Misteri Philadelphia Experiment

Menurut legenda, pada ekspresi dominan gugur tahun 1943, sebuah kapal perang milik angkatan bahari Amerika tanpa sengaja mengalami teleportasi dari Philadelphia ke Norfolk, Virginia, yang berjarak 200 mil jauhnya. Peristiwa ini disebut merupakan imbas samping dari sebuah eksperimen yang dikemudian hari disebut Philadelphia Experiment.


Kisah mengenai Philadelphia Experiment umumnya dipercaya sebagai sebuah Hoax. Namun, beberapa aspek dari kisah ini tampaknya menawarkan materi bakar yang cukup untuk para penganut teori konspirasi. Jadi, mari kita mereview kembali insiden misterius ini.

Kisah Philadelphia Experiment pertama kali dimulai dua orang, yaitu Morris K Jessup dan Carlos Allende. Carlos Allende yang mengaku sebagai saksi mata eksperimen itu menceritakannya kepada Jessup. Dan selanjutnya, kisah Philadelphia Experiment menyebar hingga menjadi salah satu legenda yang berkembang di Masyarakat.

Kisah ini dilatarbelakangi oleh kondisi dunia pada masa perang dunia.

Unified Field Theory
Pada awal tahun 1930an, Universitas Chicago menyelidiki kemungkinan menciptakan sebuah objek menjadi tidak tampak (invisible) lewat penggunaan medan listrik. Prinsip di belakang kemungkinan ini ialah Unified Field Theory yang dikemukakan oleh Albert Einstein.

piring terbang. Ia juga menulis bila teknologi anti gravitasi atau manipulasi elektromagnetis mungkin bertanggung jawab atas cahaya-cahaya asing yang menyertai penampakan UFO.

Berkaitan dengan teorinya, Jessup percaya bila Unified Field Theory yang dikemukakan oleh Albert Enstein akan mempunyai imbas signifikan di masa depan.

Ketika hingga di kantor ONR dan menghadap salah seorang perwira angkatan laut, Jessup menemukan sesuatu yang tidak disangkanya.

Ia melihat buku yang ditulisnya tergeletak di meja sang perwira. Tetapi, di dalam halaman-halaman buku itu, ada catatan-catatan kecil yang tampaknya berusaha menjelaskan isi buku tersebut.

Lalu, perwira tersebut menanyakan kepada Jessup apakah ia yang telah mengirim buku tersebut, atau ia mengetahui siapa yang telah mengirimnya.

Jessup menjawab tidak tahu. Dan memang ia tidak mengetahui apa-apa soal itu. Tetapi, ia teringat dengan sesuatu.

Catatan-catatan kecil pada buku itu mengingatkannya pada seseorang.

teleportasi.

Ketika kapal itu terlihat kembali di tempatnya semula, tampaknya eksperimen ini telah berjalan dengan sukses. Tetapi, ada sesuatu yang tidak beres. Di atas kapal, terlihat sebuah pemandangan yang mengerikan.

Horor di atas USS Eldridge
Beberapa awak kapal berteriak sebab badan mereka terbakar, awak yang lain terlihat menyerupai orang gila. Sebagian lagi terlihat sakit dan sejumlah lainnya tewas di tempat.

Tetapi, yang paling misterius ialah adanya awak kapal yang menghilang begitu saja dari pandangan mata.

veteran yang pernah bertugas di atas USS Eldridge menyampaikan bila kapal itu tidak pernah berlabuh di Philadelphia.

Dengan tegas, pihak angkatan bahari beranggapan bila legenda Philadelphia experiment hanyalah sebuah science fiction yang tersebar lewat seorang hoaxer, tentu saja yang dimaksud ialah Allende.

Tahun 1980, Robert Goerman menulis dalam Fate magazine bila Carlos Allende yang membuatkan kisah Philadelphia Experiment bekerjsama mempunyai sejarah gangguan psikologi yang mungkin telah menyebabkannya mengarang dongeng mengenai Philadelphia Experiment.

Memang, angkatan bahari menyangkal adanya insiden itu. Catatan-catatan mengenai kapal tersebut juga tidak memperlihatkan bila di atas USS Eldridge pernah diadakan eksperimen mematikan itu. Namun, sebagian orang percaya bila Philadelphia Experiment benar-benar terjadi dan pemerintah dengan segala upayanya berusaha menutupi insiden itu.


Buktinya ialah maut Morris Jessup yang mencurigakan.

Kematian Morris Jessup

Setelah bertahun-tahun semenjak buku pertamanya terbit, Jessup mempublikasikan buku keduanya. Namun buku ini tidak terlalu laku di pasaran dan penerbitnya menolak untuk menerbitkan buku-buku berikutnya.

Pada tahun 1958, istrinya menceraikannya. Teman-temannya mulai melihat Jessup menjadi depresi dan lebih labil. Tidak berapa usang kemudian, ia mengalami kecelakaan kemudian lintas yang proses penyembuhannya cukup lama.

Tragedi yang terus menerus ini, tampaknya menciptakan ia menjadi patah semangat. Pada tanggal 20 April 1959, ia mengakhiri nyawanya dengan mengunci diri di dalam kendaraan beroda empat menyala dan mengalirkan karbon monoksida ke dalamnya.

Walaupun terlihat wajar, namun banyak orang percaya bila maut ini bekerjasama dengan perjuangan pemerintah untuk menutupi eksperimen Philadelphia.

Contohnya, otopsi terhadap jenazah Jessup tidak pernah dilakukan. Ini bertentangan dengan aturan negara belahan dikala itu. Sersan Obenclain, yang tiba di daerah insiden bunuh diri menyampaikan off the record:

"Semuanya terlihat terlalu profesional".

Apakah pemerintah Amerika telah membunuh Jessup?

Teori Konspirasi Philadelphia Experiment
Selain maut Jessup, ada teori lain yang bekerjasama dengan teori konspirasi di balik Philadelphia Experiment, yaitu adanya kemungkinan bila pemerintah Amerika telah berhasil menguasai teknologi yang berasal dari Unifield Field Theory.

Einstein disebut tidak pernah memecahkan misteri Unified Field Theory. Namun, penulis berjulukan William Moore percaya bila Einstein bekerjsama telah memecahkan persamaan matematikanya yang kemudian dihancurkan sendiri olehnya sebelum ia meninggal.

Selain Einstein, Nikola Tesla disebut pernah mengaku bila ia telah berhasil memecahkan misteri Unified Field Theory sebelum kematiannya di tahun 1943. Menurut anggota keluarga Tesla, FBI tiba tidak usang sehabis Tesla meninggal dan menyita seluruh catatan-catatan penelitiannya.

Salah satu bukti yang menguatkannya adalah: eksperimen Philadelphia dilakukan tidak usang sehabis Tesla meninggal.

Penjelasan Alternatif
Jadi, ada dua pendapat berbeda mengenai Philadelphia Experiment. Di satu pihak, kisah itu dianggap sebagai sebuah hoax. Di pihak lain, eksperimen itu dipercaya benar-benar terjadi walaupun disangkal oleh pemerintah Amerika.

Menariknya, di tengah dua pendapat ini, ada satu pendapat yang tampaknya sanggup menjadi jalan tengah. Pendapat ini tiba dari penulis berjulukan Jacques Valle yang juga seorang peneliti UFO.

Ia percaya bila kisah itu bukan hoax, melainkan hanya sebuah salah tafsir.


Menurut Vallee, pada tahun 1943, kapal angkatan bahari yang berjulukan USS Engstrom, daerah Allende menyaksikan menghilangnya USS Eldridge, memang berlabuh di akrab USS Eldridge.

Nah, di atas kapal USS Engstrom, sebuah mekanisme dilakukan untuk menghasilkan medan elektromagnetik yang besar lengan berkuasa untuk menciptakan kapal itu tidak sanggup terdeteksi oleh ranjau dan torpedo yang dipicu secara magnetis. Tetapi, proses ini tidak menciptakan kapal menjadi invisible bagi mata atau radar.

Proses ini disebut degaussing dan diciptakan oleh imuwan Kanada dan Inggris dan biasa dipakai pada perang dunia II. Bahkan proses ini masih dipakai hingga sekarang.

Menurut Vallee, mungkin proses degaussing di Engstrom dibesar-besarkan oleh sebagian orang sehingga menghasilkan kisah Philadelphia Experiment.

Masih berdasarkan Vallee, seorang veteran yang pernah bertugas di atas Engstrom menyampaikan bila USS Eldridge sanggup saja berlayar dari Philadelphia ke Norfolk dan kembali lagi hanya dalam waktu sehari dengan melewati Kanal Chesapeake dan Delaware. Pada tahun itu, akses ini tertutup bagi kapal umum dan hanya boleh dilewati oleh kapal militer.

Ini mungkin menjelaskan kesaksian orang yang melihat USS Eldridge di Norfolk pada hari yang sama dengan dilakukannya Philadelphia Experiment. Pada dikala itu, penggunaan akses itu dirahasiakan dari publik sehingga publik tidak akan mengerti bagaimana caranya USS Eldridge sanggup ada di dua daerah yang berjauhan dalam satu hari.

Lalu, salah tafsir lain yang dipercaya oleh Valle ialah mengenai kutipan surat kabar yang menceritakan adanya dua awak kapal USS Eldridge yang lenyap dari pandangan mata di bar.

Seorang veteran pernah mengaku bila ia ialah awak kapal yang "lenyap dari pandangan mata" di bar. Menurutnya, dikala itu terjadi perkelahian di bar. Seorang pelayan kafe yang baik hati segera mengeluarkannya lewat pintu belakang sebelum polisi tiba sebab dikala itu ia masih di bawah umur. Jadi, tidak benar kisah yang menyampaikan bila ia lenyap begitu saja di udara.

Semuanya terdengar masuk akal.

Nah, kini kita punya tiga pendapat yang berbeda. Yang manakah yang lebih masuk akal?

Saya serahkan kepada pandangan kalian masing-masing.

Tetapi, sebelum saya tutup, ada satu pertanyaan yang cukup mengganggu pikiran saya. Jika Philadelphia Experiment ialah sebuah Hoax dan tidak pernah terjadi, mengapa pada tahun 1957, pihak angkatan bahari Amerika hingga merasa perlu mengundang Morris Jessup untuk megklarifikasi bukunya?

Mengapa tidak mengacuhkannya? bukankah itu cuma science fiction?

(wikipedia, history.navy.mil, crystalinks.com, skepdic.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel