Bola Api Misterius Di Malam Pergantian Tahun Gres 2016 - Penjelasan
Wednesday, January 6, 2016
Edit
Pada malam pergantian tahun kemarin, warga masyarakat berkumpul di luar rumah untuk menyaksikan parade kembang api menghiasi langit Jakarta. Tepat ketika waktu memperlihatkan pukul 24:00, langit malam menjadi terang benderang oleh cahaya warna-warni kembang api. Diantara letupan ribuan kembang api, bola-bola cahaya berwarna kemerahan juga terlihat melayang di langit.
Sebagian orang menyebut bola cahaya itu Braja, dan fenomena ini kemudian memenuhi media online selama beberapa hari.
Ada yang mengaitkannya dengan Mistik (dan politik).
Ada pula yang sengaja pergi ke lokasi tertentu untuk mendapat feel dari penampakan tersebut.
Mungkin detikcom yaitu media yang paling bersemangat meliput fenomena tersebut. Mereka melaksanakan pemeriksaan dan crosscheck, bahkan hingga mengaitkan fenomena tersebut dengan bola api sungai Mekong yang juga pernah saya tulis di Mistik (dan politik).
Ada pula yang sengaja pergi ke lokasi tertentu untuk mendapat feel dari penampakan tersebut.
Mungkin detikcom yaitu media yang paling bersemangat meliput fenomena tersebut. Mereka melaksanakan pemeriksaan dan crosscheck, bahkan hingga mengaitkan fenomena tersebut dengan terompet langit beberapa waktu yang lalu.
Kita hidup pada masa modern dimana sebagian masyarakat sanggup mempunyai benda kecil terbang yang berjulukan drone. Seiring dengan perkembangan teknologi semacam ini, kita akan melihat semakin banyaknya jumlah laporan penampakan Mistik (dan politik).
Ada pula yang sengaja pergi ke lokasi tertentu untuk mendapat feel dari penampakan tersebut.
Mungkin detikcom yaitu media yang paling bersemangat meliput fenomena tersebut. Mereka melaksanakan pemeriksaan dan crosscheck, bahkan hingga mengaitkan fenomena tersebut dengan UFO oleh masyarakat atau jumlah foto-foto benda terbang asing berwarna-warni yang diposting di media sosial.
Oleh lantaran itu, untuk kasus bola cahaya merah malam tahun gres 2016, tahan imajinasi kalian untuk sejenak. Bola cahaya tersebut belum tentu sebuah pesawat alien yang tetapkan untuk ikut merayakan malam tahun gres di bumi atau sesosok roh dari dimensi lain yang tetapkan untuk menghantui masyarakat di malam yang penuh keramaian.
Tulisan kali ini tentu saja lebih ke arah respons untuk pemberitaan yang bombastis dari beberapa media. Tapi satu hal lagi yang menciptakan saya tertarik untuk menanggapinya yaitu lantaran saya sendiri menyaksikan bola cahaya yang menghebohkan itu dan bahkan sempat memotretnya.
Saat itu saya sedang berada di Jakarta. Ketika kembang api yang jumlahnya sangat banyak mulai menghiasi langit, saya melihat sebuah bola cahaya berwarna merah, terbang dengan lambat di langit. Bola itu melayang cukup usang di langit sebelum akibatnya mulai meredup dan turun, kemudian menghilang.
Berikut yaitu foto yang saya ambil.
Ada yang mengaitkannya dengan Mistik (dan politik).
Ada pula yang sengaja pergi ke lokasi tertentu untuk mendapat feel dari penampakan tersebut.
Mungkin detikcom yaitu media yang paling bersemangat meliput fenomena tersebut. Mereka melaksanakan pemeriksaan dan crosscheck, bahkan hingga mengaitkan fenomena tersebut dengan bola api sungai Mekong yang juga pernah saya tulis di Mistik (dan politik).
Ada pula yang sengaja pergi ke lokasi tertentu untuk mendapat feel dari penampakan tersebut.
Mungkin detikcom yaitu media yang paling bersemangat meliput fenomena tersebut. Mereka melaksanakan pemeriksaan dan crosscheck, bahkan hingga mengaitkan fenomena tersebut dengan terompet langit beberapa waktu yang lalu.
Kita hidup pada masa modern dimana sebagian masyarakat sanggup mempunyai benda kecil terbang yang berjulukan drone. Seiring dengan perkembangan teknologi semacam ini, kita akan melihat semakin banyaknya jumlah laporan penampakan Mistik (dan politik).
Ada pula yang sengaja pergi ke lokasi tertentu untuk mendapat feel dari penampakan tersebut.
Mungkin detikcom yaitu media yang paling bersemangat meliput fenomena tersebut. Mereka melaksanakan pemeriksaan dan crosscheck, bahkan hingga mengaitkan fenomena tersebut dengan UFO oleh masyarakat atau jumlah foto-foto benda terbang asing berwarna-warni yang diposting di media sosial.
Oleh lantaran itu, untuk kasus bola cahaya merah malam tahun gres 2016, tahan imajinasi kalian untuk sejenak. Bola cahaya tersebut belum tentu sebuah pesawat alien yang tetapkan untuk ikut merayakan malam tahun gres di bumi atau sesosok roh dari dimensi lain yang tetapkan untuk menghantui masyarakat di malam yang penuh keramaian.
Tulisan kali ini tentu saja lebih ke arah respons untuk pemberitaan yang bombastis dari beberapa media. Tapi satu hal lagi yang menciptakan saya tertarik untuk menanggapinya yaitu lantaran saya sendiri menyaksikan bola cahaya yang menghebohkan itu dan bahkan sempat memotretnya.
Saat itu saya sedang berada di Jakarta. Ketika kembang api yang jumlahnya sangat banyak mulai menghiasi langit, saya melihat sebuah bola cahaya berwarna merah, terbang dengan lambat di langit. Bola itu melayang cukup usang di langit sebelum akibatnya mulai meredup dan turun, kemudian menghilang.
Berikut yaitu foto yang saya ambil.
Padahal, kalau kita melihat pola dan petunjuk yang berkaitan dengan penampakan bola cahaya tersebut, kita sanggup dengan segera mengambil kesimpulan yang masuk logika mengenai identitas objek misterius tersebut.
Bahkan media yang menghebohkan diri dengan penampakan tersebut telah memperlihatkan kepada kita petunjuk-petunjuk penting dalam isi informasi yang diposting, ibarat artikel detikcom berikut:
Bahkan media yang menghebohkan diri dengan penampakan tersebut telah memperlihatkan kepada kita petunjuk-petunjuk penting dalam isi informasi yang diposting, ibarat artikel detikcom berikut:
Cerita Bola Cahaya yang Muncul Setiap Malam Tahun Baru di SawanganFenomena penampakan bola cahaya yang dikaitkan dengan UFO pada malam pergantian tahun baru kemudian sudah terperinci tak sanggup dibuktikan secara ilmiah. Namun, di Sawangan, Depok, Jawa Barat, ada sebuah kisah wacana bola api yang selalu muncul setiap malam tahun baru. Apakah itu insiden yang sama dengan bola cahaya?Informasi soal bola api di Sawangan diterima detikcom dari para pembaca yang merespons artikel terkait penampakan bola cahaya di tempat Jakarta Utara dan Serpong. Menurut beberapa orang, ada sebuah fenomena unik yang selalu didatangi banyak orang di Sawangan, berjulukan braja. detikcom kemudian menelusuri kebenaran kisah tersebut. Hingga akibatnya bertemu dengan Udin Herman (52), laki-laki yang semenjak lahir tinggal di kelurahan Pasir Putih, Sawangan, Depok, Jabar.
Dia mengisahkan wacana rutinitas masyarakat saat malam Tahun Baru yang ingin tau dengan kemunculan braja atau bola api di Sawangan. Menurut Udin, dulu ada sebuah waduk yang diberi nama Setu Gugur.
Pada tahun 1960an, waduk tersebut jebol dan ikan-ikannya berhamburan. Belakangan, area waduk tersebut menjadi milik perorangan dan menjadi perumahan. Entah apa kaitannya, sesudah waduk itu hilang, kerap muncul sebuah fenomena asing setiap pergantian tahun. Fenomena tersebut berjulukan braja, atau kemunculan bola api. "Keanehan braja itu keluarnya pada jam 24.00 WIB malam pas waktu pergantian tahun masehi. Tetapi kalau orang beruntung melihat nggak cuma pas malam tahun baru. Kadang ada yang melihat waktu tertentu siang hari terlihat ibarat payung terbang," ceritanya.
Fenomena ini menyebar dari lisan ke lisan semenjak tahun 2006. Alhasil, setiap malam pergantian tahun, banyak yang ingin melihat penampakan braja. "Braja sendiri mempunyai ukuran sebola sepak. Setiap orang sanggup melihat benda tersebut. Warnanya merah api bersinar atau bercahaya," terangnya. "Dulu-dulu sanggup 8-9 jumlah braja yang keluar. Tahun ini cuma 4 yang keluar kecil-kecil dan jauh letaknya," tambahnya.
Di situs jejaring sosial YouTube banyak video yang menggambarkan kisah Udin. Seperti misalnya, video yang diunggah oleh akun Onez Lasso pada Januari 2014 ini. Di sela-sela kembang api tahun baru, ada semacam bulatan berwarna merah yang diyakini sebagai braja. Anda sanggup percaya atau tidak. Yang jelas, insiden ini menciptakan banyak orang berdatangan ke Sawangan setiap malam pergantian tahun.
Secara ilmiah, Kepala LAPAN Thomas Djamaludin sudah memastikan tak ada UFO atau kemungkinan penampakan makhluk luar angkasa di bumi. Berbagai kemungkinan soal penampakan bola cahaya berwarna merah di langit sanggup jadi berasal dari suar, lampu pesawat, atau kembang api.
Dari artikel di atas, kita mendapat dua petunjuk.
Petunjuk pertama adalah, bola cahaya tersebut hanya muncul ketika malam pergantian tahun dan petunjuk kedua adalah, fenomena tersebut mulai populer semenjak tahun 2006.
Pada artikel detikcom yang lain, kita mendapat sebuah kesaksian dari warga berjulukan Maya yang menyampaikan bahwa bola cahaya itu: ".....bersinar merah dan meredup seiring dengan gerak turun ke bawah, kemudian hilang."
Jadi petunjuk ketiga adalah, benda itu bersinar merah dan meredup seiring dengan gerak turun ke bawah, dan kemudian hilang.
Deskripsi saksi ini persis ibarat yang saya saksikan.
Setelah mendapat tiga petunjuk, kini kita tetapkan tersangka, di luar pesawat alien atau roh. Yang paling mungkin adalah: Drone yang mempunyai lampu berwarna merah, Lampu suar, Lampu Pesawat dan Lampion.
Lalu kita cocokkan dengan petunjuk yang kita punya.
Petunjuk satu: Hanya muncul di malam tahun baru.
Petunjuk dua: Sudah ada semenjak 2006.
Petunjuk tiga: Bersinar merah dan meredup seiring dengan gerak turun ke bawah, kemudian menghilang.
Drone sanggup kita coret lantaran fenomena bola cahaya ini sudah ada semenjak 2006. Pada tahun itu drone belum memasyarakat ibarat sekarang.
Lampu suar boleh diabaikan lantaran ia tidak melayang atau menggantung di udara.
Lampu pesawat juga sanggup diabaikan lantaran pesawat mempunyai lampu yang berkedap-kedip.
Tersangka yang tersisa yaitu Lampion dan saya yakin ini yaitu Braja yang kita cari.
Profil Lampion cocok dengan tiga ciri-ciri yang kita miliki. Pelepasan lampion hanya dilakukan ketika acara-acara spesial, ibarat malam tahun baru, lantaran mereka yang melepas lampion ini ke langit biasanya menyertainya dengan doa dan cita-cita untuk hari-hari yang akan datang.
Lalu tidak usang ketika sebuah lampion terbang, ia akan kehabisan materi bakarnya, sinarnya akan meredup, udara panas yang menyebabkannya terbang akan habis dan perlahan-lahan ia akan turun ke bumi. Ketika lampunya padam di langit malam, ia akan terlihat ibarat menghilang di udara.
Pada Jakarta night bazar yang diselenggarakan untuk menyambut malam pergantian tahun gres 2016 kemarin, ada lampion yang dilepaskan ibarat yang direkam oleh kantor informasi antara berikut ini:
Tradisi ini tampaknya sudah berlangsung semenjak lama. Screenshot informasi di bawah yaitu pelepasan lampion untuk malam tahun gres 2014.
Seiring dengan meningkatnya popularitas ritual melepas lampion di saat-saat spesial, meningkat pula jumlah pedagang yang menjual lampion tersebut. Contohnya ibarat yang terlihat dari salah satu situs jual beli online berikut ini.
Di masa yang akan datang, tampaknya kita akan melihat lebih banyak laporan penampakan Mistik (dan politik).
Ada pula yang sengaja pergi ke lokasi tertentu untuk mendapat feel dari penampakan tersebut.
Mungkin detikcom yaitu media yang paling bersemangat meliput fenomena tersebut. Mereka melaksanakan pemeriksaan dan crosscheck, bahkan hingga mengaitkan fenomena tersebut dengan UFO beraneka warna di langit malam.
Berikut yaitu pola pelepasan lampion yang sangat ibarat sekali dengan penampakan bola cahaya di malam tahun gres kemarin.
Make a wish!
Update: 07 Januari 2016
Dari komentar yang masuk, banyak yang beranggapan bahwa teori flare yang ditembakkan dari flare gun lebih masuk logika dibanding lampion. Saya sendiri tetap berpegang pada pendapat bahwa bola cahaya tersebut berasal dari lampion.
Ada fakta yang lupa saya berikan, yaitu bahwa pada malam tahun gres tersebut, saya menyaksikan bola cahaya tersebut berada di udara lebih dari 15 menit. Fakta ini menciptakan saya meyakini bahwa bola tersebut bukan berasal dari flare.
Seperti yang sanggup kita lihat dari video di bawah ini, tembakan flare mempunyai trajectory, melengkung, kemudian lenyap. Tidak hingga satu menit.
Flare yang ditembakkan mempunyai karakteristik ibarat peluru yang ditembakkan ke atas. Sedangkan lampion mempunyai karakteristik ibarat balon udara.
Tapi saya tidak perlu terlalu ngotot untuk berdebat lagi soal ini. Seseorang telah memposting video di youtube yang sepertiny sanggup mengakhiri perdebatan ini. Video ini berisi rekaman sekelompok orang yang menerbangkan lampion pada malam tahun gres tersebut.
Berikut videonya.





