Ikan Berkepala Buaya - Makhluk Jadi-Jadian ?
Saturday, November 14, 2009
Edit
Akhir-akhir ini, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan inovasi ikan berkepala buaya oleh seorang nelayan di Surabaya. Segera sebagian orang mengkaitkan inovasi ini dengan peristiwa-peristiwa mistik. Benarkah ikan ini makhluk jadi-jadian ?
Walaupun sudah diklarifikasi oleh beberapa media menyerupai kompas, namun informasi ini masih beredar luas tanpa klarifikasi. Kaprikornus aku tetapkan untuk memposting informasi ini.
Pertama, gotong royong dalam 3 bulan ini ada dua ikan berkepala buaya yang ditemukan di Indonesia. Yang pertama yaitu di Sumatera Utara pada bulan September 2009. Ini fotonya :
Ikan ini diisukan mempunyai kekebalan badan dan beberapa paranormal menganggap ikan ini sebagai ikan gaib.
Ikan yang kedua yaitu yang ditemukan di Surabaya pada bulan November ini. Ini fotonya :
Walaupun sudah diklarifikasi oleh beberapa media menyerupai kompas, namun informasi ini masih beredar luas tanpa klarifikasi. Kaprikornus aku tetapkan untuk memposting informasi ini.
Pertama, gotong royong dalam 3 bulan ini ada dua ikan berkepala buaya yang ditemukan di Indonesia. Yang pertama yaitu di Sumatera Utara pada bulan September 2009. Ini fotonya :
Ikan ini diisukan mempunyai kekebalan badan dan beberapa paranormal menganggap ikan ini sebagai ikan gaib.
Ikan yang kedua yaitu yang ditemukan di Surabaya pada bulan November ini. Ini fotonya :
Sama menyerupai ikan yang ditemukan di Sumatera Utara. Ikan ini juga dianggap sebagai ikan jadi-jadian.
ikan. Tapi mungkin yang dimaksud oleh Kompas yaitu Lepisosteus, bukan Lepisus Peus.
Ikan ini terperinci bukan ikan jadi-jadian. Mereka berasal dari Family Lepisoteidae yang terdiri dari 7 spesies yang terbagi dalam dua genus. Genus yang pertama yaitu Atractosteus dan yang kedua yaitu Lepisosteus.
Ikan jenis ini biasa disebut "Gar", dan yang bermoncong buaya biasa disebut "Alligator Bar".
Ikan ini yaitu ikan air tawar yang hidup di perairan Amerika hingga Mexico. Ia dapat mencapai panjang hingga 3 meter dan berat hingga 100 kg. Dengan melihat giginya, tentu saja kita mengetahui bahwa ikan ini yaitu seekor karnivora. Ikan ini gotong royong bukan ikan yang asing bagi para penduduk Amerika. Mungkin bagi Indonesia, ikan ini memang terlihat asing sehingga dianggap jadi-jadian.
Ini foto-foto dari genus Atractosteus (3 spesies).
Ini dari spesies Atractosteus Tristoechus :
Dibawah ini ikan dari species Atractosteus Spatula yang menyerupai dengan yang ditemukan di Sumatera Utara (ujung moncong atas agak membulat) :
Di bawah ini yaitu species berjulukan Atractosteus Tropicus yang menyerupai sekali dengan yang ditemukan di Surabaya :
Sedangkan ini salah satu pola dari Genus Lepisosteus (4 spesies), yaitu Lepisosteus Osseus :
Bahkan kadang kedua spesies dari genus Atractosteus dan Lepisosteus dapat dikawinkan dan menghasilkan jenis yang baru.
Lalu pertanyaannya bagaimana ikan ini dapat hingga ditemukan di Indonesia ?
Jawabannya yaitu sama menyerupai bagaimana seekor Alligator dapat ditemukan di selokan, yaitu alasannya yaitu seseorang menaruhnya disitu. Kejadian ini umum terjadi dimana-mana. Ketika seekor binatang bertambah besar dan merepotkan, pemiliknya yang tidak tega membunuhnya akan membuangnya.
Jadi kesimpulannya, entahkah Lepisus Peus ataukah Lepisosteus, paling tidak misteri ikan "jadi-jadian" ini sudah terpecahkan bukan ?
(Anyway, aku beropini ikan yang ditemukan di Sumatera Utara dan Surabaya yaitu dari genus Atractosteus, bukan Lepisosteus )
Mungkin anda juga ingin membaca mengenai ikan lain yang juga pernah dianggap sebagai ikan jadi-jadian : Pacu - Ikan yang mempunyai gigi menyerupai manusia.
(national geographic, wikipedia)





