Cenote Angelita - Sungai Di Bawah Laut? Klarifikasi Singkat!
Sunday, March 14, 2010
Edit
Awalnya, saya sama sekali tidak berniat untuk memposting soal ini. Namun tampaknya Cenote Angelita menjadi begitu terkenalnya di Indonesia sehingga saya mendapatkan aneka macam email yang meminta saya untuk menulis soal ini. Karena itu harap maklum kalau goresan pena ini sedikit terlambat.
Saya berusaha mengumpulkan beberapa informasi mengenai Cenote Angelita sehingga kalian sanggup mendapatkan informasi yang berbeda dari yang sudah kalian baca, walaupun tidak banyak yang baru. Banyak yang bertanya kepada saya apakah gosip ini sebuah hoax atau bukan. Jawabannya, bukan hoax. Tapi ada beberapa hal yang harus diluruskan.
Sebelum masuk ke Cenote Angelita, kita harus mengerti arti "Cenote". Kata "Cenote" itu berasal dari kata suku maya "D'zonot" yang berarti "sebuah lubang/gua bawah tanah yang mempunyai air". Sedangkan "Angelita" berarti "malaikat kecil". Makara Cenote Angelita berarti "Gua Malaikat Kecil".
Istilah Cenote ini dipakai untuk merujuk kepada gua/lubang yang ada di semenanjung Yucatan, Mexico. Selain Cenote Angelita, di semenanjung Yucatan, ada Cenote-Cenote lainnya, menyerupai Cenote Aktun Ha, Cenote Calavera, Cenote Chac Mool dan lain-lain. Formasi gua-gua ini terhubung dengan maritim dan terbentuk sekitar 6.500 tahun yang lalu.
Maya biasa menggunakannya untuk bepergian ke kota lain. Namun gres pada masa ke-20 saat penyelaman dan penjelajahan gua menjadi populer, Cenote-cenote ini kembali menarik perhatian.
Cenote Angelita yang sedang kita bicarakan ini terletak sekitar 17 kilometer dari Tulum. Ia mempunyai diameter lubang sekitar 30 meter dengan kedalaman sekitar 60 meter. Cenote ini berada di wilayah hutan lebat yang mempunyai keanekaragaman tanaman fauna yang cukup kaya. Bahkan Jaguar juga tinggal di hutan ini.
Karena itu sebetulnya kurang sempurna kalau menyebut Cenote Angelita sebagai sungai di dasar laut. Cenote Angelita sebetulnya sebuah gua basah di tengah hutan, bukan di laut, walaupun airnya memang terhubung dengan laut.
awan tebal yang menciptakan delusi sungai.
Tidak banyak yang sanggup menyelam hingga kedalaman ini lantaran lapisan ini terdapat di dasar Cenote Angelita, yaitu di kedalaman sekitar 60 meter.
Lapisan Hidrogen Sulfida ini terbentuk akhir pohon-pohon atau organisme yang membusuk di dasar Cenote. Karena itu lapisan ini mempunyai amis yang tidak enak, menyerupai telur kedaluwarsa (Mungkin sebagian dari kalian juga tahu kalau kita juga mengeluarkan gas ini saat kita buang angin). Selain lantaran aktifitas kuman pembusukan, gas ini juga sanggup dihasilkan oleh aktifitas gunung berapi. Dalam kadar yang tinggi, gas ini berbahaya bagi insan lantaran sanggup mengganggu beberapa sistem dalam badan manusia.
Pohon di bawah laut
Saya banyak menerima pertanyaan ini dan memang Ini yaitu sebuah pertanyaan yang menarik. Dari foto di atas, kita sanggup melihat kalau pohon di dasar Cenote Angelita menyerupai dengan pohon yang ada di darat. Kita tahu kalau pohon membutuhkan sinar matahari untuk fotosintesis. Makara bagaimana mereka sanggup hidup di dasar air yang gelap dan dalam?
Jawabannya atas pertanyaan ini sebetulnya sangat sederhana, yaitu: Tidak ada pohon yang hidup di dasar Cenote!
Kebanyakan dari kita salah menginterpretasikan kalimat Anatoly Beloschin. Anatoly menyampaikan :
“We are 30 meters deep, fresh water, then 60 meters deep – salty water and under me I see a river, island and fallen leaves…"
"Di kedalaman 30 meter, air tawar, kemudian pada kedalaman 60 meter, air asin, dan dibawah saya melihat sebuah sungai, pulau dan daun-daun yang jatuh."

Ia hanya menyampaikan kalau ia melihat daun-daun yang jatuh.
Ini terang terlihat dari foto-foto yang diambilnya kalau batang-batang pohon itu yaitu pohon-pohon yang mati dan daun yang dimaksud yaitu daun yang acak-acakan di dasar Cenote. Anatoly tidak pernah menyampaikan melihat pohon hidup di dasar Cenote.
Saya juga tidak sanggup menemukan satu sumber pun yang menyampaikan ada pohon hidup di dalam Cenote Angelita. Lagipula, jikalau memang ada pohon yang hidup, mengapa Anatoly tidak mengambil fotonya?
Lalu pertanyaannya, darimana asalnya batang pohon dan daun-daunan tersebut?
Jawabannya yaitu lantaran Cenote ini terletak di tengah Hutan. Tentu masuk akal kalau ada batang pohon dan dedaunan yang jatuh ke dalam dasar Cenote.
Penutup
Walaupun tidak misterius (inilah sebabnya saya tidak berniat memposting ini pada awalnya), saya akui Cenote Angelita memang indah. Namun, saya rasa daerah ini cukup berbahaya. Kita tidak tahu apa yang akan kita jumpai di daerah gelap menyerupai itu kan?
Mungkin kalian akan berkata kepada saya: "Brother enigma, saya yaitu orang yang suka menyelam dan berpetualang. Setelah membaca goresan pena ini, jiwa petualangan saya memanggil dan saya ingin pergi ke sana untuk menyelam."
Saya akan menjawab: "Tahukah kau kalau daerah menyerupai itu berbahaya. Bukankah saya sudah menyampaikan kalau ada gas hidrogen sulfida yang amis dan berpotensi bahaya."
"Brother, saya tidak takut dengan gas hidrogen sulfida!"
"Tapi, gua itu dalam dan gelap, Kamu kan tidak tahu sanggup berjumpa dengan makhluk apa disana."
"Ah, apa sih yang sanggup dijumpai, paling binatang kecil yang tidak berarti."
Baiklah kalau begitu. Jika kalian sudah memutuskan, maka saya tidak akan menahan kalian lagi. Makara saya ucapkan selamat menyelam!

Kasih-kasih kabar ya...
Saya berusaha mengumpulkan beberapa informasi mengenai Cenote Angelita sehingga kalian sanggup mendapatkan informasi yang berbeda dari yang sudah kalian baca, walaupun tidak banyak yang baru. Banyak yang bertanya kepada saya apakah gosip ini sebuah hoax atau bukan. Jawabannya, bukan hoax. Tapi ada beberapa hal yang harus diluruskan.
Sebelum masuk ke Cenote Angelita, kita harus mengerti arti "Cenote". Kata "Cenote" itu berasal dari kata suku maya "D'zonot" yang berarti "sebuah lubang/gua bawah tanah yang mempunyai air". Sedangkan "Angelita" berarti "malaikat kecil". Makara Cenote Angelita berarti "Gua Malaikat Kecil".
Istilah Cenote ini dipakai untuk merujuk kepada gua/lubang yang ada di semenanjung Yucatan, Mexico. Selain Cenote Angelita, di semenanjung Yucatan, ada Cenote-Cenote lainnya, menyerupai Cenote Aktun Ha, Cenote Calavera, Cenote Chac Mool dan lain-lain. Formasi gua-gua ini terhubung dengan maritim dan terbentuk sekitar 6.500 tahun yang lalu.
Maya biasa menggunakannya untuk bepergian ke kota lain. Namun gres pada masa ke-20 saat penyelaman dan penjelajahan gua menjadi populer, Cenote-cenote ini kembali menarik perhatian.
Cenote Angelita yang sedang kita bicarakan ini terletak sekitar 17 kilometer dari Tulum. Ia mempunyai diameter lubang sekitar 30 meter dengan kedalaman sekitar 60 meter. Cenote ini berada di wilayah hutan lebat yang mempunyai keanekaragaman tanaman fauna yang cukup kaya. Bahkan Jaguar juga tinggal di hutan ini.
Karena itu sebetulnya kurang sempurna kalau menyebut Cenote Angelita sebagai sungai di dasar laut. Cenote Angelita sebetulnya sebuah gua basah di tengah hutan, bukan di laut, walaupun airnya memang terhubung dengan laut.
awan tebal yang menciptakan delusi sungai.
Tidak banyak yang sanggup menyelam hingga kedalaman ini lantaran lapisan ini terdapat di dasar Cenote Angelita, yaitu di kedalaman sekitar 60 meter.
Lapisan Hidrogen Sulfida ini terbentuk akhir pohon-pohon atau organisme yang membusuk di dasar Cenote. Karena itu lapisan ini mempunyai amis yang tidak enak, menyerupai telur kedaluwarsa (Mungkin sebagian dari kalian juga tahu kalau kita juga mengeluarkan gas ini saat kita buang angin). Selain lantaran aktifitas kuman pembusukan, gas ini juga sanggup dihasilkan oleh aktifitas gunung berapi. Dalam kadar yang tinggi, gas ini berbahaya bagi insan lantaran sanggup mengganggu beberapa sistem dalam badan manusia.
Pohon di bawah laut
Saya banyak menerima pertanyaan ini dan memang Ini yaitu sebuah pertanyaan yang menarik. Dari foto di atas, kita sanggup melihat kalau pohon di dasar Cenote Angelita menyerupai dengan pohon yang ada di darat. Kita tahu kalau pohon membutuhkan sinar matahari untuk fotosintesis. Makara bagaimana mereka sanggup hidup di dasar air yang gelap dan dalam?
Jawabannya atas pertanyaan ini sebetulnya sangat sederhana, yaitu: Tidak ada pohon yang hidup di dasar Cenote!
Kebanyakan dari kita salah menginterpretasikan kalimat Anatoly Beloschin. Anatoly menyampaikan :
“We are 30 meters deep, fresh water, then 60 meters deep – salty water and under me I see a river, island and fallen leaves…"
"Di kedalaman 30 meter, air tawar, kemudian pada kedalaman 60 meter, air asin, dan dibawah saya melihat sebuah sungai, pulau dan daun-daun yang jatuh."

Ia hanya menyampaikan kalau ia melihat daun-daun yang jatuh.
Ini terang terlihat dari foto-foto yang diambilnya kalau batang-batang pohon itu yaitu pohon-pohon yang mati dan daun yang dimaksud yaitu daun yang acak-acakan di dasar Cenote. Anatoly tidak pernah menyampaikan melihat pohon hidup di dasar Cenote.
Saya juga tidak sanggup menemukan satu sumber pun yang menyampaikan ada pohon hidup di dalam Cenote Angelita. Lagipula, jikalau memang ada pohon yang hidup, mengapa Anatoly tidak mengambil fotonya?
Lalu pertanyaannya, darimana asalnya batang pohon dan daun-daunan tersebut?
Jawabannya yaitu lantaran Cenote ini terletak di tengah Hutan. Tentu masuk akal kalau ada batang pohon dan dedaunan yang jatuh ke dalam dasar Cenote.
Penutup
Walaupun tidak misterius (inilah sebabnya saya tidak berniat memposting ini pada awalnya), saya akui Cenote Angelita memang indah. Namun, saya rasa daerah ini cukup berbahaya. Kita tidak tahu apa yang akan kita jumpai di daerah gelap menyerupai itu kan?
Mungkin kalian akan berkata kepada saya: "Brother enigma, saya yaitu orang yang suka menyelam dan berpetualang. Setelah membaca goresan pena ini, jiwa petualangan saya memanggil dan saya ingin pergi ke sana untuk menyelam."
Saya akan menjawab: "Tahukah kau kalau daerah menyerupai itu berbahaya. Bukankah saya sudah menyampaikan kalau ada gas hidrogen sulfida yang amis dan berpotensi bahaya."
"Brother, saya tidak takut dengan gas hidrogen sulfida!"
"Tapi, gua itu dalam dan gelap, Kamu kan tidak tahu sanggup berjumpa dengan makhluk apa disana."
"Ah, apa sih yang sanggup dijumpai, paling binatang kecil yang tidak berarti."
Baiklah kalau begitu. Jika kalian sudah memutuskan, maka saya tidak akan menahan kalian lagi. Makara saya ucapkan selamat menyelam!

Kasih-kasih kabar ya...