Dua Korban Titanic Ditemukan Selamat Alasannya Lorong Waktu - Klarifikasi

Sejak tahun 2008, beredar dongeng ditemukannya dua korban selamat Titanic termasuk sang kapten sehabis 79 tahun berlalu. Kedua korban tersebut disebut tidak bertambah renta sedikitpun dan dongeng ini dianggap sebagai pembuktian bahwa Lorong Waktu benar-benar ada. Benarkah dongeng ini pernah terjadi? 

Sebenarnya, saya sudah mendapatkan pertanyaan mengenai dongeng ini semenjak beberapa bulan yang kemudian dari seorang teman. Namun dua hari yang lalu, ketika salah seorang dari kalian menanyakannya kembali, saya gres teringat dan memutuskan untuk menulis mengenai dongeng misterius ini.

Saya rasa banyak dari kalian sudah pernah mendengarnya alasannya yaitu ketika saya mencari referensi mengenai dongeng ini, saya menemukan kisah yang sama persis dengan kalimat yang sama persis di entah berapa banyak Blog, website, link facebook dan hampir semua forum.

Untuk menyegarkan ingatan kalian, saya akan menampilkan kembali kisahnya, Kali ini saya akan mengkopi pastenya dari sumber yang bersangkutan. Tapi, saya akan mencantumkan sumber beserta linkback ke web yang bersangkutan :

DUA orang korban bencana alam Kapal Titanic pada tahun 1912, tiba-tiba muncul dalam keadaan masih hidup. Secara fisik mereka tidak berubah persis menyerupai semula. Teori lorong waktu telah menjawabnya. Misteri insiden yang terjadi beberapa tahun yang lalu, dan yang membuat gempar yaitu nasib mujur kemunculan kembali korban Kapal Laut Titanic yang masih hidup.
Di antara kedua korban yang beruntung ini, yang satu yaitu seorang penumpang perempuan yang ditemukan pada tahun 1990, dan lainnya lagi yaitu seorang kapten kapal Titanic yang ditemukan pada tahun 1991. Kapten kapal Smith ditemukan pada tanggal 9 Agustus 1991, setahun sehabis ditemukannya seorang korban yang beruntung berjulukan Wenny Kathe, beliau diselamatkan dari atas gunung es.

Selama berpuluh-puluh tahun hanyut terapung-apung di atas lautan, namun tidak membuatnya kelihatan renta dan lemah, Kapten Smith yang meskipun telah berusia 139 tahun, namun masih tampak menyerupai orang yang berusia 60 tahun lebih, dan bahkan beliau masih menganggap bahwa ketika itu yaitu masa-masa sekitar tenggelamnya Kapal Titanic pada tanggal 15 April 1912. Melalui identifikasi sidik jari yang masih tersimpan dalam catatan pelayaran laut, maka sanggup dipastikan identitas Kapten Smith.


Seorang lagi korban bencana alam Kapal Titanic, Wenny Kathe yang berusia 29 tahun diselamatkan di atas gumpalan es Samudera Atlantik Utara pada tanggal 24 September 1990. Namun yang membuat orang terkejut yaitu semenjak beliau hilang pada tahun 1912 hingga sekarang, tidak terlihat gejala renta sedikitpun juga. Dia ditemukan dan diselamatkan di atas gumpalan es 363 km barat daya Islandia. Kantor pelayaran telah menemukan daftar nama penumpang Kapal Titanic dan menegaskan keaslian identitas dirinya. Smith, kapten kapal Titanic dan penumpangnya Wenny Kathe yaitu saksi hidup orang hilang yang muncul kembali melalui lintasan lorong waktu. (
rileks.com)


Ketika membaca dongeng ini, sebagian dari kalian akan segera percaya bahwa dongeng ini hanyalah hoax belaka. Begitu juga saya. Sekarang, yang perlu saya lakukan yaitu membuktikannya. Dan penyelidikan sayapun dimulai.

Semuanya diawali dari sebuah pertanyaan. Jika memang ini yaitu dongeng nyata, mengapa saya tidak pernah mendengarnya dibahas di televisi atau koran ? Mengapa saya tidak pernah melihat kapten Smith atau Wenny Kathe muncul di TV dan berbicara mengenai pengalamannya ? Apakah mungkin saya yang kuper dan jarang menonton Televisi ?

Jadi saya membuka google dan mengetik kata Wenny Kathe, mencoba untuk menemukan dongeng ini di discovery atau national geographic, atau paling tidak di salah satu media gila lainnya. Ketika saya mengetik nama itu, google menemukan 3.510 hasil pencarian. Oh My God, this must be real story !

Tapi, tunggu...ada yang janggal. Semua hasil pencarian yang muncul yaitu dongeng yang berbahasa Indonesia. Saya mengklik hasil pencarian tersebut hingga halaman terakhir google dan menemukan hanya 2 blog berbahasa Inggris dan 1 blog berbahasa Melayu (bisa Malaysia atau Brunei) yang membahas dongeng ini. Saya tidak menemukan dongeng ini dibahas di Discovery atau media Asing lainnya. There Is Something Wrong !

Setelah saya mengecek dua blog berbahasa Inggris tersebut, ternyata satu diantaranya dibentuk oleh orang Indonesia. Makara tinggal satu blog lagi yang berjulukan theuniquenews.blogspot.com yang memposting dongeng ini pada bulan Februari 2007 . Dan saya percaya blog inilah yang PERTAMA KALI memuat dongeng ini di internet. Blog yang berbahasa Melayu yang juga memuat dongeng ini berjulukan kebenarannya.tripod.com. Tidak ada keterangan tanggal atau bulan ia memposting dongeng ini.

Seperti yang sudah saya katakan, saya menemukan dongeng ini dengan kalimat bahasa Indonesia yang sama persis di seluruh blog dan web yang sanggup saya temukan di google, dan hampir semua blog yang mengkopi paste dongeng ini tidak mencantumkan sumber. Jadi, pada awalnya saya mengalami kesulitan untuk menemukan sumber pertama dari dongeng ini (di media Indonesia).

Tapi kesudahannya saya menemukan dan saya percaya (walaupun bukti saya juga tidak kuat) bahwa web yang pertama kali mempopulerkan dongeng ini di Indonesia yaitu rileks.com yang mempostingnya pada tanggal 07 Juni 2008. Mungkin rileks.com menerjemahkannya dari uniquenews.blogspot.com atau blog kebenarannya.tripod.com.

Lalu sayapun meneruskan penyelidikan.

Pertama, saya membaca dongeng ini dan berusaha memahaminya. Lalu, saya menemukan beberapa kejanggalan atau ketidakakuratan yang berdasarkan saya cukup mengganggu.

Misalnya, kapten Smith harusnya berusia 141 tahun pada tahun 1991, bukan 139 tahun. Lalu disebutkan bahwa identitas kapten Smith diverifikasi dengan catatan sidik jari yang tersimpan di catatan pelayaran. Saya mewaspadai bahwa tahun 1912, catatan pelayaran sudah memakai sidik jari untuk mendata awaknya.

Kemudian di paragraf kedua, disebutkan bahwa Wenny Kathe diselamatkan dari gunung es, sedangkan di paragraf keempat disebutkan bahwa Wenny diselamatkan dari atas gumpalan es. Gunung dengan gumpalan es tentu saja berbeda.

Lalu, mungkin yang paling mengganggu yaitu pertentangan kalimat di dalam dongeng itu.

Kisah di atas dikaitkan dengan fenomena lorong waktu alasannya yaitu disebut :

"Kapten Smith yang meskipun telah berusia 139 tahun, namun masih tampak menyerupai orang yang berusia 60 tahun lebih, dan bahkan beliau masih menganggap bahwa ketika itu yaitu masa-masa sekitar tenggelamnya Kapal Titanic pada tanggal 15 April 1912 "

Tapi teori lorong waktu dipatahkan oleh kalimatnya sendiri yang berbunyi :

"Selama berpuluh-puluh tahun hanyut terapung-apung di atas lautan, namun tidak membuatnya kelihatan renta dan lemah."

Jika Kapten Smith terapung-apung di bahari selama puluhan tahun, apakah itu ada hubungannya dengan lorong waktu ? Saya rasa tidak. Jika ia masuk ke dalam lorong waktu, maka ia hanya butuh waktu sekejap untuk hingga ke tahun 1991.

Ya, saya semakin yakin bahwa dongeng ini yaitu hoax. Tapi, menyerupai yang sering saya katakan. Sebuah dongeng tidak sanggup disebut hoax tanpa bukti yang kuat. Saya merasa belum menemukan bukti yang sanggup meyakinkan kalian para pembaca bahwa dongeng ini hanyalah imajinasi. Lagipula, saya tahu bahwa pembaca blog enigma yaitu orang-orang yang kritis dan jeli (ini terbukti dari komentar-komentar kalian).

Ada yang menyampaikan bahwa untuk mengetahui kebenaran sebuah peristiwa, kita harus berada pribadi di daerah kejadian. Tapi, Saya rasa tidak demikian. Saya tidak perlu ada di Haiti untuk mengetahui bahwa terjadi gempa besar disana beberapa hari yang lalu. Untuk mengetahui kebenaran sebuah peristiwa, kita hanya perlu mencari bukti yang berdasarkan pada "common sense" sanggup disebut sebagai bukti yang kuat. Dan saya rasa, internet sanggup menjadi salah satu sarananya.

Ok, kini saya akan melanjutkan penyelidikan untuk mencari bukti yang lebih meyakinkan.
Seperti yang saya katakan, ada sesuatu yang salah. Nama Wenny Kathe tidak sanggup ditemukan dimanapun di web berbahasa Inggris selain dua blog yang telah saya singgung tadi. Makara saya memutuskan untuk berfokus pada nama ini. Lagipula, ia tokoh utama kita kan ?


Tapi bagaimana caranya ? Bukankah nama ini tidak ditemukan di sumber-sumber media gila ?

Karena itu, saya memutuskan untuk pribadi mencari nama ini di daerah yang seharusnya, yaitu di daftar penumpang kapal Titanic yang karam itu. Ya, di internet, daftar nama menyerupai sangat praktis ditemukan. Jadi, saya masuk ke encyclopedia-titanica.org dan...... Eureka !

Maksud saya dengan Eureka yaitu saya MENEMUKAN bahwa nama Wenny Kathe TIDAK ada di dalam daftar penumpang Titanic. Wenny Kathe ternyata tokoh fiktif.

Karena itu potongan kalimat di atas mengenai Wenny Kathe yang berbunyi : "Kantor pelayaran telah menemukan daftar nama penumpang Kapal Titanic dan menegaskan keaslian identitas dirinya." adalah pernyataan palsu ! Ini yaitu sebuah fakta !

Soal kapten Smith, kita semua tahu bahwa beliau bukan tokof fiktif. Kapten Edward John Smith memang kapten kapal Titanic.

Sekarang, saya sudah mendapatkan satu fakta. Karena nama Wenny Kathe yaitu tokoh fiktif, saya tidak sanggup lagi memakai kata kunci itu di google. Lalu, saya bereksperimen dengan beberapa kata kunci dan kesudahannya saya menemukan sebuah petunjuk yang mungkin sanggup menjadi bukti yang konklusif dan besar lengan berkuasa untuk meyakinkan kalian bahwa dongeng ini yaitu sebuah hoax.

Petunjuk yang saya maksud yaitu sumber pertama kali dongeng ini muncul di dalam bahasa Inggris.

Ya, Ternyata saya salah.

Saya salah alasannya yaitu ternyata bukan theuniquenews.blogspot.com yang pertama kali memuat dongeng ini. Sumber pertamanya yaitu majalah Weekly World News Edisi Juni 1992 !

Saya menemukan majalah ini di dalam arsip google books. Ini sampul majalah itu edisi Juni 1992.

 beredar dongeng ditemukannya dua korban selamat Titanic termasuk sang kapten sehabis  Dua korban Titanic ditemukan selamat alasannya yaitu Lorong waktu - Klarifikasi
Saya tahu, kalian tidak suka dengan sampulnya yang kesannya menyerupai majalah "freak", majalah ini memang majalah semi fiksi yang sering memuat berita-berita imajinatif. Contohnya dalam salah satu edisi, majalah ini pernah memuat foto seekor monster bahari yang sedang menyerang sebuah perahu. Dalam artikel ini, insiden dan foto itu disebut sebagai dongeng nyata.

 beredar dongeng ditemukannya dua korban selamat Titanic termasuk sang kapten sehabis  Dua korban Titanic ditemukan selamat alasannya yaitu Lorong waktu - Klarifikasi
Ini rujukan artikel di dalam edisi Juni 1992.

 beredar dongeng ditemukannya dua korban selamat Titanic termasuk sang kapten sehabis  Dua korban Titanic ditemukan selamat alasannya yaitu Lorong waktu - Klarifikasi
Amazing right ?

Lalu ini halaman yang memuat dongeng Titanic kita.

 beredar dongeng ditemukannya dua korban selamat Titanic termasuk sang kapten sehabis  Dua korban Titanic ditemukan selamat alasannya yaitu Lorong waktu - Klarifikasi beredar dongeng ditemukannya dua korban selamat Titanic termasuk sang kapten sehabis  Dua korban Titanic ditemukan selamat alasannya yaitu Lorong waktu - Klarifikasi
Dengan integritas majalah yang menyerupai ini, Bisakah kita menyebutkan bahwa dongeng ini yaitu hoax ?

Tentu saja belum ! Majalah ini juga pernah memuat gosip nyata. Tapi saya menemukan sebuah petunjuk lainnya. Petunjuk yang saya maksud yaitu foto perempuan di bawah kiri itu. Baca nama yang ada di bawahnya.

 beredar dongeng ditemukannya dua korban selamat Titanic termasuk sang kapten sehabis  Dua korban Titanic ditemukan selamat alasannya yaitu Lorong waktu - Klarifikasi
Perempuan yang selamat dari Titanic yang disebut di majalah itu ternyata berjulukan Winnie Coutts, bukan Wenny Kathe. Pantas, saya tidak sanggup menemukan nama Wenny Kathe di dalam media bahasa Inggris. Jadi, fakta selanjutnya yang kita ketahui yaitu bahwa media Indonesia mengikuti kesalahan theuniquenews.blogspot.com.

I am getting excited.

Sekarang, mata saya tertuju pada nama Winnie Coutts. saya kembali membuka google dan mengetik nama Winnie Coutts dan Eureka !

Yang saya maksud dengan Eureka yaitu saya MENEMUKAN bahwa Winnie Coutts ternyata salah satu penumpang Titanic !

Sayapun kembali ke encyclopedia-titanica.org untuk melihat daftar penumpang Titanic dan saya menemukan nama Winnie Coutts memang ada di daftar penumpang kelas III. Kalian bahkan sanggup melihat harga tiket yang ia bayar di gambar ini.


 beredar dongeng ditemukannya dua korban selamat Titanic termasuk sang kapten sehabis  Dua korban Titanic ditemukan selamat alasannya yaitu Lorong waktu - Klarifikasi
Jika Winnie Coutts memang benar penumpang Titanic, jangan-jangan....Weekly World News tidak berbohong ? Pikiran ini memenuhi kepala saya selama beberapa saat.

Namun sekonyong-konyong, saya mendapatkan sebuah firasat. Jika dugaan saya benar, maka petunjuk ini sanggup menjadi bukti konklusif yang saya cari. Dengan segera saya kembali ke encyclopedia-titanica.org.

Dugaan saya ternyata benar ! saya MENEMUKAN bahwa Winnie Coutts ternyata SELAMAT dari bencana Titanic. Setelah peristiwa itu, ia dan keluarganya pindah ke New Jersey hingga meninggal pada tanggal 29 February 1960 pada usia 84 tahun. Sedangkan kapten Smith, menyerupai yang kita ketahui bersama, tewas dalam insiden itu.

Weekly World News ternyata telah mencatut nama Winnie Coutts untuk membuat dongeng fiktif ! Tidak ada inovasi Kapten Smith atau Winnie Coutts (ataupun Wenny Kathe) pada tahun 1990 dan 1991.

Jika Weekly World News memakai nama penumpang Titanic yang hilang, maka mungkin masih ada unsur yang sanggup diperdebatkan. Tapi dengan memakai nama penumpang yang selamat, seolah-olah majalah ini ingin memberitahukan kepada kita bawa dongeng ini hanyalah sebuah hoax.

 beredar dongeng ditemukannya dua korban selamat Titanic termasuk sang kapten sehabis  Dua korban Titanic ditemukan selamat alasannya yaitu Lorong waktu - Klarifikasi
Penutup

Saya menghempaskan badan ke daerah tidur. Sepertinya saya telah menemukan bukti yang cukup besar lengan berkuasa untuk meyakinkan kalian, para pembaca yang budiman, bahwa dongeng mengenai penumpang Titanic dan Lorong Waktu tolong-menolong hanyalah sebuah Imajinasi. Lelah. Tapi, rasa ingin tahu mengenai beberapa detail masih menggantung di benak saya. Saya berjalan menuju meja dan membuka laptop saya kembali dan...Ah, sudah capek. lagipula, saya rasa bukti-bukti yang saya olok-olokan sudah cukup meyakinkan. Makara saya menutup laptop kemudian membaringkan diri di daerah tidur dan memejamkan mata. Lega rasanya.


(Semua sumber dan linknya sudah saya sertakan di dalam tulisan)


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel