Apakah Kita Mempunyai Kembaran Di Dunia Ini?
Monday, May 6, 2013
Edit
Kalian sedang berjalan di sebuah Mal. Tiba-tiba, kalian melihat seorang sobat bangun di hadapan sebuah etalase. Kalian berteriak memanggil namanya. Ia menoleh, kemudian kalian sadar kalau orang tersebut ternyata bukan sobat yang kalian maksud walaupun mempunyai wajah yang sangat mirip.
Max Galuppo ialah seorang laki-laki tinggi, berewokan dan berbadan gempal. Usianya gres 20 tahun dan ia kuliah di Temple University, Philadelphia. Hidupnya berjalan mirip biasa saja hingga ia menemukan potret dirinya terpampang di Philadelphia Museum of Art.
Tergantung di dinding, sebuah lukisan besar dengan objek seorang laki-laki bangun dengan satu tangan di pinggang.
Tergantung di dinding, sebuah lukisan besar dengan objek seorang laki-laki bangun dengan satu tangan di pinggang.
Galuppo takjub sekaligus heran dikala melihat wajah laki-laki tersebut sangat mirip dirinya. Galuppo berani bersumpah kalau ia tidak pernah menjadi model sebuah lukisan, apalagi hanya dengan mengenakan kaos hitam dan celana pendek ketat berwarna merah.
Bukan hanya itu, Galuppo semakin takjub dikala menemukan fakta bahwa lukisan yang berjudul "Portrait of a Nobleman with Dueling Gauntlet" tersebut ternyata dibuat pada tahun 1562 di Italia. Bagaimana mungkin hal ini sanggup terjadi?
Pada era Holywood dan teori konspirasi ini, teorinya sanggup bermacam-macam. Seorang blogger misteri yang imajinatif dan gandrung dengan analisa mungkin akan mengajukan 2 teori yang dianggap paling mungkin, yaitu Galuppo ialah seorang Vampire atau seorang Time Traveler.
Mendengar dua kemungkinan tersebut, mungkin diantara kalian akan ada yang segera menimpali dan berkata: "Bro enigma, sebelum kau lanjutkan, tidak adakah klarifikasi yang lebih sederhana untuk saya yang sukar memahami sains di balik Vampire dan Time Traveler?"
Mendengar dua kemungkinan tersebut, mungkin diantara kalian akan ada yang segera menimpali dan berkata: "Bro enigma, sebelum kau lanjutkan, tidak adakah klarifikasi yang lebih sederhana untuk saya yang sukar memahami sains di balik Vampire dan Time Traveler?"
Sebenarnya ada.
Saya tahu, kita selalu ingin melihat segala sesuatu dalam kacamata misteri. Terpengaruh oleh harapan yang berpengaruh untuk menganalisa apapun yang kita jumpai, kita seringkali lupa kalau klarifikasi yang paling sederhana biasanya ialah yang paling mungkin.
Dalam kasus Galuppo, klarifikasi yang paling mungkin adalah: Semua ini hanyalah kebetulan.
Saya tahu, kita selalu ingin melihat segala sesuatu dalam kacamata misteri. Terpengaruh oleh harapan yang berpengaruh untuk menganalisa apapun yang kita jumpai, kita seringkali lupa kalau klarifikasi yang paling sederhana biasanya ialah yang paling mungkin.
Dalam kasus Galuppo, klarifikasi yang paling mungkin adalah: Semua ini hanyalah kebetulan.
Tidak ada Time Traveler, tidak ada Vampire. Yang ada hanyalah seorang laki-laki yang hidup pada era pertengahan dan seorang mahasiswa era ke-21 dari Philadelphia yang kebetulan mempunyai wajah yang mirip.
Manusia mempunyai gen yang sama. Namun dalam gen tersebut, terdapat arahan berbeda yang menciptakan setiap manusia, bahkan yang paling mirip sekalipun, mempunyai perbedaan. Warna rambut, warna kulit, bentuk wajah, bentuk pendengaran ataupun ciri-ciri lain, semuanya dibuat oleh arahan genetik ini.
Manusia mempunyai gen yang sama. Namun dalam gen tersebut, terdapat arahan berbeda yang menciptakan setiap manusia, bahkan yang paling mirip sekalipun, mempunyai perbedaan. Warna rambut, warna kulit, bentuk wajah, bentuk pendengaran ataupun ciri-ciri lain, semuanya dibuat oleh arahan genetik ini.
Saat ini populasi insan di dunia sudah menyentuh angka 7 milyar. Wajar bila ada beberapa insan yang mempunyai wajah yang sangat mirip. Ada yang menyebutkan kalau kita mempunyai 7 kembaran. Ada yang menyampaikan 9. Namun tidak ada yang pernah benar-benar menelitinya. Bagi sains, kesamaan dalam wajah insan ialah hal yang wajar.
Kesamaan ini juga sanggup kita jumpai pada musik. Hanya ada 7 not dasar, namun dari sini jutaan lagu tercipta. Jika kita menemukan satu atau dua yang mirip, maka hal itu bukanlah sesuatu yang aneh.
Kesamaan ini juga sanggup kita jumpai pada musik. Hanya ada 7 not dasar, namun dari sini jutaan lagu tercipta. Jika kita menemukan satu atau dua yang mirip, maka hal itu bukanlah sesuatu yang aneh.
Jika kita menghitung populasi insan mulai dari titik nol maka probabilitas kesamaan itu semakin meningkat. Population Reference Bureau, sebuah organisasi yang meneliti soal populasi dari Amerika, pernah menciptakan sebuah hitungan bergairah mengenai total populasi insan yang pernah lahir ke dunia ini.
Dengan memakai perkiraan kalau pasangan insan pertama (dua orang) di dunia ini ada semenjak tahun 50.000 Sebelum Masehi, maka total jumlah insan yang pernah lahir ke dunia ini ialah 107.602.707.791. Atau lebih dari 107 milyar.
Dengan kata lain, bukanlah sesuatu yang aneh bila kita menemukan orang lain di masa lampau mempunyai kemiripan wajah dengan kita.
Apalagi dalam kasus Galuppo.
Ketika ia meneliti lebih jauh perihal silsilah keluarganya, ia menemukan kalau keluarga dari pihak ayahnya berasal dari Florence, hanya berjarak sekitar 10 mil dari kota Emilia, daerah lukisan itu dibuat. Ada kemungkinan kalau laki-laki di dalam lukisan tersebut memang mempunyai korelasi darah dengannya.
Ketika ia meneliti lebih jauh perihal silsilah keluarganya, ia menemukan kalau keluarga dari pihak ayahnya berasal dari Florence, hanya berjarak sekitar 10 mil dari kota Emilia, daerah lukisan itu dibuat. Ada kemungkinan kalau laki-laki di dalam lukisan tersebut memang mempunyai korelasi darah dengannya.
Francois Brunelle, seorang fotografer dari Kanada pernah menciptakan sebuah proyek untuk menemukan orang-orang yang mirip di dunia ini (Media menyebutnya doppleganger - sebuah istilah yang sebetulnya kurang sempurna untuk diterapkan dalam kasus ini).
Brunelle menemukan banyak orang yang tidak mempunyai korelasi darah, namun mempunyai kesamaan wajah yang menakjubkan. Misalnya, Sophie Cadieux, 29 tahun, dan Catherine Trudeau, 31 tahun. Keduanya aktris dari Kanada.
"Lucunya, orang-orang seringkali menganggap kami ialah orang yang sama." kata Trudeau. "Lagipula kami berdua sama-sama aktris." Lanjut Cadieux.
Mereka berdua terlihat takjub dengan kesamaan itu.
Namun terkadang orang lain sanggup mempunyai respon yang berbeda dengan Cadieux dan Trudeau. Brunelle menceritakan kalau ada orang yang kemudian menolak difoto lantaran mengetahui mereka mempunyai "kembaran". Menurut Brunelle, mungkin dikala mengetahui hal ini, ego mereka terguncang dan jati dirinya sedikit goyah.
Namun terkadang orang lain sanggup mempunyai respon yang berbeda dengan Cadieux dan Trudeau. Brunelle menceritakan kalau ada orang yang kemudian menolak difoto lantaran mengetahui mereka mempunyai "kembaran". Menurut Brunelle, mungkin dikala mengetahui hal ini, ego mereka terguncang dan jati dirinya sedikit goyah.
Berikut pola lain mereka yang dipotret oleh Brunelle:
Sylvie Gagnon dan Caroline Dhavernas
Rudi Kistler dan Maurus Oehman
Mereka tidak mempunyai korelasi darah, namun mempunyai kesamaan fitur wajah yang luar biasa.
Sedangkan kesamaan wajah dengan orang-orang yang pernah hidup di masa lampau, ternyata bukan hanya dialami oleh Galuppo.
Sedangkan kesamaan wajah dengan orang-orang yang pernah hidup di masa lampau, ternyata bukan hanya dialami oleh Galuppo.
Contohnya mirip yang terlihat berikut ini.
Orang di sebelah kiri foto di bawah ini ialah Vsevolod Mikhailovich Garshin, seorang penulis Rusia yang hidup pada era ke-19. Sedangkan yang di sebelah kanan ialah seorang pelawak Amerika Serikat, Jon Stewart.
Orang di sebelah kiri foto di bawah ini ialah Vsevolod Mikhailovich Garshin, seorang penulis Rusia yang hidup pada era ke-19. Sedangkan yang di sebelah kanan ialah seorang pelawak Amerika Serikat, Jon Stewart.
Berikut (sebelah kiri) ialah sebuah lukisan dari seorang laki-laki yang dibuat tahun 1835 oleh seniman Denmark, Christen Købke. Sedangkan laki-laki di sebelah kanan ialah pemeran Amerika Serikat, John Krasinski.
Lalu, sebagai intermezo, lukisan di bawah ini dibuat tahun 1544 oleh George Pencz. Bisakah kalian menyebutkan nama tokoh masa sekarang yang mirip wajahnya?
Jika kita melihat foto-foto di atas, ada satu hal yang menarik. Apabila kita memperhatikannya dengan sungguh-sungguh, kita sanggup menemukan banyak detail yang sesungguhnya tidak sama persis. Ini menawarkan kalau pengenalan akan wajah sebetulnya juga banyak dipengaruhi oleh persepsi. Itulah sebabnya mengapa Brunelle memotret pasangan-pasangan "kembar" itu dalam format hitam putih. Hal ini dilakukan agar perbedaan detail yang sanggup mengacaukan persepsi kita sanggup diminimalisir.
Contoh campur tangan persepsi yang lain ialah kemiripan yang sanggup terlihat pada dua orang teman atau sepasang suami istri.
Ketika dua orang teman menjalin korelasi yang cukup lama, mereka akan cenderung menggandakan satu sama lain. Entahkah verbal wajah, cara tersenyum atau cara meringis. Ini menciptakan wajah mereka terlihat sedikit mirip dan persepsi kita akan memperbesar kemiripan tersebut. Hal ini juga menawarkan kalau kita mengenali wajah seseorang secara holistik (menyeluruh) dan bukan dari detail-detail kecil.
Jadi, kembali kepada pertanyaan yang menjadi judul dari postingan ini. Apakah kita mempunyai "kembaran" di dunia ini? Saya rasa iya dan itu bukanlah sesuatu yang luar biasa.
Maaf untuk penggemar Vampire dan Time Traveller. Not this time.
Sebelum saya akhiri postingan ini, mari kita sedikit bermain pengenalan wajah.
Ilusi di bawah ini disebut Thatcher Illusion atau Thatcher Effect yang diambil dari nama mantan perdana Inggris Margaret Thatcher. Ilusi ini menawarkan kalau insan memang mengenali wajah secara holistik, bukan dengan detail mirip yang sudah saya singgung di atas.
Berikut ialah foto mantan perdana menteri Tony Blair.
Sekarang, coba lihat gambar berikut ini dan temukan perbedaan antara foto A dan B.
Sudahkah kalian menemukannya?
Mungkin kalian akan berkata: "Bro enigma, tidak ada perbedaan diantara kedua wajah itu."
Baiklah, bila kalian tidak melihat ada perbedaan, fotonya saya putar 180 derajat. Sekarang bisakah kalian menemukan perbedaannya?
Percayalah, Set foto yang kedua ini sama dengan set foto yang pertama. Jika kalian tidak percaya dan menganggap saya telah melaksanakan penipuan, kalian sanggup kembali ke set foto pertama, kemudian lakukan handstand dengan kepala di bawah dan kaki di atas untuk melihatnya dengan benar. Atau kalian sanggup membalik layar monitor kalian 180 derajat. Atau kalian cukup menyimpan set foto pertama ke komputer dan merotasinya dengan aplikasi paint atau microsoft word.
Menarik bukan?
Baca juga mengenai Doppelganger disini.
Sumber:
Contoh campur tangan persepsi yang lain ialah kemiripan yang sanggup terlihat pada dua orang teman atau sepasang suami istri.
Ketika dua orang teman menjalin korelasi yang cukup lama, mereka akan cenderung menggandakan satu sama lain. Entahkah verbal wajah, cara tersenyum atau cara meringis. Ini menciptakan wajah mereka terlihat sedikit mirip dan persepsi kita akan memperbesar kemiripan tersebut. Hal ini juga menawarkan kalau kita mengenali wajah seseorang secara holistik (menyeluruh) dan bukan dari detail-detail kecil.
Jadi, kembali kepada pertanyaan yang menjadi judul dari postingan ini. Apakah kita mempunyai "kembaran" di dunia ini? Saya rasa iya dan itu bukanlah sesuatu yang luar biasa.
Maaf untuk penggemar Vampire dan Time Traveller. Not this time.
Sebelum saya akhiri postingan ini, mari kita sedikit bermain pengenalan wajah.
Ilusi di bawah ini disebut Thatcher Illusion atau Thatcher Effect yang diambil dari nama mantan perdana Inggris Margaret Thatcher. Ilusi ini menawarkan kalau insan memang mengenali wajah secara holistik, bukan dengan detail mirip yang sudah saya singgung di atas.
Berikut ialah foto mantan perdana menteri Tony Blair.
Sekarang, coba lihat gambar berikut ini dan temukan perbedaan antara foto A dan B.
Sudahkah kalian menemukannya?
Mungkin kalian akan berkata: "Bro enigma, tidak ada perbedaan diantara kedua wajah itu."
Baiklah, bila kalian tidak melihat ada perbedaan, fotonya saya putar 180 derajat. Sekarang bisakah kalian menemukan perbedaannya?
Percayalah, Set foto yang kedua ini sama dengan set foto yang pertama. Jika kalian tidak percaya dan menganggap saya telah melaksanakan penipuan, kalian sanggup kembali ke set foto pertama, kemudian lakukan handstand dengan kepala di bawah dan kaki di atas untuk melihatnya dengan benar. Atau kalian sanggup membalik layar monitor kalian 180 derajat. Atau kalian cukup menyimpan set foto pertama ke komputer dan merotasinya dengan aplikasi paint atau microsoft word.
Menarik bukan?
Baca juga mengenai Doppelganger disini.
Sumber:








