Ufo Pada Karya Seni Religius Kala Pertengahan - Penjelasan
Tuesday, March 31, 2015
Edit
Adalah sesuatu yang telah kita ketahui bersama bahwa para penganut Teori Ancient alien percaya dengan keberadaan kunjungan alien di masa lampau. Kedengaran abstrak bagi kita yang terbiasa untuk skeptis. Namun teori ini telah menerima perhatian yang cukup luas, apalagi sesudah history channel juga ikut membahas soal ini dalam tayangan mereka. Menariknya, mereka yang mendedikasikan diri untuk menemukan bukti kunjungan alien di masa lampau tampaknya telah menemukan petunjuk yang tidak terbantahkan dalam karya-karya seni kala pertengahan.
Sejak awal-awal saya menulis di blog enigma ini, saya selalu berusaha menghindari bahasan-bahasan yang menyentuh keagamaan. Internet ialah daerah dimana manusia-manusia tanpa wajah kadang berperilaku mirip banteng lepas. Hilang kendali. Ini menyebabkan postingan yang bersifat keagamaan akan segera menjadi materi perdebatan yang panas. Tentu saja saya ingin menghindari hal semacam itu.
Sejak awal-awal saya menulis di blog enigma ini, saya selalu berusaha menghindari bahasan-bahasan yang menyentuh keagamaan. Internet ialah daerah dimana manusia-manusia tanpa wajah kadang berperilaku mirip banteng lepas. Hilang kendali. Ini menyebabkan postingan yang bersifat keagamaan akan segera menjadi materi perdebatan yang panas. Tentu saja saya ingin menghindari hal semacam itu.
Anyway, ketika ini sudah lewat enam tahun dan saya rasa tidak ada salahnya untuk memposting sesuatu yang bersentuhan dengan topik keagamaan.
Postingan ini sendiri berasal dari buku enigma I yang memang belum pernah saya publish sebelumnya di blog. Saya memutuskan untuk mempostingnya alasannya kita masih sanggup menemukan situs-situs UFO membahas mengenai hal ini.
Jadi, postingan ini sesungguhnya bukanlah sebuah postingan religius, melainkan sebuah bantahan terhadap isu. Bukan hanya itu, mirip yang selalu saya katakan, bila kita melihat sesuatu dengan tidak utuh, maka kita akan dituntun untuk menarik kesimpulan yang salah. Kita sanggup melihat dengan terperinci manifestasi dari pernyataan tersebut dalam bahasan ini.
UFO, Alien dan Karya Seni Eropa kala pertengahan. Kombinasi ini terdengar mirip dengan ramuan buku Dan Brown “The Da Vinci Code”, tentu saja dalam versi yang lebih futuristik.
Namun yang lebih menarik ialah kita sanggup melihat bagaimana kekurangpengetahuan seseorang sanggup membawanya masuk ke dalam persepsi yang salah. Ini ialah sebuah pelajaran yang sangat baik bagi kita semua.
Bagi kalian yang menganut teori Ancient Alien, mungkin kalian sudah pernah melihat gambar-gambar di bawah ini.
Gambar di atas ialah Fresco mengenai penyaliban Yesus yang dibentuk pada kala ke-14 yang sanggup ditemukan di biara Visoki Decani di Kosovo. Misterinya ialah dua buah objek di sudut kiri dan kanan atas. Kedua objek tersebut terlihat mirip seorang insan yang berada di dalam wahana antariksa.
Dalam pikiran-pikiran kita yang seringkali dipenuhi oleh imajinasi film Holywood, hampir sanggup dipastikan, semua orang yang melihat objek tersebut akan mengatakannya sebagai pesawat luar angkasa dengan seorang pilot di dalamnya.
Kalau begitu pertanyaannya adalah: Bagaimana sebuah karya seni kala ke-14 sanggup menggambarkan sebuah wahana terbang yang gres tercipta pada kala ke-20?
Apakah karya seni ini diinspirasikan oleh makhluk cerdas dari planet lain?
Sama sekali tidak.
Kekurangpengetahuan seseorang mengenai seni kala pertengahan telah menuntun mereka pada kesimpulan yang salah.
Lalu, objek apa itu?
Kedua objek tersebut sesungguhnya ialah simbol matahari dan bulan yang biasa ditemukan pada karya seni kala pertengahan, terutama pada lukisan penyaliban gaya Byzantine.
Dalam aneka macam karya seni kala pertengahan mengenai penyaliban Yesus, kita sanggup menemukan simbol-simbol yang sama, walau dengan rupa yang sedikit berbeda. Seperti ini misalnya:
Dalam lukisan atau ukiran-ukiran di atas, kita juga sanggup menemukan dua bulatan di sebelah kiri dan kanan. Tapi kali ini, terlihat terperinci bahwa keduanya memang mewakili matahari dan bulan.Contoh lainnya juga sanggup terlihat pada lukisan di bawah ini yang sanggup ditemukan di Svetitskhoveli Cathedral, Mtskheta, Georgia. Kedua objek tersebut juga muncul dengan modifikasi rupa, walaupun kali ini lebih mirip dua ubur-ubur.
Ini pola karya lain:
Dan kini semuanya terlihat begitu wajar.
Objek berbentuk piring terbang tersebut berada di sebelah kanan bawah salib yang terlihat mirip terbang dengan jejak berupa asap di belakangnya.
Mungkin kalian berkata dalam hati: "Kalau bukan piring terbang, kemudian apa?”
Saya tidak menyalahkan kalian bila kalian berpikir mirip itu. Tapi ada baiknya kita melihat gambar yang lebih lengkap.
Jadi, reproduksi yang dimunculkan di aneka macam situs UFO ialah potongan dari sebuah lukisan utuh. Lukisan ini sendiri menggambarkan aneka macam kehidupan biara katolik kala pertengahan, termasuk di dalamnya St. Jerome yang sedang berdoa di hadapan salib.
Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, lukisan yang menggambarkan piring terbang tadi ialah sebuah reproduksi. Warna yang ditampilkannya juga tidak akurat. Jika kita mengambil potongan yang sama dari lukisan asli, maka kita akan menemukan lukisan mirip ini:
Sekarang piring terbang tersebut tidak lagi terlihat mirip piring terbang, melainkan terlihat seperti… Topi. Dan memang, itu ialah sebuah topi, lebih tepatnya topi kardinal yang tergeletak di lantai gua. Simbol di atas biasa menyertai lukisan St. Jerome yang menanggalkan jabatan di dalam gereja untuk menjadi seorang pertapa. Ini pola lainnya:Di sebelah kiri atas ialah lukisan Petro Vanucci dan di sebelah kanan ialah karya Albrecht Bouts. Singa yang ada di lukisan tersebut dibentuk menurut legenda yang menyebutkan bahwa St. Jerome pernah menolong seekor singa dengan mencabut sebuah duri dari kakinya. Makara tidak ada yang misterius dari objek berbentuk piring terbang tersebut.
Seni berikutnya yang sering disalahpahami ialah lukisan kala ke-16, exaltation of eucharist, yang sering dijuluki “Sputnik of Montalcino”, karya Bonaventura Salimbeni, yang sanggup ditemukan di gereja St. Peter di Montalcino.
Yang menjadi objek perdebatan tersebut ialah sebuah bola dengan dua antena yang terlihat mirip sebuah satelit. Dan memang, para penganut teori ancient alien mempercayainya sebagai sebuah satelit, sebuah objek modern yang gres tercipta pada kala ke-20. Faktanya, dalam karya seni kala pertengahan, bola mirip itu ialah simbol dari bola penciptaan (Creation Globe atau Celestial Sphere) yang mewakili seluruh ciptaan. Dua antena tersebut sesungguhnya ialah tongkat yang dipegang oleh Yesus dan Bapa.
Esensinya tetap sama. Bola tersebut bukan sebuah satelit atau bola misterius dari luar angkasa.
Sekarang kita lanjut ke karya seni berikutnya yang juga sering muncul di situs-situs UFO, yaitu lukisan "Madonna and Child with the infant St. John" yang dibentuk pada kala ke-15.
Riwayat lukisan ini tidak terlalu jelas. Namun pada museum yang memajangnya di Florence, karya ini diatribusikan kepada Sebastiano Mainardi (1466-1513).
Adanya satu orang yang memandang ke langit menambah keyakinan sebagian orang kalau lukisan itu memang menggambarkan kunjungan sebuah pesawat ruang angkasa.
Namun, kenyataannya jauh berbeda.
Sekali lagi, pengetahuan mengenai abjad seni lukis masa lampau sanggup menawarkan kepada kita informasi yang sebenarnya. Dalam kasus ini, “UFO” tersebut sesungguhnya ialah lambang dari malaikat yang mengumumkan kelahiran Yesus. Aneh…Tetapi sanggup dipahami bila kita melihat pola simbol serupa di lukisan lain, mirip Vincenzo Foppa berikut ini:
Simbol yang sama, orang yang sama, namun terdapat modifikasi, yaitu adanya satu sosok malaikat.
Model penggambaran Malaikat mirip ini juga sanggup kita temukan di lukisan Carlo Crivelli yang menggambarkan Anunciacion (Peristiwa kunjungan Malaikat ke Maria) yang juga sering disalahartikan sebagai UFO.
Bagaimana kita sanggup menyimpulkan semua ini?
Mungkin substansi bahasan ini sendiri tidak terlalu penting. Apa yang kita pelajari justru lebih penting, yaitu informasi yang sepotong-potong akan menuntun kepada penarikan kesimpulan yang keliru. Dalam kasus ini, mirip dengan Ukiran Alien bermata besar di mastaba Ptah Hotep yang pernah saya posting sebelumnya.
Mungkin lain kali kita akan mempunyai pikiran yang lebih kritis (tanpa perlu menjadi skeptis) ketika dihadapkan dengan suatu informasi yang berbau misteri. Saya harap begitu.




















