Misteri Bunyi Terompet Langit - Penjelasan
Friday, May 29, 2015
Edit
Pada tanggal 11 Agustus 2011, di Kiev, Ukrainia, bunyi keras terdengar membahana di langit. Suara yang terdengar menyerupai terompet tersebut segera menjadi viral yang kemudian memunculkan semakin banyak laporan dari seluruh dunia mengenai bunyi terompet langit yang misterius ini. Apakah kita sedang mendengar bunyi sangkakala terakhir yang mengambarkan berakhirnya dunia ini?
Empat tahun yang lalu, tidak ada yang menaruh perhatian kepada video Kiev. Terima kasih untuk Youtube dan media mainstream, kini kita mendapat diskusi hangat wacana sangkakala selesai zaman. Kalian sanggup melihat videonya disini:
Sebelum kita masuk ke soal Kiev, ada baiknya kita mengenal beberapa istilah yang berkaitan dengan fenomena suara-suara absurd semacam ini.
Empat tahun yang lalu, tidak ada yang menaruh perhatian kepada video Kiev. Terima kasih untuk Youtube dan media mainstream, kini kita mendapat diskusi hangat wacana sangkakala selesai zaman. Kalian sanggup melihat videonya disini:
Sebelum kita masuk ke soal Kiev, ada baiknya kita mengenal beberapa istilah yang berkaitan dengan fenomena suara-suara absurd semacam ini.
Beberapa media mengaitkan bunyi Kiev dengan fenomena fortean yang disebut “The Hum”. Padahal, keduanya yaitu hal yang berbeda.
The Hum sendiri yaitu fenomena menyerupai bunyi dengungan yang berfrekuensi rendah dan tidak audible sehingga tidak akan sanggup direkam untuk diperdengarkan kembali. Saya sudah pernah menjelaskan soal fenomena ini disini.
Lalu ada lagi istilah yang disebut skyquake, atau gempa langit. Istilah ini pertama kali dipakai oleh Charles Fort, peneliti insiden fortean yang legendaris. Fenomena ini yaitu bunyi misterius yang tidak diketahui asalanya dan terdengar menyerupai tembakan meriam, sonic boom atau bunyi gemuruh atau gempa. Keberadaan fenomena ini sudah dilaporkan semenjak ratusan tahun yang lalu.
Lalu ada lagi istilah yang disebut skyquake, atau gempa langit. Istilah ini pertama kali dipakai oleh Charles Fort, peneliti insiden fortean yang legendaris. Fenomena ini yaitu bunyi misterius yang tidak diketahui asalanya dan terdengar menyerupai tembakan meriam, sonic boom atau bunyi gemuruh atau gempa. Keberadaan fenomena ini sudah dilaporkan semenjak ratusan tahun yang lalu.
Sir George Darwin, putra dari Charles Darwin yang juga spesialis geofisika, pernah memantau fenomena ini dan menelitinya. Hasil penyelidikannya ini menjadi sebuah karya penelitian yang cukup komprehensif mengenai Skyquake.
Selain dikenal dengan istilah skyquake, fenomena ini juga punya beberapa istilah lain, yang paling populer yaitu Guns of Seneca (merujuk kepada bunyi yang terdengar di sekitar Danau Seneca di Amerika Serikat), Guns of Barisal (merujuk kepada wilayah di Bangladesh), Mistpouffers (belgia), Fog Guns atau Uminari (Jepang).
Jadi, jikalau kita ingin mengkategorikan fenomena Kiev, maka lebih pas jikalau kita menyebutnya “Skyquake” dibanding “The Hum”.
Mengenai video-video yang heboh belakangan, kita sanggup mengabaikan sebagian besar diantaranya lantaran video-video tersebut yaitu hoax yang dibentuk oleh para youtubers iseng.
Paling tidak kita sanggup mengkonfirmasi bahwa beberapa video terompet langit yaitu hoax.
Contohnya yaitu video terompet langit yang diambil di Edmonton, Canada. Video itu ternyata dibentuk oleh pelajar lokal berjulukan Claudine Gladue yang memakai bunyi dari Video Terompet Langit Conklin, juga di Kanada. Ia merekam situasi kota dari balkonnya sambil memperdengarkan rekaman Conklin dari laptopnya.
Video Conklin sendiri juga terbukti hoax. Ketika bunyi terompet dari Kiev dan Conklin dibandingkan, keduanya mempunyai gelombang bunyi dan background noise yang sama yang berarti bahwa bunyi terompet langit di video Conklin diambil dari bunyi terompet langit video Kiev. Mungkin saja dilakukan dengan cara yang sama dengan metode Claudine.
Lalu, ada juga video Amarillo. Ini juga hoax yang dibentuk oleh Jason Boyett. Ia bahkan hingga mengupload video yang menyampaikan bagaimana mudahnya menciptakan video palsu semacam itu.
Kemudian ada video terompet langit Jerman. Analisis menunjukkan bahwa video itu memakai bunyi terompet langit Kiev dengan pitch yang diturunkan tiga semitones.
Memang ada banyak video suara-suara terompet langit yang lain yang tidak sanggup kita verifikasi. Namun untuk kehebohan yang terjadi beberapa hari ini, kita sanggup menyimpulkan bahwa semuanya bermula dari video Kiev.
Beberapa youtubers dengan sempurna menyampaikan bahwa bunyi terompet Kiev mempunyai kemiripan dengan suara alien tripod dari film Tom Cruise yang berjudul War of the Worlds yang dirilis pada tahun 2005 dan bunyi terompet dari film Red State yang dirilis pada tahun 2012.
Kesamaan abjad bunyi yang unik ini tampaknya tidak sanggup diabaikan begitu saja. Karena itu banyak yang curiga bahwa video Kiev dibentuk dengan memakai bunyi tripod dari film War of the Worlds sebagai materi viral marketing untuk Film Red State atau untuk film lain yang akan dirilis menyerupai Godzilla atau Cloverfield II.
Video Conklin sendiri juga terbukti hoax. Ketika bunyi terompet dari Kiev dan Conklin dibandingkan, keduanya mempunyai gelombang bunyi dan background noise yang sama yang berarti bahwa bunyi terompet langit di video Conklin diambil dari bunyi terompet langit video Kiev. Mungkin saja dilakukan dengan cara yang sama dengan metode Claudine.
Lalu, ada juga video Amarillo. Ini juga hoax yang dibentuk oleh Jason Boyett. Ia bahkan hingga mengupload video yang menyampaikan bagaimana mudahnya menciptakan video palsu semacam itu.
Kemudian ada video terompet langit Jerman. Analisis menunjukkan bahwa video itu memakai bunyi terompet langit Kiev dengan pitch yang diturunkan tiga semitones.
Memang ada banyak video suara-suara terompet langit yang lain yang tidak sanggup kita verifikasi. Namun untuk kehebohan yang terjadi beberapa hari ini, kita sanggup menyimpulkan bahwa semuanya bermula dari video Kiev.
Beberapa youtubers dengan sempurna menyampaikan bahwa bunyi terompet Kiev mempunyai kemiripan dengan suara alien tripod dari film Tom Cruise yang berjudul War of the Worlds yang dirilis pada tahun 2005 dan bunyi terompet dari film Red State yang dirilis pada tahun 2012.
Kesamaan abjad bunyi yang unik ini tampaknya tidak sanggup diabaikan begitu saja. Karena itu banyak yang curiga bahwa video Kiev dibentuk dengan memakai bunyi tripod dari film War of the Worlds sebagai materi viral marketing untuk Film Red State atau untuk film lain yang akan dirilis menyerupai Godzilla atau Cloverfield II.
Seorang Youtuber mencoba untuk menganalisis kesamaan bunyi terompet Kiev dengan bunyi tripod War of the Worlds dan menemukan adanya kesamaan pada background noise, yaitu bunyi burung.
Karena video ini agak panjang, kalian sanggup menemukan analisisnya mulai dari menit ke-5. Namun, sehabis saya melihat cuplikan scene film War of The Worlds, saya tidak sanggup menemukan bunyi burung yang dimaksud. Adegan yang disebut mempunyai bunyi burung yang sama persis dengan Kiev yaitu adegan pada detik ke-50.
Jadi untuk sementara analisis itu sanggup kita abaikan walaupun berdasarkan saya sendiri, kesamaan antara bunyi tripod dan terompet Kiev sendiri sudah sanggup menciptakan dapat dipercaya video tersebut runtuh dengan sendirinya.
Karena video ini agak panjang, kalian sanggup menemukan analisisnya mulai dari menit ke-5. Namun, sehabis saya melihat cuplikan scene film War of The Worlds, saya tidak sanggup menemukan bunyi burung yang dimaksud. Adegan yang disebut mempunyai bunyi burung yang sama persis dengan Kiev yaitu adegan pada detik ke-50.
Jadi untuk sementara analisis itu sanggup kita abaikan walaupun berdasarkan saya sendiri, kesamaan antara bunyi tripod dan terompet Kiev sendiri sudah sanggup menciptakan dapat dipercaya video tersebut runtuh dengan sendirinya.
Dengan demikian, jikalau saya diminta untuk menilai Video Kiev, maka saya condong kepada hoax walaupun belum sanggup dibuktikan secara konklusif. Namun itu tidak penting dan saya merasa bahwa kita tidak perlu berusaha mati-matian untuk menemukan unsur hoax dalam rekaman-rekaman tersebut karena, menyerupai yang sudah saya katakan sebelumnya, fenomena semacam ini yaitu sebuah fenomena yang kasatmata dan sudah dilaporkan semenjak ratusan tahun sebelumnya.
Kita mungkin sanggup membuktikan kepalsuan beberapa video, namun fakta bahwa masyarakat di sebagian wilayah di dunia ini memang mendengar bunyi semacam itu tidak sanggup kita bantah.
Lalu jikalau memang fenomena ini nyata, apakah ada klarifikasi ilmiahnya?
Tentu saja. Namun seluruh perkara yang ada dihentikan digeneralisir. Masing-masing mempunyai sumber masalahnya sendiri-sendiri.
Moodus yaitu sebuah kota yang terletak di Connecticut, Amerika Serikat, dimana para penduduk di kota ini telah mendengar suara-suara misterius di langit selama ratusan tahun.
Suara-suara tersebut kadang terdengar menyerupai gemuruh yang absurd atau menyerupai pohon raksasa yang tumbang.
Tidak ada yang pernah tahu darimana asal bunyi tersebut. Nama “Moodus” sendiri berasal dari bahasa suku Indian setempat, Wangunk, yang menyebut wilayah itu “Machimoodus” atau “Tempat dengan suara-suara yang tidak enak”. Mereka percaya bahwa suara-suara tersebut berasal dari Dewa Hobomoko yang mempunyai abjad tidak tenang, bergairah dan berisik.
Jadi ketika kaum Puritan menetap di wilayah itu tahun 1600-an, mereka mengira kalau setan-lah yang menimbulkan suara-suara tersebut (Sementara kita mengira malaikat-lah yang menyebabkannya).
Namun misteri Moodus ini telah dipecahkan oleh para andal geologi. Menurut mereka, suara-suara misterius tersebut berasal dari gempa mikro yang terjadi di wilayah itu.
Dr. John Ebel, ajudan eksekutif dari Weston Observatory di Massachusetts, menyampaikan bahwa gempa mikro tersebut terjadi di kedalaman hingga 1 mil di bawah permukaan bumi dan biasa mempunyai kekuatan antara 0 hingga 2 skala Richter.
Gelombang Seismik yang muncul lolos ke permukaan dan bermetamorfosis gelombang suara.
Aktivitas seismik memang bukan hal yang absurd untuk kota Moodus. Contohnya, antara bulan Agustus dan Oktober 1981 sendiri, terdapat sekitar 500 guncangan yang terjadi di bawah permukaan bumi dan itu tidak dirasakan oleh para penduduk di atasnya.
Kisah lain yang menyerupai adalah yang terjadi di Clintonville, Wisconsin, Amerika Serikat.
Pada bulan Maret 2012, selama beberapa hari, kota kecil itu diguncang oleh suara-suara misterius yang tidak diketahui asalnya. Kadang bunyi itu terdengar menyerupai bunyi guntur, kadang menyerupai bunyi logam yang beradu dan bahkan kadang terdengar menyerupai sebuah ledakan.
Kejadian ini menciptakan resah para penduduk hingga pejabat setempat tetapkan untuk mengadakan penyelidikan. Mereka mulai dari cara yang paling tradisional, yaitu dengan melihat getaran pada cangkir kopi. Pada suatu pagi, bunyi keras misterius terdengar pada pukul 5 pagi. Namun tidak terlihat gejala getaran pada cangkir kopi.
“Tidak ada yang tahu penyebabnya," Kata Tom Mitchell, penduduk lokal. “Mungkin saja ini sesuatu yang sangat jelek atau bagus. Tidak ada yang tahu.”
Penduduk yang panik kemudian berkumpul di aula sebuah sekolah untuk mencari solusi.
Salah satu penerima berkata, ”Mungkin cuaca ekspresi dominan panas telah menciptakan kerikil granit di bawah tanah bergeser.”
Tanpa penelitian yang sungguh-sungguh, para penduduk hanya sanggup berspekulasi. Makara alhasil pejabat lokal tetapkan untuk berkonsultasi dengan Badan Geologi Amerika Serikat (USGS).
Hasilnya, para peneliti di tubuh itu menyimpulkan bahwa bunyi tersebut disebabkan oleh sekumpulan gempa mikro yang di-amplified oleh bebatuan unik di dalam tanah.
Lisa Kuss, pejabat lokal yang dimintai keterangan, menyebutkan bahwa kota itu memang mengalami gempa ringan berkekuatan 1,5 skala richter pada hari sebelumnya. USGS mendasarkan kesimpulannya berdasarkan pada data dari delapan stasiun pemantau seismik.
“Di wilayah lain, gempa kecil semacam ini tidak akan sanggup dirasakan,” Kata Kuss. “Namun jenis bebatuan yang terdapat di wilayah Wisconsin sanggup mentransfer energi seismik dengan sangat baik.”
Jelas perkara yang terjadi di Clintonville menyerupai dengan perkara Moodus. Penjelasan ini masuk logika dan didukung oleh data yang ada.
Selain berafiliasi dengan gempa, suara-suara absurd di langit juga sanggup berasal dari hasil pekerjaan insan menyerupai pada perkara yang terjadi di Malaysia pada subuh hari tanggal 12 Januari 2012.
Menurut Borneo Post, bunyi misterius di langit terdengar oleh para penduduk di Kota Samarahan antara pukul 2 hingga pukul 3 pagi. Suara tersebut dideskripsikan menyerupai bunyi raungan atau dengkuran, tergantung persepsi yang mendengarnya.
Salah seorang saksi berjulukan Mohd Ferdauz Jemain yang tinggal di Kampung Meranek bercerita, ”Saat itu sekitar pukul 2 pagi ketika saya terbangun oleh suara-suara aneh. Suaranya terdengar sangat keras dan menyerupai dengan seseorang yang sedang mendengkur. Lalu, saya bangun dari kawasan tidur dan melihat apa yang sedang terjadi. Situasi ketika itu cukup menciptakan bergidik. Saya tidak sanggup memilih arah bunyi itu, seperti ia tiba dari langit.”
Kejadian ini menjadi diskusi hangat diantara warga dan kemudian media mulai memberitakannya.
Beberapa penduduk mengira bahwa bunyi itu tiba dari perusahaan sawit milik Felcra yang ada di Kampung Endap, walau kemudian kesimpulan ini diragukan lantaran bunyi tersebut terdengar hingga jarak 8 kilometer.
Namun dugaan ini kemudian terbukti ketika pemerintah lokal membentuk komite penyelidikan yang terdiri dari anggota Badan Angkasa Malaysia dan Badan Meterologi Malaysia. Mereka menemukan bahwa memang bunyi itu berasal dari pabrik sawit tersebut.
Pada waktu bunyi tersebut terdengar, pabrik tersebut sedang menguji mesin uap dan uap yang dihasilkan oleh tekanan tinggi, dibantu oleh pipa yang mengarah ke Samarahan dan kondisi sunyi pada subuh hari, telah menimbulkan bunyi misterius tersebut terdengar hingga jauh.
Boleh percaya boleh tidak. Namun sekali lagi, balasan ini masuk logika dan sanggup diterima.
Lain lagi perkara yang terjadi di Terrace, British Columbia, Kanada. Pada September 2013, penduduk kota juga dibingungkan dengan suara-suara absurd di langit, terdengar menyerupai bunyi mesin yang sedang bekerja, namun sumber suaranya tidak diketahui. Jika kalian mendengar bunyi tersebut (video di bawah), saya yakin kebanyakan diantara kalian akan bergidik.Video ini diupload oleh Kimberley Wookey, penduduk Lokal, dan merupakan salah satu video yang paling banyak diberitakan oleh media mainstream, termasuk oleh detikcom.
Suara apa itu?
Jawabannya tiba beberapa hari kemudian. Halaman resmi Facebook kota Terrace memposting sebuah pengumuman yang memberitahu bahwa mereka yaitu pihak yang bertanggung jawab atas suara-suara tersebut.
Suara apa itu?
Jawabannya tiba beberapa hari kemudian. Halaman resmi Facebook kota Terrace memposting sebuah pengumuman yang memberitahu bahwa mereka yaitu pihak yang bertanggung jawab atas suara-suara tersebut.
Menurut mereka, bunyi itu dihasilkan oleh para pekerja pemerintah yang sedang memakai buldozer di Bukit Lanfear. Namun klarifikasi itu tidak begitu saja dipercaya. Lalu salah satu penduduk lokal berjulukan Purnell Good bertekad untuk membuktikannya sendiri. Makara ketika suara-suara absurd itu terdengar lagi, ia menyusuri asal bunyi itu.
Apa yang ia temukan?
Ia menemukan bulldozer yang sedang bekerja di sebuah kawasan parkir.
Apa yang ia temukan?
Ia menemukan bulldozer yang sedang bekerja di sebuah kawasan parkir.
Terpecahkan?
Histeria massa memang menarik. Namun yang seringkali kita lupakan adalah, tidak semua pengguna media umum itu jujur, termasuk youtubers, dan tidak semua media mainstream melaksanakan tugasnya dengan baik.
Ini menimbulkan kita sering menjadi objek eksploitasi keisengan sebagian orang. Manusia memang sering takut dengan apa yang tidak diketahuinya, namun itu tidak berarti kita harus berhenti mencari penjelasannya, termasuk soal bunyi terompet langit yang misterius.
