kemungkinan keempat - Kecelakaan 

Seperti yang sudah saya katakan di atas, pihak kepolisian mengumumkan kalau tamat hidup Elisa disebabkan oleh "Accidental Drowning".  Jawaban ini tidak memuaskan banyak pihak, termasuk keluarga Elisa sendiri.

Bagaimana mungkin masalah seaneh ini dianggap sebagai kecelakaan? Mungkinkah pihak kepolisian salah dalam mengambil kesimpulan?

Memang ada kemungkinan itu.

Melakukan otopsi terhadap mayit yang diambil dari air bukan sesuatu yang mudah. Untuk menentukan apakah seseorang tewas lantaran tenggelam, tim forensik umumnya akan melihat air di dalam paru-paru atau keberadaan diatom (sejenis algae mikro) di dalam jaringan tubuh. Bukan hanya itu, tim forensik juga akan melihat apakah ada vegetasi di telapak tangan korban. 

Jika seseorang tenggelam, maka reaksi pertamanya yaitu menjangkau benda atau permukaan yang bisa disentuhnya. Karena itu, seringkali korban tenggelam  mempunyai sisa-sisa vegetasi air di tangannya (Untuk masalah Elisa, hal itu menjadi mustahil lantaran ia bukan karam di sungai, melainkan di sebuah tangki penampungan air yang tidak bervegetasi).

Untuk mendapat isu lebih lanjut, pihak kepolisian akan meminta pinjaman toksikologis untuk menilik apakah ada zat-zat kimia atau obat-obatan di dalam mayat. Jika mayit telah mengalami pembusukan, maka toksikologis bisa menilik Vitreous Humor (sejenis gel yang berada di antara lensa dan retina mata) atau bahkan kuman dan belatung yang ditemukan.

Untuk mendapat hasil yang akurat, pihak toksikologis perlu mendapat riwayat kesehatan korban untuk mencocokkan obat-obatan yang ada di dalam sistem tubuhnya. Inilah yang mengakibatkan hasil toksikologis Elisa gres bisa keluar empat bulan sesudah kematiannya. Pihak kepolisian mengaku mengalami kesulitan mendapat riwayat kesehatan itu. 

Intinya, yang ingin saya katakan yaitu teknologi masa sekarang bisa mendeteksi keberadaan zat-zat kimia di dalam mayat, bahkan yang telah membusuk sekalipun.

Jika tidak ditemukan tanda-tanda menyerupai alkohol, obat-obatan, serangan jantung atau pukulan benda tumpul, maka mereka mengambil kesimpulan kalau korban tewas lantaran tenggelam. Jadi, memang pihak kepolisian bisa salah lantaran mereka hanya mengeliminasi beberapa kemungkinan untuk hingga kepada kesimpulan tenggelam. Tapi kemungkinan kesalahan itu sangat kecil.

Dalam masalah Elisa, pihak forensik tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau adanya obat-obatan di dalam tubuhnya sehingga kesimpulan kecelakaan pun diambil.
Jika mereka mengambil kesimpulan menyerupai itu, pastilah dengan alasan yang kuat. Jika mereka tidak mengelaborasi lebih lanjut, kemungkinan lantaran memang tidak ditemukan unsur kriminal sehingga penyelidikan dihentikan. Wajar saja. 

Namun, kesimpulan ini punya lubang. Jika memang kematiannya diakibatkan lantaran kecelakaan, bagaimana mayit itu bisa berada di dalam tangki? Apakah Elisa naik ke atap untuk melihat pemandangan malam dan kemudian terpeleset ke dalam tangki? Bukankah tangki airnya tertutup? 

Karena itu, ada kemungkinan terakhir yang mungkin lebih masuk logika dibanding lantaran kecelakaan. 
Kemungkinan kelima - Bunuh Diri
Sampai sejauh ini kita bisa mengetahui kalau pihak kepolisian mempunyai isu sebagai berikut:

1. Tidak ada tanda-tanda pembunuhan pada mayat.
2. Tidak ada tanda-tanda overdosis obat atau racun pada mayat.
3. Tidak ada tanda-tanda kalau Elisa bertemu dengan seseorang di hotel.
4. Elisa Lam mempunyai riwayat Bipolar Disorder.

Dari keempat isu ini, terperinci kalau kemungkinan pembunuhan bisa dieliminasi sehingga hanya tinggal dua yang paling mungkin, yaitu lantaran kecelakaan dan lantaran bunuh diri. Diantara keduanya, saya lebih condong ke bunuh diri. Jika kesimpulan bunuh diri diambil, maka banyak pertanyaan yang bisa terjawab dengan mudah. Misalnya beberapa pertanyaan sebagai berikut:

1. Mengapa Elisa Lam bepergian sendiri ke Los Angeles?
Memang tidak ada yang bisa memperlihatkan tanggapan yang niscaya soal ini. Namun kemungkinannya yaitu lantaran ia ingin menyepi. 

Menurut Michaelshouse.com, salah satu organisasi yang bekerjasama dengan kecanduan alkohol, obat-obatan dan persoalan mental, gejala-gejala yang bisa dijumpai pada penderita Bipolar Disdorder adalah:  

"The symptoms of bipolar disorder and drug addiction are often similar, including: depression, mood swings, hopeless feelings, social withdrawal, anxiety and other behaviors." 

Saya tidak akan heran jikalau Elisa pergi ke Los Angeles sendirian lantaran memang sedang ingin menyendiri. 
2. Mengapa Elisa Lam bertingkah aneh di dalam lift? 
Sebelum saya menjawab pertanyaan ini, ada yang perlu kita ketahui terlebih dahulu. Rekaman CCTV tersebut bisa saja menjadi kunci pemecahan misteri ini atau tidak sama sekali. Soalnya kita tidak tahu niscaya tanggal berapa rekaman itu diambil. 

Namun lantaran Elisa check in ke hotel pada tanggal 26 Januari dan terakhir terlihat pada tanggal 31 Januari, maka kita bisa menyimpulkan kalau rekaman itu kemungkinan diambil pada tanggal 31 Januari.

Kita tahu Elisa ditemukan pada tanggal 19 Februari, namun forensik tidak bisa memastikan kapan Elisa tewas. Udara hirau taacuh dan tidak adanya serangga di dalam tangki bisa memperlambat proses pembusukan sehingga mempersulit identifikasi waktu tewasnya.
Jadi, bisa saja ada selang beberapa hari antara terjadinya insiden lift dengan tewasnya Elisa sehingga rekaman tersebut tidak berarti bisa memperlihatkan kepada kita sebuah petunjuk. 
Namun bagaimanapun juga sikap yang ditunjukkan di dalam lift tetap menarik lantaran sangat tidak umum. Yang bisa saya berikan yaitu beberapa kemungkinan lagi.

a. Elisa sedang mabuk obat atau alkohol.
 
Teori ini akan kembali kepada Bipolar Disorder yang diidapnya. Sebelum hasil toksikologi Elisa keluar, rekaman CCTV di lift tersebut diperlihatkan kepada Trinka Porrata, seseorang yang mahir dalam persoalan obat bius. Walaupun ia tidak bisa memastikannya, namun Trinka menduga bahwa Elisa berada di bawah imbas obat-obatan. 

Ketika hasil toksikologisnya keluar, kita bisa mengetahui bahwa ternyata obat-obatan bukan faktor yang mengakibatkan Elisa bertingkah menyerupai itu. Kalau begitu apa? 

Kemungkinannya yaitu Elisa sedang mabuk alkohol. Jawaban ini sangat sederhana dan terkesan memperlihatkan kemalasan berpikir. Tapi saya punya dasar untuk mendukungnya.

Menurut statistik, sekitar 60% dari penderita Bipolar Disorder mengalami kecanduan obat-obatan atau alkohol. Ini disebabkan lantaran mereka biasa lari ke alkohol untuk mengurangi depresi.

Lalu mengapa laporan toksikologis tidak menyinggung apa-apa soal alkohol?
Jika insiden lift mempunyai selang waktu beberapa hari dengan tamat hidup Elisa, maka jejak-jejak alkohol bisa tidak ditemukan di tubuhnya.

Jika kita meminum alkohol, maka jejak-jejak alkohol tersebut akan lenyap lewat nafas, keringat, urin dan metabolisme. Jejak-jejak tersebut bisa segera hilang dari tubuh kita dalam tempo 10 jam hingga beberapa hari (Tergantung berapa banyak kita meminumnya).

Persoalan dengan teori ini yaitu Elisa tidak atau kurang terlihat menyerupai orang mabuk. Cara ia berjalan tidak menyerupai seseorang yang sempoyongan. Satu-satunya tindakan yang membuatnya terlihat menyerupai orang mabuk yaitu gerakan tangannya.

b. Tindakan Elisa hanya iseng.

Berapa banyak dari antara kalian yang sering melaksanakan gerakan aneh atau lucu jikalau sedang sendirian? Berapa banyak di antara kalian yang suka menciptakan ekspresi lucu saat sedang bercermin? Saya yakin cukup banyak. 

Perilaku aneh Elisa bisa jadi hanya lantaran ia seorang yang cukup "animated". Mungkin terpengaruh oleh Bipolar Disorder yang diidapnya.

c. Bipolar Disordernya kambuh lantaran tidak meminum obat.

Ini yaitu kemungkinan yang paling kuat. Penderita Bipolar Disorder seringkali mempunyai tanda-tanda yang menyerupai dengan pengguna Obat bius dan penderita ADHD sehingga tindakan aneh Elisa di dalam lift bukan lagi menjadi sebuah misteri.

Itu yaitu tiga kemungkinan untuk menjawab sikap aneh Elisa di dalam lift.

3. Kalau memang ia bunuh diri, mengapa aktivitasnya sebelum tamat hidup tidak memperlihatkan tanda-tanda ingin bunuh diri? 
Benar. Sebelum kematiannya, Elisa mampir ke sebuah toko buku di sekitar hotel yang ironisnya berjulukan "The Last Book Store" dan membeli beberapa buku dan piringan. Ia menyampaikan kepada penjaga toko bahwa buku dan piringan tersebut akan diberikan kepada orang tuanya sebagai oleh-oleh. 

Orang yang berniat bunuh diri tidak akan membeli oleh-oleh. 
Namun ada kemungkinan lain. 

Keinginan untuk bunuh diri itu bisa muncul tiba-tiba jikalau ia mendapat kabar yang membuatnya depresi atau jikalau Bipolar Disordernya kambuh. 

Menurut statistik, di kalangan penderita Bipolar Disorder, tingkat bunuh diri tahunannya 20 kali lebih besar dibanding populasi pada umumnya. Sedangkan 25%-50% penderita Bipolar Disorder pernah mencoba untuk bunuh diri, dan impian untuk bunuh diri tersebut bisa muncul secara tiba-tiba.
4. Lalu bagaimana Elisa bisa hingga ke atap? Bukankah pintu menuju atap selalu terkunci dengan alarm? 
Banyak orang mempermasalahkan kanal ke atap gedung yang tampaknya tidak mungkin. Tapi, seringkali kita lupa bahwa kanal menuju atap tidak hanya bisa dilakukan lewat pintu atap. Akses itu juga bisa dilakukan lewat tangga darurat. Dan percaya atau tidak, pintu menuju atap gedung bekerjsama tidak selalu terkunci. Jadi, berdasarkan saya ini bukan masalah. 

Di youtube, ada sebuah video dari seorang citizen journalist yang merekam pemandangan tangki air yang diambil dari atap hotel Cecil. Saya tidak tahu apakah ia mempunyai ijin untuk naik ke atas. Namun jikalau tidak, ini memperlihatkan bahwa kanal menuju atap tidaklah begitu sulit.


Berikut videonya:
Ada satu hal lagi yang menarik dari video ini. Jika kalian memperhatikan baik-baik rekaman ini, kalian bisa menemukan banyak coretan-coretan di atap hotel dan di tangki air. Coretan-coretan tersebut terlihat menyerupai dibentuk oleh orang-orang iseng.

Jika demikian, bukankah itu memperlihatkan bahwa kanal menuju atap bisa ditembus dengan mudah?
5. Jika Elisa memang bunuh diri, mengapa ia melakukannya dalam keadaan telanjang?

Jika kita melihat kembali pada kasus-kasus bunuh diri di masa lampau, kita bisa menemukan kasus-kasus unik dimana bunuh diri dilakukan dalam keadaan telanjang. Fenomena ini dikenal dengan sebutan mayat Ruliyati ditemukan di dalam tangki air blok 686B, apartemen Woodland, Singapura. Ketika ditemukan, pertanyaan yang muncul sama dengan masalah Elisa. 

Deja Vu?

Awalnya, masalah ini dianggap sebagai pembunuhan. Namun belakangan terungkaplah masalahnya yang sebenarnya. Ruliyati mempunyai seorang kekasih berjulukan Repon Mustafa. Majikannya yang tidak suka melihatnya bekerjasama kemudian meminta Ruliyati untuk memutuskan korelasi dengan laki-laki tersebut. Ruliyati yang depresi kemudian berencana bunuh diri bersama Repon dan keduanya setuju untuk melakukannya di tangki air. Pada detik terakhir, Repon berubah pikiran sedangkan Ruliyati menuntaskan niatnya dengan menenggelamkan dirinya sendiri. (baca disini)

Mungkin diantara kalian ada yang bertanya, "Mengapa Ruliyati (ataupun Elisa) memutuskan untuk bunuh diri di dalam tangki? mengapa tidak terjun saja dari atap apartemen? Bukankah lebih mudah?" 

Well, pertanyaan menyerupai itu tidak akan pernah bisa dijawab. Ada yang menentukan bunuh diri dengan racun, ada yang dengan memperabukan diri, ada yang menembak kepalanya, ada yang gantung diri dan ada yang terjun dari ketinggian. Semuanya tergantung pilihan masing-masing dan kita yang tidak memahaminya memang akan terus mempertanyakannya. Tapi itulah kenyataannya.

Kesimpulan
Karena pihak kepolisian sudah menyebutnya sebagai masalah kecelakaan, maka saya rasa kita tidak akan bisa berharap adanya penyelidikan lebih lanjut sehingga satu-satunya cara biar masalah ini bisa menjadi lebih terperinci adalah: Pihak keluarga perlu menyewa detektif swasta. 

Ia bisa menilik kembali petunjuk-petunjuk yang dimiliki oleh pihak kepolisian dan mengambil kesimpulannya sendiri.
Namun jikalau kalian menanyakan pendapat saya, maka saya lebih condong ke masalah bunuh diri dibanding kecelakaan. Tapi kesimpulan dari pihak kepolisian pun tidak akan saya permasalahkan. 

UPDATE 8 Juli 2012

Update dilakukan pada sub judul "Kemungkinan kelima - Bunuh Diri".Perubahan dilakukan pada pertanyaan ke 4. Saya menambahkan pertanyaan 5 dan 6 sehingga total menjadi 7 pertanyaan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel